Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
episode 62 Misteri yang Terungkap


__ADS_3

“Mungkin kau tidak akan percaya dengan apa yang aku katakan nanti, Honey. Tapi, cepat atau lambat kau memang harus mengetahuinya.” Refald memulai penjelasannya.


Refald bersandar di pohon tempat kami berlindung sambil tetap memelukku. Aku pun menatap Refald dengan wajah serius karena memang terlalu penasaran akan semua hal yang ada dalam diri Refald.


“Sebagai tunanganku,” lanjutnya. “Kau harus tahu semua mengenai aku. Siapa aku dan apapun yang berkaitan denganku. Aku sendiri juga tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya padamu, yang jelas, aku ... sebenarnya bisa melihat makhluk astral yang tak kasat mata. Bahkan mereka semua menyebutku dengan sebutan, Pangeran.”


Aku langsung diam tak bereaksi dan melepaskan pelukan Refald untuk menatapnya lebih tajam. “A-apa? Pa ... Pangeran? Kau? Seorang pangeran?” tanyaku terkejut.


Sejujurnya aku tidak percaya, di zaman modern seperti ini, masih ada kata pangeran? Ini sungguh konyol. Refald seorang pangeran? Pangeran dari Hongkong? Mana ada Pangeran yang hobi naik gunung seperti Refald?


“Kau tidak percaya?” Refald menatapku yang sedang berusaha menahan tawa.


Mati-matian aku menyembunyikan tawaku agar tidak muncrat ke luar, tapi aku sudah tidak bisa menahannya. Akhirnya, aku pun tertawa terbahak-bahak dan Refald hanya diam menatapku sampai aku selesai menyelesaikan tawaku.


Aku merasa tidak enak pada Refald dan kembali tenang meski aku sebenarnya masih ingin tertawa.


“Sudah tertawanya?” tanya Refald setelah aku berhenti tertawa. Ia terlihat sedikit kesal.


“Maaf, bukan maksudku, aku hanya ... tidak bisa percaya, kalau kau itu pangeran, memang kau pangeran dari mana?” mungkin pertanyaanku terdengar seolah meremehkan.


Rerfald hanya tersenyum simpul. “Sudah ku duga, kau tidak akan mudah percaya? Ya sudah, kita hentikan saja sampai di sini. Tidak ada gunanya aku menjelaskannya lagi padamu!” sepertinya Refald mulai ngambek.


“Maaf, oke-oke aku akan berusaha memercayai semua apa yang kau katakan walaupun itu tidak masuk akal. Aku janji! Maaf!” aku mengacungkan dua jariku membentuk huruf v untuk meyakinkan Refald agar mau kembali menjelaskannya lagi padaku semua hal mengenai dirinya.


“Kau tidak akan tertawa lagi?” tanya Refald penuh curiga.


“Kalaupun ingin, aku akan berusaha menahannya,” Jjelasku.


“Itu sama saja!” Refald ngambek lagi.


“Baiklah, Bos! Aku janji tidak akan tertawa. Kau bisa menghukumku jika aku melakukannya!”


“Oke! Kita akan langsung menikah jika kau sampai tertawa. Tidak ada protes! Para makhluk astral ini yang akan menikahkan kita di sini. Kau tidak bisa menolak. Itu adalah hukuman jika sampai kau menertawakan aku lagi!”


“Hah?” sontak aku tidak setuju dengan hukuman yang diberikan Refald. “Hukuman macam apa itu? Mana ada hukuman kayak gitu? Tidak! Aku tidak setuju!”

__ADS_1


“Kau tidak bisa menolak! Jika kau menolak maka itu artinya kau berencana untuk melanggar janjimu!”


Aku terdiam. Hukuman yang Refald berikan memang sengaja ia buat agar aku tidak menertawakannya dan supaya aku percaya sepenuhnya padanya.


Cerdik juga cecunguk ini! Dasar gengsternya dedemit!


“Baiklah aku setuju, aku hanya perlu tidak sampai tertawa, kan?” entah kenapa aku merasa seolah jadi tertantang.


Refald mengangguk senang. “Kalian dengar semua?” Refald berbicara pada sesuatu yang tidak bisa aku lihat.


“Kau bicara pada siapa?” tanyaku penasaran.


“Siapa lagi?” Refald menatapku dengan tatapan yang serius lalu ia berkata, “Kalian semua dengar, jika tunanganku ini tertawa lagi, langsung saja nikahkan kami. Kau yang di ujung ....” Refald menunjuk sisi kiri yang ada di samping kiriku. Aku pun mengikuti arah telunjuk Refald dan hanya menemukan pepohonan yang berdiri kokoh tinggi menjulang. “Kau, jadi penghulunya, dan kau yang disebelahnya ....” Refald menggeser telunjuknya ke arah kiri. “Carikan mahar yang spektakuler untuk calon istriku ini, semuanya harus lengkap, dan sisanya ... segera siapkan segala yang dibutuhkan untuk berjaga-jaga jika calon istriku ini melanggar janjinya!” tatapan mata Refald terus saja menyerangku yang tidak bisa berkutik bahkan bersuara.


Aku syok dan ternganga, merinding mendengar kata-kata Refald barusan. Aku menoleh ke segala arah dan tidak mendapati siapapun disekelilingku selain kami berdua.


“Refald, kau jangan menakutiku seperti ini!” aku mulai cemas dan gugup.


“Kau masih belum percaya?” nada suara Refald memang terdengar sangat serius. Ia sama sekali tidak bercanda.


“Refald! Tolong hentikan! Oke ... aku percaya ... aku percaya! Tolong lepaskan aku.” Aku gemetar ketakutan membayangkan ada sosok makhluk tak kasat mata yang mengangkat tanganku tanpa izin.


“Lepaskan, aku rasa tunanganku sudah percaya padaku,” perintah Refald pada makhluk astralnya.


Seketika tanganku terlepas dan aku masih saja syok.


“Honey ...” Refald menggenggam erat tanganku. “Ingat janjimu saat aku menjelaskan seluk beluk tentangku. Mereka semua yang ada di sini sudah siap untuk menikahkan kita jika kau melanggar janjimu sendiri. Kalau kau bersikukuh tidak mau maka, salah satu dari mereka akan merasukimu dan kita akan langsung menikah. Setelah itu, kita ... sah!” Refald terdengar senang saat mengatakan kata ‘sah’.


“Aku janji aku tidak akan tertawa lagi. Berhenti mengintimidasiku seperti itu!”


“Sepertinya kau sangat tidak ingin menikah denganku!”


“Aku mau! Tapi aku tidak menginginkan pernikahan yang seperti ini. Apa-apaan ini? Menikah di tengah hutan dengan disaksikan para makhluk astral dan yang menjadi penghulunya juga hantu. Siapa yang mau menikah ala hantu seperti itu? Dan jika memang itu terjadi, maka pernikahan itu tidaklah, sah!”


“Oh iya? Kau mau coba?”

__ADS_1


“Tidak, terima kasih!”


“Baiklah, aku mengerti, kita lihat saja setelah ini. Kita lihat apakah kau menepati janjimu atau tidak. Dalam duniaku, tidak ada yang tidak mungkin. Jika aku mau, detik ini juga, statusmu bisa langsung berubah jadi istriku,”tandas Refald. Ia menunjukkan kalau ucapannya itu tidak main-main.


Aku mendengus kesal. Tidak kusangka Refald yang tadinya kukira orang yang sweet dan romantis bisa berubah juga jadi mengerikan jika sudah mulai memerintahkan pasukan dedemitnya.


“Mengapa pasukan dedemitmu itu menyebutmu pangeran?” aku mencoba mengalihkan pembicaraan dengan mengajukan pertanyaan.


“Entahlah, awalnya aku juga tidak mengerti mengapa mereka menyebutku seperti itu. Aku sendiri merasa kalau ayahku bukanlah seorang raja, jadi aku tidak mungkin menjadi pangeran. Namun, aku mulai menyadari sesuatu. Mereka yang menyebutku pangeran, bukanlah yang berasal dari dunia nyata, melainkan makhluk tak kasat mata yang dunianya sangat berbeda dengan dengan dunia kita.”


“Kenapa tidak kau tanyakan saja pada mereka alasannya? Jelas-jelas kau bukan pangeran, tapi mereka menganggapmu sebagi pangeran mereka? Apa kau tidak takut? Atau merasa aneh?”


“Takut? Aneh? Kenapa aku harus merasa aneh? Tidak ada yang perlu kutakuti. Apalagi merasa aneh.”


Apa maksudmu?” aku semakin penasaran dengan apa yang dikatakan Refald ini.


“Maksudku adalah, mungkin di dunia mereka aku adalah salah satu keturunan Raja yang mereka yakini. Sejujurnya, aku juga tidak tahu pasti detail kisahnya, karena sampai detik ini, mereka tidak pernah menjelaskannya padaku mengenai siapa raja mereka sehingga menyebutku sebagai pangeran. Mereka hanya bilang kalau mereka akan selalu bersamaku dan membantuku bila aku membutuhkan bantuan.”


Aku mulai mencerna sedikit demi sedikit penjelasan Refald.


“Berarti, pocong, kuyang dan kunti tadi yang aku lihat, apakah mereka juga anak buahmu?” aku mulai lemas memikirkan bahwa makhluk-makhluk menakutkan itu adalah penjaga Refald.


“Bukan, aku tidak mengenal mereka tapi ... yang menjagakulah yang mengenali mereka.”


“Jadi karena itu? Pocong tadi langsung menghilang begitu dia melihatmu?”


“Bisa jadi.”


“Dan yang membantumu membawakan makanan saat kita berkemah kemarin, juga penjagamu? Juga saat menghadapi kasus Yua?”


Refald mengangguk. Aku langsung lemas tidak percaya, ini sama sekali diluar dugaan.


Gila! Inikah rahasia Refald yang ia sembunyikan selama ini? Sebab inikah Refald terlihat sangat misterius? Ini sungguh tidak masuk akal. Ingin rasanya tertawa tapi aku tidak mungkin bisa melanggar janjiku secepat ini.


*****

__ADS_1


__ADS_2