Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
episode 195 Danau Plitvice


__ADS_3

PERINGATAN!


Ini hanya murni fiksi dan tidak mungkin ada di dunia nyata, tidak berhubungan dengan aturan atau nilai-nilai yang ada di dunia nyata. Kisah dan peraturan/tradisi yang ada dicerita ini, hanya sebagai hiburan belaka. Jika ada kesamaan berarti cuma kebetulan, tidak ada maksud menyinggung apapun atau siapapun.


Happy reading


****


‘Indah’ selalu jadi alasan mengapa orang jatuh cinta pada sesuatu.


Kata-kata itu, langsung terlintas dipikiran Fey saat ia dibawa Refald ke salah satu danau terindah untuk menyempurnakan ritual terakhir sebelum pernikahannya dengan Refald dilangsungkan. Bagaimana tidak? Danau ini mirip dengan danau Plitvice yang ada di Kroasia, yaitu salah satu danau yang masuk dalam situs warisan dunia UNESCO sekaligus menjadi situs pertama di dunia. Fey benar-benar takjub melihat betapa indah dan sempurnanya danau ini. Matanya tak henti-hentinya memandang pemandangan danau dan juga keindahan alam sekitarnya yang begitu memukau mata setiap orang yang melihatnya.


Dari kejauhan, Refald hanya menatap calon istrinya yang sedang berlari kesana kemari menikmati suasana indah di tempat ini. Gadis itu begitu mengagumi panorama alam yang memang sangat mempesona. Refald tersenyum bahagia melihat Fey menyukai tempat pilihannya.


Tak butuh waktu lama bagi Refald untuk menemukan tempat seindah ini. Ia sengaja mengerahkan seluruh anak buahnya menemukan danau yang pas dan aman agar bisa digunakan Fey melaksanakan ritualnya. Begitu menemukan tempat ini, Refald langsung datang mereset apakah ini adalah tempat yang cocok untuk istrinya.


Dan ternyata, memang sesuai seperti yang diinginkan Fey. Gadis itu benar-benar menyukai danaunya yang jauh lebih indah dari tempat latihannya. “Kau pandai sekali memilihkan tempat yang cocok untukku,” teriak Fey sambil berlari ke arah Refald yang sejak tadi hanya berdiri diam sambil mengamatinya.


“Tentu saja, karena aku kan suamimu.” Refald menyapu lembut bibir Fey yang juga langsung dibalas oleh istrinya. “Kau mau latihan dulu, atau menunggu yang lainnya datang?”


“Memangnya siapa saja yang akan datang?” tanya Fey masih mengalungkan kedua tangannya di leher Refald.


“Banyak, kecuali Sakura dan Sauran. Kau tahu sendiri, kakakmu baru saja melahirkan putri ketiga mereka. Ehm, Leo juga tidak bisa datang kerena ia sibuk dengan aktivitasnya di kampus. Dia bilang hari ini akan menyatakan cintanya pada Shena diatas panggung, tapi aku jamin si playboy laaknat itu bakal ditolak mentah-mentah.”Refald malah terkekeh


“Kenapa kau tidak memberitahunya kalau dia ditolak, pasti nyesek banget dia, kasihan Leo.” Fey ikut tertawa membayangkan seperti apa wajah adik iparnya saat cintanya ditolak Shena.


“Kau tampak bahagia mendengar Leo patah hati, Honey?” Seketika tawa Fey mereda mendengar pertanyaan Refald.


“Nggak, aku sedih kok,” kilah Fey meski ia tak bisa menyembunyikan tawanya membayangkan bagaimana wajah Leo saat ditolak wanita yang dicintainya.

__ADS_1


“Kata-kata dan ekspresimu sangat berbeda, Honey. Sebenarnya kau ini sedih atau bahagia?” Refald menatap tajam Fey dan mengamati ekspresinya yang berbanding terbalik dengan kata-kata yang diucapkannya untuk Leo.


“Aku sedih, tapi jika Leo benar ditolak, entah kenapa itu serasa lucu bagiku. Kau juga belum jawab pertanyaanku, kenapa kau tidak memberitahunya kalau kau merasa kasihan pada Leo?”


“Tidakkah itu seru, Honey, sangat tidak lucu jika aku memberitahu Leo kalau ia bakal ditolak mentah-mentah. Pasti jalan cerita cinta Leo dan Shena akan berubah jika aku memberitahunya. Yang artinya, aku sudah melawan takdir. Kau ingin aku kehilangan kekuatanku?”


“Tentu saja tidak, lalu bagaimana dengan ayah?”tanya Fey mengalihkan pembicaraan.


Refald tersenyum manis pada Fey karena teringat ayah mertuanya sedang berbahagia. “Ayah sangat bahagia, saat ini, beliau sedang sibuk bersama cucu-cucunya, kau harus memakluminya.”


“Tentu, kalaupun ayah datang kemari aku akan langsung menyuruhnya kembali agar ayah bisa menghabiskan banyak waktu bersama keturunannya yang menggemaskan itu.” Fey balas tersenyum pada Refald. Keduanya juga saling menatap, Refald memeluk pinggang Fey dengan erat seolah sedang mengajak Fey berdansa di tepian danau terindah di dunia.


“Kita juga akan segera memberikan cucu lagi untuk ayah, kau sudah siap?” Refald mulai menggoda istrinya.


“Aku tidak yakin, tapi ... waktu ayah tidak banyak di dunia ini. Bagaimana kalau ia tidak bisa melihat cucu keempatnya?” Ada sedikit kesedihan terpasang di wajah istri Refald itu. Ayahnya, tidak akan bisa bertahan lama di dunia ini karena seharusnya, ayah Fey sudah tiada sejak lama.


“Kita bisa melakukan hal yang sama seperti saat kita berada di Swiss. Itulah kenapa setelah kita menikah, kita akan langsung pindah kesana.”Refald membelai lembut rambut Fey.


“Aku hanya merencanakan kebahagiaan untukmu Honey, karena itu adalah janjiku pada ibu mertuaku. Akan aku lakukan apa saja asal kau bahagia bersamaku.” Lagi-lagi, Refald mencium mesra Fey ditengah angin yang berhembus sepoi-sepoi. Suasana danau yang eksotis menambah kesan romantis keduanya.


Tak berselang lama, seluruh anggota keluarga minus Leo sudah berkumpul di tepian danau untuk menyaksikan ritual terakhir yang akan dilakukan Fey sebelum hari pernikahannya dengan Refald berlangsung. Fey terlihat anggun dengan memakai gaun panjang putih lengan panjang yang menutupi seluruh tubuhnya. Rambut panjangnya ia biarkan terurai begitu saja dan hanya dirias seadanya, tetapi tetap tak mengurangi kesan elegan yang melekat dalam diri Fey.


Tepat pukul tengah malam, semua keluarga menyalakan lampion yang sudah disiapkan sebelumnya ditangan mereka masing-masing sebagai penerang untuk menyaksikan ritual yang sudah ditunggu-tunggu sejak lama. Nenek Fey menyalakan sebatang lilin yang ia letakkan di piring kecil, lalu ia berikan pada cucu kesayangannya yang sejak tadi sudah ada dipinggiran danau. Lilin tersebut harus Fey letakkan diseberang danau dengan cara menyelam dan berjalan di dalam air sampai ditepian seberang. Itulah alasan kenapa Fey harus sering latihan menahan napas di dalam air selama mungkin. Sebab, Fey harus meletakkan lilin yang ia bawa menuju seberang dengan berjalan kaki melalui dasar air, bukan diatas air.


Ada makna tersendiri kenapa Fey harus melakukan ritual ini. Dalam berumah tangga dan memulai kehidupan yang baru, akan ada banyak sekali rintangan yang harus dilalui apalagi untuk seorang istri yang memiliki kewajiban dan tanggungjawab lebih banyak daripada seorang suami. Untuk mengatasi itu semua, ritual ini harus dilakukan sekaligus sebagai latihan apakah Fey bisa melalui rintangan selama menempuh hidup baru bersama Refald atau tidak.


Lilin yang dibawa Fey adalah simbol kekuatan cinta antara Fey dan Refald yang harus Fey jaga sampai ia bisa meletakkan lilin itu pada tempatnya. Jika lilin itu padam selama dalam perjalanan, maka kehidupan rumah tangganya dengan Refald bisa goyah. Sebaliknya, jika lilin itu tetap menyala sampai Fey kembali muncul dipermukaan, maka sudah bisa dipastikan bahwa rumah tangga Fey dan Refald akan terus selalu bahagia selamanya.


Apapun rintangannya, mereka berdua pasti bisa menghadapinya bersama-sama dan tidak akan terpisahkan untuk selamanya. Namun, untuk menjaga lilin itu tetap menyala juga tidaklah mudah apalagi ia harus berjalan di dalam air, mustahil api tidak akan mati jika terkena air. Namun, ini adalah tradisi keluarga yang memang harus dilakukan Fey untuk mengetahui apakah rumah tangganya dengan Refald akan langgeng atau tidak, semua itu dapat diprediksi dari lilin yang ia bawa ini.

__ADS_1


Begitu Fey menerima lilin dari tangan neneknya, gadis itu menyiapkan diri untuk memulai ritualnya. Namun, sebelum ritual dimulai, Refald datang dan mencium kening Fey sambil menutupi nyala api lilin yang ada di tangan istrinya degan kedua telapak tangannya.


“Aku akan menunggumu di sana, aku yakin kau pasti bisa, Honey. Aku mencintaimu.” Refald menatap tajam mata istrinya yang juga menatapnya dengan penuh cinta.


“Aku juga mencintaimu.” Fey tersenyum manis pada Refald.


Satu hal yang membuat Fey yakin saat menerima lilin ini, kekuatan cinta yang ia dan Refald miliki sangatlah besar. Oleh sebab itu, Fey yakin akan menyelesaikan ritual ini dengan baik. Sama sekali tidak ada keraguan dalam diri wanita yang sebentar lagi akan menjadi satu-satunya istri sah Refald.


Ritual pun dimulai, Fey berjalan pelan menuju tepian danau dan perlahan memasuki air. Ia terus berjalan masuk ke dalam air sambil terus berkosentrasi pada cahaya lilin yang dibawanya. Semua orang memandang was-was apa yang terjadi selanjutnya. Apakah Fey bisa membuat lilin itu tetap menyala jika ia sudah mulai berjalan di dasar air atau tidak, ataukah lilin yang dibawanya itu akan padam begitu menyentuh air danau. Semua pertanyaan itu terlintas disetiap orang yang ada ditempat ini begitu juga dengan Refald.


Dalam ritual ini, Refald dilarang menggunakan kekuatannya. Jika ia melanggar, maka ritual ini akan batal dan gugur dengan sendirinya. Yang artinya, nyawa Fey juga bisa dalam bahaya mengingat ritualnya sudah tak bisa dilanjutkan lagi. Karena itulah Refald hanya bisa diam menyaksikan pengorbanan yang dilakukan Fey untuk masa depan pernikahannya.


Detik-detik berikutnya adalah ketegangan ritual ini, Fey tidak kuasa melihat apakah lilin yang dibawanya akan tetap menyala atau tidak ketika ia memasuki dasar air. Namun, sekali lagi Fey memantapkan hati yang sudah ia siapkan dari jauh-jauh hari agar kuat menjalani ritual ini. Selain itu, Fey juga sangat yakin dengan kekuatan cinta yang ia dan Refald miliki sekarang ini, harusnya sih tidak jadi masalah.


Fey pun mulai memejamkan matanya saat dirinya tenggelam seutuhnya di dasar air. Adegan itu juga sukses membuat semua orang penasaran dan juga cemas atas apa yang terjadi pada Fey selama berada di dalam air. Namun, tidak ada yang bisa mereka lakukan selain menunggu gadis itu kembali muncul ke permukaan. Fey sendiri mulai memberanikan diri membuka matanya untuk mengetahui apakah lilinnya padam atau tidak. Dan ternyata ...


Tunggu di episode selanjutnya ya ...love you all


BERSAMBUNG


****



danau Plitvice



Fey

__ADS_1



__ADS_2