
Rhea tak bergeming mendegar suara lembut yang kini bakal akan selalu ia ingat selamanya. Suara yang bisa menggetarkan hati dan jiwanya, suara yang pastinya membuat Rhea rindu jika tidak melihat dan mendengarnya. Suara indah ini adalah suara milik pangerannya, pujaan hatinya sekaligus orang yang kini menjadi suami ghaibnya. Suara itu adalah milik Reyshinhard Refey Dilagara.
“Rey,” ujar Rhea. Ia merasakan pelukan Rey sangat erat ditubuhnya. Ia pun melepas tangan Rey dan memutar tubuhnya menatap wajah suaminya dengan gelisah. “Kemana saja kau! Aku hampir saja menenggelamkan diriku sendiri jika kau tak juga muncul disini! Kau jahat sekali!” Rhea memukul pelan dada bidang Rey.
“Kau khawatir padaku?” Rey menahan pukulan tangan Rhea sambil menatapnya.
“Haruskah aku menjelaskannya? Apa ini lucu bagimu?”
“Maaf, maaf ... ada sesuatu hal yang ingin aku coba tadi, aku tidak bermaksud membuatmu seperti ini.” Rey menarik tubuh Rhea mendekat kearahnya dan memeluk tubuh gadis mungil ini agar lebih tenang.
“Apa maksudmu?” Rhea menatap wajah Rey.
“Aku akan memberitahumu nanti, tapi sebelum itu ... aku ingin mencoba sesuatu denganmu. Apa kau siap?”
“Siap apa?” Rhea jadi semakin tidak mengerti. Dan matanya langsung terbelalak lebar saat Rey tiba-tiba saja menciumnya mesra.
Ciuman kali ini, sangat berbeda dengan yang sebelumnya. Saat kedua bibir mereka bersentuhan, Rhea merasakan ada getaran cukup kuat menyerang tubuhnya. Ditambah lagi, ciuman Rey ini lebih ganas dan liar. Cowok itu menghisap-isap lembut bibir atas dan bawah Rhea secara bergantian, rasanya seperti terkena sengatan listrik. Tangan Rey melingkar erat di pinggang Rhea, bahkan kedua tubuh mereka tak ada sekat lagi. Melalui ciuman dadakan ini, Rhea bisa merasakan cinta Rey untuknya jadi lebih besar dari sebelumnya.
Saking nikmatnya ciuman ini, Rhea sampai memejamkan mata meresapi setiap hisapan-hisapan lembut yang diberikan Rey padanya. Keduanya sampai lupa bernapas dan baru berhenti berciuman setelah mereka kehabisan napas masing-masing.
“Ada apa ini? Ciuman tadi ....” Rhea tersengal-sengal akibat ciuman dari Rey. Ia mencoba mengatur napasnya kembali dan wajahnya sudah sangat merah seperti tomat. Baru kali ini, Rhea merasakan ciuman se-hot ini.
Rey hanya tersenyum sambil menempelkan dahinya di dahi Rhea. “Aku tahu sekarang,” gumamnya. Ia pun juga mengatur napasnya agar kembali seperti sedia kala.
“Tahu apa? Kau ini bicara apa? Ada apa denganmu? Apa yang terjadi?” Rhea tidak mengerti dengan sikap Rey yang tiba-tiba berubah jadi aneh begini.
“Aku bahagia, Rhea. Sangat-sangat bahagia. Aku sangat mencintaimu, sangat sangat sangat mencintaimu. Aku bahkan tidak tahu harus bagaimana caraku membuktikan padamu kalau aku sungguh-sungguh mencintaimu. Pokoknya aku mencintaimu. Aku tidak pernah merasakan cinta yang seperti ini sebelumnya. Kau adalah hidupku! Sekarang aku tahu cinta yang dimaksud ayah dan paman Leo. Ternyata ... rasanya seperti ini.” Rey menggendong tubuh Rhea hingga ke atas kepalanya dan berputar-putar di dalam air. Rhea yang terkejut dengan perubahan sikap Rey jadi bingung sendiri.
“Oke-oke, hentikan! Kepalaku jadi puyeng kalau kau terus berputar-putar seperti ini. Kau tidak perlu membuktikan apapun. Aku mengerti, dan aku juga tahu kau sangat mencintaku. Terimakasih Rey, terimakasih untuk segalanya. Aku jadi sangat bahagia karena dicintai pangeran sepertimu.” Mata Rhea kembali berkaca-kaca tapi ia berusaha keras menahannya agar tidak jatuh.
“Ayo berenang bersama.” Rey menurunkan Rhea dan langsung mengajaknya menyelam kedalam air sambil terus bergandengan tangan.
Setelah puas bermain-main di dalam air, Rhea dan Rey memutuskan untuk mengeringkan tubuh mereka dengan menyalakan api unggun karena keduanya tidak membawa pakaian ganti. Hari juga masih gelap karena matahari belum muncul.
“Kau kedinginan, Sayang? Sini aku bekap supaya hangat!” Rey merentangkan kedua tangannya siap menyambut kedatangan Rhea.
“Tidak mau, kau pasti bakal mengambil kesempitan dalam kesempatan.” Rhea langsung bersikap jutek pada Rey. Untung ia terbiasa di udara dingin seperti ini, kalau tidak ia pasti sudah masuk angin.
“Kebalik Sayang, kesempatan dalam kesempitan yang benar.” Rey tertawa dan terus menatap wajah Rhea yang polosnya minta ampun.
“Terserah, pokoknya itulah!” Rhea melihat Rey. Entah kenapa suaminya itu terus saja mengawasinya. “Apa ada sesuatu diwajahku? Kenapa kau memandangiku seperti itu?”
__ADS_1
“Karena kau sangat cantik?” jawab Rey sambil tersenyum.
“Aaah, jadi kau tidak akan pernah mau melihatku seandainya aku jelek, iya kan?”
“Dulu, memang iya ... tapi sekarang tidak lagi.” Rey berkata jujur.
“Apa?” wajah Rhea langsung cemberut akut. Bisa-bisanya Rey berkata seperti itu.
Rey berdiri dan mendekat ke arah Rhea. Ia duduk bersimpuh dihadapan Rhea sambil menggenggam erat tangan Rhea. Melihat istri ghaibnya cemberut, Rey hanya bisa tersenyum.
“Rhea, lihat aku Sayang,” pinta Rey karena Rhea memalingkan wajahnya dari Rey.
“Tidak mau, aku tahu kau mencintaiku karen aku cantik. Tapi jika aku jelek, kau pasti akan mencari wanita lain yang jauh lebih cantik dariku.” Rhea menundukkan wajahnya dengan ekspresi sedih.
Rey mengangkat dagi Rhea sambil berkata, “Aku yang sekarang, bisa menerimamu apa adanya. Meski suatu hari nanti kau sudah tua dan tidak cantik lagi, cintaku padamu tidak akan pernah berubah dan malah semakin bertambah. Aku yang sekarang, hanya ingin selalu bersamamu dalam suka maupun duka, dalam sedih maupun senang. Aku yang sekarang, ingin berbagi semua rasa denganmu. Meski ini sudah terlambat, tapi aku harus tetap mengatakannya ... Rhea SasiKirana Fahrezi, maukah kau menjadi kekasihku, tunanganku, sekaligus calon istriku di dunia nyata yang fana ini? Karena di dunia lain, kau adalah istriku.” Mata Rey berbinar cerah saat menyatakan kalimat yang paling disukai semua wanita diseluruh dunia.
Bagai petir disiang bolong, Rhea benar-benar terkejut dan tidak menyangka Rey bakal menembaknya dengan kalimat seindah itu. Hari ini, Rhea merasa bahwa dirinya benar-benar menjadi wanita seutuhnya. Kata-kata indah yang keluar dari mulut pangeran pujaan hatinya telah sukses meluluh lantakkan seluruh hati dan jiwanya.
Sambil berlinang air mata, Rhea menganggukkan kepalanya tanda menerima perminta Rey, dan Rhea langsung memeluk tubuh cowok itu hingga Rey tersentak ke belakang karena menangkap beban tubuh wanita pujaan hati Rey. Seperti halnya Rhea yang bahagia, Reypun juga ikut bahagia. Tak ada yang diinginkannya lagi selain hidup bersama dengan Rhea.
“Kenapa kau suka sekali menangis, hm?” bisik Rey pelan.
“Karena kau selalu berhasil membuatku meleleh dengan kata-kata manismu itu? Sungguh itu adalah kalimat teromantis yang pernah aku dengar.” Air mata mengalir deras membasahi pipi Rhea.
“Aku harus memperkenalkanmu pada semua teman-temanku.”
“Teman? Maksudmu, kau punya teman di hutan ini?”
“Ehm, aku akan memanggil mereka supaya datang kemari. Kau juga pernah bertemu dengan beberapa diantara mereka.” Rhea bersiul kencang dengan sebuah nada yang sepertinya, itu merupakan sebuah kode panggilan.
Rey hanya mengernyitkan alisnya melihat apa yang sedang dilakukan Rhea. Tak berselang lama, tiba-tiba dari semua sisi, datanglah sekumpulan binatang-binatang penghuni hutan ini. Mulai dari yang jinak hingga yang buas, dari yang terkecil hingga yang terbesar, dari yang kurus hingga yang gemuk, dari yang mulus hingga yang berbulu, baik betina atapun jantan, baik yang hidup di darat, air dan udara, serta masih banyak jenis bentuk binatang hutan lainnya. Mereka semua datang memenuhi panggilan Rhea.
Awalnya, Rey terkejut melihat kedatangan mereka semua, tapi akhirnya Rey mengerti bahwa mereka semua adalah teman-teman yang dimaksud Rhea. Pandangan mata Rey tertuju pada si raja hutan yang tempo hari sempat hendak menerkamnya. Rey juga melirik para buaya air yang menampakkan diri di hilir sungai tempatnya berenang dengan Rhea tadi.
Seolah tahu seperti apa Rey bagi Rhea sekarang, semua binatang itu hanya diam menatap Rey dan Rhea bergantian.
“Maafkan aku jika aku memanggil kalian seperti ini.” Rhea mulai berbicara dengan semua binatang yang hadir dihadapannya. “Aku hanya ingin mengenalkan pangeranku pada kalian semua. Dialah pangeran yang selama ini aku nantikan. Aku harap, kalian mengingat wajahnya, dan jangan pernah menyerangnya lagi, termasuk kau tuan Ha, dan juga kau ... nona Bu.” Rhea menunjuk harimau dan buaya secara bergantian karena kedua binatang itulah yang kemarin hampir saja menerkam Rey jika saja dirinya tidak datang tepat waktu. “Pria tampan ini adalah suamiku, jadi kalian tidak boleh menyakitinya. Mengerti?” semua binatang saling sahut menyahut tanda mengerti tentang apa yang dikatakan Rhea barusan.
Rey tak bisa berkata-kata mengenai fakta mengejutkan satu lagi yang dimiliki Rhea. Ternyata, gadis pujaan hatinya ini tak hanya dikenal sebagai si cantik dari goa hantu, melainkan dijuluki ratu dari semua penghuni hutan di wilayah ini. Dalam hati Rey, ada rasa bangga tersendri dan kini ia mulai memahami alasan kenapa kedua orantuanya menjodohkannya dengan Rhea yang sempat ia katai sebagai Tarsani.
“Sepertinya, aku akan segera menjadi Tarsan,” guman Rey pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Tanpa di duga, tubuh Rey langsung mematung ketika kawanan serigala datang mendekat dan ikut nimbrung dengan kumpulan binatang-binatang hutan lainnya. Rhea yang sedikit tahu apa yang terjadi dengan Rey dan serigala, langsung pasang badan dihadapan Rey berharap sang suami tidak parno lagi ketika bertemu serigala hutan.
“Jangan, takut Pangeran. Serigala itu tidak akan menyerang siapapun yang ada disini.” Rhea meminta serigala itu supaya lekas pergi dari sini.
Namun, sang serigala tidak mau dan tetap ingin berada disini bersama dengan binatang yang lainnya. Sedangkan Rey hanya memandang serigala dan seluruh binatang yang ada dihadapannya penuh makna.
Rhea agak kesal juga karena serigala itu tak bisa mengerti apa yang sedang dihadapi suaminya. “Haruskah aku menggunakan kekerasan supaya kau mau pergi sementara dari sini, tuan Se? Suamiku masih belum bisa melihatmu ....”
“Tidak apa-apa Rhea, Sayang. Aku yang sekarang sudah tidak takut lagi pada serigala atau hal apapun yang ada di dunia ini kecuali satu hal, yaitu aku takut kehilanganmu.” Rey memegang lembut bahu Rey dan maju mendekati istrinya.
“Apa maksudmu? Kau sungguh tidak apa-apa?” tanya Rhea bingung.
“Tidak apa-apa.” Rey maju kehadapan Rhea dan mencium kening istrinya. Ia juga menatap semua binatang yang ada dihadapannya. “Terimakasih atas sambutan kalian, dan maaf untuk semuanya. Senang akhirnya bisa menyapa kalian semua disini, Aku Reyshinhard Refey Dilagara, putra tunggal dari Raja Mirza Banta, aku rasa kalian semua juga mengenalnya. Maafkan istriku karena dia masih belum tahu kalau aku bisa berkomunikasi dengan kalian semua yang ada disini.” Rey tersenyum dan maju ke depan agar lebih dekat dengan semua binatang hutan. “Tuan Se, tuan Ha dan nona Bu, kita lupakan kejadian dimasa lalu dan semoga kalian semua yang ada disini bisa menerimaku sebagai pendamping hidup ratu kalian.”
Rey mengulurkan tangannya sebagai tanda persahabatan dan ajaibnya, para binatang yang disebutkan Rey tadi menerima uluran tangannya. Benar-benar pemandangan luar biasa dan langka. Seorang pangeran di dunia lain, kini bersahabat dengan seluruh binatang penghuni hutan.
Mulut Rhea menganga lebar karena terkejut mendengar apa yang dikatakan Rey pada semua binatang hutan itu. Rey meminta semua binatang tersebut kembali ke tempat mereka masing-masing karena matahari sudah mulai terbit. Dan mereka, langsung menuruti apa yang dikatakan suaminya tanpa syarat.
“A-apa aku tidak salah dengar? Kau bicara apa tadi? Kau bisa berkomunukasi dengan mereka? Dan i-itu ... mereka semua langsung pergi saat kau menyuruh mereka pergi? Segampang itu?” tanya Rhea untuk memastikan apakah tebakannya ini benar atau tidak.
“Lebih dari itu Sayang, aku bisa mengerti bahasa mereka. Aku tidak bohong waktu burung-burung memberitahuku tentang semua kebiasaanmu berendam di bawah air terjun itu. Dan aku tadi sempat pergi kesuatu tempat yang sepertinya tempat itu adalah samudera dimana banyak ikan hiu berenang didalamnya. Dialah yang memberitahuku jalan kembali pulang ke dasar air tempatmu berada. Awalnya, aku tidak mengerti bagaimana bisa aku berada di samudera sedangkan tadi aku menceburkan diri di air terjun itu bersamammu. Kalau saja kau tidak memanggil-manggil namaku, mungkn aku tidak bisa kembali.” Rey menjelaskan panjang lebar apa yang sesungguhnya terjadi padanya saat ia menghilang tadi.
Rhea terhuyung mundur saking shocknya mendengar penjelasan panjang Rey. Itu artinya saat ini ... kekuatan Rey telah kembali. Tak hanya kekuatannya saja yang kini sudah muncul, tapi ternyata, Rey juga memiliki keistimewaan yang sama seperti Rhea. Yaitu bisa berkomunikasi dengan binatang. Lebih tepatnya, mereka mengerti bahasa binatang.
“Kau dan aku sama Sayang, kita satu sever. Aku ... sudah bukan manusia biasa lagi sekarang. Saat aku menciummu tadi, aku merasa aliran kekuatanku terbuka dan mengalir deras di sekujur tubuhku ini, aku yakin kau juga bisa merasakanya tadi.” Rey mendekat ke rah Rhea lalu menciumnya mesra seperti tadi.
“Daebak, kau ... adalah pangeran yang luar biasa,” puji Rhea ikut senang dan juga lega, karena kekuatan Rey telah kembali.
Tanpa izin dari Rhea, Reypun menggndong tubuh istrinya dan melompat terbang jauh menembus rimbunan pepohonan untuk menyaksikan sinar mentari yang mulai terbit di ufuk timur. Rey melompat dari satu daun ke daun yang lain tanpa takut terjatuh. Tubuhnya mendadak jadi sangat ringan seringan kertas yang beterbangan di udara.
Dengan senyum mengembang Rey berkata, “Akhirnya ... kemachoanku yang sudah kau rusak, kini telah kembali. Jangan pernah sekalipun kau menggendongku lagi meski kau juga memiliki kekuatan yang sama sepertiku. Mulai sekarang, akulah yang menggendongmu, mengerti! ”
Mengerti, Pangeranku.” Rhea melingkarkan kedua tangannya di leher suaminya sambil tersenyum.
Ingin rasanya ia pingan tapi tidak bisa. Semua yang terjadi ini, sungguh sangat mengejutkannya, dan momen indah yang Rey berikan saat ini, tak mungkin bisa Rhea lupakan begitu saja. Terlihat jelas betapa bahagianya Rey menggendong Rhea sambil melompat-lompat di udara.
BERSAMBUNG
***
9 episode lagi menuju tamat. Tapi tenang, karena kisah Rhea dan Rey akan berlanjut di novel baru. Nanti aku bakal kasih tahu apa judul novelnya kalau sudah siap ... mohon doanya supaya tidak ada halangan apapun supaya semua novel baruku bisa rilis. Tentu saja semuanya hanya ada di noveltoon atau mangatoon.
__ADS_1
Untuk kisah Leo, mohon sabar menunggu karena ada sesuatu yang harus aku selesaikan terlebih dulu, baru bisa lanjut kisah Leo. Terimaksih semuanya atas dukunganya. Love you all ...