
Pesta perkawinan kami di dunia ghaib ini sangatlah megah dan wah. Tak bisa dilukiskan dengan kata-kata betapa bahagianya aku melihat para leluhur Refald dan juga leluhurku berkumpul jadi satu. Mereka semua seakan menikmati suasana ini dan menjadikan pesta ini sebagai ajang reuni perkumpulan para raja-raja di masa lalu.
Seperti inikah kehidupan raja terdahulu? Tanyaku dalam hati.
"Tentu saja tidak, Honey. Mereka berbeda tempat dan budaya." Refald menjawab pertanyaan yang ada di pikiranku. Aku lupa kalau kekuatan Refald sudah kembali dan tentu saja dia bisa membaca pikiranku. "Ini adalah takdir yang sudah mereka nantikan sejak lama. Berkumpulnya kebudayan menjadi satu, merupakan impian mereka yang terpendam, itulah tujuan mereka memilihkan pasangan keturunan mereka dengan keturunan raja lainnya agar keinginan yang dulu tidak bisa terpenuhi, bisa terwujud di dunia lain seperti yang terjadi pada kita saat ini." Refald mengamati kakek buyutnya yang berbincang-bincang dengan leluhurku, pangeran Inu Kartapati.
Aku tersenyum melihat wajah leluhurku yang berwibawa itu terlihat tampan seperti yang digambarkan dalam cerita. "Jadi, merekalah yang bernama Raden Inu Kartapati, dan Puteri Galuh Candra Kirana atau yang biasa di kenal sebagai Panji Semirang Asmarantaka. Aku tidak menyangka, kalau leluhurku, sangat tampan dan juga cantik. Mereka pasangan serasi."
Refald langsung menatapku, dia terkejut aku mengetahui nama lengkap leluhurku sendiri.
"Bagaimana kau tahu, nama lengkap keduanya? Kakek buyutku hanya menyebut nama pangeran saja?" Tanya Refald penasaran.
"Aku pernah membaca buku istana Sentris yang mengisahkan kisah mereka berdua sewaku aku masih SMP. Aku bahkan hafal diluar kepala setiap detail kisah romantis nan dramatis kisah mereka berdua sebelum akhirnya bisa bersama. Aku tidak tahu, kalau mereka berdua adalah leluhurku sendiri. Pantas saja aku sangat menyukai cerita mereka. Ternyata, karena aku adalah keturunan mereka," terangku pada Refald dan langsung ia sambut dengan senyuman mautnya. Tentu saja senyuman itu sukses membuatku meleleh.
Aku tahu Refald salut padaku, tapi dia tidak mungkin berani menciumku di depan semua leluhur kami. pikirku.
Refald tersenyum lagi, pasti karena dia mendengar apa yang sedang aku pikirkan. "Kau sudah mengenal detail kisah mereka bahkan sebelum kau tahu kalau mereka adalah leluhurmu. Kau luar biasa Honey. Sekarang aku mengerti kenapa kakek memilihmu sebagai pendamping hidupku. Bukannya aku takut menciummu di depan mereka. Tapi aku tidak ingin kau pingsan sebelum acara pesta kita berakhir. Lagipula, aku harus menjaga etikaku di depan leluhurku, Kakek bisa menghukumku jika aku tidak bersikap dengan baik." Refald menyeringai penuh makna padaku.
__ADS_1
"Oh iya? Kenapa kakekmu memilihku sebagai pendampingmu? Aku bukanlah satu-satunya keturunan leluhurku." jujur untuk yang satu ini, aku tidak tahu jawabannya.
"Itu karena kau berbeda dengan keturunanku yang lainnya." Bukannya Refald yang menjawab pertanyaanku, melainkan Raja Inu Kartapati sendirilah yang menjawab. Tentu saja aku terkejut dan langsung menundukkan kepalaku. "Dari semua keturunanku, cuma kaulah yang bisa membuktikan bahwa kau benar-benar titisan dari Dewi Galuh Candra Kirana, itulah kenapa nenekmu memberimu nama Lafeysionara, dan karena sekarang kau sudah menikah dengan pangeran Mirza Banta, maka sekarang namamu adalah Putri Galuh Lafeysionara Kinara istri dari Pangeran Mirza Banta." Raja Inu Kartapati mendekatiku dan meletakkan telapak tangan kanannya diatas kepalaku untuk memberkatiku sebagai keturunannya yang sudah mendapatkan gelar yang sudah ia berikan.
Sedangkan Putri Galuh Candra Kirana, dia memberikan selendang pelanginya padaku yang kuyakini sebagai selendang pelangi pemberian Raja Inu Kartapati sewaktu beliau menyamar sebagai Raja Panji Semirang Asmarantaka dalam kisah istana sentris Panji Semirang.
"Aku memberikan selendang ini, sebagai hadiah pernikahanmu." Suara leluhurku ini benar-benar merdu. Aku serasa ingin menangis mendengar suara emasnya. Sayang saja jiwa ini tidak memiliki air mata. Jadi aku hanya bisa memandangi leluhurku yang cantik, baik hati dan bersuara merdu ini.
"Terimakasih yang mulia. Hamba akan menyimpannya dengan baik selendang pemberian yang mulia." Aku memberi hormat pada kedua leluhurku.
Aku sendiri terharu mendengar bahwa akulah yang paling mirip dengan tokoh utama karakter cerita Panji Semirang. Aku juga tak henti-hentinya tercengang mengamati selendang pelangi yang kini ada di tanganku ini. Masih teringat jelas dikepalaku, bagaimana Raden Inu Kartapati dulu menyerahkan selendang pelangi ini pada seseorang yang disukainya padahal saat itu, putri Galuh Candra Kirana sedang menyamar sebagai Raja Panji Semirang Asmarantaka. "Terimakasih banyak yang mulia, atas gelar dan hadiah yang raja dan ratu berikan." Aku masih menundukkan kepalaku tanpa berani menatap leluhurku.
Tiba-tiba saja, putri Candra Kirana mencium ubun-ubun kepalaku sambil berkata, "Selamat atas pernikahanmu, wahai keturunanku. Berbahagialah dengan suamimu, semoga hubungan kalian ini bisa segera diresmikan ke dalam dunia nyata. Sehingga kalian berdua bisa menjalani bahtera rumah tangga yang sesungguhnya." Putri Candra Kirana beralih menatap Refald. "Jagalah cucuku ini dengan baik, pangeran. Aku serahkan dia seutuhnya padamu."
"Baik yang mulia, hamba berjanji akan menjaganya dengan segenap jiwa dan raga hamba. Dan juga hamba berjanji akan selalu membahagiakan Putri Lafeysionara Kinara." Suara Refald terdengar tulus saat mengatakannya sehingga lagi-lagi hatiku tersentuh oleh kesungguhan hatinya.
"Aku bisa melihat ketulusanmu, kau memang menjaganya dengan baik. Aku juga lihat betapa besar pengorbananmu padanya. Karena itu, aku sangat merestui pernikahan ini." Putri Galuh Candra Kirana tersenyum dan memberikan berkatnya pada kami berdua.
__ADS_1
Kakek Refald, juga datang mendekat ke arah kami setelah leluhurku kembali ke singgasananya. "Fey, aku tahu kau meminta hadiah pernikahan pada Refald. Aku rasa, kami bisa mengabulkannya, tetapi sebagai gantinya, ibumu tidak bisa mengantar jiwamu kembali ke ragamu yang sebentar lagi harus kalian lakukan sebagai tanda berakhirnya pesta pernikahan ghaib ini. Sebab, dia harus melakukan persiapan menyambut hari yang sudah kau inginkan sebagai hadiah pernikahan ini. Apa kau keberatan?" tanya kakek Refald padaku.
"Hamba tidak keberatan yang mulia. Hamba sangat mengerti permintaan hamba memang terlalu berlebihan, maafkan hamba yang mulia." Aku menundukkan kepalaku sembari mengatupkan kedua telapak tanganku di atas kepalaku.
"Tidak, cucuku. Bahkan jika kau meminta lebih dari ini, kami pun akan mengupayakan yang tebaik untukmu. Kami semua mengerti bagaimana perasaanmu. Kau bagian dari jiwa kami yang ada di sini. Sudah sepantasnya kami memenuhi semua yang kau inginkan. Sekarang, sudah saatnya, kalian kembali ke raga kalian masing-masing. Setelah itu, kalian harus menjalankan kehidupan di dunia nyata kalian. Dan kami semua yang ada di sini akan menemani proses kembalinya jiwa kalian hingga selesai." Kakek berjalan keluar istana dan kami pun mengikut dibelakangnya.
BERSAMBUNG
****
Masih ada bonus satu episode lagi. Ditunggu ya ...
dunia haluku sudah meronta-ronta tak karuan . maaf ya .. lebay banget ya ..
meleleh kalau ditatap Refald seperti itu ...
__ADS_1