Permata Keluarga Wilson

Permata Keluarga Wilson
S2. Kelompok Geng Motor


__ADS_3

Malam ini Darel dan sahabatnya yaitu Kenzo, Gavin, Samuel, Razig, Juan, Zelig, Lucas, Charlie dan Devon mengendarai motor sportnya untuk menuju sebuah rumah mewah milik keluarga Lunara. Tujuan Darel kesana adalah untuk melihat secara langsung keadaan gadis pemilik kucing yang bernama Zehra Neylan Lunara.


Darel dan sahabat-sahabatnya mengendarai motor sportnya dengan kecepatan tinggi di jalan California yang terkenal sepi jika di malam hari.


Tanpa disadari dan diketahui oleh Darel, Kenzo, Gavin, Samuel, Razig, Juan, Zelig, Lucas, Charlie dan Devon. Sekelompok anak geng motor yang meresahkan warga di sekitar tengah mengintai mereka sejak tadi.


Brum..


Brum..


Bunyi deruman beberapa motor di belakang membuat Darel, Kenzo, Gavin, Samuel, Razig, Juan, Zelig, Lucas, Charlie dan Devon seketika melihat kearah belakang. Dan seketika mereka terkejut ketika melihat sekitar 25 pengendara motor yang tengah mengejar mereka dari arah belakang.


"Sial," umpat Darel dan sahabat-sahabatnya.


"Rel, apa mereka orang yang sama yang mengganggu Neylan kemarin?!" tanya Kenzo dengan sedikit berteriak.


"Seperti iya. Dari jaketnya terlihat sama dengan jaket yang dipakai oleh orang-orang yang mengganggu Neylan.


Kenzo, Gavin, Samuel, Razig, Juan, Zelig, Lucas, Charlie dan Devon sudah mengetahui tentang Neylan si gadis pemilik kucing yang diganggu oleh beberapa pengendara motor. Darel telah menceritakan kejadian tersebut kepada sahabat-sahabatnya, termasuk kelima sahabatnya yang lain.


"Apa mereka mengincar kita?!" tanya Juan.


"Bukan kita. Tapi gue!" jawab Darel.


Mendengar jawaban dari Darel membuat Kenzo, Gavin, Samuel, Razig, Juan, Zelig, Lucas, Charlie dan Devon terkejut.


"Ach, bodo! Mau mereka ngincar kita maupun ngincar lo doang. Gue nggak perduli. Kita saat ini bersama-sama. Berarti mereka semua musuh kita!" seru Lucas.


"Ya, itu benar!" seru Zelig.


"Kita nggak biarkan lo lawan mereka sendirian," sahut Juan.


"Kita hadapi mereka sama-sama!" sahut Samuel.


"Hm!" Kenzo, Gavin, Razig, Juan, Zelig, Lucas, Charlie dan Devon berdehem sembari menganggukkan kepalanya.


Baik Darel maupun Kenzo, Gavin, Samuel, Razig, Juan, Zelig, Lucas, Charlie dan Devon kembali melajukan motor sportnya dengan kecepatan tinggi membelah jalan California yang jarang dilalui oleh pengendara motor lainnya selain kelompok geng motor.


Darel masih fokus mengendarai motor sportnya dan menghindari kejaran kelompok geng motor tersebut. Begitu juga dengan Kenzo, Gavin, Samuel, Razig, Juan, Zelig, Lucas, Charlie dan Devon. Mereka berusaha untuk menghindari kejaran geng motor tersebut.


Ketika Darel, Kenzo, Gavin, Samuel, Razig, Juan, Zelig, Lucas, Charlie dan Devon fokus mengendarai motor sportnya, tanpa mereka sadari terdapat mobil Van hitam yang melaju kencang yang memang berniat untuk menabrak Darel yang posisinya berada di depan.


Lampu mobil Van tersebut menyorot kearah Darel dan sahabat-sahabatnya sehingga membuat Darel dan juga sahabat-sahabatnya langsung menolehkan wajahnya kearah samping.

__ADS_1


Dan mereka semua terkejut ketika melihat sebuah mobil Van hitam berkecepatan tinggi melaju dari arah kiri.


Brum.. Brum


Brum..


Darel, Kenzo, Gavin, Samuel, Razig, Juan, Zelig, Lucas, Charlie dan Devon makin melajukan kecepatan motornya untuk bisa lolos dari mobil Van hitam itu.


Brak..


Gedebug..


Brukk..


Motor yang dikendarai oleh Darel terpeleset sehingga membuat motor tersebut jatuh.


"Darel!" teriak Kenzo, Gavin, Samuel, Razig, Juan, Zelig, Lucas, Charlie dan Devon bersamaan.


Mereka seketika menghentikan lajunya motornya. Setelah itu mereka turun dari motor-motor masing-masing dan berlari menghampiri Darel yang saat ini dalam keadaan terhimpit bagian kakinya.


Samuel, Lucas dan Kenzo secara bersamaan mengangkat motor milik Darel. Sedangkan Gavin, Razig menarik tubuh Darel.


"Rel!"


Razig membuka pengait helm Darel. Setelah itu, Gavin membantu Darel membuka helm nya.


"Lo nggak apa-apa?" tanya Gavin dengan tatapan matanya menatap khawatir Darel.


"Gue nggak apa-apa," jawab Darel.


"Lo bisa berdiri?" tanya Razig.


"Gue bisa," jawab Darel lalu Darel pun segera berdiri dan dibantu oleh Gavin dan Razig.


"Sshhh!" Darel seketika meringis ketika merasakan ngilu di bagian pergelangan kakinya.


Mendengar ringisan dari bibir Darel membuat Kenzo, Gavin, Samuel, Razig, Juan, Zelig, Lucas, Charlie dan Devon menatap khawatir Darel.


"Rel, lo...."


"Nggak apa-apa, Zo! Cuma ngilu dikit di pergelangan kaki gue."


"Itu mereka!"

__ADS_1


Seketika Darel, Kenzo, Gavin, Samuel, Razig, Juan, Zelig, Lucas, Charlie dan Devon terkejut ketika mendengar suara beberapa orang. Kemudian mereka melihat keasal suara.


Dan seketika mereka semua terkejut karena kelompok geng motor tersebut masih mengejarnya sampai kesini.


"Sial. Ternyata mereka masih saja mengejar sampai kesini," batin Kenzo, Gavin, Samuel, Razig, Juan, Zelig, Lucas, Charlie dan Devon.


"Hahahahaha. Kalian nggak akan bisa pergi kemana-mana lagi."


Mendengar perkataan serta tawa keras dari seorang laki-laki yang berdiri paling depan membuat Darel, Kenzo, Gavin, Samuel, Razig, Juan, Zelig, Lucas, Charlie dan Devon menggeram marah.


"Lalu kalian mau apa kalau gue dan sahabat-sahabat gue nggak bisa pergi kemana-mana, hah?!" teriak Darel.


"Memangnya apa yang akan kalian lakukan, hah?!" teriak Kenzo.


"Ayo, sini! Jika kalian punya nyali. Lawan kita," tantang Gavin.


"Jika tidak ingin dibilang cemen. Lawan kami satu persatu. Jangan keroyokan. Bisa?!" ucap Juan.


Baik Darel maupun Kenzo, Gavin, Samuel, Razig, Juan, Zelig, Lucas, Charlie dan Devon menatap para kelompok geng motor tersebut dengan tatapan mengejek.


Sementara pemimpin kelompok geng motor tersebut dan anggotanya mengepalkan kuat kedua tangannya. Mereka tidak terima atas ucapan demi ucapan dari Darel dan sahabat-sahabatnya.


"Brengsek!"


Seketika pria yang menjadi pemimpin kelompok geng motor tersebut marah.  Tatapan matanya menatap tajam kearah Darel dan sahabat-sahabatnya.


"Serang!"


Dan pada akhirnya terjadi perkelahian tak seimbang dimana Darel bersama kesembilan sahabat-sahabatnya. Sementara kelompok geng motor tersebut berjumlah 25 orang.


***


Di tempat lain dimana Brian, Azri, Damian, Evano dan Farrel bersama dengan dua tangan kanannya Darel yaitu Zayan dan Kenzi serta 15 anggotanya menyusuri jalanan yang sepi.


Baik Brian, Azri, Damian, Evano dan Farrel maupun Zayan, Kenzi dan anggotanya sudah mengetahui tentang keberadaan Darel, Kenzo, Gavin, Samuel, Razig, Juan, Zelig, Lucas, Charlie dan Devon saat ini. Zayan berhasil melacak keberadaan Darel melalui sinyal GPS yang terpasang di ponsel miliknya dengan ponsel milik Darel.


"Bos, semoga anda baik-baik saja. Begitu juga dengan sahabat-sahabatnya Bos."


"Rel, Nzo, Vin, Muel, Razig, Juan, Zelig, Lucas, Charlie, Devon. Semoga kalian baik-baik saja sampai kami datang."


Brian, Azri, Damian, Evano, Farrel, Kenzi dan Zayan melajukan motor sportnya dengan kecepatan tinggi agar mereka segera sampai di lokasi dimana Darel, Kenzo, Gavin, Samuel, Razig, Juan, Zelig, Lucas, Charlie dan Devon berada.


Beberapa menit kemudian, mereka semua pun sampai di lokasi. Dan seketika mereka membelalakkan matanya ketika mendengar Darel, Kenzo, Gavin, Samuel, Razig, Juan, Zelig, Lucas, Charlie dan Devon bertarung melawan sekitar 25 orang.

__ADS_1


Melihat itu, Brian dan yang lainnya langsung turun dari motornya masing-masing. Ada juga yang boncengan. Mereka semua langsung berlari dan menyerang orang-orang yang ingin menyakiti Darel, Kenzo, Gavin, Samuel, Razig, Juan, Zelig, Lucas, Charlie dan Devon.


__ADS_2