Permata Keluarga Wilson

Permata Keluarga Wilson
S3. Bagian Dari Keluarga


__ADS_3

"Darel!" teriak semua anggota keluarganya ketika memasuki ruang rawat Darel dan melihat kondisi Darel.


Adelina berlari disusul Arvind dan putra-putranya menuju ranjang Darel dengan berurai air mata. Mereka menelisik semua tubuh Darel. Mulai dari atas sampai bawah.


"Darel.. Hiks," Isak Davian dan adik-adiknya.


"Sayang, ini Mama! Hiks.. Ini Mama! Adelina berucap disela isakannya bersamaan tangannya membelai kepala putra bungsunya.


"Darel sayang.. Hiks. Ini Papa, sayang!" Arvind tak kalah hancur hatinya melihat kondisi putra bungsunya.


"Rel," lirih Davian dan adik-adiknya. Air mata mereka makin deras mengalir membasahi pipinya.


"Rel, kita disini!" ucap Brian yang juga menangis.


"Cepat bangun, Rel!" ucap Azri.


"Jangan lama-lama tidurnya. Kita kangen kamu," ucap Damian.


"Rel," ucap Evano dengan suara bergetarnya.


"Kakak kangen kamu. Segera buka mata kamu dan lihat kita," ucap Farrel.


Sementara Kenzo, Gavin, Samuel, Juan, Razig, Zelig, Lucas, Charlie dan Devon hanya diam dengan tatapan matanya menatap kearah Darel disertai dengan air mata yang mengalir membasahi pipinya.


"Hiks... Rel!" ucap mereka sembari terisak.


^^^


Kini para orang tua duduk di sofa bersama para tangan Darel. Sementara para sahabatnya duduk mengerubungi tempat tidur Darel.

__ADS_1


"Saya Derry. Saya Pamannya Arzan."


"Saya adalah Jordy."


"Kalau saya Arkan."


"Arkan," batin Arvind dan anggota keluarga lainnya.


"Apa anda yang selalu memberikan informasi kepada putra bungsu saya mengenai orang-orang yang ingin bermain curang dengan perusahaan keluarga kami dan perusahaan keluarga dari keempat belas sahabat-sahabatnya putra bungsu saya?" tanya Arvind.


Arkan tersenyum mendengar pertanyaan yang cukup panjang dari ayah sang Bos nya.


"Iya, tuan. Saya yang memberitahu setiap informasi mengenai orang-orang yang ingin bekerja sama dengan perusahaan tuan dan orang terdekat tuan Darel," jawab Arkan.


"Terima kasih kalian sudah menyelamatkan putra bungsu saya," ucap Arvind.


"Tidak perlu berterima kasih, tuan! Itu sudah menjadi tugas saya dan dua rekan saya ini," jawab Derry.


"Dulu kami mengabdi kepada tuan besar Antoni. Sekarang kami mengabdi kepada tuan muda Darel. Bahkan jika tuan Arvind dan yang lainnya butuh bantuan. Jangan segan-segan untuk menghubungi kami. Bagaimana pun tuan Arvind dan keluarga lainnya adalah putra, putri, menantu dan cucu-cucunya mendiang tuan besar Antoni." Derry berucap tulus dengan menatap satu persatu anggota keluarga Wilson.


"Walau kami adalah tangan kanan tuan muda Darel. Tanggung jawab dan tugas utama kami semuanya adalah mematuhi perintah tuan muda Darel. Bukan berarti kami tidak mematuhi perintah dari semua anggota keluarga Wilson. Jadi kami siap melayani setiap perintah dari semua anggota keluarga Wilson!" Jordy berucap dengan penuh ketulusan.


"Iya, itu benar! Jadi tuan Arvind serta yang lainnya jika ada masalah besar. Silahkan hubungi kami," ucap Arkan menambahkan.


Mendengar ucapan demi ucapan dari Derry, Jordy dan Arkan membuat Arvind, Sandy, William, Daksa, putra-putranya serta yang lainnya tersenyum bahagia.


Arvind dan adik-adiknya serta istri dan putra-putranya benar-benar bersyukur karena dikelilingi oleh orang-orang yang bekerja dengan mendiang Ayahnya/ayah mertuanya/kakeknya. Mereka sampai detik masih setia mengabdikan hidupnya kepada anggota keluarga Wilson.


"Apapun itu, sekali pun itu adalah tugas kalian. Aku selaku ayah dari Darel Wilson dan putra sulung dari Antoni Wilson mengucapkan beribu terima kasih atas pengabdian kalian pada kami. Berkat kalian sampai detik ini kehidupan kami baik-baik saja. Apa yang kami rasakan itu semua tak lepas campur tangan kalian semua."

__ADS_1


Mendengar ucapan bijak dari Arvind membuat Derry, Arkan, Jordy, Arzan, Zayan dan Lucky tersenyum bahagia. Mereka juga merasakan hal yang sama seperti apa yang dirasakan oleh Arvind dan semua anggota keluarga Wilson. Mereka juga bersyukur dipertemukan dengan Antoni Wilson dan bekerja melindungi anggota keluarga Wilson. Majikan mereka begitu baik dan menganggap bawahan bagian dari keluarga. Tidak pernah bersikap kasar atau berkata kasar, tidak pernah membentak dan hal buruk lainnya. Semua anggota keluarga Wilson begitu menghormati mereka.


Berbeda dengan keluarga lain. Jika keluarga lain. Sudah pasti akan mendapatkan cacian dan hinaan jika pekerjaannya tidak sesuai keinginan. Tidak menghargai dan selalu bertindak buruk.


"Baiklah kalau begitu tuan Arvind. Saya mewakili yang lainnya menerima permintaan terima kasih dari tuan. Jika saya tidak segera menerimanya. Bisa-bisa tuan Arvind akan kembali mengucapkan kata itu lagi. Dan bisa juga semua anggota keluarga Wilson juga ikut mengatakan kata itu kepada kami," sahut Derry disela candaannya.


"Hahahahahaha."


Mereka semua seketika tertawa ketika mendengar ucapan Derry. Mereka semua tidak menyangka jika Derry memiliki selera humor.


"Sejak kalian mengabdi dengan ayah saya sampai ayah saya meminta kalian mengabdi kepada putra bungsu saya untuk menggantikan dirinya. Sejak itu juga kalian sudah saya anggap sebagai bagian keluarga Wilson. Jika kalian butuh sesuatu dan dalam masalah. Silahkan cari kami. Jangan sungkan. Rumah kami selalu terbuka untuk semua orang yang bekerja dibawah pimpinan Darel Wilson!"


"Hm!" semua anggota keluarga Wilson berdehem sembari menganggukkan kepalanya sebagai tanda menyetujui apa yang dikatakan oleh Arvind.


Derry, Arkan, Jordy, Arzan, Zayan dan tersenyum ketika mendengar ucapan tulus dari Arvind. Mereka semua berucap syukur di dalam hatinya masing-masing.


"Katakan juga pada yang lainnya," ucap Sandy.


"Begitu juga dengan kami! Jika Paman Derry, Paman Jordy dan Paman Arkan membutuhkan sesuatu. Jangan sungkan untuk menghubungi kami!" seru Kenzo.


"Begitu juga dengan Kak Arzan dan para tangan kanan Darel lainnya. Jika dalam kesulitan, silahkan hubungi kami. Jangan pernah sungkan!" ucap Gavin.


"Seperti yang dikatakan oleh Paman Arvind bahwa kalian sudah menjadi bagian dari mereka. Paman Derry, Paman Jordy dan Paman Arkan juga sudah menjadi bagian dari keluarga kami!" seru Samuel.


Lagi-lagi Derry, Jordy, Arkan, Arzan, Zayan dan Lucky tersenyum bahagia dan berucap syukur. Jika tadi mereka mendengar ucapan bijak dari Arvind. Sekarang mereka mendengar ucapan bijak dari sahabat-sahabatnya Darel.


"Pasti, tuan!" seru Arzan, Zayan dan Lucky bersamaan.


"Katakan kepada yang lainnya," sahut Brian.

__ADS_1


"Baik, tuan!" Arzan, Zayan dan Lucky lagi.


__ADS_2