
“Dasar orang tak sadar diri, sudah miskin begitu masih saja bermimpi memiliki Refald. Ia bahkan mengambil foto Refald saat datang ke pasar malam dan menebar gosip perselingkuhannya yang jelas-jelas itu adalah rekayasa yang dibuat Martha. Tadinya aku kira rencana Martha itu berhasil membuat Fey hancur, tapi lihat? Gadis itu sama sekali tak terlihat marah, ia bahkan bahagia dengan kehamilannya. Benar-benar mengesalkan sekali,” gumam Vike pada Evi saat keduanya sudah berada diluar rumah Martha.
“Kau benar, wanita rendahan seperti Martha tidak dapat disandingkan dengan Fey. Sepandai apapun Fey menutupi siapa jati dirinya, ia bukanlah wanita biasa seperti Martha itu. Fey pasti berasal dari keluarga berada, karena itulah Refald lebih memilihnya. Mana mungkin orang setajir Refald memilih gadis biasa yang tidak sepadan dengannya.” Evi menambahkan pendapatnya padahal bukan itu alasannya. Sejak awal, Refald memang datang hanya untuk Fey seorang.
“Tapi kita masih butuh Martha sampai aku berhasil membuat kehidupan rumah tangga teman-teman Fey hancur.”
“Kenapa kau begitu dendam pada Fey dan teman-temannya?” tanya Evi. Hingga kini ia masih belum paham kenapa Vike begitu terobsesi membuat hidup Fey dan teman-temannya berantakan.
“Sudah jelas, kan? Karena merekalah yang membuat Via jadi berubah. Via bukan lagi Via yang dulu. Gadis malang itu menghancurkan hidupnya sendiri karena Epank lebih memilih Yua daripada dirinya. Berkali-kali Via mencoba bunuh diri, tapi Epank tetap tidak mau kembali lagi pada Via. Cowok itu malah menikah dengan Yua dan bahkan sudah dikaruniai seorang putra. Semua itu berkat campur tangan Fey and the gengnya. Aku tidak akan pernah memaafkan mereka semua.”
“Ehm, aku tahu. Kasihan Via, sampai detik ini ia masih belum bisa melupakan Epank. Menurutmu ... apa benar yang dikatakan Martha? Kalau Fey itu bukan manusia? Dia memang terlihat berbeda. Tak seperti saat ia masih SMA dulu. Dia seperti ... apa ya sebutannya? Aku juga tidak bisa menggambarkannya.”
“Dulu dia tidak pernah pakai make up apapun, sekarang dia kece badai mirip artis ternama. Itu saja perbedaannya. Jangan terlalu percaya pada omongan Martha. Wanita itu benar-benar sudah gila.”
“Tapi kenapa dulu Refald sangat tergila-gila pada Fey? Bahkan dihari pertama Refald datang ke sekolah kita, satu-satunya wanita yang disapanya dan dilirik oleh Refald hanyalah Fey seorang.”
“Entahlah, aku juga tidak tahu.” Evi menyalakan mesin mobilnya dan melesat pergi meninggalkan rumah Martha.
Fey hanya tersenyum mendengar pembicaraan antara Evi dan Vike dari dalam mobil volvonya. “Mereka semua benar-benar licik. Dasar siluman rubah,” gumam Fey sambil mengamati mobil Vike yang keluar dari gang jalan melalui kaca spion mobilnya. “Kau sudah menyalin semuanya mbak Kun?” tanya Fey pada mbak Kun yang duduk di sebelah Fey.
“Sudah putri, semuanya ada disini. Apa yang kita lakukan setelah ini?” tanya mbak Kun. Dia menyerahkan ponsel berisi data memori yang ada di ponsel Vike dan Evi.
Selagi Evi dan Vike sibuk mengolok dan menuduh Fey yang bukan-bukan, diam-diam mbak Kun yang berada dalam tubuh Martha mengcopy data memory yang ada di ponsel kedua wanita sombong itu ke dalam ponsel khusus yang diberikan Fey sebelumnya. Itulah alasan kenapa Fey telihat tenang tadi, ia sangat senang karena Vike dan Evi telah masuk ke dalam perangkapnya. Dengan semua data yang sudah Fey punya, istri Refald itu akan membalas semua perbuatan geng panghancur rumah tangga orang hingga mereka tidak berani ikut campur urusan orang lain lagi.
“Aku akan meminta bantuan Xiaonai untuk menghack akun mereka semua lalu menyebarkan video itu disaat dan waktu yang tepat.” Fey tersenyum menang. “Kali ini, habislah kalian semua” Fey menatap ponsel pemberian mbak Kun dan melihat sekilas beberapa video yang ada di ponsel itu. “Ayo kita pergi dari sini. Antar aku ke tempat Refald, aku sangat merindukannya.” Fey bersiap menyalakan mesin.
__ADS_1
“Tidak bisa Putri, anda tidak boleh menemui pangeran sekarang. Itu sama saja dengan mengganggu pertapaannya.”
“Aku tidak akan masuk ke dalam goa, mbak Kun. Sebaliknya, aku hanya berada diluar goa dimana suamiku sedang bertapa didalamnya. Sangat tidak mungkin bagiku memasuki goa itu dalam keadaan hamil seperti ini. Aku hanya ingin merasakan aura tubuh suamiku dari dekat, Aku merindukan suamiku, mbak Kun. Biasanya Refald yang selalu datang menemuiku setiap kali kita terpisah jarak dan waktu. Kali ini, ia tidak bisa menemuiku seperti biasanya, jadi akulah yang harus kesana meskipun tak bisa melihat wajahnya. Setidaknya, aku bisa merasakan aura tubuh Refald dan memastikan bahwa ia baik-baik saja.”
Mbak Kun pun tak bisa berkomentar apa-apa. Keinginan Fey tidak melanggar peraturan pertapaan yang dilakukan Refald. Dia pun setuju menemani Fey datang ke lokasi tempat Refald bertapa.
Satu jam sudah Fey menempuh perjalanan jauh menuju lokasi tempat Refald, kebetulan lokasi tersebut merupakan salah satu tempat favorit kencan Refald dan Fey. 10 m dari goa, ada sebuah air terjun yang menakjubkan. Pemandangan alam disekitarnya juga terlihat sangat indah dan sangat mengesankan. Tempat ini jauh dari jangkauan tangan manusia sehingga suasananya lebih terkesan alami.
Fey benar-benar takjub setelah ia tiba di depan goa tempat Refald bertapa. Semakin lama, tempat ini semakin menawan saja. Suara kicauan burung dan gemericik air terjun dihadapan Fey membuat hatinya berbunga-bunga. Dan yang paling membuat hati Fey merasa tenang yakni bau pinus kesukaan Fey yang menyengat. Istri Refald itu menghirup dalam-dalam udara di hutan ini. Ia kembali mengenang masa-masa sweet dan romantis dimana Refald dulu sering membawanya kemari.
Setelah puas memandangi pemandangan alam di tempat ini, mata Fey beralih pada Goa yang ada di samping air terjun itu. Goa berukuran besar itu tepat berada di tengah-tengah tebing yang menjulang tinggi mengitari perbukitan ini. Mustahil orang bisa masuk ke dalam sana kecuali yang sudah terbiasa melakukan panjat tebing.
“Suamiku ada disana,” guman Fey.
Mata Fey mulai berkaca-kaca karena dari sini, ia bisa merasakan betapa kuatnya aura Refald. Sayangnya, Fey tidak bisa melihat langsung wajah tampan suaminya meski ia sangat merindukan Refald.
“Selamat datang, Putri,” sapa para pasukan Refald yang sedang bersimpuh dihadapan Fey dengan khidmad.
“Bagaimana keadaan suamiku? Apa dia ... baik-baik saja?” tanya Fey tanpa beralih pandang dari goa tempat Refald bertapa.
Ingin sekali Fey melompat masuk ke dalam goa itu untuk menemui suaminya, tapi keinginan itu ia tekan kuat agar apa yang dilakukan Refald tidak menjadi sia-sia hanya karena kehadirannya.
“Pangeran sangat baik, Putri. Ada pak Po disisinya, jadi anda tidak perlu khawatir lagi.”
“Apa dia bisa merasakan kehadiranku disini?” tanya Fey pada pasukan Refald yang masih tetap bersimpuh dihadapannya tanpa berani menatap Fey.
__ADS_1
“Kami tdak tahu pasti, Putri. Sebab, saat ini pangeran Refald harus berkosentrasi penuh pada pertapaannya agar bisa secepatnya selesai dan kembali pulang ke rumah,” terang dedemit pasukan Refald.
Fey terdiam menatap tajam goa itu. Perasaan campur aduk menyelimuti hatinya yang sangat merindukan suaminya. 3 hari, bagaikan 3 windu lamanya. Waktu terasa berjalan sangat lamban bila Refald tidak ada disampingnya, dan Fey benar-benar merindukan Refald.
“Dua hari lagi, kita akan bertemu kembali suamiku,” ujar Fey lirih. “Aku harap kau bsia datang tepat waktu diacara reuni alumni SMA kita. Teman-teman kita jahat sekali, mereka menuduhmu selingkuh dariku. Ini sungguh menggelikan. Aku bahkan ingin tertawa setiap kali mereka berbicara seperti itu tentangmu. Tapi kau tenang saja, aku sudah menyiapkan segalanya untuk memberi mereka pelajaran atas apa yang sudah mereka lakukan pada teman-temanku. Termasuk orang yang sudah menuduhmu yang bukan-bukan. Maaf jika aku tidak bisa lama-lama berada di tempat ini untuk menemanimu. Kau tahu? Refald kecil ini selalu menendangku, aku rasa ia juga merindukan sentuhanmu. Jaga kesehatanmu suamiku, aku pamit dulu.” Fey tersenyum manis walau air matanya terus saja mengalir membasahi pipinya. Ia yakin, Refald pasti bisa mendengar ucapannya.
Dengan langkah gontai dan dibantu mbak Kun, Fey pergi meninggalkan lokasi tempat Refald bertapa. Namun, baru beberapa langkah Fey berjalan, tiba-tiba seekor burung elang besar datang menghampiri Fey lalu bertengger dilengannya. Di kaki burung elang tersebut terdapat gulungan surat kecil yang diikat dengan tali hitam. Fey mengambil gulungan kertas kecil tersebut lalu membukanya tepat setelah elang itu terbang kembali dan pergi melayang bebas jauh di atas langit.
Dengan hati-hati Fey membuka gulungan kertas kecil tersebut. Senyum mengembang terpancar jelas di wajah cantik Fey begitu selesai membaca pesan yang ternyata itu berasal dari suami tercintanya, Refald.
Aku juga merindukanmu, Honey. Maaf tidak bisa menemuimu diluar sana karena aku harus segera menyelesaikan pertapaanku agar bisa kembali bersamamu. I love you, Honey and I miss you so much. Salam cinta dari suami tampanmu, Raja dedemit Refald, untuk ratuku, Lafeysionara.
Itulah isi pesan singkat dari Refald yang sengaja ia kirim melalui burung elang liar itu. Hati Fey kembali riang dan moodnya juga berubah lebih baik dari yang tadi setelah mendapat surat cinta dari suaminya. Fey menggenggam erat surat itu seolah itu adalah hadiah terindah dari Refald. Fey jadi terlihat lebih bersemangat sekarang.
“Mbak Kun, bersiaplah. Beri dua wanita sombong itu pelajaran paling mengesankan supaya tak lagi ikut campur urusan orang lain dan meremehkan makhluk astral tak kasat mata seenak jidatnya.”
“Dengan senang hati Putri, saya sudah lebih dari siap. Sekarang, kembalilah dan istirahatlah di rumah sambil menonton pertunjukan film horor ala Suzana.”
“Jangan bilang kau mau berubah wujud jadi dia?” tebak Fey.
“Suzana terlalu cantik Putri, saya khawatir mereka bukannya takut dan malah meminta tanda tangan saya kalau saya berubah wujud sebagai Suzana.”
Fey tertawa mendengar kata-kata mbak Kun. “Kau ini PeDe sekali, ya? Pasti Refaldlah yang sudah mengajarimu. Tapi ya sudahlah, terserah kau saja ... kau yang bertugas menakut-nakuti mereka.”
Fey menyalakan mesin mobil volvo silvernya dan melesat pergi ke rumah neneknya untuk beristirahat. Sementara mbak Kun mulai bersiap-siap melakukan aksinya begitu matahari sudah mulai terbenamdi ufuk barat.
__ADS_1
BERSAMBUNG
***