Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
episode 292 Siswi Baru


__ADS_3

Refald dan Fey memeluk putranya karena kekuatan Rey sudah kembali. Sekarang sudah tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi. Refald hanya meminta Rey untuk mengontrol kekuatannya. Karena Rey masih seorang pangeran, maka peraturan kekuatan yang dimiliki Rey sama seperti ayahnya sewaktu menjadi seorang pangeran dedemit, yaitu tidak boleh berbohong, tidak boleh marah, dan hanya boleh mencintai satu wanita. Yang terpenting adalah, Rey tidak boleh menyentuh atau melihat wanita manapun selain Rhea kecuali atas izin Rhea sendiri. Jika Rey melanggar semua peraturan itu maka iapun akan kehilangan kekuatannya dalam jangka waktu tertentu.


Hal serupa juga terjadi pada Rhea, bedanya tidak ada batasan dalam kekuatan yang Rhea miliki karena kekuatannya adalah warisan dari pak Po. Satu-satunya yang mengikat Rhea adalah apapun perintah Refald dan seluruh keluarganya itu mutlak dan wajib dilakukan oleh Rhea tak terkecuali Rey sendiri. Kalau sampai dibantah, maka Rhea akan mendapat hukuman secara otomatis.


“Sekarang bersiap-siaplah, kalian bisa terlambat ke sekolah,” ujar Fey setelah melepas pelukan putranya. “Jangan lupa sarapan dulu sebelum kalian berangkat.” Fey tersenyum pada Rhea penuh makna. Sementara Refald langsung pergi entah kemana.


Rhea bisa melihat ada kebahagiaan tersembunyi di mata ibu mertuanya. Ia sendiri juga sangat gembira karena suaminya telah memiliki kekuatan yang sama dengannya, bahkan bisa jauh lebih kuat darinya mengingat ia adalah putra dari seorang raja.


Setelah selesai sarapan bersama dengan keluarga barunya, Rhea pamit undur diri berangkat terlebih dulu. Sejujurnya, ia menghindar dari Rey agar tidak berangkat bersamanya. Gadis itu masih belum tahu apa yang akan dikatakannya bila semua teman-temannya menanyakan perihal hubungannya dengan Rey saat ini.


“Kau tidak ingin berangkat bersama dengan Rey?” tanya Fey pada Rhea.


“Saya sudah janjian dengan teman-teman, Ibu. Tidak enak dengan mereka.” Rhea mencoba mencari alasan meskipun sebenarnya Fey sangat tahu alasan Rhea sesungguhnya, karena ia juga bisa mebaca pikiran orang lain seperti Refald.


“Ya sudah, hati-hati di jalan” Fey tersenyum manis pada Rhea dan beralih menatap Rey yang masih sibuk dengan makanannya. “Kau tahu apa yang harus kau lalukan kan, Rey?” tanya Fey pada putranya.


“Tahu Ibu, aku juga mau berangkat dulu. Titip salam buat ayah.” Rey bangun dari kursinya dan menggandeng tangan Rhea keluar dari rumah bersama-sama.


Tanpa suara, Rey membukakan pintu mobilnya untuk Rhea dan menyuruhnya masuk ke dalam. Rey memutari mobil dan duduk di bangku kemudi lalu menyalakan mesin mobilnya. Dalam diam, cowok itu mengendarai mobil tersebut meninggalkan desa menuju ke sekolah. Sebenarnya, Rey agak canggung jika harus berangkat bersama dengan Rey. Ia juga tidak ingin hubungannya dengan sang pangeran diketahui oleh teman-temannya yang lain, setidaknya untuk saat ini. Rhea hanya belum siap melihat reaksi para penggemar Rey terhadapnya.


“Turunkan aku di trotoar itu, aku akan naik angkot bersama dengan teman-temanku,” ujar Rhea saat sudah mulai dekat dengan trotoar tempat biasa ia menunggu angkot. Ia juga bisa melihat beberapa teman-teman wanitanya sedang berbincang ria. Mereka pasti sedang menunggu kedatangan Rhea.


Sayangnya, mobil Rey tak kunjung berhenti dan bahkan sengaja melewati segerombolan siswi perempuan yang berdiri di trotoar. Rhea hanya bisa menatap mereka tanpa berani bicara. Rey tidak mau menghentikan laju mobilnya dan terus saja berjalan lurus ke depan.


“Kenapa tidak menurukanku disana? Teman-temanku pasti menungguku,” protes Rhea.


“Kalau begitu kita putar balik untuk memberitahu mereka supaya tidak menunggumu lagi?” jawab Rey enteng sambil terus fokus menyetir.


“Apaa?” pekik Rhea langsung. Jika begitu sama saja bohong? Tujuan Rhea adalah menyembunyikan hubungannya dengan Rey meskipun itu adalah sesuatu yang mustahil dilakukan, tapi setidaknya untuk hari ini, Rhea ingin menghabiskan waktu bersama teman-temannya sebelum ia benar-benar berada di sisi Rey seterusanya.


“Bagaimana? Mau samperin mereka?” tanya Rey sekali lagi.


“Tidak perlu, aku akan memberitahu mereka kalau aku sudah berangkat, lewat pesan,” jawab Rhea lirih. Ada nada kesedihan didalamnya.

__ADS_1


“Bilang juga kalau kau berangkat bersamaku,” tambah Rey senang.


“Kenapa?”


“Lakukan saja. Ini perintah!”


Dengan berat hati, Rhea pun menuruti apapun yang diminta Rey, sebab ada kata 'perintah' disana. Jika sudah begitu, Rhea tidak bisa menolak ataupun dibantah.


****


Sesampainya di sekolah, Rey sengaja berulah dengan membuat heboh semua orang atas aksinya. Bagaimana tidak? Rey terus menggandeng erat tangan Rhea disepanjang jalan menuju kelas seolah menunjukkan bahwa mereka berdua adalah pasangan yang serasi.


“Apa yang kau lakukan? Semua orang memerhatikan kita. Lepaskan tanganku! Aku mohon.” Rhea memasang wajah semelas mungkin agar Rey mau melepaskan genggaman tangannya.


“Tidak, tangan ini akan aku genggam erat hingga sampai di depan kelas.” Rey mengangkat geggaman tangannya yang erat dihadapan Rhea.


"Tapi semua orang ngeliatin kita." Rhea hampir menjerit.


"Biarkan saja, apa salahnya? Cepat atau lambat mereka semua pasti akan mengetahui hubungan kita." Rey memamerkan sederet gigi putihnya.


Dilihat dari segi manapun, Rey dan Rhea memang sangat serasi. Satunya tampan, tinggi, putih dan menawan, serta tajir melintir dan sangat istimewa. Satunya lagi cantik natural, supel dan disukai banyak pria. Tidak ada pria manapun yang tidak tertarik pada Rhea. Bukan karena parasnya yang cantik alami, tapi karena kepribadiannya yang berbeda dengan wanita pada umumnya. Bahkan Rey saja, langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.


“Wohooo ... ada yang baru jadian, nih.” Tiba-tiba saja Malco datang dari belakang dan marangkul bahu Rey yang sedang sibuk bergandengan tangan dengan Rhea.


“Diam kau!” bentak Rey langsung. Ia melirik Rhea yang menundukkan wajahnya sejak tadi, mungkin karena Rhea malu menjadi pusat perhatian di sekolah.


“Wuih, galak amat sih? Apa aku bilang, kau pasti bakal kepincut sama pesona si cantik dari goa hantu. Dia yang paling cantik di sekolah ini.” Malco sengaja meledek Rey walau ia heran kenapa sejak tadi Rhea hanya diam menunduk.


“Oey Malco, aku tidak tahu kalau wanita yang kau maksud adalah kekasihku sendiri, kalau saja aku tahu, akan aku robek mulutmu itu. Kau pikir kenapa aku tidak tertarik dengan semua wanita yang ada disini dan Rhea menolak semua pria yang mendekatinya, ha? Itu karena Rhea hanya mencintaiku seorang. Bahkan tidak ada wanita lain di dunia ini yang lebih cantik dari calon istriku ini! Camkan itu baik-baik.” Rey pergi begitu saja meninggalkan Malco yang langsung shock berat mendengar pernyatan Rey.


“Apa? Kau bilang apa, tadi? Calon istri? Jadi ... kalian berdua sudah lama saling kenal dan menjalin hubungan?” Malco berlari menyusul Rey untuk memastikan bahwa dia tidak salah dengar.


“Anggap saja begitu, sudah sana pergi! Jangan ganggu kami!” usir Rey ketus.

__ADS_1


Malco hanya melongo menatap kepergian Rey dan Rhea yang sedang terlihat kasmaran itu. beberapa orang yamg mendengar percakapan antara Roy dan Rhea pun ikut terkejut. Mereka langsung menyebarkan gosip antara Rey dan Rhea di medsos mereka masing-masing. Hanya dalam hitungan detik, hubungan pasangan fenomenal itu langsung menjadi trending topik hari ini.


Tak seperti masa Refald dan Fey dimana Fey langsung di bully dan mendapat hujatan dari semua siswi yang ada di sekolahnya karena dialah satu-satunya wanita yang berhasil mencuri hati seorang Refald. Rhea dan Rey malah sebaliknya, mereka berdua mendapat dukungan penuh dari seluruh penghuni sekolah karena keduanya sama-sama tenar dikalangan mereka masing-masing.


Hari pertama, semua orang memang terkejut mendengar hubungan yang terjalin antara Rey dan Rhea dan membuat sekolah jadi gempar dan heboh. Banyak sekali yang patah hati, tapi tidak ada yang bisa mereka lakukan selain menerima dan mengikhlaskan Rey dan Rhea bersama.


Hari kedua, semua siswa sudah mulai terbiasa melihat keromantisan pasangan yang sedang dimabuk cinta itu. Meski aksi Rey terhadap Rhea selalu sukses bikin iri, semuanya hanya bisa memandang sambil gigit jari. Hari ketiga, mereka sudah tidak lagi mempermasalahkan hubungan keduanya dan aktvitas sekolah kembali berjalan seperti sedia kala seolah tak pernah terjadi apa-apa. Keromantisan Rey pada Rhea sudah menjadi makanan mereka sehari-hari.


Namun, masa-masa romantis antara Rey dan Rhea tak selamanya indah. Tepat sebulan setelah hubungan keduanya terekspose, datanglah seorang siswi baru yang mengejutkan Rey. Siswi tersebut adalah wanita yang dulu pernah dekat dengan Rey sewaktu ia ada di Swiss. Rey sangat terkejut melihat kedatangan gadis itu kemari.


“Hallo Rey, lama kita tidak bertemu. Aku sagat merindukanmu,” ujar wanita itu ketika Rey dan Rhea baru saja datang dan hendak menuju kelas mereka.


“Irene?” ujar Rey dengan pandangan mata kosong.


Sedangkan Rhea mengamati Rey dan wanita itu secara bergantian. Wanita itu berlari ke arah Rey dan Rhea berdiri dan hendak memeluk Rey tapi dengan gerakan cepat, Rey mundur kebelakang dan bersembunyi di balik punggung Rhea. Rey sengaja memasangkan tubuh kekasihnya dihadapannya sebagai tameng agar wanita yang bernama Irene itu tak bisa meraihnya.


“Berhenti disitu? Jangan mendekat!” bentak Rey langsung.


Rhea yang kini bediri dihadapan Irene, tak kalah terkejutnya dengan wanita itu.


"Kenapa?" tanya wanita yang bernama Irene.


"Karena, kau tidak boleh mendekatiku. Jangan coba-coba kemari!" Rey memberi peringatan keras.


"Iya, tapi kenapa? Aku sangat merindukanmu, Rey. Jauh-jauh aku datang kemari hanya demi dirimu. Kenapa kau bicara seperti itu padaku?"


"Nona Irene, kembalilah ke tempat asalmu! Tidak ada gunanya kau disini. Aku sudah menemukan wanita yang aku cintai. Wanita yang ada dihadapanku ini, adalah calon istriku nanti," tandas Rey.


Tatapan matanya yang tajam mengisyaratkan bahwa apa yang ia katakan itu serius.


"Apa?" Irene terpana tak percaya, tubuhnya sampai terhuyung ke belakang saking shocknya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


****


__ADS_2