
Tak butuh waktu lama bagi Rey untuk sampai di sekolah. Sebab, lokasi rumah Rey hanya bisa ditempuh dalam jarak 30 menit saja. Saat memasuki gerbang depan dan memarkir mobil volvo silver milik ayahnya diparkiran, Rey merasakan suasana sedikit heboh disini. Semua orang sibuk berbincang-bincang membicarakan seseorang yang tidak Rey kenal.
“Eh, tadi aku lihat si Iran loh, dia sedang dalam perjalanan naik angkot bersama teman-temannya kemari. Kayaknya dia udah sembuh setelah ambil cuti sebulan,” ujar salah satu siswi yang berjalan dihadapan Rey. Mereka tidak sadar kalau Rey ada dibelakangnya.
“Benarkah? Pantesan semua cowok di sekolah pada dandan kece semua. Biasanya buluk-buluk dan kucel, bahkan ada yang sampai nggak mandi segala. Lah hari ini mereka kelamis-kelamis semua, minyak apa yang mereka pakai, ya? Baunya nyengat banget. Entah berapa botol parfum yang mereka semprotkan ke tubuh mereka hanya karena menyambut kedatangan si Iran,” sahut siswi lainnya.
“Ya wajarlah, kan Iran udah sebulan nggak nongol, dan hari ini banyak yang lihat dia lagi nunggu angkot di pinggir jalan sama teman-temannya. Pasti semua cowok pada heboh cari perhatian sama dia. Habis dia cantik banget, sih. Cowok mana yang nggak suka sama dia?”
“Aku heran, banyak banget cowok kece yang suka sama dia. Bahkan ketua OSIS secara terang-terangan juga nyatain cinta ke dia, kenapa ditolak ya?”
“Masa kamu nggak tahu, kan Iran sendiri yang bilang kalau udah ada orang yang dia suka. Kitanya aja yang nggak tahu cowok seperti apa yang disukai Iran itu.”
Itulah pembicaraan yang berhasil dicuri dengar oleh Rey. Ia hanya tertawa sinis mendengar teman-teman sekolahnya membicarakan siswi tercantik di sekolah ini.
“Bagiku, hanya Rhea yang tercantik,” gumamnya pelan. Ia tidak sabar menunggu pulang sekolah agar bisa segera bertemu dengan istri ghaibnya.
Seluruh teman-teman Rey langsung menyapanya begitu melihat Rey berjalan menuju kelasnya.
“Hai Rey,” sapa Malco yang juga baru saja tiba. “Kenapa hari senin kemarin kau tidak masuk sekolah? Apa yang terjadi? Kevin bilang, kalian sedang dikejar-kejar harimau dan kau memisahkan diri untuk menyelamatkan mereka. Kami pikir terjadi sesuatu padamu, makanya kami datang kerumahmu. Tapi tidak ada siapapun disana?” ujar Malco sambil berjalan beriringan dengan Rey. Sebenarnya Malco agak sedikit risih karena semua cewek-cewek di sekolah pada ngelihatin Rey seolah ingin menyerangnya.
“Kau kerumahku? Untuk apa?” tanya Rey agak sedikit terkejut.
“Tentu saja, kami khawatir padamu. Tiba-tiba saja tidak ada kabar darimu. Tapi syukurlah kalau kau baik-baik saja, tadinya kami berencana akan kerumahmu lagi setelah pulang sekolah nanti. Dan jika amsih belum ketemu jua, kami bakal lapor petugas perhutani untuk mencari tahu keadaanmu. Sepertinya tidak jadi.” Malco tertawa senang karena melihat Rey tidak kenapa-napa. Sebab ia juga sedikit merasa bersalah meninggalkan teman-temannya hanya karena para wanita-wanita lemah itu kemrin
Rey tak menyahut obrolan Malco. Ia hanya tersenyum senang. Tidak mungkin ia bilang pada temannya ini kalau ia bolos sekolah untuk menikah. Pasti langsung gempar dan tidak akan ada yang percaya. Lagipula, peraturan di sekolah ini tidak memperbolehkan siswa siswinya manjalin hubungan pernikahan dengan siapapun. Kalau melanggar, pasti bakal di DO.
“Rey, kau dengar aku tidak?” senggol Malco karena yang diajak bicara cuma cengar-cengir kuda. “Apa yang terjadi? Aku perhatikan, kau lagi senang sekarang?”
Belum sempat Rey bersuara, tiba-tiba saja ada seorang siswi bertubuh tinggi, ramping, putih dan wajahnya lumayan manis, datang mendekat menghadang langkah Rey dan Malco. Tanpa basa-basi, siswi tersebut memberikan sekotak coklat pada Rey sambil tersipu malu.
“Apa ini?” tanya Rey jutek.
“Tolong terimalah,” ujar gadis itu sambil menundukkan wajahnya karena malu.
“Maaf, tapi aku tidak bisa menerima barang pemberian orang lain, minggir!” nada suara Rey terlihat kesal tapi gadis itu masih saja tidak bergeming dari tempatnya. “Aku bilang, minggir!” sengal Rey makin kesal.
“Tolong terimalah Rey, aku nggak bermaksud apa-apa. Ini cuma hadiah kecil, aku bakal seneng banget kalau kamu mau nerima hadiah ini. Aku ikhlas kok!” siswi ganjen tersebut mencoba mayakinkan Rey supaya mau menerima hadiah darinya.
Rey menatap sekotak coklat itu dan menerimanya, tapi dengan senyum sinisnya ia langsung menyerahkan kotak coklat tersebut pada Malco. Mulut Malco menganga tak percaya karena baru kali ini ada orang mau memberinya sekotak coklat besar. Ia menyahut kotak coklat pemberian Rey dan langsung membukanya lalu melahap isinya. Kebetulan, Malco juga belum sarapan.
“Loh, kok dikasihkan Malco?” tanya siswi itu agak marah.
__ADS_1
“Huh, berarti kau nggak ikhlas!” Rey tertawa mengejek.
“Bukan begitu ....”
“Jangan sekali-kali kau muncul dihadapanku lagi, jika tidak ... akan kupatahkan semua tulang-tulangmu. Camkan itu baik-baik.” rey pergi meninggalkan sisiwi ini begitu saja sambil menatap tajam mata siswi tersebut.
Kilatan mata Rey membuat takut siswi yang berdiri gemetar dihadapannya. Ia bahkan langsung menangis di tempat. Malco yang sempat memakan sebagian kecil coklat pemberiannya jadi tidak tega dan mengembalikan lagi coklat itu pada pemiliknya.
“Nih, aku balikin. Nggak perlu nangis lagi. Malah ancur itu muka kamu,” ujar Malco tanpa dosa.
“Dasar bengek, kau! Sini!” siswi itu menyahut kasar kotak coklat miliknya dan berlalu pergi sambil menangis tersedu-sedu.
“Dasar cewek aneh. Tahu gitu aku habisin aja coklatnya tadi. Auuh ... gigiku kok kemeng, ya? Wuah, itu coklat pasti ada apa-apanya.” Malco pun berlalu pergi menyusul Rey sambil memegangi pipinya yang sakit.
“Rey! Tunggu aku!” teriak Malco dan akhirnya berhasil menyusl temannya. “Kenapa kau jahat banget sama Mira. Kemarin kalian baik-baik saja. Sudah jelas kalau Mira suka banget sama kamu.”
Rey hanya menjawab dengan senyuman pertanyaan Malco. Saat ini yang ada di hati Rey cuma Rhea seorang. Tidak mungkin ia bisa melirik wanita lain selain istrinya. Untunglah kini ia sudah sampai di kelas dan lagi-lagi, semua orang sedang membahas kedatangan Iran. Hal itu semakin membuat Rey penasaran tentang siapakah sosok Iran sebenarnya. Apa istimewanya dia sampai semua orang membicarakan kehadirannya.
“Oey, Malco. Siapa sih si Iran itu? Kenapa semua orang membicarakannya?” tanya Rey saat keduanya sudah berada di dalam kelas.
“Kenapa?” Malco malah balik bertanya pada Rey. “Kau mulai tertarik padanya, ya? Kau bilang semua wanita yang ada disini tidak ada yang menarik bagimu. Apa kau berubah pikiran?” godanya.
“Huh, hanya ada satu wanita yang sudah berhasil menarik perhatianku. Jadi kau jangan salah paham. Aku hanya penasaran, itu saja.”
“Dia ... sangat cantik.” Rey tersenyum lagi. “Siang nanti aku akan menemuinya. Kalau kau penasaran secantik apa dia, datang saja kerumahku nanti sore. Akan aku kenalkan kau padanya.”
“Sebenarnya ... apa yang terjadi, sih? Kalau kau sekarang baik-baik saja, kenapa kau kemarin tidak masuk sekolah? Hari ini kau juga terlihat sangat senang dari biasanya, tapi bersikap jutek pada wanita yang mencoba mendekatimu. Ini ... aneh sekali. Jangan-jangan telah terjadi sesuatu kemarin.”
Lagi-lagi, Rey membalas tebakan Malco dengan senyuman misteriusnya. Memang benar apa yang dikatakan Malco, telah terjadi sesuatu pada Rey saat ini. Ia sudah tidak lagi sendiri karena kini, Rey sudah punya istri walau status pernikahan mereka hanya diakui di dunia lain saja.
***
Iran bergegas menuju kelas karena sebentar lagi bel masuk sekolah akan segera berbunyi. Ia langsung duduk disebelah cewek yang sedang menangis tersedu-sedu diatas bangku. Tidak ada seorang pun yang bisa menenangkannya sejak tadi. Semua orang yang ada di dalam kelas hanya diam kebingungan melihat cewek yang tak lain adalah Mira itu menangis sendirian.
“Apa yang terjadi padanya?” tanya Iran pada teman-teman sekelasnya.
“Tadi dia ngasih sesuatu ke cowok baru, tapi si cowok baru kayaknya jahat banget sama dia sampai bikin Mira nangis kayak gitu,” terang salah satu temannya.
“Cowok baru? Dimana dia?” tanya Iran mulai marah. Mira adalah sahabat dekat Iran, ia tidak akan membiarkan siapapun menyakiti teman-temannya.
“Ada di kelas sebelah,” jawab temannya lagi.
__ADS_1
Tanpa pikir panjang dan mencari tahu siapakah cowok baru yang dimaksud teman-temannya, Iran si gadis cantik yang tidak lain adalah Rhea, istri ghaib Rey sendiri, langsung menuju kelas sebelah dan berniat bikin perhitungan dengan orang yang telah berani membuat sahabatnya menangis tanpa ia tahu bahwa orang itu adalah suaminya sendiri.
Semua siswi di kelasnya langsung heboh dan mengikuti kepergian Iran. Mereka semua tahu aksi apa yang akan dilakukan Iran bila ada orang yang menyakiti teman-teman dekatnya. Lama Iran tidak masuk sekolah karena sesuatu hal, dan kini di hari pertama ia datang, sudah mau bikin onar.
“Dimana anak baru, itu?” tanya Rhea yang tidak lain adalah Iran pada salah satu penghuni kelas ini.
Siswi yang ditanya oleh Iran alias Rhea itupun menujuk ke salah satu cowok yang sedang berdiri bergerombol dengan teman laki-lakinya dalam posisi membelakangi Rhea. Dengan emosi, Rhea pun menghampiri cowok itu dan menyiapkan bogem mentah yang siap ia arahkan pada cowok yang berdiri dihadapannya.
Rhea melayangkan tinjunya tepat saat Rey berbalik badan kearahnya dan betapa terkejutnya Rhea saat tahu bahwa siswa baru yang dimaksud temannya tadi adalah Rey, sang pangeran pujaan hati yang baru semalam menjadi suaminya. Tinju yang Rhea layangkan seketika berhenti tepat di depan mata Rey dan tidak sampai mengenai wajah tampan Rey.
“Rhea,” ujar Rey benar-benar terkejut. Ia tidak menyangka bakal bertemu istrinya di situasi aneh ini.
Rhea langsung tersadar dan ia pun menurunkan tangannya dari wajah Rey dengan cepat. Wajah gadis cantik itu gugup serta perasaannya campur aduk tak karuan. Seketika Rhea menunduk dan tak berani menatap Rey. Harusnya kedatangannya ke sekolah menjadi kejutan besar untuk suaminya, tapi karena kecerobohannya, ia harus bertemu Rey di sekolah dengan cara seperti ini. Benar-benar tidak sesuai harapan.
Bukan ini yang aku harapkan. Gawat! Kenapa aku bego sekali, sih? Harusnya aku sadar kalau cowok baru itu adalah suamiku sendiri! Aduh, matilah aku. Mana semua orang ngeliatin kesini semua, batin Rhea.
Berkali-kali Rhea menggigit bibirnya karena tidak tahu harus bilang apa. Di sekoah ini, Rhea adalah wanita tangguh dan tidak pernah tunduk pada laki-laki manapun, tapi di depan suaminya Rey, Rhea benar-benar kehilangan nyalinya.
Hancur sudah reputasiku selama ini, jerit Rhea dalam hati. Ia tidak bisa lagi lama-lama berada disini.
“Apa yang terjadi? kok Iran nggak jadi mukul, Rey? Aneh banget!” ujar semua siswi yang ada di dalam kelas.
“Iya aneh. Ada apa ini?” sahut yang lainnya dan semuanya mulai bergunjing tentang Iran alias Rhea dengan Rey.
Sambil terus menundukkan kepala, Rhea pun balik badan dan hendak melarikan diri agar Rey tidak marah padanya. Namun baru beberapa langkah Rhea berjalan, tiba-tiba tangan kirinya dicekal dari belakang oleh suaminya sendiri.
Rey sengaja menarik tangan Rhea kearahnya hingga tubuh gadis yang ia tarik itu jatuh ke dalam pelukannya. “Mau pergi kemana kau, istriku?” bisik Rey ditelinga Rhea dengan mesra.
Wajah Rhea memucat karena posisi mereka sekarang seolah seperti sedang berpelukan. Langsung heboh dan hingar bingarlah seisi kelas melihat adegan hot hot pop di depan mata mereka di pagi yang cerah dan indah ini.
Semua orang tidak menyangka kalau Rey sang idola baru yang digandrungi kaum hawa dan Iran alias Rhea sang idola lama yang digila-gilai kaum adam, bertemu dan saling berpelukan seperti itu dihadapan banyak siswa-siswi penggemar mereka berdua.
BERSAMBUNG
***
Aku kok tegang ya ... kejutan Rhea gagal total. Hehe ...
Meski 15 episode lagi tamat, tapi kisah Rey dan Rhea akan berlanjut di novel baru dengan judul yang baru tentunya. Kisahnya juga tak kalah seru seperti Refald dan Fey. Genre yang aku ambil untuk kisah Rey tetap sama. Fantasi, komedi, horor, dan tentunya ... romantis. Kisah Refald dan Fey juga amsih berlanjut disini nantinya. Jangan bosan baca semua karyaku. Hehe ...
Ditunggu saja nanti novel baru yang berisi tentang kisah cinta Rey dan Refald hanya di noveltoon tentunya. Kalau sudah rilis pasti aku kasih pengumuman disini. Untuk saat ini aku masih fokus persiapan rilisnya novel Byon dan Biyanca.
__ADS_1
Terus dukung dan semangatin aku, ya ... love you all
Aku nggak akan pindah lapak. Semua karyaku bakal aku rilis di Noveltoon. Jadi tenang aja.