Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
episode 138 Makan Malam


__ADS_3

Makan malam pun tiba dan semua orang berkumpul di ruang makan. Aku datang bersama dengan ayahku, dan kami duduk bersebelahan. Didepanku sudah ada Refald yang menatap sinis wajah Leo, tapi anak itu duduk dengan riang di sebelah Refald. Sepertinya, Leo bodo amat dengan kakaknya yang sedang dongkol akut padanya. Walau aku tidak tahu apa alasannya, yang jelas mereka berdua terlihat lucu jika bersama.


“Haloo kakak ipar, aku Leopard Bay Pyordova.” Leo berdiri dan hendak menyalamiku tapi Refald menarik kerah bajunya sehingga ia kembali duduk di kursinya.


“Cukup lambaikan tangan saja, tidak perlu menyalaminya,” ucap Refald masih berwajah jutek.


“Ada apa denganmu? Kau kira aku akan merebut Kakak ipar darimu? Dia sudah jadi istrimu dan aku juga punya seseorang yang yang aku suka! Berhentilah bersikap kekanak-kanakan!” ledek Leo.


“Kau!” Refald memelototi adiknya.


“Apa? Mau berkelahi! Aku yang sekarang jauh lebih kuat dari yang dulu! Aku bukan anak kecil lagi!” tantang Leo.


Refald hendak menjawab tantangan Leo tapi belum sempat ia bicara, ayah mertuaku langsung menegur keduanya.


“Kalian berdua hentikan! Atau aku sumpal mulut kalian itu!” cetus ayah Refald yang sedari tadi mengamati keributan dua orang somplak ini.


“Maaf, Ayah,” ujar Refald.


“Maaf, Paman.” Leopun juga minta maaf. “Aku hanya senang karena akhirnya aku bisa bertemu dengan kakak ipar, tapi si bodoh Refald ini tidak memperbolehkanku mengenalnya. Padahal aku ingin sekali mengenal kakak iparku dengan baik.


"Sekarang aku tahu kenapa kakakku yang bodoh ini jadi gila sebelum ia menemukan kakak ipar, itu karena ternyata kakak ipar sangat cantik luar biasa. Aku berharap kekasihku nanti ... adaow!” teriak Leo yang mendapat jitakan dari Refald sehingga ia tidak bisa melanjutkan kata-katanya. “Kenapa kau menjitakku?” bentak Leo.


“Karena aku sayang padamu!” kilah Refald sambil tersenyum.


“Kau!” Leo sedikit kesal, tapi hal itu malah memancingnya untuk terus menggoda Refald didepanku. “Berarti kau tidak sayang kakak ipar.”


“Tentu saja aku lebih menyayanginya daripada kau!”


Leo menatap sinis pada Refald. “Oke! Pamer saja terus! Suatu saat jika aku menemukan wanitaku, akan aku buat kau iri pada kami!” Leo kembali tersenyum padaku dan mengacuhkan Refald.


“Senang bertemu denganmu, Leo. Refald juga sering bercerita tentangmu.” Aku mencoba mencairkan suasana agar Refald tidak terus saja kesal dengan hal yang tidak penting ini.

__ADS_1


“Oh, iya? Apa yang ia bicarakan? Pasti aku sangat tampan dan digandrungi banyak wanita. Memang iya! Dan yang mengajariku adalah si bodoh Refald sendiri, Adaow!” teriak Leo lagi karena ia dijitak Refald untuk yang kedua kali.


“Kapan aku mengajarimu? Aku bahkan tidak suka berpergian denganmu! Kau memalukan! Kau selalu tebar pesona dimana-mana, tapi tidak berani mendekati mereka.”


“Bukan kerena tidak berani! Tapi aku tidak merasakan apapun saat di dekat mereka. Lagipula, aku masih di bawah umur. Tidak baik kalau dekat-dekat dengan banyak wanita. Lihat saja kalau aku sudah dewasa, aku akan menjelajahi mereka semua sampai aku menemukan orang yang aku cari.”


“Oey, kalian berdua! Apa kalian bisa diam? Dasar bocah tengik! Kau sadar dengan apa yang kau ucapkan? Ada ayah Fey di sini? Jaga bicaramu!” tegur ayah mertuaku yang memang sejak tadi mengamati pembicaraan Refald dan Leo sama sepertiku.


“Leo,” ujar ibu mertuaku yang ada disebelahnya. “Sudah waktunya kau pulang, pergilah setelah makan malam! Ayahmu pasti mengkhawatirkanmu.” Ibu mertuaku memang tak banyak bicara, tapi sekali berbicara terlihat mengagumkan. Beliau juga mengusap lembut kepala Leo dengan penuh kasih sayang.


Melihat hal itu, aku jadi teringat ibuku sendiri. Sepertinya keluarga Refald adalah keluarga yang harmonis. Mereka semua saling menyayangi dan melindungi. Aku sangat beruntung bisa menjadi salah satu bagian dari keluarga yang menakjubkan ini.


“Ayah dan ibu tidak ada di rumah, Bibi. Mungkin mereka pergi mencari segala sesuatu yang dibutuhkan untuk pertunangan Refald dan kakak ipar. Aku akan menginap di sini. Kebetulan ada kalian semua, ini adalah kesempatan yang langka.


"Bertahun-tahun aku penasaran seperti apa wajah kakak iparku sehingga membuat kakakku yang bodoh ini tak bisa memejamkan mata karenanya. Sebab itu aku tidak mau melewatkan kesempatan ini. Aku ingin mengenal lebih dekat sosok kakak iparku.” Leo langsung berdiri menghindar sebelum ia mendapat jitakan dari Refald untuk kesekian kalinya.


Anak itu berlari memutari meja dan memilih duduk disebelahku. “Kau tidak keberatan jika aku duduk disampingmu Kakak ipar?” Leo bertanya padaku sambil meledek Refald.


“Baiklah, sebelum makan malam kita di mulai, ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan selaku tuan rumah di sini. Pertama, aku ucapkan selamat datang pada besanku Mr. Kinomoto dan juga putrinya Shiyuri yang akan segera menjadi bagian dari keluarga besar kita secara resmi. Pertunangan Refald dan Fey akan dilangsungkan besok di kastil adikku, Byon Pyordova. Aku harap acara besok bisa berjalan dengan lancar. Dan kau Leo, jangan bikin ulah atau kalau tidak aku akan memasukkanmu ke dalam penjara bawah tanah.” setelah berkata demikian, ayah mertuaku beralih menatapku dan juga Refald secara bergantian. “Kalian berdua, persiapkan diri dari sekarang. Dan kau Refald, malam ini kau tidak boleh bertemu dengan Fey, ia akan tidur dengan ayahnya. Jangan coba-coba kau menyelinap ke kamarnya selagi besanku lengah,” tandas ayah mertuaku.


“Baik, Ayah.” Refald hanya menundukkan kepalanya sehingga aku tidak bisa membaca ekspresinya.


Leo langsung tersenyum melihat kakak sepupunya seolah jadi frustasi. “Aku berani bertaruh Kakakku akan menyelinap ke kamarmu malam ini. Sebaiknya Kakak berhati-hati,” bisik Leo di telingaku.


“Bagaimana kau bisa yakin?” tanyaku meski aku tahu Refald pasti melakukannya.


“Karena larangan ayahnya, merupakan sebuah perintah bagi si bodoh Refald itu.” Leo cengar-cengir menatap kakak sepupunya.


Aku tak bisa menahan tawaku lagi, sungguh aku terkejut atas informasi yang diberitahukan Leo padaku.


“Dan kau Leo,” ujar ayah mertuaku. “Berhubung kau ada di sini, aku menugaskanmu untuk mengawasi Refald, jangan sampai ia menemui Fey malam ini.”

__ADS_1


“Apa?” teriak Leo. Ia pun langsung berdiri. “Ehm, Paman ... sepertinya aku harus pulang, ada pekerjaan rumah yang harus aku kerjakan. Silahkan lanjutkan makan malam kalian.” Leo hendak beranjak pergi meninggalkan ruang makan tapi langkahnya terhenti setelah mendengar ancaman dari pamannya alias ayah mertuaku.


“Berhenti bergerak atau akan aku tembak kepalamu sekarang juga!” ancam ayah mertuaku sambil menodongkan pistolnya.


Seketika Leopun menurut dan tanpa menunggu komando, ia kembali duduk di sebelahku dengan wajah dongkol akut.


Daebak! Ayah mertuaku lebih sadis dari mafia. Padahal ia adalah salah satu agen polisi yang disegani. Batinku takjub luar biasa.


“Anak pintar,” puji ayah mertuaku setelah Leo bersikap kooperatif. “Baiklah, mari kita mulai acara makan malam ini. Silahkan dinikmati hidangannya,” ujar ayah mertuaku.


Aku sendiri mengamati ayahku yang terlihat tenang daritadi. Mungkin ia sudah tahu, orang seperti apa mertuaku ini sehingga ayahku tidak kaget dengan setiap kata-kata dan aksi yang dilakukannya. Termasuk mengeluarkan pistolnya untuk membuat Leo mematuhi perintahnya.


“Sepertinya, malam ini kau memang harus begadang untuk menjaga kakakmu agar tidak menemuiku,” bisikku sambil tersenyum menatap wajah stres adik sepupu Refald yang konyol ini.


Dalam benakku, aku sangat penasaran, seperti apa wanita yang akan menjadi pendamping hidup Leo kelak. Bagaimana kisah cinta mereka dan seperti apa hubungan mereka selanjutnya. Aku sungguh penasaran.


BERSAMBUNG


***


Sekedar informasi, karena aku lagi bingung. Putra raja season 2 aku gabung jadi satu atau aku pisah ya? Minta sarannya dong ... love you all



Fey



Refald


__ADS_1


Leo ... masih muda aja ganteng banget ya. ..


__ADS_2