
Kenzi bersama beberapa anggotanya berhasil menyelamatkan Neylan dari rumahnya. Kini Kenzi serta yang lainnya berada di perjalanan untuk menuju kediaman utama Wilson.
Ketika di dalam perjalanan, tiba-tiba Neylan mengeluh lapar karena sejak pagi Neylan belum makan. Dengan kata lain ibu tirinya itu tidak mengizinkan Neylan untuk makan, walau dua pelayan Neylan yang memang bertugas untuk melayani Neylan sudah menyiapkan sarapan dan juga makan siang untuk Neylan.
Namun dengan keji sang ibu tiri membuang makanan-makanan itu ke tempat sampah.
"Tuan, boleh tidak kita berhenti di rumah makan? Aku lapar tuan. Sejak pagi sampai sekarang aku belum makan," keluh Neylan.
Mendengar keluhan dan aduan dari Neylan membuat Kenzi terkejut. Bahkan Kenzi mengepalkan kuat tangannya akan perlakuan buruk ibu tirinya Neylan.
"Baiklah Nona. Kita akan berhenti di sebuah rumah makan. Nona boleh makan sepuasnya."
Mendengar perkataan dari laki-laki yang duduk di depan membuat Neylan tersenyum dan juga menangis.
"Terima kasih tuan."
"Sama-sama nona."
***
Mobil yang ditumpangi oleh Kenzi dan Neylan berhenti di depan sebuah cafe terkenal di kota Hamburg.
Setelah mobil berhenti, Kenzi pun langsung keluar. Begitu juga dengan Neylan.
"Nona masuklah dulu ke dalam. Saya ingin menjawab telepon dulu."
"Baik, tuan!"
Setelah itu, Neylan pun masuk ke dalam cafe dengan beberapa anggota Kenzi melihat dari luar karena kaca cafe itu bisa terlihat orang-orang di dalamnya tanpa harus masuk ke dalam.
Neylan sudah duduk di salah satu kursi yang ada di dalam cafe itu. Dan beberapa detik kemudian, datang seorang pelayan menghampiri Neylan.
"Nona mau pesan apa?"
"Boleh saya lihat daftar menunya dulu?" tanya Neylan.
Maksud Neylan menanyakan tentang daftar menu makanan karena Neylan juga akan memesan untuk Kenzi.
Melihat penampilan Neylan yang biasa. Ditambah lagi pakaian Neylan yang lusuh membuat pelayan tersebut menatap jijik kearah Neylan.
Seperti yang dipikirkan dan dilihat oleh pelayan itu, pakaian Neylan yang sedikit lusuh. Itu Dikarenakan karena Neylan habis mendapatkan perlakuan tak baik dari ibu tirinya sehingga ketika Kenzi dan anggotanya datang. Neylan tak sempat dan memang tak ada waktu untuk berganti pakaian.
"Nona, kalau nona tidak punya uang. Lebih baik pergi dari sini. Jangan buat para pengunjung lainnya jijik melihat nona."
Mendengar ucapan pedas dari pelayan yang ada di hadapannya membuat hati Neylan sakit. Dirinya tidak menyangka jika pelayan tersebut berucap seperti itu.
__ADS_1
"Maaf nona. Jangan menilai seseorang hanya karena penampilan. Jika nona seperti itu, hidup nona tidak akan pernah bahagia." Neylan berucap sembari menatap wajah pelayan itu dengan hati terluka.
Mendengar ucapan dari pelanggannya membuat pelayan wanita itu tidak terima. Tatapan matanya menatap tajam kearah wanita yang duduk di hadapannya.
"Tidak usah sok menasehati saya. Sekarang anda keluar dari sini!" teriak pelayan itu.
Mendengar teriakkan dari pelayan wanita itu membuat semua pengunjung cafe terkejut lalu melihat kearah pelayan dan Neylan.
Dan beberapa detik kemudian, datanglah seorang laki-laki yang berstatus sebagai manager cafe.
"Ada apa ini?" tanya laki-laki.
Pelayan itu langsung melihat kearah sang manager lalu pelayan itu berkata yang membuat hati Neylan terluka.
"Ini Bos. Perempuan ini datang kesini dan langsung memesan makanan. Ketika saya bertanya baik-baik. Perempuan ini malah berkata kasar kepada saya," ucap pelayan itu.
Mendengar ucapan dari pelayan itu membuat Neylan langsung menggelengkan kepalanya. Neylan berdiri dari duduknya dan menatap langsung kearah laki-laki itu.
"Itu tidak benar tuan. Saya datang kesini mau makan, tapi sebelum memesan makanan. Saya ingin melihat buku menunya dulu karena saya tidak sendirian. Saya datang bersama saudara saya."
"Jangan percaya Bos. Ini bukan kejadian untuk pertama kalinya Bos. Jadi Bos jangan sampai tertipu untuk kesekian kalinya. Bisa-bisa Bos akan kehilangan pekerjaannya," ucap pelayan itu.
"Justru kau yang akan kehilangan pekerjaanmu wanita sialan!" teriak seseorang yang melangkah masuk ke dalam cafe dengan enam anggota di belakangnya.
Deg..
Mereka semua melihat ada sekitar tujuh laki-laki berpakaian hitam yang melangkah mendekati dua perempuan yang sedang berdebat.
"Tuan," lirih Neylan ketika melihat Kenzi dan enam anggotanya datang.
Kenzi menatap tajam kearah pelayan yang sudah bersikap buruk terhadap Neylan, teman dari Bosnya Darel Wilson.
"Apa begini cara kau melayani seorang pelanggan, hah?! Sejak tadi aku dan anggotaku memperhatikan kau yang memandang rendah dan juga jijik terhadap majikan saya. Majikan saya sejak datang kesini telah menunjukkan sikap baik dan berbicara lembut, namun kau seenaknya menghina majikan saya!" bentak Kenzi.
Mendengar ucapan demi ucapan dari Kenzi membuat pelayan wanita itu seketika terkejut. Lalu kemudian wanita itu langsung menggelengkan kepalanya.
"Tidak Bos. Itu tidak benar. Justru wanita ini yang bersikap tak baik sejak dia datang ke cafe ini."
Mendengar jawaban dari pelayan wanita itu membuat Kenzi seketika tersenyum di sudut bibirnya.
Kenzi melihat kearah laki-laki yang berstatus sebagai kepala cafe. Dirinya ingin memberikan tantangan kepada laki-laki itu.
"Baiklah kalau begitu. Bagaimana dengan anda tuan. Apakah anda lebih memilih pelayan anda ini. Kalau iya, itu adalah hak anda. Bagaimana kalau saya memberikan sebuah tantangan kepada anda. Jika saya benar anda harus memberikan satu permintaan saya. Jika anda dan pelayan anda yang benar, maka saya yang akan memberikan satu permintaan anda dan pelayan anda. Bagaimana?"
Mendengar ucapan sekaligus tantangan dari pemuda yang ada di hadapannya itu membuat laki-laki itu seketika langsung menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Baiklah. Saya terima tantangan anda."
Seketika terukir senyuman manis di bibir Kenzi. Lalu tatapan matanya menatap kearah pelayan wanita yang sejak tadi menghina dan memandang rendah teman dari Bosnya.
"Baiklah. Apakah anda mempercayai semua ucapan dari pelayan wanita anda ini, tuan?" tanya Kenzi.
Laki-laki itu melihat kearah pelayan wanita itu. Dan dapat dilihat oleh laki-laki itu terlihat tatapan kejujuran disana. Ditambah lagi selama pelayan itu bekerja di cafe ini. Pelayan itu cukup baik dalam bekerja.
"Iya. Saya percaya. Pelayan saya itu tidak akan menghina pelanggannya."
"Baiklah kalau begitu. Bagaimana pun anda adalah atasan dari pelayan wanita ini. Sekarang giliran saya," ucap Kenzi.
Kenzi melihat ke salah satu anggotanya lalu memberikan kode kepada anggotanya itu.
Mengerti akan kode yang diberikan oleh Bos nya, anggotanya itu langsung memperlihatkan sebuah video dimana Neylan yang diperlakukan tak baik oleh salah satu pelayan cafe.
"Sekarang kalian lihatlah video ini," ucap Kenzi sembari memperhatikan video itu kepada sang manager cafe.
Laki-laki yang berstatus sebagai manager cafe itu dan beberapa pelayan termasuk pelayan wanita itu melihat kearah video yang diperlihatkan oleh Kenzi.
Seketika pelayan wanita itu terkejut ketika melihat adegan demi adegan yang dia lakukan terhadap pelanggannya. Dia tidak menyangka jika perbuatannya tersebut terekam.
Bukan hanya pelayan wanita itu saja terkejut. Pelayan yang lainnya dan sang manager juga terkejut ketika melihat video itu. Mereka menatap marah kearah pelayan wanita itu.
"Bagaimana tuan? Sudah lihat bukan? Di dalam video terlihat bahwa pelayan anda yang bersikap buruk terhadap majikan saya hanya karena pakaian majikan saya sedikit lusuh." Kenzi berbicara dengan menatap nyalang semua pelayan cafe termasuk sang manager.
Baik sang manager maupun para pelayan termasuk pelayan wanita itu hanya diam. Di dalam hati mereka masing-masing sudah ketakutan.
"Dikarenakan kita sudah sepakat diawal. Maka saya akan mengambil alih masalah ini. Karena pelayan wanita ini sudah menghina majikan saya, maka saya akan memberikan hukuman yang tidak akan pernah bisa dilupakan oleh pelayan wanita ini."
Kenzi menatap tajam kearah pelayan wanita itu. "Kau! Bersiaplah apa yang menantimu dan keluargamu. Aku akan membuat semua keluargamu menjadi gelandangan di jalanan."
Deg..
Pelayan wanita itu terkejut ketika mendengar ucapan sekaligus ancaman dari pemuda yang berstatus penjaga wanita yang sudah dia hina.
Kenzi menatap sang manager cafe. Dia juga marah terhadap laki-laki itu yang terlalu mempercayai semua perkataan dari pelayannya.
"Anda juga akan bernasib sama seperti pelayan wanita anda ini. Saya juga akan buat anda dan keluarga anda menjadi gembel di jalanan."
Kenzi melihat keenam anggotanya. "Kalian, cari tahu tentang keluarga mereka. Setelah itu buat keluarga mereka hancur tak memiliki apapun lagi."
"Baik, Bos! jawab keenam anggotanya itu.
"Ayo, nona! Lebih baik kita pergi dari sini. Kita cari tempat lain saja."
__ADS_1
"Baik, tuan."
Setelah itu, Kenzi membawa Neylan pergi meninggalkan cafe. Kenzi dan yang lainnya tidak peduli panggil dari Manager cafe.