Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
Episode 165 Cinta Leo untuk Shena


__ADS_3

Refald mulai berkosentrasi membuka paksa pintu istana itu dan menyerang semua pasukan iblis Gengishkan yang berjaga di depan hanya dengan menggunakan kekuatan matanya. Refald tinggal menatap makhluk yang diincarnya dan mereka langsung terpental kesakitan tak berdaya.


Tak butuh waktu lama bagi Refald untuk sampai di aula utama dimana Fey dan Shena disandera. Rupanya kedatangan Refald memang sudah ditunggu-tunggu sejak tadi oleh raja iblis yang duduk anteng disinggasananya.


Tatapan mata Refald tertuju pada istrinya yang duduk diam disebuah kursi panjang. Keduanya saling bertatapan penuh makna dan secepat kilat, Fey berpindah tempat ke dalam pelukan Refald.


“Kau tidak apa-apa, Honey?” tanya Refald sambil menatap tajam mata istrinya. Ia memastikan kalau Fey baik-baik saja dan tidak terluka sedikitpun.


“Ehm, aku baik-baik saja. Kenapa kau lama sekali?” Fey menatap wajah suaminya.


“Maaf, aku harus menyiapkan sesuatu untuk melenyapkan iblis yang telah berani menculikmu. Kenapa aku merasa menjadi Rama dan kau menjadi Shinta di serial kisah Ramayana, ya? Bukan Edward dan Bella lagi.” Disaat genting begini, Refald masih sempat-sempatnya mengajak Fey bercanda.


“Kau benar, aku juga merasa seperti itu?” Fey pun tersenyum geli dan ia pun mendapat kecupan manis dari Refald di keningnya.


“Syukurlah kalau kau baik-baik saja, Honey.” Refald agak sedikit kesal melihat tangan istrinya yang terikat tali ghaib dan dengan cepat pula, Refald melepaskan ikatan tali itu hanya dengan menggunakan kekuatan mata kilat Refald.


Tiba-tiba saja sebagian besar pasukan iblis Gengishkhan terpental sendiri ke arah belakang dan mengerang kesakitan. Sedangkan Refald memerhatikan kedua tangan istrinya sambil menyunggingkan senyumnya. Sementara raja Gengishkhan menatap tajam Refald sambil mengepalkan tangan dengan penuh dendam dan kebencian.


Itu pasti ulahnya! Batin Fey sambil terus menatap wajah suaminya.


“Siapa suruh setan alas itu mengikat tangan Shintaku,” ujar Refald yang bisa mendengar pikiran istrinya.


“Di mana Shena?” tanya Leo dari balik punggung Refald. Tentu saja Fey sangat terkejut karena tidak menyangka Leo bakal ikut Refald kemari.


“Leo!” seru Fey. “Kau datang juga?” Fey benar-benar tak percaya ada Leo juga di sini. Gadis itu langsung menatap Refald sambil berkata, “Kau membawa Laksmana juga?”


“Siapa Laks .. Laks siapa tadi?” tanya Leo bingung.

__ADS_1


“Laksmana! Wuah namamu saja hampir sama?” Fey terlihat girang. “Leo-Laksmana, Refald-Rama. Nama asliku adalah Shiyuri-Shinta. Wuaaah, daebak! Aku tidak tahu ada kebetulan seperti ini? Aku jadi ingin melihat film Ramayana kalau seperti ini.” Fey tertawa sendiri dan Refald hanya tersenyum melihat Fey baik-baik saja.


Leo hanya menggaruk-garukkan kepalanya yang tidak gatal karena kakak iparnya berbicara hal yang sama sekali tidak ia mengerti. “Kakak? Apa kau sedang kerasukan? Di mana Shena?” Leo jadi khawatir, jangan-jangan Shena juga kerasukan setan sama seperti kakak iparnya sehingga bicara ngelantur kemana-mana.


“Hah? Ehm ... Shenaaa ...,”


“Pangeran Refald!” sapa raja iblis memotong kata-kata Fey. “Selamat datang di istanaku! Bagaimana menurutmu? Megah bukan? Tak kalah megah dengan istanamu! Tapi ... kenapa kau menyerang anak buahku? Padahal aku baru ingin menyambutmu.” Raja iblis itu masih menatap tajam Refald.


Raut wajah Refald yang tadinya senang, berubah menjadi serius dan menakutkan, “Masih mending aku hanya sedikit melempar mereka. Jika aku mau, aku bisa melenyapkan mereka semua didetik ini juga, tapi akan jadi tidak seru jika kau sendirian di sini tanpa anak buahmu.” Refald masih menyunggingkan senyumnya sambil mengawasi semua sosok yang ada di dalam istana ini.


“Huh, kau sombong sekali! Jangan lupa! Aku masih punya kartu AS yang bisa mengalahkanmu meski aku tidak bisa menyentuh pengantinmu! Hahahaa!” raja Gengishkhan itu tertawa terbahak-bahak.


“Aku tidak mau basa-basi lagi! Serahkan adik iparku, jika kau tidak ingin lenyap sia-sia ditanganku!” Refald heran karena ia tidak bisa merasakan hawa keberadaan Shena yang memang tidak ada di aula ini. Namun, Refald tetap bersikap tenang agar Leo tidak curiga. Refald takut adiknya jadi kalap kalau sampai Leo tahu bahwa Shena tidak ada di sini lagi.


Seakan tahu apa yang dipirkirkan suaminya, Fey membisikkan sesuatu di telinga Refald sehingga membuat Refald seketika membelalakkan matanya. Refald menatap tajam istrinya sambil terus menggenggam erat tangan Fey.


“Jangan buru-buru, Pangeran. Kau juga baru saja datang, bagaimana kalau kita bersantai dulu sambil menikmati bencana yang sebentar lagi akan melanda perkampungan setan itu. Ah, aku lupa, bencananya datang jauh lebih cepat dari perkiraanku.” Raja iblis itu tersenyum puas menatap Refald yang sudah mengepalkan tangannya.


“Aku tidak akan bisa jadi sepertimu! Huh, kau hanyalah setan yang perlu dimusnahkan.”


Raja iblis itupun terkejut karena Refald bisa membaca pikirannya. “Huh, ternyata benar desas-desus itu, kau pangeran yang luar biasa. Aku selalu ingin tahu seperti apa kekuatanmu sehingga kau tak terkalahkan. Ternyata, kau punya kekuatan membaca pikiran.”


“Kalau kau sudah tahu seperti apa kekuatanku, harusnya kau tahu apa yang harus kau lakukan sekarang ... serahkan pengantin adikku sebelum aku melenyapkanmu,” ancam Refald to the poin.


“Huuuuh, aku mulai takut dengan ancamanmu. Kau orang yang tidak sabaran rupanya. Baiklah, karena kau sudah tidak sabar, aku tidak keberatan kalau kita mulai pertunjukannya sekarang.” raja iblis itu tertawa riang.


Refald tahu sesuatu sedang terjadi pada Shena. Raja iblis itu sangat licik dan juga bengis. Karena itulah ia selalu siap siaga dan waspada pada setiap hal yang ada di ruangan ini.

__ADS_1


“Leo,” ujar Refald pada Leo yang sejak tadi hanya diam dibelakang Refald tanpa berani melakukan apa-apa seperti yang diperintahkan Refald padanya. “Begitu Shena muncul, cepat kau tangkap tubuhnya dan cium dia dengan segenap hati dan jiwamu!” ujar Refald pada Leo tanpa menoleh pada adiknya. Awalnya Leo terkejut tiba-tiba saja Refald berkata seperti itu, tapi sekali lagi ia hanya bisa mematuhi apa yang dikatakan kakaknya tanpa banyak bertanya.


“Kau yakin cara itu berhasil?” tanya Fey agak sedikit ragu.


“Aku yakin, Honey. Kekuatan cinta mereka akan mengalahkan segalanya. Sama seperti cinta suci yang kita miliki sekarang. Yang menjadi masalah adalah Shena masih belum tahu siapa Leo sebenarnya. Itulah kenapa iblis jahat itu bisa memanfaatkannya untuk mengancam kita. Percayalah, cinta Leo tulus pada Shena.”


Fey pun tersenyum manis pada Refald dan menggenggam erat tangan kiri suaminya. Gadis itu juga menatap Leo untuk memberikan semangat pada adik iparnya. Meski Leo tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi ia tetap bersiap-siap dan mencari-cari keberadaan Shena jika tiba-tiba saja Shena muncul. Fey sendiri juga berdiri tegap di sisi Refald dan bersiap menghadapi raja iblis Gengishkhan bersama dengan Suaminya.


BERSAMBUNG


****


Omegot! Haluku ... aku bolehin kalian tertawa sepuasnya ketika membaca kisah haluku yang bener-bener gila ini. tapi ... no bully ya ... Refald keren amat, ya? Hehe ...


Jangan lupa kopi dan mawarnya ... aku beneran semangat kalau kalian kasih hadiah hehee. ... terimakasih! Love you all ...





Fey



MBK Kun

__ADS_1



pak Po


__ADS_2