
Kini Arvind, Antony dan Darel sedang berada di DINATALE CAFE. Mereka sedang menikmati makanan yang telah terhidang di atas meja.
"Sebenarnya apa yang ingin Papa sampaikan padaku?" tanya Arvind.
"Seperti yang sudah Papa katakan pada putra bungsumu, Darel. Papa juga akan mengatakan hal yang sama juga padamu." Antony berhenti sejenak. "Dirga, Marcel, Rayyan, Kevin, Caleb, Dzaky dan Aldan. Mereka bukan putra kandung William," ucap Antony.
"Apa?" Arvind benar-benar terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh ayahnya.
"Tapi hanya..." Perkataan Antony terhenti.
"Tapi apa, Pa?" tanya Arvind.
Antony melirik sekilas Darel yang tengah asyik menikmati makanannya karena Darel tidak ingin masuk dalam pembicaraan antara Papa dan Kakeknya.
Menurut Darel, apa yang akan dibicarakan oleh kakeknya itu, dirinya sudah mengetahuinya. Setelah itu Antony kembali menatap putranya, Arvind Wilson.
"Hanya dua putra kandungnya, William. Dia adalah Dirga Wilson dan Marcel Wilson," ucap Antony.
"Uuhhuukkk!" Darel tiba-tiba saja tersendak saat mendengar ucapan kakeknya.
Arvind dan Antony menatap Darel khawatir. "Sayang. Kamu tidak apa-apa, nak?" Tanya Arvind.
"Ach. Aku baik-baik saja, Pa." Darel menjawab pertanyaan dari ayahnya itu.
Darel menatap wajah kakeknya. "Apa yang barusan kakek katakan? Apa aku tidak salah dengar?"
"Tidak, sayang. Kau tidak salah dengar. Dirga dan Marcel adalah putra kandung Pamanmu, William." Antony menjawab pertanyaan dari Darel dengan wajah yang bersalah.
"Tapi waktu itu Kakek tidak mengatakan hal begitu padaku. Justru Kakek mengatakan mereka semua bukan putra kandung Paman William." Darel berbicara dengan nada kecewa pada kakeknya.
Setelah itu, Darel membuang wajahnya kearah lain. Antony yang melihat itu, sungguh teramat menyesal karena sudah membohongi cucunya. Dan saat ini cucunya amat kecewa padanya.
__ADS_1
"Darel, maafkan kakek. Kakek akan jelaskan semuanya padamu dan pada Papamu. Inilah tujuan kakek mengajak kalian keluar." Antony berbicara sambil memohon pada cucunya dan tangannya menggenggam tangannya
Darel menolehkan wajahnya melihat Kakeknya. "Jelaskan semuanya padaku dan Papa. Jangan ada yang Kakek sembunyikan lagi," ucap Darel.
"Baiklah!" Antony berucap sambil menganggukkan kepalanya. "Dulu Agatha adalah salah satu karyawan di Perusahaan CJ Grup. Agatha menjabat sebagai sekretarisnya William. Saat itu Papa melihat Agatha keluar ruangannya buru-buru karena rasa penasaran Papa. Papa memutuskan mengikuti Agatha. Ternyata Agatha pergi menemui seseorang di Cafe. Kau tahu Arvind, siapa seseorang yang ditemui oleh Agatha itu?" ucap dan tanya Antony sembari menatap wajah Arvind.
"Siapa, Pa?"
"Dia.. dia adalah Mathew Wilson. Adik sepupumu. Putra dari Pamanmu, Ziggy Wilson," jawab Antony.
"Apa? Mathew?" Arvind terkejut saat mendengar apa yang dikatakan oleh ayahnya.
"Awalnya Papa tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Tapi Papa sempat dengar pas yang terakhirnya."
"Apa, Pa?"
"Mathew mengatakan 'Aku sudah berhasil mengambil lima anak laki-laki'. Tapi Papa tidak mengerti apa maksud dari perkataan Mathew saat itu. Akhirnya Papa menyuruh beberapa orang anak buah Papa untuk mengawasi Agatha dan juga Mathew. Mungkin saat itu nasib baik memihak pada Papa. Anak buah Papa berhasil mendapatkan apa yang Papa butuhkan. Mathew dan Agatha bekerja sama. Mereka telah menukar lima putra kandung William dengan lima putra kandung mereka. Dan menjadikan kelima putra-putra mereka mereka sebagai putranya William dan cucu Papa."
"Brengsek!!"
Antony menatap wajah Darel, cucu kesayangannya itu. "Itulah alasannya kenapa Kakek membohongimu? Tujuannya agar kau bisa melawan mereka semua, sekalipun kau harus melawan saudaramu sendiri, Dirga dan Marcel. Buktinya bisa kau lihat sendiri. Saat kau menurunkan jabatan Dirga menjadi OB, Agatha marah besar dan dia tidak terima. Dan Kakek sangat yakin Agatha tidak akan tinggal diam. Bisa saja dirinya melakukan sesuatu untuk mendapatkan apa yang diinginkannya selama ini. Bisa saja Marcel sasaran berikutnya."
"Agatha masih berstatus istri sahnya Mathew. Mereka berdua sudah sepakat menjalankan rencana-rencana mereka. Agatha menikah dengan William karena saat itu William sedang berduka atas kematian Soraya, istrinya. Agatha datang sebagai penyemangat untuk William. Dari situlah William mulai mencintai Agatha. Sedangkan Agatha tersenyum kemenangan atas rencananya."
"Dasar perempuan iblis." Arvind benar-benar marah saat ini.
"Papa merahasiakan semua ini dari kalian karena satu alasan," ucap Antony
"Apa alasan Papa merahasiakan semua ini dari kami?" tanya Arvind lembut.
"Karena Papa tidak sampai hati menyakiti adikmu, William. William begitu mencintai Agatha. Saat William menikahi Agatha, William sudah bisa hidup normal kembali. William berlahan sudah bisa melupakan kesedihan dan keterpurukannya. Papa tidak ingin semua anak-anak Papa sedih dan menderita. Itulah alasan Papa kenapa Papa menyerahkan semua kekayaan Papa pada Darel?" Antony berbicara sambil menangis. Antony tak kuasa menahan kesedihannya.
__ADS_1
Darel yang duduk disamping kakeknya pun langsung memeluk sang kakek. "Kakek jangan khawatir. Semuanya akan baik-baik saja." Darel berusaha memberikan ketenangan pada kakeknya. "Kalau boleh aku tahu. Kenapa mereka melakukan hal ini pada Kakek dan Paman William?" tanya Darel.
"Kakek juga tidak tahu. Yang Kakek dengar Mathew datang ingin membalas dendam atas kematian ayahnya. Ziggy, ayah kandungnya Mathew itu sebenarnya saudara tirinya Kakek. Ziggy dan ibunya ingin sekali mengusai seluruh harta kekayaan milik keluarga Wilson. Jadi saat ayahnya Kakek meninggal, seluruh kekayaan Wilson jatuh ketangan mereka. Dan mereka mengusir Kakek dari rumah."
"Kakek pun pasrah dan pergi meninggalkan rumah tersebut. Enam bulan Kakek hidup diluar tanpa sanak saudara. Selama enam bulan itu Kakek terus semangat untuk meneruskan apa yang sudah Kakek kerjakan selama ini dan bertekad untuk membangun sebuah Perusahaan sendiri. Dari situlah Kakek bertemu dengan nenekmu. Singkat cerita, Kakek berhasil mendirikan sebuah Perusahaan yang diberi nama CJ GRUP. Itu semua tak lepas dari dukungan dari nenekmu. Setelah itu, barulah Kakek menikahi nenekmu. Satu tahun kemudian lahirlah Arvind Wilson, Papamu."
"Semenjak itulah kebahagiaan selalu datang pada keluarga Kakek. Dan Kakek pun juga berhasil mendirikan beberapa Perusahaan lagi yang kelak perusahaan-perusahaan itu akan Kakek berikan pada cucu-cucu kakek. Keberhasilan dan kesuksesan perusahaan Kakek tercium oleh Ziggy Wilson. Ziggy datang menemui Kakek dan memohon agar Kakek mau membantunya. Ziggy mengatakan bahwa Perusahaannya sedang dalam masalah dan butuh suntikkan dana. Tapi Kakek sama sekali tidak menghiraukannya karena kakek sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi dengannya."
"Sudah cukup Ziggy dan ibunya membuat Kakek kehilangan segalanya. Dan Kakek tidak mau lagi Ziggy mengganggu kebahagiaan Kakek dan keluarga Kakek. Tiga hari setelah Ziggy menemui Kakek. Ziggy meninggal. Informasi yang Kakek dapatkan dari anak buah Kakek, Ziggy meninggal disebabkan stress karena tidak mendapatkan suntikkan dana untuk Perusahaannya sehingga Perusahaan benar-benar gulung tikar."
***
Seluruh anggota keluarga Wilson tengah berkumpul di ruang tengah, kecuali Antony, Arvind dan sibungsu Darel yang sedang berada diluar. William masih diluar kota. Sedangkan para iblis keluarga Wilson berada di dalam kamar.
"Wah. Kakek benar-benar curang. Masa cuma Darel doang yang diajak jalan-jalan!" Raffa cemberut.
Semua yang melihatnya tersenyum gemas, lalu Aditya selaku kakak sepupunya mengejeknya.
"Terima saja nasibmu, Raf. Darel itukan cucu kesayangannya kakek. Nah, kamu cucunya siapa?"
"Aish. Kak Aditya. Kau benar-benar menyebalkan," kesal Raffa.
"Hahahaha." Semuanya tertawa.
"Sudahlah. Jangan cemberut begitu, sayang. Mungkin Kakek mengajak adikmu jalan-jalan keluar agar adikmu itu tidak bosan di rumah. KanĀ adikmu itu sudah satu minggu ini libur sekolah. Pasti adikmu merasa bosan di rumah." Adelina berbicara lembut pada putra bungsu keduanya.
"Iya, Ma. Aku mengerti. Aku gak benar-benar cemburu kok. Aku seperti ini karena kangen sama kelinci nakal itu. Kan biasanya setiap aku pulang sekolah aku selalu dengar suara teriakan dia. Tapi hari ini aku gak dengar suaranya," jawab Raffa.
"Oh, iya. Tunggu dulu. Ada yang aneh disini!" seru Daksa Jecolyn.
"Ada apa, Paman Daksa? Aneh kenapa?" tanya Rendra.
__ADS_1
"Begini. Kalau memang Kakek kalian ingin mengajak adik bungsu kalian jalan-jalan. Seharusnya hanya berdua saja. Darel dan kakek kalian! Tapi kenapa Kakek kalian mengajak Papa kalian juga?" ucap dan tanya Daksa.
"Apa ada sesuatu yang ingin Papa sampaikan kepada Kak Arvind?" sela Evita.