Permata Keluarga Wilson

Permata Keluarga Wilson
S2. Ayo, kita Mulai Merencanakan Pembalasan


__ADS_3

Ketujuh sahabat-sahabatnya Darel mendatangi kediaman utama Wilson untuk bertemu dengan Darel. Sejak berbicara dengan Evan di telepon sehingga mengetahui bahwa Darel belum pulang sama sekali ke rumahnya membuat Brian langsung menceritakannya kepada semua sahabat-sahabatnya mengenai Darel.


Bagaimana reaksi semua sahabat-sahabatnya ketika Brian bercerita tentang Darel? Semua sahabat-sahabatnya terkejut dan syok. Bahkan mereka semua terjadi sesuatu terhadap Darel. Mereka semua menangis memikirkan Darel. Yang paling terkejut di syok adalah Kenzo dan Gavin.


Setelah membahas masalah Darel, mereka semua segera meninggalkan kampus. Tujuan pertama mereka adalah untuk mencari Darel.


Sejam lebih mereka mengelilingi kota Hamburg untuk mencari keberadaan Darel. Bahkan mereka mencari Darel di tempat tongkrongan yang biasa mereka datangi, namun Darel tidak ada disana.


Dan tujuan terakhir mereka adalah kediaman utama Wilson. Mereka kesana berharap Darel sudah kembali atau dengan kata lain salah satu kakak-kakaknya Darel atau salah satu tangan kanannya Darel berhasil menemukan keberadaan Darel.


Kini semua sahabat-sahabatnya Darel telah berkumpul dengan semua anggota keluarga Darel termasuk adik perempuan ibunya Darel yaitu Chiara Jonhson atau berubah menjadi Sagara bersama suaminya Gilbran dan kelima putra putrinya.


Apa yang dirasakan oleh ketujuh sahabat-sahabatnya Darel ketika mendapatkan kabar dari Evan. Hal itu juga yang dirasakan oleh Chiara, Gilbran, Nico, Radeo, Recky, Amelia dan Cherry.


"Paman Arvind! Apa yang akan kita lakukan sekarang? Kita nggak mungkin kan diam saja seperti ini? Kita harus cari Darel, Paman!" Kenzo berucap dengan tatapan sedihnya.


Arvind yang mendengar ucapan serta tatapan sedih dari Kenzo merasakan kesedihan yang sama. Dia paham bagaimana sayang dan pedulinya Kenzo dan yang lainnya terhadap putra bungsunya. Begitu juga dengan Adelina, putra-putranya dan anggota keluarga Wilson lainnya. Kecuali Chiara dan keluarga kecilnya. Chiara tidak tahu bagaimana kedekatan dan hubungan Darel dengan ketujuh sahabat-sahabatnya dan ditambah tujuh sahabat-sahabatnya yang baru yang tak lain adalah sepupu-sepupu dari ketujuh sahabat-sahabatnya.


"Paman serta kami semua sudah mendapatkan kabar mengenai Darel, nak Kenzo!" Arvind memberitahu tentang Darel kepada sahabat-sahabatnya Darel.


Mendengar jawaban dari Arvind membuat Brian, Azri, Damian, Evano, Farrel, Kenzo, Gavin, Samuel, Juan, Razig, Zelig, Lucas, Charlie dan Devon seketika tersenyum. Mereka semua tampak bahagia mendengar apa yang barusan dikatakan oleh Arvind.


"Benarkah, Paman?!" tanya Gavin.


"Benar, nak!"


"Dimana Darel, Paman? Dimana dia sekarang?" tanya Farrel menatap wajah Arvind. Begitu juga dengan yang lainnya.


Mendapatkan pertanyaan dari Farrel membuat ekspresi wajah Arvind berubah menjadi sedih. Dia saat ini benar-benar merindukan putranya, namun dia tidak tahu rumah sakit mana putranya dirawat.


"Paman!" seru Brian, Azri, Damian, Evano, Farrel, Kenzo, Gavin, Samuel, Juan, Razig, Zelig, Lucas, Charlie dan Devon bersamaan.


"Darel saat ini berada di rumah sakit, tapi kamu semua tidak tahu rumah sakit mana?" Axel yang mewakili ayahnya untuk menjawab pertanyaan dari Farrel.


"A-apa maksud kak Axel?" tanya Azri.


"Kak Davian mendapatkan panggilan dari seorang pria. Pria itu mengatakan bahwa dia telah menyematkan Darel dari sebuah aksi pembunuhan yang mana ada beberapa orang yang hendak membunuh Darel dengan cara mendorong dengan cara menabrak mobil yang dikendarai Darel ke jurang," sahut Alvaro.


"Apa?!" teriak Brian, Azri, Damian, Evano, Farrel, Kenzo, Gavin, Samuel, Juan, Razig, Zelig, Lucas, Charlie dan Devon bersamaan. Mereka semua terkejut akan apa yang mereka dengar dari Alvaro.


"Pria itu juga mengatakan kepada kami bahwa pria itu tidak akan memberitahu kami tentang keberadaan Darel sebelum musuh-musuh keluarga Wilson musnah alias mati," sahut Steven.


"Jadi maksud kalian jika musuh-musuh keluarga Wilson tengah mengincar Darel?" tanya Damian.


"Iya, nak!" Sandy yang menjawabnya.


"Mereka sudah tahu jika Darel mewarisi semua kekayaan kakeknya yaitu Antoni Wilson. Mereka berpikir jika Darel pergi dari dunia ini, mereka bisa dengan leluasa melakukan niat jahat mereka." Evita ikut bersuara.


"Mereka bukan saja mengincar harta peninggalan kakek Antoni, melainkan mereka juga mengincar harta pribadi milik kami yang mana kami yang sudah bekerja dan memiliki kekayaan masing-masing," sahut Naufal.

__ADS_1


Mendengar cerita dari Paman, Bibi dan kedua kakak sepupunya Darel membuat Brian, Azri, Damian, Evano, Farrel, Kenzo, Gavin, Samuel, Juan, Razig, Zelig, Lucas, Charlie dan Devon terkejut. Mereka sebenarnya sudah mengetahui masalah tersebut karena Darel sudah cerita.


"Apa perempuan yang mendekati kak Nevan, kak Ghali, kak Steven dan kak Marcel terlibat? Apa mereka yang menjadi pelakunya?" tanya Juan.


"Untuk keluarga dari gadis yang mengincar Nevan, Steven dan Marcel. Kita belum mengetahui pasti apakah mereka terlibat. Tapi untuk gadis yang mendekati Ghali, kami sudah tahu jika gadis itu terlibat. Bahkan semua anggota keluarganya juga ikut terlibat," jawab Davian.


"Apa?!" Brian, Azri, Damian, Evano, Farrel, Kenzo, Gavin, Samuel, Juan, Razig, Zelig, Lucas, Charlie dan Devon.


"Ja-jadi orang-orang tersebut suruhan gadis itu?" tanya Devon.


"Iya!" semua anggota keluarga Wilson menjawab dengan kompak.


"Mereka dari keluarga keluarga Rocio. Dan mereka semua sudah pergi menghadap Tuhan " sahut Nevan.


"Kami sudah memberikan pembalasan kepada mereka atas apa yang mereka lakukan terhadap Darel. Dan mereka semua sudah mati," ucap Ghali.


"Berarti tersisa mereka!"


Kenzo berucap dengan wajah dingin dan datar serta kedua tangannya mengepal kuat. Begitu juga dengan Brian, Azri, Damian, Evano, Farrel, Gavin, Samuel, Juan, Razig, Zelig, Lucas, Charlie dan Devon.


Arvind, Adelina, putra-putranya dan semua anggota keluarga Wilson langsung melihat kearah Kenzo. Mereka penasaran akan perkataan dari Kenzo.


"Apa maksud kamu, Kenzo?" tanya Nevan.


"Kalian tidak melupakan keluarga Bailey, keluarga Dawson dan keluarga Martin kan?" tanya Kenzo dengan menatap satu persatu wajah anggota keluarga Wilson.


"Dan kalian tidak melupakan apa tujuan mereka mendekati Kaka Nevan, kak Steven dan kak Marcel?" tanya Gavin.


"Darel sudah cerita semuanya. Awalnya Darel tidak ingin cerita, tapi kami berusaha membujuknya agar dia mau berbagi masalah dengan kami," sahut Razig.


"Kami tidak tega melihat Darel yang selalu tampak tertekan. Dia banyak melamun ketika bersama kami. Namun setelah dia meluapkan semua amarahnya akan permasalahannya dan keluarganya, senyuman itu kembali lagi. Darel sedikit tampak ceria," ucap Samuel.


"Apa yang kalian rasakan, itu juga yang keluarga kami rasakan!" seru Charlie.


Arvind dan semua anggota keluarga Wilson menatap dengan wajah terkejutnya ketika mendengar ucapan dari Charlie.


"Apa maksud kamu, Charlie?" tanya Melvin.


"Keluarga Bailey, keluarga Dawson dan keluarga Martin juga mengincar keluarga kami." Lucas menjawab pertanyaan dari Melvin.


"Apa?!" Arvind dan semua anggota keluarga Wilson berteriak karena terkejut.


Seketika Davian mengingat pembicaraan adik bungsunya dengan seseorang di telepon ketika baru pulang dari jalan-jalan.


Flashback On.


Darel melangkahkan kakinya memasuki rumah sembari terus berbicara dengan seseorang di seberang telepon. Ucapan demi ucapan dari Darel didengar oleh semua anggota keluarganya.


"Jadi mereka juga mengincar keluarga dari sahabat-sahabatku?"

__ADS_1


"...."


"Brengsek! Apa mereka tidak punya pekerjaan lain selain mengusik kehidupan orang lain. Apa dengan mereka mengincar kekayaan milik orang lain hidup mereka akan bahagia?"


"...."


"Tidak ada cara lain. Sebelum mereka mengusik milik keluarga dari sahabat-sahabatku, kita yang akan terlebih dahulu melakukan hal itu."


"...."


"Iya, kau benar! Mereka melakukan hal itu kepada keluargaku dan sekarang mereka mengincar keluarga sahabat-sahabatku. Cara kita menghentikan mereka adalah kita akan melakukan hal yang sama dengan cara yang berbeda dan sedikit berbahaya."


"...."


"Wah! Ide yang bagus. Baiklah! Kau urus semuanya."


"...."


Setelah selesai berbicara dengan salah satu tangan kanannya, Darel pun langsung mematikan panggilannya itu. Kemudian Darel melanjutkan langkah kakinya menuju kamarnya di lantai dua.


Flashback Off.


"Jadi mereka benar-benar melakukan hal itu kepada keluarga kalian?" tanya Davian setelah dia mengingat obrolan adiknya dengan seseorang di telepon.


"Iya, kak!" Brian, Azri, Damian, Evano, Farrel, Kenzo, Gavin, Samuel, Juan, Razig, Zelig, Lucas, Charlie dan Devon menjawab bersamaan.


"Jangan bilang jika orang-orang yang ingin membunuh Paman Mateo dan Paman Ferino ketika itu di jalanan suruhan ketiga keluarga itu?" tanya Davian lagi.


"Itu memang benar kak. Darel sendiri yang mengatakan itu kepada kami ketika di Kampus. Saat Darel mengatakan hal itu kepada kami, terlihat kesedihan dan rasa bersalah di tatapan matanya." Evano berucap dengan sedih sembari membayangkan wajah sedih Darel.


"Darel menyalahkan dirinya sendiri atas masalah yang menimpa keluarga kami. Darel berpikir jika orang-orang itu mengusik keluarga kami karena mereka marah karena Darel selalu ikut campur urusan mereka dalam mendekati kak Nevan, kak Steven dan kak Marcel!" Lucas berucap dengan lirihnya. Di pikirannya terbayang-bayang wajah sedih dan bersalah Darel.


"Lalu bagaimana dengan keluarga kalian?" tanya Daksa.


"Keluarga kalian baik-baik saja kan?" tanya William.


"Ini semua berkat Darel dan orang-orangnya. Kemarin malam sekitar pukul 10 malam. Beberapa laki-laki berpakaian hitam lengkap dengan senjatanya menyerang kediaman kami. Lebih tepatnya bukan menyerang, mereka mengincar para ayah kami. Jika kami melawan, barulah mereka akan melukai kami," sahut Samuel.


"Dan untungnya Darel sudah mempersiapkan semuanya. Darel meminta kepada tangan kanannya untuk melindungi keluarga kami masing-masing. Bahkan kalau perlu membunuh semua orang-orang yang datang ke kediaman kami," ucap Evano.


"Dan kami semua selamat. Tak terkecuali para ayah-ayah kami," ucap Lucas.


"Jika kita ingin mengetahui dengan segera dimana Darel dirawat. Kita harus segera menghabisi semua musuh-musuh kita!" sahut Kenzo.


"Musuh-musuhnya keluarga Wilson juga musuh-musuh kami karena mereka telah mengusik keluarga kami dan mengusik sahabat terbaik kami," ucap Gavin.


"Dan aku yakin jika keluarga Bailey, keluarga Dawson dan keluarga Martin juga akan melakukan hal tersebut kepada kalian," ucap Farrel.


Mendengar ucapan demi ucapan dari sahabat-sahabatnya Darel membuat semua anggota keluarga Wilson marah. Mereka tidak akan membiarkan ketiga keluarga itu menghancurkan keluarganya begitu saja.

__ADS_1


"Mari kita mulai merencanakan untuk menghancurkan ketiga keluarga busuk itu!" ucap Nevan dengan wajah dinginnya.


"Ayo!" seru mereka semua dengan kompak.


__ADS_2