Permata Keluarga Wilson

Permata Keluarga Wilson
Pergi Menyelamatkan Darel


__ADS_3

Alisha saat ini tengah berada di kantin. Dia tengah menikmati makan siangnya dengan sendirinya. Bahkan dia menulikan suara keributan di kantin tersebut.


Ketika Alisha sedang fokus menikmati makan siangnya, tiba-tiba datang para pengganggu. Matanya sekilas melihat kearah orang yang datang mengganggunya. Setelah mengetahui sang tersangka, Alisha hanya bisa menghela nafas pasrahnya.


"Mereka lagi," batin Alisha.


Melihat reaksi dari Alisha yang biasa-biasa saja membuat keempat sang pengganggu tersebut menatap kearah Alisha dengan tatapan amarahnya.


"Lo benar-benar ya!" bentak Mindy.


"Kenapa lagi, kak?" tanya Alisha kini menatap wajah Mindy dan tiga temannya.


Mendengar pertanyaan dari Alisha membuat Mindy marah. Begitu juga dengan ketiga teman-temannya.


"Berani lo sama gue?!" bentak Mindy.


"Berani demi membela diri sendiri. Nggak ada salahnya kan?" bukan jawaban justru pertanyaan yang diajukan oleh Alisha.


"Brengsek!"


Mindy mengangkat tangannya hendak menarik rambut atau bahkan menampar wajah Alisha. Namun ketika tangannya hendak menyentuh Alisha, tiba-tiba seseorang menahan tangan dari arah belakang.


Deg..


Mindy dan ketiga temannya melihat kearah belakang. Dan seketika mereka terkejut melihat orang yang sudah mengganggunya.


"Sar-sarga!" Mindy berucap gugup.


Sarga menatap tajam kearah Mindy dengan tatapan masih memegang tangan Mindy. Sarga meremat kuat tangan Mindy sehingga membuat Mindy kesakitan.


Setelah beberapa detik memegang bahkan meremat tangan Mindy. Sarga pun melepaskan tangan Mindy dengan cara menghempaskannya kuat.


"Peringatan pertama dan terakhir buat lo. Menjauhlah dari cewek gue. Jangan coba-coba lo untuk membully dia lagi. Jika lo dan teman-teman lo masih saja membully cewek gue. Gue bakal habisi lo semua!"


Sarga menatap tajam Mindy dan ketiga temannya. Tatapan mata Sarga benar-benar terlihat sangat mengerikan.


"Sekarang, pergi dari sini!" bentak Sarga.


Namun tak urung Mindy dan ketiga temannya langsung pergi. Mereka masih menatap tak suka kearah Alisha.


"Jangan tatap cewek gue seperti itu. Apa kalian mau gue keluarkan bola mata kalian itu, hah?!"


"Pergi dari sini! Sekarang!" bentak Sarga dengan suara yang begitu keras sehingga membuat seisi kantin terkejut.


Dan pada akhirnya, Mindy dan ketiga temannya langsung pergi meninggalkan kantin dengan hati yang penuh dendam.


Setelah kepergian keempatnya, Sarga menatap wajah cantik Alisha.

__ADS_1


"Kamu tidak apa-apa?"


"Aku tidak apa-apa, kak!"


Setelah itu, Alisha dan Sarga mengobrol dan bercerita banyak hal sembari tertawa.


***


Darel berada di dalam perjalanan pulang ke rumah. Darel pergi setelah berkumpul bersama sahabat-sahabatnya dan berakhir dirinya mengeluarkan semua rasa takutnya di hadapan sahabat-sahabatnya itu.


Darel mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia ingin segera tiba di rumahnya agar bisa istirahat.


Dari arah belakang terlihat dua mobil yang melaju sangat kencang. Kedua mobil tersebut hendak mengejar mobil yang dikendarai oleh Darel yang ada di depan.


Mobil pertama melaju sangat kencang dan berhasil menyalip mobil milik Darel. Sedangkan mobil kedua tetap di belakang mobil Darel.


Awalnya tampak biasa saja dan tak ada gerak-gerik mencurigakan. Darel yang di dalam mobilnya melihat mobil warna merah yang melintas dan menyalip mobil terlihat biasa saja. Semuanya baik-baik saja. Itulah yang dipikirkan oleh Darel.


Darel melihat kearah belakang melalui kaca spionnya. Terlihat satu mobil yang jaraknya sedikit dekat dengan mobilnya, namun Darel tidak melihat kecurigaan dengan mobil tersebut.


Laju mobil Darel masih seperti biasa, walau sedikit dikurangi akibat mobil merah di depannya yang berhasil mendahuluinya.


Dan detik kemudian..


Bagh.. Bugh..


Gedebug..


Tiba-tiba mobil di belakang menabrakkan mobilnya ke mobil yang dikendarai oleh Darel sehingga membuat Darel terkejut mendapatkan tabrakan tersebut.


Darel melihat melalui kaca spionnya. Dan dapat dilihat oleh Darel mobil yang tampak biasa beberapa menit yang lalu Tina menabrak mobilnya.


"Kenapa mobil itu menabrak mobilku?" batin Darel.


Darel melihat ke depan, mobil merah yang menyalip mobilnya berjalan sangat pelan sehingga membuat Darel tidak bisa melajukan mobilnya. Dan saat ini mobil sudah dipepet oleh dua mobil, dari depan dan dari belakang.


"Ach, sial! Kalau seperti ini. Aku bakalan mati," ucap Darel kesal.


Darel berusaha untuk keluar dari himpitan dua mobil itu, namun kedua mobil tersebut dengan sengaja tidak memberikan jalan keluar, walau keadaan mobil itu dalam keadaan berjalan.


Mobil belakang terus menabrak mobil Darel hingga mobil Darel bergerak maju dan menabrak mobil di depannya. Sedangkan mobil yang ada di depan mobil Darel hanya bergerak sedikit. Mobile itu akan bergerak jika mendapatkan tabrakan dari dua mobil di belakang.


Berlahan mobil di bagian belakang mendorong mobil Darel kearah tepi dimana ada pembatas jalan. Sedangkan mobil bagian depan sedikit memberikan jalan dengan menepi. Setelah itu, mobil tersebut juga ikut mendorong mobil Darel.


***


Braakk..

__ADS_1


Pintu dibuka paksa oleh seseorang. Setelah itu, orang itu masuk ke dalam ruang pribadi bosnya.


"Maafkan saya, tuan!"


"Ya, ada apa?"


"Saya mendapatkan informasi kalau tuan Darel dalam bahaya."


Seketika pria itu terkejut. Kemudian pria itu memposisikan duduknya dengan menatap wajah tangan kanannya.


"Apa yang terjadi?"


"Ada dua mobil yang menahan mobil milik tuan Darel sehingga membuat mobil tuan Darel berada di tengah. Mobil bagian belakang terus menerus menabrak mobil tuan Darel. Singkat cerita Bos! kedua mobil tersebut hendak menjatuhkan mobil yang dikendarai oleh tuan Darel ke jurang."


"Apa?!"


Pria itu berteriak bersamaan dirinya beranjak dari duduknya. Pria itu benar-benar terkejut.


"Kirim beberapa anggota kesana. Jangan sampai mereka berhasil menjatuhkan mobil Bos ke jurang. Buruan!"


"Baik, tuan!"


Setelah kepergian tangan kanannya, pria itu kemudian menghubungi dua rekannya melalui video call untuk mengabari tentang Bos nya.


Beberapa detik kemudian..


"Hallo, Derry!" sapa Arkan dan Jordy.


Pria yang mendapatkan kabar mengenai Darel dari tangan kanannya adalah Derry mantan ketua kelompok mafia Black Shark.


"Bos Darel dalam bahaya. Ada orang yang ingin membunuhnya dengan cara ingin menjatuhkan mobil yang dikendarainya ke Jurang!"


"Apa?!" teriak Jordy dan Arkan bersamaan


"Dimana lokasinya?" tanya Arkan.


"Di jalan Blande."


"Bukankah jalan itu terkenal jalan yang sangat bahaya. Bagi yang melewati jalan itu harus hati-hati dan dilarang mengebut," ucap Jordy.


"Nah, itu dia! Orang itu sengaja membuat Bos melakukan hal itu. Kita harus segera kesana!"


"Baiklah."


Pip..


Setelah selesai berbicara, Derry langsung pergi meninggalkan markas miliknya untuk menyelamatkan sang Bos.

__ADS_1


__ADS_2