
Selama sepekan, Refald disibukkan mengurus dan menyiapkan segala hal yang dibutuhkan ayah mertuanya selama ada di tempat dimana ayah Fey harus beristirahat sementara sampai hari kelahiran cucunya tiba. Sebab, keinginan terakhir Mr. Kinomoto sebelum ia benar-benar harus meninggalkan dunia fana ini adalah menantikan kelahiran cucunya, yaitu anak dari Refald dan Fey.
Dengan segala upaya yang Refald bisa, ia menempatkan ayah mertuanya di sebuah rumah sakit ternama yang ada di Swiss. Dokter-dokter di negara ini sudah berpengalaman menangani berbagai macam penyakit dari banyaknya jenis pasien yang mereka tangani termasuk salah satunya adalah ayah Fey sendiri. Selama berada di sini, Ayah Fey bisa bertahan hidup sampai hari yang dinantikannya tiba karena rumah sakit ini memiliki fasilitas lengkap dan memadai untuk orang-orang yang ingin bertahan hidup sedikit lebih lama dari yang seharusnya diperkirakan meskipun itu sebenarnya adalah kehendak Sang Pencipta. Namun, tidak ada salahnya jika mencoba dan berusaha.
Rumah sakitnya sangat besar dan sedikit berbeda dengan rumah sakit pada umumnya. Bangunan gedungnya dibangun layaknya nuansa rumah persinggahan biasa yang dipenuhi dengan pepohonan rindang dan juga taman bunga. Hal itu bisa menambah kesan nyaman siapapun yang berada di tempat seperti ini, khususnya bagi pasien yang sedang dalam upaya pemulihan kesehatan seperti yang sedang dilakukan ayah mertua Refald. Kondisi fisik ayah Fey saat ini, sedikit menurun dari biasanya tapi ia tetap bertahan dan melakukan apapun yang dianjurkan dokter agar ia bisa tetap hidup agar suatu saat nanti bisa melihat cucunya dari anak Fey dan Refald. Sebab itulah, ia bersedia diboyong kemari.
“Ayah, kami akan pergi ke suatu tempat untuk beberapa urusan. Apa tidak apa-apa jika ayah di sini sendirian selama kami tidak ada? Apa Ayah ingin aku panggilkan Sakura supaya mau menemani Ayah di sini?” tanya Refald ketika ia berada di ruang perawatan ayah mertuanya yang sedang duduk bersandar diranjangnya sambil membaca koran. Selang infus juga terpasang ditangannya.
“Tidak perlu. Kalian berdua pergilah, jangan terlalu mencemaskanku. Besok Sauran yang akan datang kemari. Sakura baru saja melahirkan putri ketiganya, aku tidak ingin merepotkannya.”
“Benar, Ayah tidak apa-apa?” tanya Refald untuk memastikan.
“Aku bukanlah anak kecil yang harus kau jaga selama 24 jam penuh di tempat ini. Lagipula, ada banyak pengawalmu yang siap siaga bersamaku. Kau tidak perlu sekhawatir itu. Lakukan saja apa yang ingin kalian lakukan, jangan membuatku menjadi beban kelangsungan hidup kalian. Sekarang, kalian punya banyak hal yang harus kalian urus, selama aku di sini, aku pasti baik-baik saja. Ehm, tapi ... dimana Fey? Aku tidak melihatnya daritadi?” Mr. Kinomoto baru menyadari kalau putri kandungnya tidak datang bersama dengan Refald.
“Sebenernya dia ... sedang ada urusan diluar, sebentar lagi ... Fey akan datang kemari,” ujar Refald dengan tenang.
***
Disebuah tempat, tepatnya dipojokan dinding rumah Refald dan Fey. Ada sesosok makhluk astral yang terus saja berdiri dengan ekspresi seolah hidup enggan mati pun tak mau. Sosok tersebut berpindah-pindah tempat dari pojokan ke pojokan lainnya. Makanya kalau ada pasangan yang sedang mojok dipojokan, harus hati-hati, kali aja ada sosok makhluk astral tak kasat mata sedang bertengger di sana. Seperti yang dilakukan pak Po saat ini.
Melihat tingkah pola pak Po yang aneh itu, Fey hanya bisa menghela napas panjang. Ia sengaja membiarkan pak Po melakukan apapun yang dia suka dan tetap melanjutkan aktivitas memasaknya untuk membuatkan makanan kesukaan ayah dan suami tercintanya. Kadang kala, pak Po pun tiba-tiba saja muncul di atas meja sambil menunjukkan wajah nyeseknya sehingga kadang membuat Fey kesal, karena ia harus menunggu pak Po menyingkir dulu baru bisa memasak lagi.
Tidak ada yang bisa dilakukan Fey karena ia memahami pak Po sedang patah hati. Sekali lagi, pocong tampan pak Po, sedang patah hati akut karena kekasihnya Rosalinda Divani, menolak menikah dengannya karena alasan kedua dunia mereka, berbeda.
Seketika itu, dunia pak Po pun runtuh, hancur tak berbekas. Dia tidak pernah menyangka, wanita yang dicintainya, tak bisa dimilikinya meskipun pangeran dan putrinya bersedia membantunya. Namun, Rosalinda marah saat tahu bahwa pak Po bukanlah manusia, wanita itu tidak ingin dianggap gila karena menikah dengan makhluk tak kasat mata. Sebab itulah Di menolak lamaran pak Po.
Sejak pertemuannya dengan kekasih pak Po waktu itu, Fey meminta Refald agar menyuruh pak Po mengungkapkan jati dirinya pada kekasihnya mengenai siapa dia sebenarnya. Tanpa pak Po tahu bahwa kekasihnya itu sebenarnya sudah tahu siapa pak Po. Fey memang sengaja memberitahu Di untuk berpura-pura tidak tahu dan menolak saja lamaran pak Po demi kebaikan keduanya. Kerena untuk memenuhi keinginan keduanya, Di harus bermain drama bersama dengan Fey dan Refald. Walau sangat berat hati, kekasih pak Po menuruti apapun yang dikatakan Fey padanya termasuk menolak lamaran pak Po.
Dan sekarang, disinilah pak Po. Si Pocong tampan yang lagi patah hati, dia terus saja ngrecoki Fey saat istri Refald itu sedang sibuk memasak. Pak Po sekarang terlihat lebih mirip anak kecil yang sedang ngambek karena tidak diberikan jajan oleh ibunya.
“Menyingkir dari situ, pak Po? Aku tidak bisa menyelesaikan semua ini jika kau terus saja timbul tenggelam seperti itu?” seru Fey. Ia sudah tidak bisa bersabar lagi menghadapi pasukan dedemit suaminya yang satu ini.
“Jangan melarangku Putri, aku sedang patah hati,” ujar pak Po seenaknya dan masih memasang wajah melas.
Ingin rasanya Fey menghajar pak Po dengan spatula yang ia pegang, tapi Fey sadar hal itu akan sia-sia karena pasti pak Po jadi tembus pandang. Spatulanya tidak akan bisa menyentuh sosok pak Po.
“Berhenti bersikap kekanak-kanakan, pak Po. Apa kau tidak ingin bergabung dengan rekan-rekanmu? Aku dengar mereka sedang mengintai para bidadari yang turun dari khayangan mandi di perairan pelangi. Pergilah ke sana, dan carilah pasanganmu dari dunia yang sama. Lupakan wanita Norwegia itu!” bujuk Fey.
“Aku bukan anak kecil Putri! Dan jangan menyuruhku melakukan hal-hal yang tidak ingin aku lakukan. Anda tahu sendiri, betapa hancur dan sakitnya hati ini, Putri. Anda mungkin tidak bisa merasakannya karena Pangeran Refald tidak pernah menyakiti anda. Hanya kebahagiaanlah yang Pangeran berikan pada anda. Jangan mencoba membujukku karena anda tidak tahu bagaimana perasaanku saat ini.”
“Tahu, siapa bilang Refald tidak menyakitiku? Dia pernah membuatku patah hati sebelum jatuh cinta padanya saat ia meninggalkanku tanpa alasan dulu. Tapi, aku tidak sepertimu yang terlihat berantakan seperti ini. Kau hantu fenomenal pak Po, kau juga punya paras rupawan, kau bisa menggaet hantu wanita lainnya. Apa kau mau aku carikan?”
__ADS_1
“Tidak mau!” jawab pak Po cepat. “Aku hanya ingin bersama, Rosalinda. Aku tidak mau wanita lain!” Pak Po semakin ngambek saja.
Fey sendiri hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal melihat tingkah konyol salah satu pasukan dedemit suaminya ini.
Entah kenapa aku jadi teringat Leo kalau pak Po bersikap begini? Dasar setan alas! Batin Fey dalam hati.
“Baiklah, terserah kau saja! Setelah ini aku dan Refald akan pergi ke pesta pernikahan Eric dan sahabatku Nura di situs Budaya Zoya, kau ingat? Bekas bencana yang terjadi beberapa tahun silam, kini dirubah Refald menjadi situs budaya dan tempat wisata unik. Eric akan melangsungkan pernikahannya disana. Kau harus datang untuk mengawal kami. Sebab, Eric pasti akan menanyakan dirimu jika kau tidak ikut dengan kami. Kecuali kalau kau ingin aku memberitahunya bahwa seorang pak Po, hantu yang paling ditakuti, sedang patah hati.” Ada sedikit ancaman dari nada bicara Fey.
“Tapi putri, bagaimana bisa anda memaksaku ikut dengan kalian ke pesta pernikahan sementara aku sendiri gagal menikah? Tidakkah itu sangat kejam, Putri?” protes pak Po. Kini, wajahnya terlihat nyesek banget.
“Justru aku ingin kau cepat move on, pak Po. Sampai kapan kau seperti ini? Sudah sepekan berlalu sejak wanita Norwegia itu menolakmu. Ayolah, kau pasukan terkuat suamiku? Apa kata dunia lain jika kau lembek, begini? Nama bekenmu bisa runtuh jika semua orang tahu kau potek akut hanya karena ditolak manusia yang biasanya takut akan keberadaan kalian.”
Pak Po terdiam, kali ini dia sudah berpindah tempat dipojokan dapur. Apa yang dikatakan istri pangerannya memang benar, apa kata teman-temanya jika ia jadi hancur gara-gara manusia, seorang wanita pula. Bagaimanapun juga, reputasi pak Po sangat dipertaruhkan di sini. Selain itu, kemanapun Refald pergi, pak Po memang harus selalu mengawalnya, karena memang itu sudah tugasnya tak peduli apapun keadaannya.
“Baik Putri,” ujar pak Po lirih dan langsung menghilang entah kemana.
Fey tersenyum simpul karena drama tahap pertama sukses. “Kau dengar itu, Suamiku?” gumam Fey. Ia yakin Refald mengetahui apa yang terjadi meski suaminya itu tidak ada di sini bersamanya.
***
Mengetahui apa yang sedang terjadi dirumahnya, Refald hanya tersenyum dan pamit undur diri dari ruang peristirahatan ayah mertuanya. Ia pun pergi menemui pamannya Byon karena ayah Leo itu ingin mendiskusikan sesuatu dengannya. Dalam sekejap mata, Refald sudah ada di istana pamannya yang lokasinya ada di Jerman.
“Ada apa Paman, kenapa ingin bertemu denganku?” tanya Refald saat ia sudah ada di ruang kerja Byon.
“Apa yang sedang dilakukan adik kesayanganmu itu? Dia ingin menikahi gadis desa yang tidak jelas asal usulnya? Kenapa kau membiarkannya?” seru Byon dengan nada tinggi. Selama ini, Byon meminta Refald mengawasi semua pergerakan Leo agar terhindar dari marabahaya apapun.
Sepertinya Byon kesal karena mendadak Leo meminta izin menikah dengan wanita yang baru saja berhasil dipaksanya menjadi kekasihnya. Siapa lagi kalau bukan Shena yang kisah detailnya ada di playboy jatuh cinta (the king in love).
“Dia bukan gadis desa biasa, Paman.” Refald masih bersikap tenang menghadapi pamannya.
“Apa maksudmu?” tanya Byon. Alisnya terangkat mendengar ucapan Refald.
“Gadis yang ingin dinikahi Leo, adalah Shena Bonscha, putri dari sahabat Paman sendiri, Narendra Bonscha.” Refald tersenyum sambil menuangkan red wine yang ada di meja pamannya.
“Apa?” Byon langsung tertegun sesaat. Laki-laki paruh baya itu langsung menelepon anak buahnya. “Halo, kirim semua foto tentang keseharian kekasih Leo dan segera kirim padaku, siapkan pesawat untukku secepatnya. Aku akan pulang ke Indonesia, kalau bisa hari ini juga.” Byonpun menutup sambungannya. “Dasar bocah tengik! Beraninya dia mengambil keputusan seenak jidatnya sendiri! Dia pikir dia itu siapa?” ujar Byon kesal. Ia meneguk red wine yang dutuangkan Refald untuknya dan hendak bersiap pergi, tapi langkahnya dicegah oleh Refald.
“Tapi saat ini, Shena tidak mencintai Leo, Paman. Putramu yang nggak ada akhlak itu memaksa Shena supaya mau menikah dengannya. Kenapa Paman tidak menguji cinta mereka dulu sebelum akhirnya menyatukan mereka kembali. Sekaligus melatih Leo agar ia bisa bersikap lebih dewasa lagi dan bertangungjawab pada wanita yang dicintainya.”
Kata-kata Refald sukses menghentikan niat Byon yang hendak langsung menemui Shena untuk memeluk putri dari almarhum sahabatnya yang sudah bertahun-tahun lamanya ia cari kemana-mana tapi tak juga menemukannya. Tidak disangka, sekarang putranya sendirilah yang berhasil menemukan Shena terlebih dulu, tentu saja dengan bantuan campur tangan Refald.
“Hemmm ... apa Leo, sudah tahu siapa sebenarnya Shena?” tanya Byon.
__ADS_1
“Tahu, tapi dia masih belum tahu seberapa pentingnya Shena bagi Paman. Aku punya rencana besar untuk mereka. Akan ada banyak badai yang menghantam cinta keduanya Paman, termasuk bayang-bayang kematian yang selalu siap menghantui keduanya terlepas dari banyaknya musuh yang mengintai Leo, tapi Paman jangan khawatir. Leo sudah bukan anak kecil lagi, dan pasti bisa mengatasi para musuh-musuhnya. Apalagi, Paman sudah membekalinya dengan kekuatan yang melebihi Paman sendiri. Aku yakin dia akan baik-baik saja selama ada aku yang juga akan selalu menjaganya dari jauh.” Refald meyakinkan pamannya agar tidak terlalu mengkhawatirkan putra semata wayangnya.
Apa yang dikatakan keponakannya memang benar. Saat ini, Shena tidak mencintai Leo, tapi Leo sangat mencintainya. Apalagi, Byon sangat ingin Shenalah yang menjadi menantunya. Namun, ia harus bersabar menunggu sampai saat itu tiba. Byonpun menyetujui usulan Refald dan menantikan cinta Shena tumbuh untuk Leo, lalu menguji seberapa kuat cinta keduanya.
“Kau selalu benar, Refald. Beritahu Xiaonai untuk mencari informasi seputar kehidupan Shena sedetail-detailnya tanpa ada yang terlewat dan segera kirimkan datanya padaku. Aku serahkan cecunguk gila itu padamu. Si bodoh Leo memintaku datang di acara pertunangannya. Dasar anak nggak ada akhlak!” seru Byon.
Wajah tegangnya berubah sumringah untuk pertama kalinya setelah puluhan tahun lamanya, itu karena peri kecil yang dulu dicari-carinya, sebentar lagi akan menjadi menantunya. Byon bahkan sampai tak berani menatap Refald untuk menyembunyikan betapa bahagianya Byon saat ini. Rasa bersalahnya pada sahabatnya, kini akan segera ia tebus dengan hadirnya Shena di dalam keluarganya.
“Aku sudah menyuruh Xiaonai melakukannya sebelum datang kemari, Paman. Tinggal tunggu hasilnya. Saranku, biarkan Leo yang mengatasinya.” Refald hanya memandangi pamannya yang berdiri membelakanginya. “Aku tahu Paman bahagia saat ini, tak perlu ditutupi lagi dariku. Bila saatnya tiba, aku akan menceritakan kisah kalian pada Shena dan Leo tepat setelah mereka berdua menikah.”
Byon berbalik arah dan menatap Refald. Matanya sudah berkaca-kaca saking bahagianya. “Kau memang luar biasa hebat dalam segala hal Refald, kau adalah keponakanku yang paling aku sayang.”
“Aku tahu, Paman. Berkat Paman pula aku bisa menemukan cintaku kembali. Karena itu aku ingin Leo juga begitu. Serahkan semuanya padaku.”
Byon mengangguk pelan dan menepuk bahu Refald. “Aku harus segera pulang ke Indonesia. Sudah lama aku tidak mengunjungi makam sahabatku yang sebentar lagi akan menjadi besanku.” Byonpun pergi sambil menyeka air matanya lalu masuk masuk ke dalam kamar pribadinya.
Di dalam ruangan yang besar dan megah ala bangunan istana kaum bangsawan pada umumnya, Byon memberitahu istrinya, Biyanca mengenai kabar menggembirakan ini. Tentu saja minus rencana Refald soal ujian cinta Leo dan Shena. Byon tidak ingin Biyanca merusak rencananya dengan Refald jika istrinya tahu tentang apa yang akan ia lakukan pada Shena dan Leo nanti.
BERSAMBUNG
***
Setelah ini masuk dunia fantasi antara pernikahan pak Po dan kekasihnya, nantikan kisah konyol mereka ya ... Fey benar-benar ngerjain habis pak Po. Novel ini akan tamat di episode 300. Mudah-mudahan gak bosan ya ... dan kalau nggak ada halangan, aku bikin kisah anaknya Refald dan Fey juga nanti, tapi gak tahu kapan. Cuma rencana aja yang memang sebenarnya sudah aku rencanakan dari dulu dan belum terlaksana karena waktu.
Semangatin aku dong ...
Terimakasih yang sudah mendukungku karya nggak jelasku ini. Dan jangan lupa tanggal 9 April Si Leo somplak dan nggak ada akhlak beraksi lagi. Love you all forever ...
visual Rosalinda Divani
pak Po
Fey yang kesal dengan pak Po
__ADS_1