Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
episode 273 Prolog Baru


__ADS_3

Waktu berjalan dengan cepat, kini Rey kecil sudah berusia 17 tahun. Rey yang dulu imut, lucu dan menggemaskan kini sudah mulai beranjak remaja. Semakin lama wajahnya semakin tampan. Tidak seperti Refald dan Fey yang berwajah oriental. Rey lebih mirip dengan kakeknya yang asli turunan Jerman. Wajah Rey sedikit kebule-bulean. Bila Refald dan Rey berjalan bersama, mereka tak terlihat seperti ayah dan anak, melainkan seperti kakak beradik. Itulah anggapan semua orang yang tidak mengenal keduanya.


Sama seperti halnya Refald dulu, di sekolah, Rey juga menjadi idola setiap wanita. Bedanya, perangai Rey lebih mirip Leo ketimbang ayahnya sendiri. Bila Refald hanya mencintai Fey seorang sejak ia masih kanak-kanak. Lain halnya dengan Rey, meski ia sudah dijodohkan dengan putri salah satu pasukan dedemit ayahnya, Rey tetap bersikap baik pada semua wanita sehingga ia dijuluki playboy kelas dunia karena suka PHP-in para kaum hawa.


“Kau boleh bermain-main dengan semua wanita yang ada disekelilingmu, tapi jangan pernah sekalipun kau menyentuh mereka semua jika kau tidak benar-benar mencintainya. Camkan kata-kata itu baik-baik, kalau sampai kau menyentuh wanita yang tidak kau cintai, akan aku *****-***** kepalamu hidup-hidup.”


Itulah kata-kata yang selalu diucapkan Leo setiap kali mereka bertemu. Ajaran sesat itulah yang membuat Refald semakin geram dengan Rey karena telah salah memilih orang sebagai panutannya. Refald tidak habis pikir bagaimana bisa putra satu-satunya itu lebih memilih Leo sebagai idolanya daripada ayahnya sendiri? Padahal jelas-jelas Refald mememiliki kekuatan supranatural luar biasa yang tidak dimiliki manusia lainnya yang ada di dunia ini dan juga seorang raja dedemit yang ditakuti. Kurang apa lagi coba?


“Kenapa kau lebih suka mengiodalakan pamanmu Leo yang nggak ada akhlak itu ketimbang ayahmu sendiri yang jauh lebih kuat darinya? Apa kau sudah tidak waras, ha?” tanya Refald yang sudah tidak sabar ingin mengetahui apa alasan Rey begitu terobsesi dengan Leo dan lebih menurut pada apa yang Leo katakan ketimbang kata-katanya.


Meski Rey kini masih menjadi manusia normal seperti yang lainnya. Refald tetap tidak bisa membaca pikiran putranya. Mungkin ada senacam pelindung sehingga Refald tak bisa menembus pertahanan perlindungan yang ada didalam tubuh putranya.


“Paman Leo lebih modern Ayah, tapi tetap keren. Tak banyak laki-laki seperti dia di zaman serba teknologi ini. Sedangkan Ayah sangat kuno dan langka. Aku tidak mau jadi generasi penerus ayah yang hanya mencintai satu wanita dalam hidupnya. Dunia ini sangat luas ayah, wanita cantik dan seksi ada dimana-mana. Selama ada kesempatan, kenapa aku tidak menggunakannya dengan baik,” ujar Rey dengan santai.


“Dasar sableng, kau! Kau pikir seorang wanita itu mainan apa? Sini kau anak bau kencur! Aku cincang kau jadi sayuran!” teriak Refald.


Semarah apapun Refald pada putranya, ia tak pernah menggunakan kekuatannya untuk menghukum Rey jika anaknya yang sudah beranjak remaja itu membuatnya kesal atau melakukan kesalahan.


“Ayah akan menghadapi banyak kesulitan jika sampai Ayah mencincangku! Pertama, ibu tidak akan terima, bersiap-siaplah tidur di sofa. Kedua, paman Leo juga tidak akan tinggal diam. Ketiga, Ayah akan kehilangan satu-satunya putra tertampan yang ada di dunia ini!” lagi-lagi Rey bersikap menyebalkan.


Sebuah lemparan sandal melayang ke arah Rey tanpa ada peringatan, tapi cowok berusia 17 tahun itu bisa menghindari lemparan sendal Refald. Sebelum ayahnya benar-benar kalap. Rey lebih memilih melarikan diri keluar rumah daripada ia dijadikan daging panggang oleh ayahnya sendiri. Refald benar-benar tidak bisa berpikir jernih kalau berhadapan dengan putra semata wayangnya yang bengeknya nggak ketulungan.

__ADS_1


“Hadeuh, jangan-jangan anakku ketukar dengan anak Leo, tapi itu tidak mungkin. DNA-nya sangat cocok denganku. Bagaimana bisa ia lebih mirip Leo daripada aku?” gumam Refald sambil menahan emosi.


Bila Rey cenderung memiliki karakter yang mirip dengan pamannya, sebaliknya, Yeon putra Leo lebih suka sibuk sendiri. Ia sangat suka berkelahi dan membuat onar terutama cari gara-gara dengan orang-orang yang suka berbuat jahat pada sesama seperti Refald dulu. Yeon tidak suka membuang-buang waktu bermain-main dengan wanita seperti yang dilakukan saudaranya, Rey.


Leo sendiri juga kesal dengan putranya yang setiap hari harus berurusan dengan polisi. Lama-lama Leo angkat tangan dengan sikap berandal Yeon dan ujung-ujungnya, Refaldlah yang menyelesaikan semua permasalahan yang membelit Yeon. Seandainya putra Leo itu punya kekuatan seperti Refald pasti ia lebih suka menjelajahi alam. Sayanganya, Yeon hanya pria biasa sama seperti ayahnya, Leo.


***


Meski sudah dikaruniai seorang anak remaja berusia 17 tahun, wajah Refald dan Fey tak terlihat tua sedikitpun. Tidak ada yang tahu apa penyebab mereka bisa awet muda seperti itu. Sepertinya, mereka semua tahu bagaimana cara mencegah penuaan dini.


Karena Rey beranjak remaja, sudah waktunya juga Refald dan Fey mengirim putranya ini kembali ke Indonesia dan tinggal di rumah almarhum nenek dan kakek Fey yang sudah lama kosong tak berpenghuni. Refald dan Fey ingin Rey menjalani masa mudanya di tempat kenangan terindah kedua orang tuanya. Sebab, ada seseorang yang harus Rey temui. Siapa lagi kalau bukan calon istrinya.


Tentu saja, semua itu sudah Fey dan Refald rencanakan semenjak ia membawa Rey kecil menetap di Swiss saat usia Rey baru menginjak 40 hari. Begitu Rey berumur 17 tahun, maka ia harus pindah ke negara asal neneknya. Sama halnya dengan Refald dulu, Rey bakal dikirim ke sekolah sama, tempat dimana Refald dan Fey dulu bertemu sebagai sesama siswa SMA. Saat itu, posisi Refald sebagai siswa baru. Dan sepertinya, Reypun bakal mengalami hal sama seperti yang dialami ayah dan ibunya.


"Pekerjaan ayah disini sudah selesai, Rey. Sudah saatnya kita kembali. Lagipula, kau bisa setiap hari bertemu dengan Yeon dan idolamu yang nggak ada akhlak itu!" terang Refald.


"Tapi aku suka tempat ini, Ayah. Aku tidak mau meninggalkan teman-temanku disini?” Rey masih saja bersikukuh ingin menetap di Swiss.


“Teman? Maksudmu ... semua teman wanita nggak jelasmu itu? Sampai kapan kau bermain-main dengan mereka, ha?” teriak Refald dan Fey berusaha menenangkan suaminya dengan menepuk pelan punggung Refald. Fey memberi kode supaya ia saja yang bicara dengan Rey.


“Rey, kau sudah besar sekarang. Harusnya kau tahu apa yang boleh dan tidak boleh kau lakukan. Sudah saatnya kau bertemu dengan calon istrimu. Aku yakin, kau akan jatuh cinta padanya dan melupakan semua wanita-wanita seksi yang ada disini. Para wanita itu hanya meginginkanmu, mereka tidak mencintaimu. Tapi Rhea, dia adalah gadis yang sudah ditakdirkan untukmu. Sudah saatnya kalian berdua bertemu untuk saling mengenal satu sama lain.”

__ADS_1


“Bagaimana kalau dia jelek dan gendut, Ibu? Apa Ibu bisa membatalkan perjodohan ini?”


“Kecantikan seorang wanita tidak dilihat dari fisiknya, Rey. Kau salah jika kau menilai wanita bisa dikatakan cantik bila bertubuh seksi dan jelek bila bertubuh gendut. Semua wanita di dunia ini cantik sesuai dengan porsi mereka masing-masing. Kecantikan wanita yang sesungguhnya ada pada kebaikan hatinya, bukan bentuk tubuhnya.


“Lagipula, perjodohan ini tidak bisa dibatalkan. Seperti apa wajah calon istrimu nanti, kau harus menerimanya apa adanya. Sudah 17 tahun lamanya. Rhea pasti sudah tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik sama seperti almarhum ibunya. Perjodohanmu tidak bisa dibatalkan sampai kapanpun.”


“Ayolah ibu ... ini sudah bukan zamannya Siti Nurbaya lagi, kenapa di zaman yang serba canggih ini harus ada perjodohan segala, sih?” Rey masih belum terima juga padahal sudah dijelaskan panjang lebar dan tinggi oleh ibunya.


“Perjodohan ini bukan sembarang perjodohan biasa, Rey. Kita semua sangat berbeda dengan semua manusia yang ada diluar sana, pendamping hidupmu haruslah wanita yang tepat untukmu, tidak boleh sembarangan. Dan satu-satunya wanita yang tepat itu hanyalah Rhea, calon istrimu. Jika perjodohan ini tidak bisa kau laksanakan dengan baik, maka sama saja kau membunuh kedua orang tuamu sendiri. Kau tinggal pilih, melaksanakan perjodohan ini atau melihat kami berdua mati,” tegas Fey sambil menatap tajam mata putranya. Fey dan Refald ingin tahu, apa yang akan dipilih putranya ini.


Rey yang pertama kali melihat ibunya bersikap seperti itu padanya, tak bisa berkutik lagi. Ia tahu, tidak ada pilihan lain selain menerima perjodohan ini walau ia sangat penasaran seperti apa wanita yang bernama Rhea. Dan apa hebatnya gadis itu sehingga ibunya memilihnya sebagai calon pendamping hidupnya. Sebab, setiap kali Rey mengenalkan wanita yang ia kenal kepada Fey, ibunya itu hanya berkata ‘oh’ saja, bahkan yang lebih parah adalah, Fey tak pernah mau melihat langsung wanita yang dikenalkan Rey pada Fey. Hal itu semakin membuat Rey bertanya-tanya. Kenapa ibunya itu hanya mau memandang gadis bernama Rhea? Seistimewa apa dia?


Itulah pertanyaan yang ada dibenak Rey saat ini.


BERSAMBUNG


****


Kalau di Refald, waktunya aku percepat, kalau di Leo nunggu sampai Shena melahirkan dulu, baruaku loncat ke sekilas kisah anaknya. Sebab, nanti kisah anak Leo, mau aku buatkan sendiri barengan sama kisah kakek dan neneknya Byon dan Biyanca.


Episode ini sudah memasuki kisah cinta Rey dan Rhea, seperti apa kisah mereka? Ikuti terus ya ... semoga tidak bosan.

__ADS_1


Visual Rey sudah ada, tinggal nyari visual Rhea. Tapi kalian kan belum tahu seperti apa Rhea, nanti kalau sudah tahu bagaimana karakter Rhea, bantu cariin visual yang cocok ya ... biar aku nggak di-bully lagi, hehehe ...


Terimakasih atas semua dukungannya. Love you all ....


__ADS_2