Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
episode 117 Siapa Leo?


__ADS_3

Tidak ada yang bisa kulakukan selain menghela napas panjang. Aku tidak tahu apa yang ada dalam pikiran Refald saat ini. Benar-benar tidak masuk akal kalau dia marah hanya karena salah satu pasukan dedemitnya menikah terlebih dahulu daripada dia. Tapi, melihat apa yang sudah terjadi selama ini, segala hal yang diluar nalar manusia, sudah lumrah ku alami. Termasuk pikiran nggak jelas Refald saat ini.


“Bukan Po dia yang saya maksud, Pangeran. Anda jangan salah paham. Muka becek kayak dia, bukanlah seleraku Pangeran. Tipe cowok idaman saya, adalah yang seperti anda, tapi berhubung anda sekarang sudah memiliki putri Lafeysionara, maka saya pun beralih dengan yang lainnnya. Yah ... yang sebelas dua belas dengan abang Leopard, lah.” Mbak Kun mulai berimajinasi tentang sosok pangeran impiannya sekaligus berkilah dari tuduhan Refald.


“Leopard? Maksudmu adik sepupuku, Leo?” Refald mengernyitkan alisnya sambil menahan tawa.


“Kenapa Pangeran? Apa saya tidak boleh mendambakan orang seperti tuan muda Leo?” mbak Kun terlihat sedikit kecewa dengan reaksi Refald.


“Silahkan bermimpi! Sayangnya, Leo sudah punya tambatan hati. Namun, takdir masih belum mempertemukan mereka. Sebaiknya kau kubur mimpimu itu hidup-hidup! Dan lupakan dia! Awas saja jika salah satu dari kalian menikah duluan mendahuluiku. Akan ku cincang kalian berdua! Sekarang pergilah, aku ingin menghabiskan waktuku dengan pengantinku. Dia ketakutan melihat kalian!” Refald masih memelukku meski aku sudah tidak gemetar lagi.


Sejujurnya, aku agak penasaran dengan sosok Leo, sepupu Refald yang barusan ia bicarakan dengan mbak Kun.


“Baik pangeran, kami permisi dulu,” ucap mbak Kun dan langsung menghilang. Hanya tinggal pak Po yang masih betah tinggal di sini.


“Kau kenapa, pak Po? Mbak Kun sudah pergi duluan.” Refald menatap heran pak Po yang belum juga beranjak dari sini.


“Pangeran, makhluk yang mengikuti seorang dokter tadi ...,”


Refald memberikan kode menutup mulutnya dengan jari telunjuknya agar pak Po berhenti bicara. Mungkin karena Refald tidak ingin aku mendengarnya. “Aku tahu, pergilah! Akan aku panggil kalian jika terjadi sesuatu.”


“Baik, Pangeran. Permisi!” pak Po pun menghilang begitu saja.


Aku beralih menatap Refald setelah memastikan dua makhluk astral tadi benar-benar menghilang dari tempat ini.

__ADS_1


“Kau yang memanggil mereka tapi kau sendiri malah ketakutan,” sindir Refald sambil tersenyum menatapku.


“Kau yang menyuruhku memanggilnya.” Jawabku sewot.


“Kau dulu yang menawarkan diri!” Refald tak mau kalah dan dia memang benar.


Oke, Refald selalu saja benar. batinku.


“Baiklah, aku yang memulainya, dan jujur aku belum terbiasa dengan situasi seperti ini. Bisa melihat apa yang sebelumnya tidak pernah kulihat itu sangat menakutkan. Apalagi, ini berhubungan dengan makhluk tak kasat mata. Iya kalau wajah mereka selalu terlihat cantik dan tampan seperti pasukanmu, kalau mereka terlihat menyeramkan seperti yang ada di film-film bagaimana? Aku bisa jantungan setiap hari,” gerutuku.


Refald terus menyimak ocehanku. “Kalau begitu, kau perlu banyak latihan.”


“Latihan? Latihan apa?” entah kenapa aku merasakan firasat buruk saat Refald mengatakan kata ‘latihan’. Bagiku, itu seperti terdengar kata ‘eksekusi’.


“Apa?” teriakku seketika, aku merasa Refald sengaja menakutiku.


“Kenapa berteriak, Honey? Kau membuatku kaget!” Refald memelototiku.


“Hah, kau tak takut jika ada hantu atau monster mendatangimu tiba-tiba. Tapi kau kaget dengan suara teriakanku? Apa itu masuk akal?” tanyaku tidak percaya Refald lebih terkejut mendengar suara teriakanku daripada pasukannya yang datang dan pergi kapan saja.


“Aku sudah terbiasa dengan mereka, tapi aku belum terbiasa dengan teriakanmu yang memekikkan telinga. Lagipula, apa yang kau takutkan? Ada aku di sini. Sudah kubilang, selama bersamaku, maka kau akan aman. Tidak akan ada yang bisa menyentuhmu, sekalipun itu makhluk astral sekalipun.


Kau pengantinku, kau harus berani menghadapi semua pasukanku, sampai kapan kau akan bersembunyi di dadaku jika setiap pasukanku datang kemari, kau membuat iri mereka. Dan aku tidak akan pernah terima jika mereka memutuskan menikah lebih dulu dariku akibat iri dengan kemesraan kita.” Refald berbicara panjang, lebar, dan tinggi sehingga sukses membuatku menganga menatapnya, terlebih alasan dia memberiku pelatihan.

__ADS_1


“Daebak! Itukah alasanmu kau melatihku? Supaya aku tidak bersembunyi lagi di dadamu? Huh, benar-benar sulit dipercaya!” aku hanya bisa menggigit bibirku sendiri. Aku sangat kesal, tapi apa yang dikatakan Refald memang benar, kepada siapa lagi aku bersembunyi kalau hantu-hantu itu tiba-tiba saja muncul, meskipun rupa mereka begitu menawan, tetap saja mereka hantu yang menakutkan. “Oke! Kita lupakan masalah ini, aku akan menuruti apapun yang kau mau, tapi aku ingin tahu ... siapa Leo? Dan juga kenapa mbak Kun mengidolakan dia setelah kau?” sungguh aku sangat penasaran dengan sosok Leo.


“Kau cemburu? Bukankah kau sudah tahu kalau aku memang idola semua kaum hawa?” Refald tersenyum padaku. Sifat narsisnya mulai keluar lagi.


“Aku tidak cemburu, aku hanya panasaran dengan Leo, kau bilang dia punya tambatan hati yang belum ia temui, apa maksudmu?”


“Itu rahasia takdir, Honey. Aku tidak boleh memberitahumu.”


“Ayolah, aku tidak akan mengatakannya pada siapapun. Lagipula, aku juga tidak mengenal orang-orang yang kau bicarakan.” Aku memasang wajah seimut mungkin untuk merayu Refald supaya mau memberitahuku soal Leo.


“Beri aku ciuman termesra, jika kau lolos, maka aku akan memberitahumu apapun yang ingin kau tahu.” Mata Refald memancarkan sebuah kilatan cahaya cinta yang memabukkan.


Aku menghela napas panjang. Refald selalu tahu bagaimana cara memanfaatkan situasi untuk menyalurkan bakat otak mesumnya.


“Lupakanlah! Cepat atau lambat aku akan tahu siapa Leo, dan aku juga bisa cari tahu sendiri.” Aku hendak pergi dari ranjang Refald, tapi lagi-lagi Refald menarik tubuhku dan menciumku dengan amat sangat mesra. Ini adalah ciuman terlama yang pernah Refald berikan padaku. Aku bahkan sampai lupa untuk bernapas. Ciuman Refald kali ini, benar-benar memabukkan.


****


maaf telat up nya, masih ada satu episode lagi aku up tengah malam nanti .. siap-siap merinding disko ..hehe ...



Refald kalau lagi ngasih kode ke pak Po...cakep nya bikin meleleh

__ADS_1


__ADS_2