Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
episode 169 Musafir Cinta


__ADS_3

Istana raja iblis mulai runtuh, semua pasukan Refald tak bergeming dari tempatnya karena sang pangeran mereka juga tetap berada diposisinya sambil memeluk Fey dengan erat, agar istrinya itu tak tertimpa reruntuhan bangunan. Pasukan Refald siap menunggu perintah Refald selanjutnya disela-sela reruntuhan yang menembus jiwa mereka. Sesekali mereka juga mengamati bencana banjir bandang yang sedang meluluhlantakkan perkampungan Setan.


Sedangkan Leo dan Shena, tetap aman karena penghalang yang dibuat Refald tak dapat ditembus oleh reruntuhan itu. Ia pun hanya bisa diam menyaksikan keajaiban yang terjadi dunia lain ini. Leo menatap kakaknya tak bergerak dari tempatnya dengan segudang rasa yang terpendam.


“Kalian semua!” seru Refald pada seluruh pasukannya. “Pergilah, dan lindungi orang-orang yang bisa kalian lindungi.” Refald berbicara sambil menatap Fey.


Istrinya ini masih diam terpaku dan tenggelam dalam pikirannya karena menyaksikan kenangan demi kenangan raja Gengishkhan bersama dengan wanita pujaannya yang mati mengenaskan di depan matanya sendiri sementara sang kekasih tak berdaya dan tak bisa menyelamatkan wanita yang amat sangat dicintainya.


Fey tak bisa membayangkan jika hal yang sama, terjadi pada dirinya dan juga Refald. Hanya melihatnya saja, rasa sakit yang dirasakan raja iblis itu begitu perih sampai ia tak bisa lagi menggambarkannya.


“Tapi Pangeran ... bagaimana dengan anda dan juga Putri?” tanya salah satu pasukan dedemitnya. Mereka semua mengkhawatirkan Refald dan juga Fey.


“Kami baik-baik saja, aku akan tetap berada di sini sampai bencana itu berakhir.” Suara Refald masih terdengar gemetar seolah sedang menahan sesuatu yang berat. “Leo,” ujar Refald pada Leo yang masih diam terpaku sambil memeluk tubuh Shena. “Kau tidak keberatan jika di sini sedikit lebih lama sampai aku mengembalikan kalian berdua kedunia nyata?” tanya Refald tanpa menoleh pada Leo.


“Aku akan selalu bersamamu sembari menunggu Shena terjaga.” Leo menatap kakaknya penuh makna.


Walau posisi Refald sedang membelakanginya, Leo sangat tahu kalau kakak kesayangannya sedang dirundung kesedihan yang mendalam. Begitu juga dengan dirinya, ia bisa merasakan apa yang dirasakan raja Gengishkhan melalui cerita yang dikisahkan Refald. Bahkan Leo mungkin akan melakukan hal yang sama seperti yang Raghu lakukan jika sampai Shena dalam bahaya besar. Bisa jadi Leo bakal akan lebih parah dari Raghu.


Apa yang terjadi pada Raghu, semata-mata karena ia begitu mencintai Zoya dan tak akan pernah bisa terima jika ada orang lain yang menyakitinya, siapapun itu. Apalagi sampai membunuhnya. Zoya hadir sebagai penerang hidup Raghu, tetapi penerang itu telah dilenyapkan oleh orang-orang jahat yang tak punya hati nurani dan tak pantas disebut sebagai manusia.


Kekejaman yang penjahat itu lakukan telah membangkitkan rasa sakit hati begitu besar sehingga manusia seperti Raghu berubah menjadi iblis yang menakutkan. Saking menakutkannya, lebel manusia yang melekat dalam diri Raghu menghilang dan berganti nama menjadi iblis Gengishkhan yang terkenal bengis dan kejam. Kekuatan cinta Raghu dan Zoya punah, hilang dan berganti dengan kebencian yang menimbulkan banyak bencana dimana-mana.


Semua pasukan Refald mulai menghilang bersamaan dengan suara jeritan dan tangis warga minta tolong. Suara-suara mereka terdengar menggema ditelinga.


“Suara apa itu?” tanya Leo bingung, terkejut dan juga tidak menyangka bisa menyaksikan hal luar biasa begitu reruntuhan istana ini sirna didepannya.


“Diam saja disitu! Ingat apa yang aku katakan!” cetus Refald memperingatkan Leo.

__ADS_1


Tiba-tiba saja, keempat orang itu sudah berada ditengah-tengah hutan belantara tepat di saat istana raja Gengishkhan sirna bersamaan dengan kenangan kisah kelamnya yang amat sangat tragis.


Gemuruh besar dan getaran yang mengguncang kuat daratan disertai dengan hujan deras menandakan alam yang sedang mengamuk atas apa yang sudah dilakukan manusia. Mereka semua menebang hutan sembarangan dan menyalahgunakan keindahan alam sebagai tempat untuk melakukan hal-hal yang tak sepantasnya dilakukan.


Bencana itu benar-benar datang dan terjadi tepat di depan mata Leo, Refald dan Fey yang berada di atas perbukitan jauh dari perkampungan. Berbeda dengan kakak dan kakak iparnya, Leo jauh lebih shock berat menyaksikan betapa dahsyatnya bencana itu. Dari ketinggian, ia bisa melihat sendiri bagaimana amukan alam itu memusnahkan semua perkampungan yang sudah dikutuk itu. Semuanya binasa tak berbekas bahkan tak ada satupun makhluk yang bisa selamat dari bencana itu.


“A-apa itu?” tanya Leo takjub. Mulutnya bahkan menganga lebar melihat semua kejadian mengerikan yang ada dihadapannya.


“Keserakahan, kekuasaan, kekayaan yang diperoleh secara instan tanpa melalui usaha, kerja keras dan doa, tidak akan membawa kejayaan apapun, yang ada malah akan menimbulkan kehancuran, kerusakan dan penderitaan akibat ulah mereka sendiri kerena telah memilih jalan yang salah.” Refald berbicara sambil menatap dahsyatnya amukan alam atas apa yang dilakukan oleh manusia itu sendiri. Mungkin sudah saatnya, kampung itu kembali ke tanah seperti sediakala. “Raghu hanyalah korban dari kejahatan dan ambisi manusia yang tak pernah bersyukur atas apa yang mereka miliki. Dan inilah yang terjadi sekarang. alam menghukum mereka atas apa yang mereka lakukan.” Refald masih mengepalkan tangannya dengan kuat karena tak bisa melakukan apa-apa selain menyaksikan apa yang melanda perkampungan itu. Sudah dapat dipastikan ada banyak sekali korban jiwa dari bencana yang melanda.


“Lalu, bagaimana dengan teman-teman kuliahku? Mereka semua ada di sana!” ujar Leo mulai mengkhawatirkan Roy dan yang lainnya.


Refald tidak langsung menjawab pertanyaan Leo karena ia sendiri belum bisa memastikan berapa banyak orang yang bisa diselamatkan oleh pasukannya dari kekuatan bencana itu.


Fey hanya menatap wajah suaminya dengan tatapan kosong yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Tanpa sadar, gadis itu berbalik arah menuju tempat yang sempat menjadi singgasana istana kerajaan raja Gengishkhan yang sudah sirna.


“Iya, Putri. Perintahkan apa yang anda inginkan.” Pak Po pun menundukkan kepalanya tanda siap menerima perintah dari Fey selaku istri pangerannya.


“Ambilkan aku bunga marigold sebanyak yang kau bisa dan bawakan kemari,” ujar Fey dengan nada suara lirih. Wajahnya terpancar kesedihan yang begitu dalam sampai suara Fey saja terdengar memilukan hati yang mendengarnya.


Walau tidak mengerti maksud dari perintah Fey, pak Po pun menghilang untuk melaksanakan perintah istri pangerannya.


“Marigold?” tanya Leo.


“Ada beberapa filosofi yang terdapat dalam bunga itu," terang Fey sambil berkaca-kaca. "Pertama adalah ... keputusasaan serta kesedihan karena telah kehilangan cinta. Kedua, persembahan yang sangat suci untuk para dewa, dan yang terakhir ... mengingat orang yang sudah tiada. Nama Zoya memiliki arti yang indah yaitu ‘cinta ... kehidupan’. Meski di dunia ini Zoya tak bisa hidup bahagia bersama dengan Raghu, aku hanya bisa berharap melalui bunga marigold yang akan aku hadiahkan pada mereka, keduanya dipersatukan kembali di kehidupan berikutnya, karena ... mereka berhak bahagia.” Kata-kata Fey begitu mengena dihati Refald dan Leo sebagai laki-laki yang memiliki perasaan sama seperti Raghu terhadap wanita yang dicintainya.


Perlahan, Refald mendekati Fey dan berdiri disampingnya bertepatan dengan datangnya pak Po membawa segudang bunga marigold yang diminta Fey.

__ADS_1


Tiba-tiba, didepan Fey dan Refald berdiri, muncullah sumber mata air kecil yang semakin lama, semakin melebar dan berbentuk seperti kolam. Mata air itu terus muncul dan semakin lebar. Dalam hitungan menit, air tersebut berubah bentuk menjadi kolam kecil yang indah seolah tahu, bahwa marigold layak ditaburkan diatasnya.


Refald dan Fey saling memandang meski awalnya mereka agak sedikit terkejut dengan munculnya kolam tak terduga itu. Dengan hati yang terdalam, mereka berdua menaburkan bunga marigold hingga permukaan kolam itupun penuh dengan bunga yang memiliki filosofi seperti yang digambarkan Fey.


“Sekarang aku tahu, seperti apa dunia kalian berdua. Aku ... Leopard Bay Pyordova, akan selalu mencintai Shena Narendra Boscha, walau apapun yang terjadi.” Leo bangun berdiri dan menggendong tubuh Shena yang masih lemah berjalan mendekat ke arah Fey dan Refald berdiri. “Semoga jiwa kalian berdua dan cinta yang pernah kalian punya, tetap abadi selamanya,” ucap Leo dengan sepenuh hati.


Fey dan Refald langsung tercengang tak percaya, seorang Leo yang terkenal nggak ada akhlak, bisa berbicara layaknya seorang musafir cinta.


BERSAMBUNG


***


Maaf upnya telat, kasih semangat dong ... terimakasih untuk semua yang sudah memberikan hadiah baik berupa poin atau koin. Terutama yang ngasih kisah halu fantasi ini dengan hadiah hati. Aku seneng banget, maaf juga yang sudah aku palak ya ... Leo yang ngajarin hehe ...


Pokoknya aku berterimakasih banget atas dukungan kalian semua. Love you all ...


Maaf banget kalau selama ini aku gak sempat bales komentar kalian satu persatu, aku orangnya nggak pandai berkata-kata. Bisanya cuma berhalu aja. Tapi jika ada waktu luang pasti bakal aku balas komentar kalian. Love love you all pokoknya.



visual Raghu



visual Zoya


__ADS_1



__ADS_2