
Setelah selesai makan bersama, Refald langsung masuk ke dalam kamar dengan raut wajah yang sulit digambarkan tanpa mau bicara sepatah katapun. Fey yang mengetahui gelagat suaminya bermaksud mengikutinya setelah meminta tolong Di agar mau membawakan makanan untuk para tamunya. Sebab, Fey tadi melihat keduanya sedang tertidur lelap dan tidak tega membangunkannya.
“Aku naik keatas dulu, jangan lupa kalau mereka sudah bangun, berikan makanan ini,” ujar Fey pada Di.
“Baik, Putri,” jawab Di sambil tersenyum. Feypun pergi dan hendak menemui suaminya.
“Putri,” sapa pak Po sebelum Fey menaiki tangga.
“Ada apa?” jawab Fey jutek. Ia masih kesal dengan pak Po mengenai masalah tadi.
“Kenapa dengan, Pangeran? Saya perhatikan, sepertinya sedang terjadi sesuatu.” Pak Po terlihat mencemaskan pangerannya.
“Mungkin masalah pekerjaannya. Untuk sementara, kami tidak bisa pergi darisini sampai kekuatannya pulih kembali, yang artinya ... semua pekerjaannya jadi terbengkalai.”
“Apa Pangeran masih bekerja di badan inteligen seperti, Tuan besar?”
“Refald hanya membantu bila diperlukan. Ia tidak terlalu suka mengurusi orang lain yang bukan urusannya. Apa kau tidak tahu apa pekerjaan Refald selama ini?” Fey malah semakin sewot pada pak Po karena sebagai mantan anak buah, ia sama sekali tidak tahu apa pekerjaan pangerannya.
“Putri, pangeran selalu menghilang kesana kemari. Entah pekerjaan apa yang beliau lakukan, mana saya tahu?”
“Iya juga sih, diakan manusia super. Meski tidak bekerjapun, uangnya tetap saja banyak. Tapi yang aku tahu, Refald adalah seorang arsitek yang identitasnya ia sembunyikan dari dunia. Bahkan situs bangunan Zoya, dialah yang mendesainnya dan menjadikannya tempat wisata seperti sekarang ini. Beberapa bangunan yang ada diluar negeri. Refaldlah yang membuat cetak birunya. Apa semua anak sultan seperti itu? Mereka terlihat seolah menjadi pengangguran, tapi nyatanya uang yang mereka dapatkan jauh lebih banyak dari pengusaha sukses lainnya.”
“Saya tidak mengerti urusan macam itu, Putri. Tapi Pangeran memang luar biasa, tidak ada yang tidak bisa pangeran lakukan.”
“Kalau itu aku sudah tahu. Kaupun juga harus bekerja, pak Po. Kau manusia biasa sekarang, butuh makan dan juga hal-hal yang berhubungan dengan kebutuhan manusia pada umumnya. Kami akan mengajarimu nanti selama kami berada disini. Aku sudah merencanakan semuanya untuk kelangsungan hidup kalian berdua. Jadi, begitu kami meninggalkanmu dengan Di disini. Kalian berdua sudah mapan dan bisa mengarungi bahtera rumah tangga seperti yang lainnya.” Fey menepuk pelan bahu pak Po dan mulai menaiki tangga lagi.
“Terima kasih Putri. Saya akan berusaha sebaik mungkin.” Pak Po pun menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan matanya yang berkaca-kaca. Ia pun pergi ke dapur untuk membantu istrinya.
Sementara di dalam kamar, Refald berdiri tepat di depan jendela sambil menengadah memandang langit-langit yang kebetulan, cuacanya sedang cerah. Perlahan, Fey mendekat dan memeluk tubuh suaminya dari belakang dengan erat. Gadis itu menempelkan wajahnya dipunggung Refald. Refald sendiri langsung menyambut pelukan istrinya dengan memegang lembut tangan Fey yang melingkar dipinggangnya. Ia menarik tangan mungil itu sehingga tubuh Fey bergeser ke hadapannya dan ganti Refaldlah yang memeluk Fey dari belakang sambil mengecup mesra pipi istrinya.
“Apa yang kau lihat?” tanya Fey sambil memegang tangan Refald yang melingkar diperutnya.
__ADS_1
“Aku sedang menatap langit yang cerah?”
“Apa ada yang kau pikirkan? Katakan padaku ada apa? Ekspresi wajahmu mengingatkanku pada kasus Raghu beberapa tahun yang lalu.”
Refald membalikkan tubuh istrinya supaya bisa menatapnya. “Honey, kau tahu ... setiap manusia punya rencana untuk masa depan hidupnya, tapi Tuhanlah yang menentukan semuanya. Garis takdir hidup kita akan seperti apa, tidak ada yang tahu. Yang bisa kita lakukan hanyalah merencanakan yang terbaik dan juga berusaha semaksimal mungkin.”
Fey mengerutkan alisnya karena tidak mengerti kenapa Refald tiba-tiba saja bicara seperti itu. Bisa jadi, Refald mungkin sudah melihat gambaran masa depan.
“Apa yang kau lihat? Apa akan terjadi sesuatu yang buruk lagi? Apa kita tidak bisa mencegah hal buruk itu?”
“Kalaupun bisa, akan ada kejadian lagi sampai kita tidak akan pernah mampu mencegahnya. Yang bisa kita lakukan adalah menerimanya.”
“Refald, jangan membuatku takut, sebenarnya ada apa? Apa kau dan aku ...akan mengalami hal buruk? Apa karena para makhluk astral yang mengincar kita?”
“Ehm, masalahnya bukan kita yang akan mengalami hal buruk itu ... tapi ....” Refald tidak sanggup meneruskan kata-katanya. Ia menundukkan wajahnya seolah hal buruk itu benar-benar akan terjadi dan tak bisa dihindari lagi.
“kalau bukan kita, lalu siapa?” Fey masih menebak-nebak, tapi tetap saja ia tidak tahu siapa orang yang dimaksud Refald.
Fey hanya diam. Ia mendengar detak jantung Refald seakan mengerti apa yang dirasakan pria yang amat sangat dicintainya ini. Kalau suaminya sudah berkata seperti itu, maka ia pun tak bisa berbuat banyak. Saat ini, yang terpenting adalah fokus pada pemulihan kekuatan Refald dan itupun juga tergantung pada Fey juga.
“Kalau begitu, ayo!” ujar Fey tiba-tiba.
“Kemana?” tanya Refald.
“Ke surga dunia.” Fey menatap Refald dengan tatapan menggoda. Ia bahkan langsung menggamit lengan suaminya dan mengajaknya tidur bersama diatas ranjang.
Refald hanya tersenyum senang karena mengerti apa yang sedang ingin dilakukan Fey padanya. Tanpa bersuara, iapun menanggalkan pakaiannya satu persatu lalu membantu Fey melucuti pakaiannya juga. Keduanya langsung bergumul diatas ranjang melakukan gerakan maju mundur cantik untuk menyalurkan energi Fey pada Refald supaya kekuatan suaminya itu cepat kembali pulih. Keduanya benar-benar menikmati suasana surga dunia di cuaca yang cerah.
***
Malamnya, semua orang sedang berkumpul di ruang keluarga setelah selesai makan malam termasuk dua orang tamu yang tadi pagi sempat ditolong Fey dan Refald dari serangan para preman pasar. Karena Refald memiliki kekuatan supranatural yang luar biasa, tidak ada yang tidak diketahui oleh Refald termasuk siapa sebenarnya Riska dan Aditya ini.
__ADS_1
“Kalian bukan suami istri. Dan kau Nona, kau sudah bersuami. Kenapa kau memilih kabur dengan orang lain dan meninggalkan suamimu? Apa kau tidak kasihan padanya? Kalau aku jadi su ....” Refald langsung mendapat lirikan tajam dari Fey sehingga ia mengurungkan meneruskan kalimatnya. “Ehm ... maksudku, wajar kalau suamimu itu menyuruh preman bayaran untuk menghabisi kalian berdua. Pria manapun tidak akan rela jika istrinya tega meninggalkannya hanya demi pria lain? Coba kalau posisi kalian ditukar?”
Riska dan Aditya tersentak karena Refald mengetahui semuanya padahal mereka belum mengatakan apa-apa. Orang ini mirip indigo saja, kayak Roy Kyoshi! Riska dan Aditya membatin dengan kata-kata yang sama.
“Aku bukan Roy!” ujar Refald cepat dan semakin terkejutlah mereka berdua karena Refald ternyata juga bisa mendengar suara hati mereka. “Jelaskan pada kami apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kau memilih kabur dengan pria lain padahal jelas-jelas kau sudah berkeluarga? Jangan ada yang ditutupi karena kau akan langsung tahu kau berbohong atau tidak!”
“Putri,” bisik pak Po pada Fey yang duduk di samping Refald. “Apa pangeran sedang menyidang orang yang berselingkuh?”
“Diam kau! Kalau kau tidak ingin dibikin pindang oleh Refald,” gertak Fey. Ia heran, sejak jadi manusia, pak Po benar-benar berubah jadi anak TK.
“Maafkan saya, Tuan. Pernikahan saya, tidak bahagia. Untuk apa terus dipertahankan jika saya tidak bahagia bersamanya, karena yang ada dihati saya hanyalah Aditya.”
“Tetap saja, kau adalah istrinya? Bagaimana bisa seorang istri lebih memilih hidup dengan orang lain daripada dengan suaminya sendiri? Kalau kau tidak bahagia bersamanya? Kenapa kau mau menikah dengannya?” nada suara Refald agak meninggi, kata-kata Refald seolah sindiran pedas bagi seorang istri.
“Tuan, dengarkan penjelasan saya baik-baik, baru setelah itu, silahkan berkomentar apapun sesuka tuan tentang saya. Saya tidak keberatan.”
Refald beralih menatap Fey untuk meminta pendapat. Fey pun menganggukkan kepalanya tanda setuju.
BERSAMBUNG
****
Maaf adegan ranjangnya gak bisa hot kayak author yang lain ... hehe ...
baca juga Leo dan Shena Season 2 dong.
Dukung like dan komentarnya ya ... kasih hadiah hati juga boleh .. hehe .. becanda
terimakasih semua ... love you all
nanti aku usahakan lanjut lagi ...
__ADS_1