Permata Keluarga Wilson

Permata Keluarga Wilson
S2. Merencanakan Pembalasan


__ADS_3

"Darel sayang," panggil Arvind.


"Iya, Pa!"


"Papa mohon sama kamu. Katakan pada Papa apa yang disampaikan oleh orang yang bernama Noah itu pada kamu."


Mendengar perkataan dan melihat wajah memohon ayahnya itu membuat Darel menjadi tidak tega.


"Ayo, sayang!"


"Baiklah."


Arvind seketika tersenyum ketika mendengar jawaban dari putra bungsunya itu. Begitu juga dengan yang lainnya.


"Sebelum apa Papa boleh bertanya, hum?"


"Apa Papa ingin menanyakan siapa Noah? Iyakan?"


"Hehehehe. Iya, sayang!"


Darel tersenyum ketika mendengar kekehan ayahnya.


"Noah itu tangan kananku yang lainnya. Dia dan tiga rekannya memimpin kelompok SNOW BLACK."


"Snow Black?!" tanya kompak semua anggota keluarga Wilson.


"Iya," jawab Darel.


"Rel," panggil Davian.


Darel langsung melihat kearah kakak tertuanya itu. Dan dapat Darel lihat wajah penuh tanya kakaknya itu.


"Kakak mau nanya apa? Tanyakan saja," sahut Darel.


Seketika Davian membelalakkan matanya karena terkejut akan perkataan dari adiknya. Dirinya tidak menyangka jika adiknya itu langsung paham hanya dengan menatap matanya.


Sementara anggota keluarganya tersenyum ketika melihat wajah syok Davian akan perkataan dari adiknya itu.


"Eeemm... gini Rel! Sebenarnya kakek itu siapa sih! Kenapa kakek begitu banyak tangan kanannya? Satu persatu tangannya kakek yang sekarang sudah bekerja dengan kamu muncul. Yang baru kita ketahui enam orang. Mereka adalah Arzan, Zayan, Lucky, Mikko, Kenzie dan Leo. Terus ketika saat Kenzo hilang ingatan dan ingin menyerang kampus, ada dua kelompok yang datang membantu. Satu kelompok kakak tahu. Kelompok itu adalah Black Shark. Nah! Untuk kelompok White Eagle. Kakak nggak tahu. Siapa mereka, Rel?"


Mendengar ucapan serta pertanyaan dari kakak tertuanya itu, ditambah lagi tatapan penuh penasaran sang kakak dan juga anggota keluarganya membuat Darel pada akhirnya menjelaskan ada berapa kelompok yang dibangun oleh kakeknya itu.


"Kakek membangun tiga kelompok mafia, tapi bukan mafia kejam. Tujuan kakek membangun tiga kelompok mafia itu hanya untuk melindungi orang-orang terdekat kakek dan juga orang-orang terdekatnya yang bekerja dengan kakek. Kakek menganggap semua anggotanya sebagai anggota keluarganya sendiri."


"Ada berapa kelompok mafia kakek itu, Rel?" tanya Andre.


"Tiga kelompok. Dan ketiga kelompok itu adalah kelompok terkuat. Yang pertama BLACK SHARK, yang kedua WHITE EAGLE dan yang ketiga SNOW BLACK!"


"Dulu ketika dibentuk ketiga kelompok itu dipimpin oleh Paman Derry, Paman Arkan dan Paman Jordy, tapi sekarang tidak lagi. Paman Derry memimpin Black Shark, Paman Arkan memimpin White Eagle dan Paman Jordy memimpin Snow Black. Mereka adalah tangan kanannya kakek yang sangat setia sampai sekarang."

__ADS_1


"Apa mereka masih bekerja?" tanya Arga.


"Masih. Tapi di belakang layar. Tidak turun tangan dan menampakkan diri. Kalau mereka ingin keluar, maka mereka akan menyamar menjadi orang biasa."


"Untuk Black Sharks, kalian pasti sudah tahu siapa yang memimpin sekarang?"


"Mereka adalah Arzan dan Zayan, iyakan?" ucap dan tanya Evan.


"Iya, tapi kurang satu!"


"Jadi, maksud kamu ada tiga?" tanya Elvan.


"Iya."


"Siapa yang ketiganya?" tanya Vano.


"Lucky," jawab Darel. "Untuk kelompok White Eagle dipimpin oleh Mikko, Kenzie dan Leo. Sementara Snow Black dipimpin oleh Sonny, Niko, Noah dan Zola."


Mendengar cerita dari Darel mengenai ayahnya/kakeknya membuat Arvind, Adelina, putra-putranya dan anggota keluarga Wilson lainnya tersenyum bangga. Mereka semua tidak menyangka jika ayahnya/kakeknya telah menyiapkan semuanya untuk melindungi keluarganya.


"Sekarang tolong katakan pada Papa apa yang kamu bicarakan dengan Noah di telepon," mohon Arvind kepada putra bungsunya.


"Intinya! Noah mengatakan bahwa dia sudah mendapatkan latar belakang keluarga dari orang-orang yang telah menghubungiku termasuk orang-orang yang mengirim pesan."


Mendengar jawaban dari Darel membuat Arvind, Adelina, putra-putranya dan semua anggota keluarga Wilson tersenyum bahagia.


"Benarkah itu sayang?" tanya Arvind.


"Iya, Pa!"


"Mereka dari keluarga Nazik dan Malachi."


Deg..


Mendengar dua nama keluarga yang disebut oleh adiknya membuat Evan dan Raffa terkejut.


"Rel," panggil Evan dan Raffa bersamaan.


"Iya, kak!"


"Keluarga Nazik itu apakah keluarga Yagar Nazik, teman kampus kamu yang kamu siram pakai kuah sop kamu sehingga membuat matanya terluka? Dan keluarga Malachi itu nama marganya sama dengan Dosen baru itu yaitu Luan Malachi?!" ucap dan tanya Raffa.


"Iya. Luan Malachi adalah keponakan dari perempuan yang datang ke kampus saat itu dan marah-marah padaku dan berakhir masuk rumah sakit bersama anaknya," jawab Darel.


Mendengar jawaban dari Darel membuat semua anggota keluarga Wilson terkejut. Yang paling terkejut disini adalah Arvind.


"Jangan bilang kalau mereka......" perkataan Evan terhenti karena Darel langsung memotongnya.


"Iya. Dua keluarga itu ingin balas dendam padaku atas apa yang aku lakukan kepada Yagar dan ibunya. Mereka sampai mengarang cerita dengan mengatakan padaku kalau aku bukan putra kandung Papa dan Mama agar aku sedih, terpuruk lalu pergi meninggalkan kalian semua. Dan dari situlah mereka akan menghabisi nyawaku."

__ADS_1


Deg..


Seketika mereka semua terkejut dan syok ketika mendengar ucapan dari Darel yang mengatakan bahwa dua keluarga itu sampai mengarang cerita demi ingin membunuh kesayangannya.


"Terus rencana apa yang kamu buat bersama Noah. Kita dengar kalau kamu memberikan perintah kepada Noah untuk menghabisi semua anak buah dari dua keluarga itu. Apa itu benar?" tanya Ghali.


"Iya, kak!"


Mereka semua tersenyum bangga akan ide cemerlang dari Darel. Mereka semua setuju dengan rencana Darel. Dengan begitu, baik Darel dan mereka semua bisa lebih fokus kepada para Bos nya.


"Kakak akan akan membahas masalah ini dengan Arjuna dan anggota-anggota kakak," sahut Davian.


"Eemmm... Kak!"


"Ada apa, hum?"


"Aku mau kakak, kak Arjuna dan anggota-anggota kakak untuk menyerang langsung keluarga Nazik."


"Dengan senang hati. Ini yang kakak inginkan."


"Nanti aku akan hubungi Noah dan memintanya untuk mengirimkan data-data dari keluarga Nazik."


"Baiklah."


"Dan Papa bertugas untuk menyerang keluarga Skylar, karena salah satu anggota keluarga Skylar yaitu Hendrick Skylar yang pertama kalinya menghubungiku. Dia yang mengatakan bahwa aku bukan putra kandung Papa dan Mama."


"Baiklah, sayang!"


"Lalu bagaimana dengan keluarga Malachi, Rel?" tanya Nevan.


"Itu menjadi urusanku, kak! Bagaimana pun ibunya Yagar berasal dari keluarga Malachi. Dia yang sudah menyebabkan aku mendapatkan masalah sehingga berurusan dengan Luan Malachi."


"Sahabat-sahabatnya Yagar, bagaimana?" tanya Raffa.


"Itu kecil. Dua sudah berada di markas Black Shark. Tersisa Raihan dan Atta. Tinggal kasih dua pilihan aja sama mereka. Mereka tinggal pilih mau hidup bebas diluar atau mendekam dalam penjara seumur hidup."


"Kakak setuju dengan ide kamu itu," sahut Axel.


"Jadi Zamy dan Arman berada di markas Black Shark sekarang?" tanya Evan.


"Iya. Karena mereka sudah membuatku hampir kehilangan nyawa saat kecelakaan motor itu," jawab Darel.


"Apa?! Jadi mereka.....?"


"Zamy, Arman, Raihan dan Atta adalah dalang yang sudah merusak rem motorku ketika aku pulang kuliah beberapa hari yang lalu. Hanya Zamy dan Arman yang kepergok sama Kenzo dan Razig. Sementara Raihan dan Atta aman."


"Brengsek!"


Davian, Nevan, Ghali, Elvan, Andre, Arga, Daffa, Vano, Alvaro, Axel, Evan dan Raffa menggeram marah atas apa yang dilakukan oleh keempat sahabatnya Yagar.

__ADS_1


"Apa Luan Malachi ikut andil dalam sabotase rem motor kamu itu sayang?" tanya Adelina.


"Iya, karena dia dalangnya!"


__ADS_2