Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
episode 231 Permainan Refald


__ADS_3

Sebuah pesta megah sedang berlangsung dikediaman rumah seorang mandor yang tidak lain adalah suami dari Riska. Begitu memasuki ruangan, terlihat lampu kelap-kelip sengaja dipasang disemua langit-langit plafon. Suasana pesta semakin meriah kala lantunan lagu dangdut koplo ala orang pedesaan diputar dan semua orang bergoyang mengikuti irama lagu tersebut. Mereka semua terlihat sangat menikmati pesta meriah ini.


Bau alkohol dan asap rokok juga menyengat dimana-mana. Beberapa orang yang ada dirumah ini tanpa malu beradegan tak senonoh disembarang tempat tanpa peduli dengan yang lain. Acara pesta ini benar-benar bebas sebebasnya dan bahkan lebih cenderung ke arah pesta yang menyesatkan.


Refald membawa istrinya masuk ke dalam bangunan rumah berlantai dua, dan bertengger dilantai atas mengamati orang-orang yang sedang berpesta serta berfoya-foya sambil menari ria dibawah sana. Sungguh pemandangan yang merusak mata Fey dan Refald saja.


“Mereka semua kampungan, sekali?” ujar Refald sambil memicingkan matanya.


“Mereka orang-orang kampung, wajar kalau bersikap layaknya orang kampung.” Fey masih menatap tajam orang-orang yang ada di bawahnya. “Bagaimana sekarang? Apa yang akan kau lakukan?”


“Ehm ... kita singkirkan dulu para nyinying itu untuk memancing si mandor keluar.”


“Bagaimana caranya? Jangan menggunakan kekuatanmu dulu.” Fey cemas kalau memaksakan diri mengguakan kekuatannya.


“Aku tidak akan memakai kekuatanku, Honey. Tapi aku akan pakai cara Leo saat mengerjai musuh-musuhnya.” Senyuman licik Refald membuat Fey bergidik ngeri. Kalau sudah mendengar nama Leo, pasti itu sesuatu yang tidak baik dan bisa dibilang gila.


“Kenapa firasatku tidak enak kalau Refald menyangkut-pautkan nama Leo,” gumam Fey lirih.


“Bersiaplah, Honey. Tetaplah disini dan jangan beranjak kemana-mana. Sebentar lagi pertunjukannya akan dimulai.” Refald menatap beberapa orang yang ada dibawahnya dan mulai menghitung mundur dengan jarinya. “Tiga ... dua ... satu!” Refald menjetikkan jari tersebut dan mendadak lampu mati sehingga kedaan otomatis jadi gelap gulita.


Semua orang panik kerena lampu mati tiba-tiba. Tidak lama kemudian, terdengar suara jeritan dari semua orang karena panik dan ketakutan. Bahkan sebagian dari mereka ada yang sampai melompat-lompat sambil berteriak kencang. Beberapa pertugas keamanan di rumah ini langsung sigap memeriksa ruang pusat kendali listrik untuk mencari tahu apa penyebab lampu mati dadakan. Semua orang jadi heboh sambil berteriak dan berlari kesana kemari. Secara otomatis, pestanya jadi kacau balau tak karuan.

__ADS_1


“Nyala!” Refald kembali menjetikkan jarinya sehingga lampu kembali menyala.


Fey langsung tersentak setelah ia bisa melihat apa yang terjadi dibawahnya. Bagaimana tidak? Ternyata, penyebab kehebohan dan kekacauan yang terjadi dibawah sana adalah munculnya kumpulan kecoak yang secara ajaib, memenuhi ruang pesta di lantai dasar rumah ini. Semua kecoak itu mengerumuni satu persatu orang-orang dibawah sana. Mereka semua merasa jijik dan juga panik melihat betapa banyaknya binatang jorok dan bau itu saat merayak ketubuh mereka.


“Aaaaaghhh! Hiiii kecoakkk!” suara teriakan menggema dimana-mana dan susana jadis anagt berisik akibat teriakan suara mereka.


“Pergi kau! Hiiii ....” teriak seseorang yang lansgung melompat keatas meja dan menjatuhkan semua benda diatasnya. Semakin bisinglah suasana di ruang pesta tersebut.


“Jangan dekati aku! Dasar binatang jelek!” ujar seorang cewek tomboy yang sepertinya ia sedang mabuk berat. “Kau mau melawanku, ha? Oke! Lihat jurus Jackie Chan yang baru aku pelajari, wachta ....” wanita itu merentangkan kedua tangannya seolah melayang terbang sambil mengangkat salah satu kakinya hingga sejajar dengan pinggangnya.


Matanya yang merah karena mabuk, terus saja menatap kecoak-kecoak yang datang tanpa permisi itu dan langsung mengerumuninya. Dengan gaya khas lebaynya, wanita tersebut menampol semua kecoak dengan tangannya sendiri. Ia menggunakan gerakan ala kungfu hustle yang biasa digunakan artis top China Stephen Chou saat berlaga. Tentu saja aksinya itu terlihat konyol dan aneh mengingat yang ia hadapi bukanlah manusia, melainkan hanya kumpulan kecoak biasa. Namun, wanita itu berakting layaknya sedang berkelahi dengan musuh besarnya saja. Sayangnya, kecoak yang ia singkirkan bukannya berkurang, tetapi malah semakin bertambah banyak jumlahnya sehingga wanita tersebut jadi kualahan.


“Ooohhh ... nantangin kau, ya? Belum tahu siapa aku, ha? Sini kau kutu kupret! Satu lawan satu! Beraninya maen keroyokan!” bentak wanita itu yang sudah hampir kehilangan kesadaran. Dan benar saja, beberapa saat kemudian, ia pun pingsan dikerubung kecoak-kecoak yang melintasi tubuhnya saat tak sadarkan diri dan tergolek dilantai.


Refald terkekeh melihat betapa paniknya semua orang bahkan tak sedikit pula diantara mereka yang sudah pingsan, salah satunya adalah wanita mabuk tadi. Semua orang behamburan keluar ruangan sambil berteriak kencang.


“Darimana kau mendapatkan kecoak-kecoak itu, Refald? Jumlah mereka banyak sekali?” mata Fey masih terbelalak melihat pemandangan menggelikan dihadapannya.


“Pak Po meminta rekan-rekannya untuk membantu membawakan semua binatang itu kemari, Honey. Aku tidak bisa menggunakan kekuatanku. Jadi, aku meminta pak Po agar mau membujuk rekan-rekannya bekerjasama denganku. Kau lihat Honey, dalam sekejap, pestanya bubar, haha.” Refald tertawa puas melihat orang-orang jadi kalang kabud meninggalkan pesta sesat itu.


“Wuahh, daebak! Inikah yang kau maksud dengan bermain-main? Mengacaukan pesta sesat itu dengan mengusir mereka semua dari sini menggunakan pasukan kecoak.” Fey ikut tertawa, ide suaminya memang aneh bin konyol banget. Tapi, tiba-tiba ia teringat sesuatu. “Tunggu! Tadi kau bilang menggunakan cara Leo? Apa diaselalu mendatangkan kecoak seeprti ini?” tanya Fey membayangkan Leo membawa banyaknya karung yang berisi kecoak semua lalu melemparkannya pada semua musuhnya.

__ADS_1


“Lebih dari itu, Honey. Leo bahkan pernah mendatangkan ratusan singa Leopard untuk menghabisi musuh-musuhnya. Sebaiknya, kau tidak lihat dia beraksi seperti itu daripada kau pingsan.”


Fey cuma manggut-manggut saja membayangkan betapa gilanya adik iparnya itu. Tapi itulah Leo, ia selalu punya cara tersendiri ketika menghadapi orang-orang yang menggangu ketenangannya.


Dari kejauhan, terdengar suara orang sedang marah-marah nggak jelas. Taka laam kemudian, ia pun muncul dari salah satu sudut ruangan dan langsung muntap setelah melihat pesta yang ia buat, kini jadi hancur berantakan.


“Ada apa ini? Apa yang terjadi?” teriak seseorang dengan lantang.


Amarahnya memuncak karena pestanya kini sudah hancur lebur. Sebagian besar orang-orang tadi sudah lari tunggang langgang keluar dari rumah ini dan hanya menyisakan beberapa orang saja, itupun mereka semua dalm keadaan pingsan alias tak sadarkan diri.


Mandor itupun juga terkejut melihat ada begitu banyak sekali kecoak dirumahnya. Ia pun segera memerintahkan anak buahnya untuk membasmi binatang yang susah dihancurkan itu.


“Cepat basmis emua kecoaknya itu!” bentaknya dan langsung dilaksanakan oleh pengawalnya.


“Jangan buru-buru dibasmi, lagi seru nih!” seru Refald dari lantai atas sambil menatap tajam mandor tersebut.


Mandor itupun terkejut karena ini pertama kalinya ada orang asing masuk kedalam rumahnya tanpa izin. “Siapa kau?” bentak mandor itu.


BERSAMBUNG


***

__ADS_1


maaf up-nya telat


__ADS_2