Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
episode 181 Penghalang


__ADS_3

Sosok yang berdiri dihadapan Leo dan Shena itu menjatuhkan timah panas dari genggaman tangannya ke tanah yang sempat ia halau agar tidak mengenai tubuh Shena. Orang yang berdiri membelakangi Leo dan Shena terlihat sangat gagah dan juga cool habis. Tentu saja Leo sangat tahu siapakah orang yang sudah menyelamatkan mereka berdua.


“Kakak!” seru Leo senang setelah tahu siapa orang yang menolong menghalau peluru itu sehingga tidak jadi menembus tubuh Shena saat gadis yang dicintainya mencoba melindunginya.


Tanpa Shena sadari, gadis itu berusaha keras berlari melindungi Leo dari tembakan penyamun meski kakinya sendiri sedang terluka.


“Kau baik-baik saja?” tanya sosok seseorang yang tidak lain adalah Refald. Refald menatap marah penyamun karena mencoba membunuh adik kesayangannya.


“Aku baik-baik saja, tapi sepertinya tidak dengan Shena.” Leo memeluk Shena semakin erat dan memeriksa kondisinya.


Luka dikaki Shena kembali terbuka dan darahnya mengucur deras lagi. Leo merobek lengan bajunya sendiri dan mengikatkannya diluka Shena. Gadis itu pingsan karena terlalu memaksakan diri bergerak sehingga lukanya terbuka lagi. Tak berselang lama, Fey pun datang dari balik punggung Leo dan membantu memeriksa keadaan Shena.


“Honey,” panggil Refald yang mengetahui kedatangan istrinya. “Ajak Leo dan Shena pergi dari sini. Sudah saatnya aku beraksi!” Refald memukul-mukul kedua kepalan tangannya sendiri.


Fey berdiri dan mendekat ke arah Refald, gadis itu memelototi penyamun yang juga menatapnya dengan genit.


“Haaah, kau adalah wanita cantik yang satunya lagi! Aku jadi ingin memperistrimu juga!” penyamun itu tertawa terbahak-bahak.


“Bos! Jangan memancing kemarahan mereka, apa bos tidak lihat, laki-laki itu bisa menghalau peluru! Dia juga lebih tampan darimu Bos, mana mungkin wanita cantik itu mau denganmu yang muka udah kayak lutung gitu!”


Dor!


Penyamun itu menembakkan pelurunya didekat kaki anak buahnya sehingga membuat penjahat itu terkejut.


“Eh, puset!” anak buah penyamun itupun berjingkat kaget dengan tembakan yang diarahkan bosnya padanya.


Beruntung tembakan itu sengaja dilepaskan disamping anak buahnya yang berisik itu sebagai gertakan agar tak lagi bicara sembarangan.


“Kau mau mati, ha? Apa kau buta? Wajah dan tenagaku jauh lebih kuat dari bocah-bocah ingusan seperti mereka! Wanita-wanita itu, pantas menjadi milikku!” bentak penyamun itu, ia tak sadar diri dengan kondisi fisiknya yang jauh dari kata pas-pasan.


Padahal yang dikatakan anak buahnya itu benar adanya. Lutung sungguhan saja jauh lebih mending dari wajah penyamun itu.


Tanpa mereka sadari, obrolan mereka telah menyulut api kemarahan Refald karena sudah berani mengutarakan niat buruknya tentang Fey. Jelas-jelas ucapan mereka tidak pantas dikatakan oleh orang jahat seperti penyamun itu. Apalagi sampai bermimpi memiliki Fey yang sudah jelas-jelas menjadi milik Refald.


“Ingin rasanya aku merobek mulut kotormu dan mencongkel matamu supaya kau tak lagi bisa melihat wajah istriku! Beraninya kau bicara seperti itu didepanku!” geram Refald.


“Oh, jadi kau adalah suaminya! Hahaha ... tidak masalah, sekalian saja akan aku bunuh kalian berdua supaya aku bisa memiliki dua wanita cantik itu!” lagi-lagi penyamun itu bersikap sok PeDe sehingga membuat kesabaran Refald sudah mencapai batasnya. Leopun sama geramnya dengan Refald.


“Cepat pergi dari sini, Honey. Sebelum aku benar-benar marah,” pinta Refald pada istrinya.


“Hati-hati, Sayang. aku akan menunggumu di sana.” Fey mengecup mesra pipi Refald sebelum pergi dari tempat ini.


“Inilah yang paling tidak kusuka dari kalian berdua! Suka sekali pamer kemesraan didepanku. Lihat saja nanti, akan aku balas kalian jika aku dan Shena sudah saling mencintai.” Leo menunduk menatap wajah Shena yang semakin pucat.


“Kita pergi dari sini Leo, bawa Shena ke tempat yang aman, sepertinya Refald mau mangamuk di tempat ini,” ujar Fey dengan raut wajah sedikit khawatir. Fey memilih tidak menggubris ocehan Leo. Keselamatan Shena jauh lebih penting dari apapun.


“Aku akan kembali membantumu setelah meletakkan Shena di tempat yang aman. Aku juga ingin sekali merobek dan mencincang mulut kingkong itu karena sudah berani memimpikan Shenaku menjadi miliknya. Huh! Dia pikir dia itu siapa? Muka mirip koala gitu dipelihara!” ledek Leo sehingga membuat penyamun itu naik pitam.


Tanpa peringatan, penyamun itu mengarahkan pistolnya lagi kepada Leo dan langsung menarik pelatuknya dengan cepat.

__ADS_1


Dor!


Lagi-lagi terdengar suara tembakan, dan untuk kedua kalinya, Refald bisa menghalau peluru emas itu dengan bibirnya sehingga tak bisa menembus tubuh Leo. Refald memuntahkan peluru emas tersebut dengan kerennya seperti memuntahkan permen saja.


Tentu saja semua takjub melihat hal ajaib yang dilakukan Refald tak terkecuali penyamun itu sendiri.


“Bos, orang itu bukan orang biasa, dia juga yang sudah mengalahkan raja iblis gengishkhan, sebaiknya kita jangan berurusan dengannya.” anak buah penyamun itu mencoba mengingatkannya.


“Hooh, jadi orang itu yang namanya pangeran Refald, pantas wajahnya tidak asing lagi dimataku. Kebetulan aku memang sedang ingin bertemu dengannya dan membalas dendam atas semua yang sudah ia lakukan pada desa kita. Ternyata aku tidak perlu repot-repot mencarinya.” Penyamun itu bersiap menembak lagi tapi Refald melemparkan pistol yang dipegangnya dengan kekuatan mata Refald yang luar biasa.


Senjata itu terpental jauh ke udara dan mendarat mulus di tempat yang tidak bisa dijangkau lagi oleh penyamun itu. Semakin marahlah penjahat tersebut karena senjata andalannya sudah disingkirkan Refald.


“Kau tidak bisa ada di sini Leo, pergilah bersama kakak iparmu. Orang itu punya kekuatan ghaib juga sama sepertiku. Dia bukan tandinganmu. Pergilah!”suruh Refald.


“Hah? Pantas saja ia tak terlihat takut saat kau menggunakan kekuatanmu, padahal anak buahnya gemetar saat melihatku! Ternyata ... simpanse itu punya panglimunan juga. Baiklah, berhati-hatilah, Kak!” Leo menggendong tubuh Shena dan membawanya pergi diikuti Fey dari belakang.


Refald hanya tersenyum mendengar ledekan Leo yang terus saja ditujukan pada penyamun itu.


***


“Bagaimana kalian berdua bisa ada di sini, Kak?” tanya Leo penasaran sambil menggendong tubuh Shena menjauh dari lokasi penyamun itu. keduanya sedang berjalan menanjaki sebuah bukit yang lebih tinggi dari tempat Refald dan penyamun itu berada saat ini.


Fey tidak langsung menjawab, ia teringat ajakan Refald yang sejak tadi memang sengaja mengamati gerak-gerik Leo dan Shena selama mereka berada di dalam hutan termasuk saat keduanya terjatuh dari tebing. Sebenarnya Fey sudah bermaksud menolong Shena waktu itu, tapi niatnya lagi-lagi dihalangi oleh Refald.


“Jangan ikut campur urusan mereka dulu, Honey. Kalau kau tetap bersikukuh kesana, maka jangan salahkan aku jika aku memaksamu menikah denganku sekarang juga!” ancam Refald sambil menatap lurus wajah istrinya.


“Kau tidak lihat? Mereka ....” Fey tidak jadi meneruskan kata-katanya karena Leo dan Shena tidak terlihat dalam keadaan bahaya. Keduanya malah asyik sibuk berguling-guling di tanah dan beromantis ria. “Haish, kenapa kisah mereka membuatku teringat saat aku terjatuh saat itu, dan kau melakukan hal sama seperti yang Leo lakukan saat ini. Bedanya, kita terjatuh ke jurang, sedangkan mereka berdua terperosok ke dasar tebing.”


Keduanya akhirnya memutuskan untuk berkencan diatas pohon sambil mengamati Leo dan Shena yang sedang mencari jalan keluar. Sesekali Refald mengarahkan binatang buas ketika melintas didekatnya agar menjauhi adiknya yang berjalan sambil menggendong Shena. Tentu saja hal itu Refald lakukan tanpa sepengetahuan Leo dan Shena. Refald dan Fey, sengaja menjaga keduanya dari kejauhan sampai akhirnya mereka berempat tiba di tempat persembunyian sisa penduduk desa perkampungan setan yang selamat dari gempa.


“Aku kaget kau dan Shena bisa tiba di tempat seperti ini.” Fey mulai menjelaskan pada Leo kenapa ia dan Refald bisa sampai kemari setelah menemukan tempat yang cocok untuk mengobati luka Shena. “Sebenarnya, sejak tadi aku dan Refald mengawasi kalian berdua. Refald sangat marah setelah tahu bahwa para penyamun itulah yang menculikku dan Shena malam itu. Karena itulah waktu itu Refald menyuruh pasukannya untuk menyelamatkan mereka dan membiarkan para penyamun itu tetap hidup agar bisa menebus dosa-dosa mereka. Namun ternyata, mereka semua bukannya bertobat malah semakin menjadi-jadi.”


Meski sedikit terkejut, Leo mencoba memahami setiap kata yang keluar dari mulut kakak iparnya. “Lalu, apa yang akan kakakku lakukan di sana?” tanya Leo penasaran.


“Melakukan apa yang harusnya sejak awal Refald lakukan, yaitu membasmi mereka semua menyusul majikannya!”


Leo menganga mendengar jawaban kakak iparnya yang terdengar lebih mengerikan dibandingkan dengan sebuah lemparan bom atom yang dilemparkan di kota Hiroshima dan Nagasaki puluhan tahun silam.


"Daebak!" ujar Leo.


Fey memeriksa luka yang ada dilutut Shena dan memang sedikit serius. Jika Shena terus memaksakan diri bergerak terlalu jauh lagi, maka Shena bisa mengalami patah tulang akibat benturan yang keras dilututnya.


Pertama-tama yang dilakukan Fey untuk memberikan pertolongan pertama pada Shena adalah mencari daun-daun yang dulu sempat ia gunakan pada Refald ketika mengobati lukanya yang terkena serangan banteng di hari pertama hubungan Refald dan Fey dimulai kembali.


Untungnya, daun-daun itu sangat mudah didapatkan dan sering tumbuh bercampur dengan semak belukar di hutan ini. Fey memetik beberapa helai daun itu dan melembutkannya dengan menumbuk daun-daun tersebut menggunakan batu kecil diatas batu besar yang ada disekeliling mereka.


Setelah lembut, Fey membuka perban Shena dan menempelkan tumbukan daun itu diatas lukanya untuk menghentikan pendarahannya. Fey memanggil mbak Kun dan Pak Po supaya mau membantunya mengobati Shena, setidaknya sampai gadis itu tidak merasa kesakitan lagi.


“Anda memanggil kami, Putri?” ujar pak Po yang datang bersamaan dengan mbak Kun.

__ADS_1


“Ehm, bantu aku mengobati luka gadis ini,” pinta Fey masih terus mengamati Shena yang bersandar dipangkuan Leo.


Leo sendiri sudah tidak terkejut jika Fey bisa juga berkomunikasi dengan para pasukan Refald karena ia sendiri juga bisa melihatnya. Apalagi Leo masih sangat kesal karena pak Po seringkali meniru stylenya termasuk juga hari ini. Namun, kali ini Leo tidak ingin mempermasalahkannya sebab Shena harus segera disembuhkan sebelum lukanya bertambah parah.


Kedua pasukan Refald itu meletakkan telapak tangannya di atas lutut Shena yang terluka dan ajaibnya, luka Shena pun mulai berangsur menutup kembali dengan cepat. Wajah pucat Shena juga tak terlihat lagi. Entah apa yang terjadi yang jelas, Leo senang Shena tidak kenapa-napa meski gadis itu belum juga sadarkan diri.


“Pak Po, mbak Kun,” panggil Fey.


“Iya, Putri,” jawab pak Po dan mbak Kun bersamaan.


“Beritahu aku apa yang sedang Refald lakukan di sana? Kenapa lama sekali?” pinta Fey setelah memastikan Shena sudah baikan.


“Ehm, maaf Putri. Sebenarnya, kami semua tidak bisa masuk ke sana. Sebab, manusia keji itu membuat penghalang sama seperti yang raja iblis pernah gunakan saat memagari desa sehingga kami semua tidak bisa menembus penghalang itu. Jika kami nekat menembusnya, maka jiwa kami akan hilang seketika dan menjadi abu,” terang pak Po dengan nada lirih.


“Apa?” teriak Fey. Ia terkejut dan mulai khawatir dengan Refald. “Leo! Pergilah dari sini dan bawa Shena.” Fey beralih menatap mbak Kun setelah berbicara dengan Leo. “Mbak Kun kawal Leo sampai ia tiba di campnya. Lindungi mereka berdua, pergilah sekarang!” seru Fey.


“Baik, putri!” mbak Kun mengangguk pelan. “Mari tuan muda Leo, ikutlah denganku.”


“Tapi ...bagaimana dengan kalian berdua?” tanya Leo.


“Jangan khawatirkan kami, nanti aku dan Refald akan menemuimu di kota setelah kalian semua kembali dengan selamat di sana,” ujar Fey yang langsung berlari menuruni bukit diikuti oleh pak Po.


Tak ada yang bisa dilakukan Leo selain menuruti apa yang dikatakan kakak iparnya. Sebab, ini adalah dunia mereka yang jelas sangat berbeda dengan dunia Leo. Lagipula, Shena juga harus segera mendapat perawatan.


Untuk kesekian kalinya, Leo dan Shena terpaksa harus kembali ke camp dengan adegan yang sama, yaitu Leo menggendong Shena dalam keadaan pingsan. Pasti nanti semua teman-temannya bakal heboh termasuk Laura.


“Putri,” panggil pak Po yang melayang-layang disamping Fey berlari setelah keduanya jauh meninggalkan Leo dan Shena dibelakang.


“Jangan coba-coba mencegahku, pak Po! Aku tahu Refald pasti menyuruhmu supaya aku menjauh dari lokasi ini, kan?” ujar Fey dan mempercepat larinya.


“Anda sudah tahu rupanya, tapi kenapa masih berlari ke sana?”


“Tentu saja aku tahu karena aku adalah istrinya. Istri macam apa aku yang hanya diam saat melihat suaminya dalam bahaya. Beritahu aku di mana letak penghalang itu karena aku tidak bisa melihatnya dengan mata manusia biasa seperti ini.”


“Putri, Pangeran sangat kuat, ia tidak akan mudah dikalahkan. Penjahat itu hanyalah lalat kecil bagi pangeran. Akan lebih baik bagi anda kalau duduk diam saja bersama saya menyaksikan aksi pangeran Refald.” Pak Po masih berusaha membujuk Fey agar tidak ikut campur saat Refald mengalahkan penjahat itu.


Fey berhenti berlari dan menatap tajam pak Po. “Kekuatan Refald adalah aku, jika aku tidak ada disisinya, dia lemah. Kerena itulah aku harus ada didekatnya. Sebab ia jadi tak terkalahkan jika aku ada disisinya.”


Apa yang dikatakan Fey sukses membuat pak Po tertegun. Kisah cinta keduanya memang selalu sukses membuat pak Po baper akut. Pak Po sangat tahu seluk beluk bagaimana perasaan pangerannya terhadap wanita yang dicintainya ini. Ucapan Fey memang benar, istri Refald ini adalah sumber terbesar kekuatan Refald.


Tanpa suara, pak Po menunjuk sesuatu yang terlihat seperti penghalang berbetuk transparan. Fey mengambil batu yang ada di bawah kakinya dan melemparkannya ke arah penghalang tersebut. Batu itupun terpental jauh karena tak dapat menembus penghalang itu. Namun, Fey juga tak mudah menyerah begitu saja, masih ada banyak jalan menuju Roma. Fey pun juga masih punya banyak cara untuk bisa menembus penghalang itu dan membantu mengeluarkan suaminya dari dalam sana.


BERSAMBUNG


***


Maaf baru bisa up sekarang ... jangan lupa kasih hadiah hati ya ..like, komentar serta votenya ...


__ADS_1



__ADS_2