Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
episode 127 Sakura


__ADS_3

Akhirnya, kami sampai juga di rumah ayahku. Aku menganga melihat sebuah bangunan rumah yang dibangun dengan menggunakan konsep rumah minimalis Jepang. Bangunan dua lantai itu, sangat jauh berbeda dengan saat terakhir kali kutinggalkan.


“Apa kau yakin ini adalah rumah ayahku?” tanyaku pada Sauran.


“Ehm, apa ayah tidak memberitahumu? Setelah kepergianmu, ayah merenovasi rumahnya, beliau berharap jika suatu hari kau datang kembali, kau tidak lagi mengingat masa-masa sedih akibat kepergian ibumu. Ayah ingin kau tetap menjalani kehidupan yang baru, dan menyimpan semua kenangan lama dilubuk hatimu yang terdalam. Karena itulah ayah memilih konsep bangunan minimalis ini.” Sauran masih memerhatikanku yang menatap nanar rumah baru ayahku.


Bukannya aku tidak suka dengan rumah baru yang di bangun ayah, aku hanya merasa semakin asing di sini. Namun, aku mencoba menerima semua ini, apapun yang dilakukan ayahku, pasti semua demi kebaikanku.


Refald terus menggenggam erat tanganku. “Ayo kita masuk, Sakura sedang menunggumu, kau siap bertemu dengannya?”


“Sejujurnya, aku sangat merasa bersalah padanya. Adik macam apa aku? Yang lebih memilih melarikan diri hanya karena keegoisanku sendiri? Aku bahkan tidak ada disaat dia membutuhkan seseorang disisinya. Harusnya kami berdua saling menguatkan satu sama lain, tapi yang kulakukan malah sebaliknya.”


Refald memelukku untuk menenangkan perasaanku. “Semuanya sudah berlalu, Honey. Jangan merusak hari bahagia kakakmu. Aku sudah menyiapkan hadiah untuknya, berikan ini padanya.” Refald memberiku sebuah tas besar berisi sebuah kotak yang terbungkus rapi dan cantik.


“Apa ini? Sejak kapan kau menyiapkannya? Aku bahkan tidak kepikiran apa-apa?” sungguh tak kusangka, Refald sangat perhatian pada seluruh keluargaku.


“Itu hanya buah tangan ciri khas negara Indonesia, Sakura pasti menyukainya. Dia suka beberapa makanan Indonesia. Setiap kali aku kemari, aku memang selalu membawakannya ini. Ayo kita masuk.”


“Kau sangat perhatian pada keluargaku, aku tidak tahu harus berkata apa, kau benar-benar mengagumkan.”


“Tentu saja aku mengagumkan, aku adalah satu-satunya menantu yang baik di rumah ini.” Refald tersenyum manis dan menuntunku masuk ke dalam rumah.


Aku langsung berdiri terpaku menatap sosok wanita cantik menuruni tangga dan datang menghampiriku. Tanpa sadar mataku berkaca-kaca karena aku tahu, wanita cantik nan elegan itu, adalah kakakku yang selama ini sangat aku rindukan.


Refald melepaskan genggaman tangannya seolah tahu apa yang hendak aku lakukan. Aku berlari masuk tanpa melepas sandalku dan memeluk kakakku dengan erat.


Sakura juga membalas pelukanku dan kami pun saling melepas rindu masing-masing tanpa banyak bicara. Sedangkan dua lelaki yang ada dibelakang kami hanya diam menyaksikan kami berpelukan setelah sekian lama tak bertemu.


“Kau cantik sekali, Shiyuri,” ucap kakakku sambil masih memelukku “Wajahmu mirip sekali dengan ibu. Aku hampir saja mengira bahwa kau adalah ibu.” Suara Sakura terdengar mulai terisak.


“Kakak juga sangat cantik, mirip seperti ayah.” Aku menangis bahagia dipelukan kakakku.

__ADS_1


“Terimakasih sudah mau datang kembali, aku sangat merindukanmu. Kau sudah besar sekarang. Refald tidak pernah mau memamerkan fotomu padaku. Jadi, aku hanya mengira-ngira saja, seperti apa dirimu. Tidak kusangka kau begitu manis dan juga cantik. Pantas si bodoh Refald itu tergila-gila padamu.” Kakakku bicara seolah-olah Refaldlah yang menjadi adiknya, bukannya aku.


“Kakak juga sangat cantik, Sauran juga berubah jadi tampan, kalian berdua memang pasangan yang serasi. Aku senang akhirnya kalian berdua bisa menikah.” Tiba-tiba saja senyumku memudar ketika aku mengingat tentang pernikahan Sakura.


“Ada apa? Kenapa wajahmu seperti itu?” ternyata kakakku memerhatikan perubahan mimik wajahku.


“Apa setelah menikah, kalian berdua akan tinggal di Hongkong?” tanyaku.


Sejujurnya, aku sangat khawatir jika ayah akan tinggal sendirian setelah Sakura menikah dengan Sauran karena mereka pasti akan tinggal di Hongkong.


“Tidak, Sauran akan tinggal di sini bersamaku untuk menemani ayah. Sebab Refald bilang, dia akan membawamu ke Swiss begitu kalian berdua menikah nanti. Jadi kuputuskan, salah satu dari kita harus tetap tinggal untuk menemaninya, sebab ayah tidak mau menikah lagi. Ayah sangat mencintai ibu sampai mati. Padahal, aku sudah menjodohkannya dengan ibu Tomoyo, kau ingat dia kan? Salah satu teman dekatku yang manis dan super super cantik. Namun, tetap saja ayah bilang tak akan ada yang bisa menggantikan posisi ibu di hati ayah.”


Aku melirik Refald dengan kesal. Dasar pembual, bisa-bisanya dia bilang pada Sakura akan memboyongku ke Swiss kalau kami menikah, batinku.


“Tentu saja tidak akan ada yang bisa menggantikan ibu di hati ayah, karena ibu sangat cantik dan baik hati. Tidak akan ada wanita lain yang pantas menjadi pendamping hidup ayah selain ibu. Jangan pernah lagi menjodohkannya. Sebab, meski ibu telah tiada, dia tetap hidup di hati ayah dan juga hati kita.”


Tunggulah sebentar lagi, Kak. Kau akan mendapatkan hadiah pernikahan yang tak akan pernah terlupakan. Kau juga Ayah, aku harap setelah hadiah pernikahanku tiba, kau akan jauh lebih bahagia meski tak ada ibu di sisimu. Pikirku dan Refald tersenyum simpul menatapku. Aku tahu dia membaca pikiranku.


“Ayah masih di kantor, sebentar lagi pasti ia pulang. Ayo kita ke kamarmu, sebaiknya kau istirahat saja. Kau pasti lelah, aku punya banyak kejutan untukmu. Kalian berdua pulanglah, aku akan menghabiskan waktuku dengan adikku.” Sakura benar-benar mengusir Refald dan Sauran.


“Apa barusan Sakura mengusir kita?” tanya Sauran pada Refald.


“Sepertinya begitu, ayo kita pergi, biarkan mereka melepas rindu masing-masing. Kau akan memiliki Sakura seutuhnya besok.”


“Kau benar, ayo ikut aku. Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu.” Sauran mengajak Refald pergi entah ke mana.


Sakura mengajakku ke lantai atas dan masuk ke dalam kamar yang disiapkan khusus untukku. Meski tidak luas, tapi aku suka dengan dekorasinya. Elegan dan nyaman, aku yakin Sakura sendiri yang sudah menyiapkan semua ini.


“Bagaimana? Kau suka kamarnya?” tanya Sakura yang memelukku dari belakang.


“Sugoiii, Sakura-chan arigatou.” Kami pun akhirnya saling mengobrol bersama dan bercanda ria.

__ADS_1


Akhirnya aku pulang kembali ke rumah, bersama dengan sejuta kenangan indah. Aku memang tidak tahu bagaimana menebus semua kesalahanku pada ayah dan kakakku. Aku hanya berharap, hadiah pernikahanku yang aku minta dari Refald, bisa menghapus semua kesalahanku dimasa lalu. Aku sungguh tidak sabar menunggu saat itu.


Malam itu, kuhabiskan waktuku dengan ayah dan kakakku Sakura. Kami bertiga begitu bahagia, kami bahkan tidur bertiga dalam satu kamar. Aku harap ibu bisa melihat momen kebersamaan kami di rumah ini.


Memang sudah banyak yang berubah di sini, tapi kami semua tetaplah sama. Aku sangat senang bisa berkumpul bersama lagi dengan kakakku Sakura dan juga Ayah. Momen ini adalah momen terindah yang ada dalam hidupku. Sejenak, aku bahkan tidak ingin kembali ke Indonesia dan ingin tinggal di sini bersama ayah, tapi aku harus segera menyelesaikan pendidikanku di sana.


BERSAMBUNG


****


maaf up nya telat ...



mampir di novel baruku ya .. dukung like, vote dan komentarnya ... terimakasih love you all ...



visual Sakura



Sauran



Fey/Shiyuri



Refald

__ADS_1


__ADS_2