Permata Keluarga Wilson

Permata Keluarga Wilson
Kilas Balik Pembicaraan Darel Dengan Tiga Tangan Kanannya


__ADS_3

Braakkk..


Di kediaman yang berbeda yaitu kediaman Bailey, kediaman Dawson dan kediaman Martin terlihat tiga pria paruh baya tengah mengamuk bahkan marah besar ketika mendengar laporan yang disampaikan oleh tangan kanannya yang mana tangan kanannya itu mengatakan bahwa semua orang-orang yang mereka bayar untuk menyerang empat belas keluarga mati dengan sangat mengenaskan. Ketiga pria paruh baya itu adalah Xavier Bailey, Richard Dawson dan Stephen Martin.


Xavier, Richard dan Stephen tampak marah dikarenakan semua orang-orang yang telah dia bayar kalah dan mati. Bahkan yang membuat ketiga pria itu lebih marah lagi adalah ketika mengetahui identitas dari kelompok yang melindungi keempat belas keluarga terkaya dari mereka. Mereka tahu seperti apa sepak terjang dari kelompok yang telah melindungi keempat belas keluarga kaya itu.


"Brengsek!"


Di tempat yang berbeda, namun di waktu yang sama. Xavier, Stephen dan Richard mengumpat dengan penuh amarah. Mereka membanting semua benda-benda yang ada di sekitarnya.


"Kenapa kelompok itu ikut campur?"


"Apa hubungan mereka dengan keempat belas keluarga itu?"


"Kenapa kelompok itu mau bekerja sama dengan keempat belas keluarga kaya itu. Siapa sebenarnya mereka?"


Itulah kata-kata yang keluar dari mulut Xavier, Stephen dan Richard di ruangan kerja mereka dan di kediaman masing-masing.


^^^


Setelah melampiaskan amarahnya. Xavier, Stephen dan Richard memutuskan untuk keluar meninggalkan ruang kerjanya masing-masing. Mereka memutuskan untuk menemui putri mereka yaitu Mika, Marnella dan Laudya.


Mereka akan melakukan rencana selanjutnya yang mana rencana tersebut adalah rencana terakhir. Rencana untuk menghancurkan keluarga Wilson.


Xavier, Stephen dan Richard berpikir jika hanya keluarga Wilson saja yang tidak ada pelindungnya. Dengan kata lain, mereka berpikir tidak ada kelompok mana pun yang melindungi keluarga Wilson seperti keempat belas keluarga tersebut. Padahal keluarga Wilson dan keempat belas keluarga yang mereka incar itu sama-sama berstatus keluarga kaya raya did dunia dan di Hamburg, Jerman.


Namun mereka salah bahkan mereka tidak tahu bahwa kelompok-kelompok yang melindungi keempat belas keluarga tersebut adalah orang-orangnya Darel. Jika keempat belas keluarga tersebut dilindungi, sudah pastinya keluarga Wilson juga dilindungi. Darel adalah pusat kepemimpinan kelompok-kelompok tersebut.


^^^


Di lokasi berbeda yaitu kediaman Bailey, kediaman Dawson dan kediaman Martin. Xavier, Richard dan Stephen menemui putri mereka yaitu Mika, Marnella dan Laudya. Ketiga pria itu meminta putrinya langsung kerencana terakhir yang mana putrinya itu memperlihatkan sebuah dokumen yang mana dokumen itu adalah kepemilikan perusahaan pribadi milik Nevan, Steven dan Marcel.


Marcel sejak diberikan tanggung jawab sebagai wakil Direktur dan kakaknya Dirga menjadi Direktur. Sejak itulah Marcel memiliki banyak uang. Dengan uang tersebut Marcel bisa membeli sebuah rumah mewah, dua mobil mewah dan dua motor sport mewah. Semua itu dia dapatkan dari hasil kerja kerasnya. Sedangkan uang pemberian ayah dan kakaknya, Marcel memilih untuk menabungnya. Begitu juga dengan Dirga. Dirga juga sudah memiliki satu unit rumah mewah sebagai masa depannya dan satu unit Apartemen mewah. Itu semua tak lepas dari hasil kerjanya menjadi Direktur di perusahaan CJ Grup.


Setelah memberikan perintah kepada putrinya. Xavier, Stephen dan Richard akan datang menemui keluarga Wilson satu jam setelah kedatangan putrinya ke kediaman keluarga Wilson dengan membawa satu berkas utama yang mana berkas itu adalah berkas kepemilikan semua kekayaan milik keluarga Wilson. Yah! Mereka berpikir sudah berhasil mendapatkan semua kekayaan keluarga Wilson karena sang pewaris tidak ada.


Xavier, Stephen dan Richard akan melakukan rencana tersebut besok yaitu hari Rabu. Mereka tidak sendiri, melainkan akan membawa para anak buah mereka masing-masing dan juga meminta bantuan kepada kelompok BLOODS.


***


[Markas Black Shark]

__ADS_1


Di markas terlihat ramai di bagian luar karena terlihat para anggota sedang berjaga-jaga, sedangkan para pimpinan yaitu Arzan, Zayan dan Lucky sedang mempersiapkan sebuah aksi balas dendam yang sudah direncanakan oleh Darel.


Flashback On.


"Bos, datang? Ada hal apa sehingga Bos menemui kami disini?" tanya Lucky ketika melihat Darel yang masih dengan berbalut pakaian Kampus mendatangi Marka BLACK SHARK.


Darel tersenyum ketika mendengar pertanyaan dari Lucky. Bahkan Lucky langsung menyadari akan kehadirannya.


"Kamu sendirian?"


"Tidak, Bos! Arzan dan Zayan ada di ruangannya sedang mengerjakan sesuatu."


"Bisa panggilkan mereka dan suruh kesini?!"


"*Baik, Bos. Tunggu sebentar. Silahkan Bos duduk disini," sahut Lucky dengan mempersilahkan Darel untuk duduk*.


"Terima kasih, Lucky."


"Sama-sama, Bos! Kalau begitu saya permisi untuk memanggil Arzan dan Zayan.


Setelah itu, Lucky pun pergi meninggalkan Darel sendirian di Aula untuk memanggil Arzan dan Zayan.


Beberapa detik kemudian..


Darel langsung melihat kearah tiga tangan kanannya yang kini berjalan menghampiri dirinya.


Kini ketiganya sudah duduk di hadapan Darel dengan menatap kearah Darel. Dapat mereka lihat bahwa sang Bos memiliki masalah dan juga beban yang begitu banyak.


"Ada apa, Bos?" tanya Arzan.


"Aku mau kalian melakukan sesuatu untukku."


"Bukankah memang itu tugas kami, Bos!" Zayan langsung menjawabnya.


Darel tersenyum ketika mendengar jawaban dari Zayan. "Iya, saya tahu itu. Tapi ini beda."


"Beda!" Arzan, Zayan dan Lucky berucap bersamaan dengan mengulangi perkataan Darel.


"Kalian sudah tahukan jika ada orang yang ingin mengincar kekayaan keluarga Wilson melalui keempat kakak-kakakku, dua kakak kandungku dan dua kakak sepupuku," ucap dan tanya Darel dengan tatapan matanya tak lepas menatap wajah Arzan, Zayan dan Lucky bergantian.


"Iya, Bos. Kami tahu hal itu," balas Lucky.

__ADS_1


"Apa terjadi sesuatu? Apa mereka sudah melakukan diluar batasan mereka selain niatnya ingin mengambil seluruh kekayaan keluarga Wilson?" tanya Arzan yang langsung paham ketika mendengar ucapan serta melihat tatapan mata Darel yang terlihat lelah.


"Untuk saat ini belum karena mereka masih belum berhasil mempengaruhi dan menguasai pikiran keempat kakak-kakakku karena aku selalu merecoki mereka ketika bersama dengan kakak-kakakku. Jika dibilang apakah mereka sudah lewati batasannya? Iya, mereka sudah melewati batasannya."


"Apa itu Bos? Apa yang sudah mereka lakukan?" tanya Zayan.


"Mereka juga mengincar semua anggota keluarga dari sahabat-sahabatku. Keempat belas anggota keluarga dari sahabat-sahabatku."


Deg..


Arzan, Zayan dan Lucky terkejut ketika mendengar jawaban dari Darel ketika mengatakan bahwa musuh-musuh keluarga Wilson juga mengincar anggota keluarga dari sahabat-sahabatnya sang Bos.


"Pertama, mereka sudah melakukannya dengan cara membayar sebuah kelompok untuk membunuh Paman Mateo dan Paman Ferino ketika keduanya sedang dalam perjalanan. Untung saat itu aku dan semua sahabat-sahabatku melalui jalan tersebut dan melihat kejadian itu sehingga kami berhasil menyelamatkan Paman Mateo dan Paman Ferino."


"Dan kedua, aku mendapatkan panggilan dari Leo dimana Leo mengatakan bahwa ketiga keluarga brengsek itu juga mengincar keluarga dari semua sahabat-sahabatku. Kalian tahukan keempat belas sahabat-sahabatku itu memiliki hubungan persaudaraan. Contohnya seperti kak Azri dengan Samuel."


"Iya, Bos. Kami tahu hal itu. Ketujuh sahabat-sahabat baru Bos itu adalah sepupu dari ketujuh sahabat-sahabat lama Bos," sahut Lucky.


"Dan untuk masalah orang-orang yang ingin menyakiti anggota keluarga dari sahabat-sahabatku sudah aku serahkan kepada Mikko, Kenzi dan Leo. Itu tugas mereka. Untuk keluargaku, keluarga Wilson. Aku mau kalian yang melakukannya."


"Siap, Bos!"


"Kita tidak tahu apa yang mereka rencanakan di belakang kita. Bisa saja mereka menargetkan aku karena mereka marah usaha mereka selalu gagal mendekati kakak-kakakku. Mungkin mereka berpikir jika masih ada aku di samping kakak-kakakku, usaha mereka tidak akan membuahkan hasil. Jika aku tidak ada, maka usaha mereka akan berhasil. Kalian tahukan maksud dari ucapanku?"


Arzan, Zayan dan Lucky langsung menganggukkan kepalanya tanda mengerti apa yang dikatakan oleh Darel.


"Jadi, jika terjadi sesuatu padaku. Aku mau kalian langsung menyerang mereka dan bunuh mereka semua tanpa sisa satu pun dari mereka, sekali pun yang tersisa hanya seorang anak kecil. Aku sangat yakin jika mereka akan melakukan hal itu juga kepada semua anggota keluargaku. Mereka tidak akan memberikan ampun untuk anggota keluargaku."


"Baik, Bos!"


"Jika seandainya mereka mendatangi keluargaku bermaksud untuk menyelesaikan rencana terakhir mereka yaitu untuk merebut kekayaan keluarga Wilson dan kekayaan pribadi kakak-kakakku, kalian semua harus langsung datang ke kediaman keluarga Wilson dan habisi semua orang-orang yang hendak menyentuh anggota keluargaku."


"Baik, Bos! Kami akan melakukan pekerjaan kami dengan sebaik-baiknya!" seru Arzan, Zayan dan Lucky bersamaan.


"Kami berjanji untuk melindungi semua anggota keluarga anda, Bos!" sahut Zayan."


"Keselamatan mereka semua adalah prioritas kami," sahut Lucky.


"Terima kasih sudah bekerja keras selama ini. Aku percaya kalian. Dan ingat! Kalian tidak boleh terluka. Kalian harus baik-baik saja. Begitu juga dengan anggota-anggota kalian."


"Siap, Bos!" Arzan, Zayan dan Lucky menjawab perkataan dari Darel. Mereka tersenyum bahagia dan bangga ketika mendengar ucapan terakhir Darel.

__ADS_1


Flashback Off.


__ADS_2