Permata Keluarga Wilson

Permata Keluarga Wilson
S2. Pertemuan Darel Dengan Salah Satu Teman Gamenya


__ADS_3

KAMPUS


Darel masih dikampus. Saat ini dirinya berada di Perpustakaan.


Flashback On


Darel pergi meninggalkan para kakaknya yang menurutnya menyebalkan. Dirinya benar-benar kesal karena para kakak-kakaknya menertawainya.


"Aish. Dasar para kakak laknat. Udah jelas-jelas adiknya kesakitan ini malah ditertawai. Awas saja. Sampai di rumah aku bakal aduin sama kakak-kakak yang lain, terutama kedua makhluk aneh itu." Darel menggerutu sembari terus melangkah kakinya tidak tahu mau kemana.


Saat Darel sedang menggerutu tak jelas, tiba-tiba seseorang menabraknya.


BRUK..


Darel terjatuh dan pantatnya terlebih dahulu mendarat sempurna di tanah.


"Aarrgghh!" Darel berteriak. "Aish. Kenapa sih hari ini aku sial sekali? Ini yang kedua kalinya aku diseruduk banteng. Lama-lama pantatku bisa tepos kalau setiap hari harus dipaksa mencium tanah," gerutu Darel.


Mendengar ucapan dari Darel membuat orang-orang yang berlalu lalang tersenyum dan juga kasihan, termasuk orang yang menabraknya. Lalu orang yang itu pun segera membantunya dengan mengulurkan tangannya.


"Maaf. Aku tidak sengaja. Tadi aku buru-buru mau ke Perpustakaan," ucap pemuda itu.


Darel menatap wajah orang yang yang menabraknya itu, lalu berpikir sejenak atas perkataan orang tersebut.


"Perpustakaan," batin Darel.


Sementara orang itu memperhatikan Darel bingung lalu tersenyum melihat wajah imut Darel.


"Wajahnya cantik, manis, tampan, imut dan menggemaskan sekali. Wajahnya sepertinya anak kecil," batin pemuda tersebut.


"Hai," panggil pemuda itu.


"Ach, iya." Darel menerima uluran tangan orang tersebut.


Kini Darel telah berdiri sembari menepuk-nepuk pantatnya.


"Sekali lagi aku minta maaf ya. Aku benar-benar tidak sengaja. Kalau begitu aku pergi dulu," ucap pemuda itu.


Setelah itu, pemuda itu pun pergi meninggalkan Darel sendiri. Baru beberapa langkah, pemuda itu berhenti karena Darel memanggilnya.


"Hei, tunggu!"


Pemuda itu berbalik dan menatap kearah Darel.


"Iya, ada apa?"


"Tadi kau mengatakan Perpustakaan?"


"Iya. Memangnya kenapa?"


"Itu.. anu.. boleh aku ikut bersamamu kesana. Dari tadi aku memang sedang mencari letak Perpustakaan itu tapi tidak ketemu."


"Hm, baiklah. Ayo!"


Akhirnya Darel dan pemuda itu pun pergi bersama menuju Perpustakaan.


Flashback Off

__ADS_1


Darel sedang berkutat dengan komputer yang disediakan oleh pihak Kampus di dalam Perpustakaan tersebut. Sama hal dengan pemuda yang menabraknya, sama-sama fokus pada layar komputer masing-masing.


Namun bedanya, Darel sibuk dengan tugasnya, sementara pemuda tersebut sibuk dengan permainan gamenya.


Darel sesekali merasa risih mendengar suara dari pemuda itu. Walau pelan, namun Darel merasa terganggu. Secara pemuda itu duduk di sampingnya.


"Aish. Dia sedang apa sih?" batin Darel penasaran.


Darel masa bodo. Dirinya kembali fokus pada tugasnya. Saat Darel sudah kembali fokus pada tugasnya, tiba-tiba Darel terkejut saat pemuda di sampingnya itu menyebut kata keramat. Hal itu membuat Darel terkejut.


"SL, LC, ZG, RZ. Si kelinci gembul itu kemana? Kenapa dia tidak bergabung dengan kita disini," tanya JN.


Darel mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan dari pemuda di sampingnya. Darel secara berlahan dan diam-diam melihat ke samping. Darel memperhatikan wajah pemuda itu lalu kemudian matanya melihat kearah layar komputer milik pemuda tersebut. Darel membelalakkan matanya saat melihat Game yang dimainkan oleh pemuda itu.


"Itukan Game A Chinese Ghosh Story. Apa dia JN?" batin Darel.


Darel kembali menatap wajah pemuda itu. Dirinya benar-benar penasaran dan ingin membuktikan, apa benar pemuda tersebut adalah JN.


Akhirnya Darel pun memutuskan untuk bergabung dalam permainan tersebut dan menunda untuk mengerjakan tugas kuliahnya.


Darel keluar dari tugasnya dan masuk ke dalam Game A Chinese Ghosh Story. Saat Darel baru masuk, dirinya sudah diserang oleh para musuh dan juga kelima sahabat Game nya.


"Kau kemana saja kelinci sialan," umpat RZ.


"Kenapa baru nongol, kurap?" sahut SL.


"Kemana aja elu. Udah lama nggak nongol?" tanya LC.


"Palingan lagi bertelur di kamarnya," ejek JN.


"Dasar kurus sialan," umpat DL.


Mereka yang mendengar penuturan dari Darel tertawa. Lalu detik kemudian mereka menjadi bingung dengan ucapan DL. Yang mereka tahu. Mereka belum bertemu di dunia nyata.


"Tunggu-tunggu. Hei, DL. Kau barusan mengatakan di JN kurus. Memangnya kau tahu siapa dia?" tanya ZG.


"Ya, aku tahu. Dia ada di sampingku. Lebih tepatnya kami duduk berdekatan," jawab DL.


Mereka semua terkejut dan dengan kompaknya bersuara.


"Benarkah?!" tanya RZ, SL, LC dan ZG kecuali JN.


Sementara JN benar-benar terkejut saat mendengar ucapan dari DL.


JN atau pemuda yang duduk di samping Darel mengalihkan pandangannya untuk melihat pemuda yang ada di sampingnya.


Darek yang merasa diperhatikan oleh pemuda itu berpura-pura tidak tahu dan Darel berniat membalas ucapannya tersebut, begitu juga dengan yang lainnya.


"Jangan menatapku seperti itu kurus. Lanjutkan permainannya," ucap Darel yang tatapan matanya fokus ke layar komputernya.


Sementara pemuda tersebut membelalakkan matanya saat mendengar penuturan dari Darel. Setelah itu pemuda itu kembali menatap layar komputernya.


"Sialan lo, DL. Mulut lo pedas banget," kesal JN.


"Hahahaha. Salah sendiri. Siapa suruh mengejekku," jawab DL.


"Aish!" JN berucap kesal.

__ADS_1


"Hajar, DL. Memang sedari tadi JN ngejek lo terus," SL sengaja memanas-manasi DL.


"Iya, itu benar. Bahkan JN bilang mana tuh sikelinci gembul," sahut ZG.


"Tidak perlu memanas-manasiku, ZG! Aku bukan bocah SD. Aku ini sudah mahasiswa," sahut DL.


"Hahahaha." mereka tertawa.


Sambil terus bermain dan membunuh para musuh, mereka tetap mengobrol satu sama lainnya.


"DL. Memangnya kau kemana saja satu minggu ini?" tanya SL.


"Kenapa nggak pernah nongol lagi di Game ini?" tanya LC.


"Gak seru tahu kalau gak ada elu," ucap RZ.


"Hei, ZG. Awas! Di belakang kamu!" teriak DL saat melihat ada musuh yang menyerang ZG dari arah belakang.


ZG yang mendengar teriakan DL langsung menyerang musuh tersebut.


BUGH


SREETT


Musuh tersebut langsung mati dengan kepala yang ditebas.


"Waaaw!" teriak heboh RZ, SL, LC dan JN


Sementara DL tersenyum melihat ZG yang berhasil melenyapkan musuh tersebut.


"Kau makin mahir dalam berpedang, ZG. Tapi kau tidak akan bisa mengalahkan kehebatan berpedangku. Kau masih dibawahku," ucap DL dengan menyombongkan dirinya.


"Sialan kau, DL! Kau memujiku tapi ujung-ujung kau mematahkan semangatku," ucap kesal ZG.


"Hahahaha." RZ, JN, SL dan LC tertawa.


"Udah, ach. Musuh kita udah mati. Aku pergi dulu. Bye!" DL langsung berpamitan dan pergi.


"Dasar," ZG, LC, SL dan RZ bersamaan.


Baik Darel maupun pemuda itu sama-sama keluar dalam permainan Gamenya. Kemudian pemuda itu melihat dan menatap wajah Darel.


"Jadi nama User Name kamu DL?"


"Dan kau JN!"


Darel berbicara tanpa menatap wajah pemuda itu.


"Kalau boleh tahu, siapa nama aslimu? Kalau aku Juan Andrean!" seru Juan sembari mengulurkan tangannya.


Darel melihat kearah tangan Juan lalu terdiam sejenak. Dirinya bingung, apakah harus menerima uluran tangan tersebut atau mengabaikannya. Di dalam hatinya, Darel belum bisa menerima siapa pun untuk menjadi sahabatnya. Hanya nama ketujuh sahabatnya itu yang masih tersimpan rapi di hatinya. Ditambah lagi kedua sahabatnya belum ditemukan, jadi mana mungkin Darel bersenang-senang dengan sahabat barunya.


"Ach, maaf. Aku harus ke kelas," ucap Darel.


Darel pun langsung pergi meninggalkan Juan sendiri. Sementara Juan menatap bingung kepergian pemuda yang ditabraknya itu.


"Sikapnya berbeda sekali. Di dunia Game dia tampak ceria, cerewet dan juga suka mengejek. Tapi di dunia nyata sikapnya dingin. Apa seperti ini sikap aslinya?" batin Juan.

__ADS_1


__ADS_2