Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
eoisode 253 Takdir


__ADS_3

Persiapan pernikahan Leopun sudah disiapkan sedemikian rupa oleh Byon dan keluarga besarnya. Mereka semua berhasil mengerjai Leo habis-habisan dan membuat Leo kesal sekaligus bahagia karena akhirnya bisa menikah dengan Shena.


Ternyata kejutan seputar pernikahan Leo tak hanya berhenti sampai disitu. Pada malam pesta resepsi pernikahan Leo, ada beberapa tamu tak diundang ikut memeriahkan acara dengan maksud mengacaukan pesta pribadi yang hanya dihadiri oleh seluruh keluarga besar seorang Byon Pyordova.


Kejadian mistispun tak dapat dihindari. Refald memang sudah kehilangan kekuatannya sementara, tapi tidak demikian dengan Fey. Benih cinta Refald yang ia tanamkan dirahim istrinya ternyata membawa sebagian kekuatan Refald.


Dengan kata lain, Fey juga memiliki kekuatan Refald walau tak sebesar kekuatan yang dimiliki suaminya. Beruntungnya disaat genting, Fey bisa melindungi keluarganya dari ancaman musuh. Tentu saja hal itu membuat semua orang yang ada dipesta itupun terkejut karena kini, Fey sudah menjadi sama seperti Refald. Melihat kejadian luar biasa yang dilakukan Fey, seluruh keluarga berspekulasi bahwa putra Refald kelak akan mewarisi kekuatan Refald.


“Kau sungguh luar biasa, Honey. Aku makin jatuh cinta padamu.” Refald memeluk istrinya dengan erat setelah berhasil mengirim musuhnya ke tempat yang tidak akan pernah bisa ditemukan oleh manusia manapun.


“Aku merasa lelah sekali Refald, tolong bawa aku ke kamar,” pinta Fey pada suaminya.


“Tentu, ayo.” Refald merangkul pinggang istrinya dan dengan hati-hati membawa Fey pergi meninggalkan pesta mewah nan elegan ini. “Kami pergi dulu, kalian semua lanjutkan pestanya,” seru Refald pada seluruh anggota keluarganya. “Selamat untukmu Leo, semoga malam pertamamu nanti sukses!” goda Refald pada Leo.


“Kau jangan khawatir. Jaga saja kakak ipar.” Leo mulai mengeluarkan seringai liciknya dan melirik Shena. Wajah wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya itu langsung berubah menjadi merah padam mendengar jawaban Leo pada Refald.


Sebelum mencapai pintu, Refald berhenti berjalan dan berbalik badan menatap adiknya. “Oey Leo!” teriak Refald dan Leopun langsung menoleh ke arahnya. “Kalau kau tidak tahu carannya, kau bisa belajar padaku. Aku akan memberimu les privat,” seru Refald dengan kencang dan langsung disambut tawa oleh ssemua orang yang ada di ruangan itu.


“Apa yang kau katakan?” bentak Fey pada suaminya. Bisa-bisanya Refald berkata seperti itu dihadapan semua keluarga besarnya.


“Kenapa, Honey? Aku hanya menawarkan jasa?” sergah Refald.


“Kau gila!” geram Fey, ia melirik Shena yang sudah hilang entah kemana.


“Oey, Refald!” Leo balas berteriak. “Aku sudah jauh lebih ahli darimu! Lihat saja, Shena pasti akan langsung menyusul kakak ipar dalam waktu dekat!” lagi-lagi Leo memperlihatkan seringai liciknya.


“Huuuuuuu,” seru semua orang bersamaan. “Asyeeeekkk! Tarik terussss!”teriak mereka semua.


Lagi-lagi, seluruh anggota keluarga langsung heboh mendengar apa yang dikatakan Leo pada Refald. Kalau orang lain, pasti sikap Leo dan Refald ini sudah dinilai kurang pantas, tapi berhubung pesta ini hanya dihadiri keluarga besar mereka saja, pembicaraan antara Leo dan Refald adalah hal yang biasa dibicarakan karena mereka semua tahu seperti apa karakter anggota keluarga masing-masing. Bahkan Roypun sudah memakluminya walaupun ia satu-satunya orang asing dipesta ini. Untung saja Laura masih pingsan dalam dekapannya sehingga gadis itu tidak bisa mendengar obrolan nyeleneh ini.


“Kalian berdua benar-benar nggak ada akhlak!” Fey berjalan lebih dulu meninggalkan Refald dengan kesal.


Berani-beraninya kakak adik bersaudara itu berbicara hal semacam itu pada seluruh anggota keluarganya seolah itu adalah hal yang biasa mereka bicarakan. Dasar somplak! batin Fey.


“Honey! Tunggu aku? Kenapa kau marah?” Refald berlari kecil menyusul istrinya.


“Aku nggak marah! Aku ngambek!” bentak Fey langsung dan terus melanjutkan jalannya.


Tentu saja Refald tidak mau menyerah, ia memeluk pinggang istrinya dan Fey terus saja menolak disentuh oleh suaminya. Ia benar-benar kesal dengan Refald.


“Jangan dekati aku! Pergi Sana!”


“Honey, jangan begitu ... bagaimanapun juga aku suamimu.”


Samar-samar terdengar suara debat Refald dan Fey menjauh dari ruang pesta.


***


Malam semakin larut, tak hanya Leo dan Shena saja yang melakukan ritual bulan tertusuk ilalang, Refald dan Fey juga melakukan ritual maju mundur cantik mereka. Bedanya kali ini Refald melakukannya sebagai manusia biasa sama seperti Leo. Keduanya benar-benar menghabiskan malam yang syahdu bersama dengan pasangan mereka masing-masing.


“Kau bilang kau tidak punya tenaga? Kenapa sekarang malah minta jatah?” protes Fey saat Refald mengutarakan niatanya ingin mencoba melakukan ritual yang biasa mereka lakukan selagi Refald menjadi menusia biasa.


“Aku tidak mau kalah dengan Leo, Honey. Si sableng itu sedang menikmati malam pertamanya. Aku juga ingin memadu kasih dengan istriku sekaligus mengunjungi Refald kecil.” Refald mulai menciumi pipi istrinya.

__ADS_1


“Menjauh dariku! Aku masih kesal padamu. Kau itu benar-benar menyebalkan.” Fey masih saja sewot dengan Refald.


“Aku? Menyebalkan? Setelah apa yang aku lakukan sampai kehilangan kekuatanku kau bilang aku menyebalkan?” Sekarang malah gantian Refald yang ngambek. “Kau memintaku menyelamatkan Leo bagaimanapun caranya, Honey. Dan inikah yang aku dapatkan darimu? Kau bilang aku menyebalkan? Harusnya kau bilang aku ini pahlawan? Haisssh ... aku tidak percaya ini.” Refald memonyongkan mulutnya karena marah.


Melihat Refald seperti itu, Fey jadi tidak enak hati karena suaminya ini memang sangat luar biasa keren hari ini. Perlahan, Fey mendekat ke arah Refald yang duduk memunggunginya. Ia menyentuh pelan bahu suaminya.


“Menjauh dariku! Aku tidak mau dekat-dekat dengamu.” Sekarang beneran ganti Refald yang sewot.


“Kau marah padaku?”


“Nggak! Aku nggak marah. Aku ngambek!” Refald sengaja meniru kata-kata istrinya.


Fey menyembunyikan senyumnya dibalik punggung Refald. Ternyata, suami manusia supernya ini kalau lagi kehilangan kekuatan bisa berubah lucu juga.


“Ya sudah kalau begitu. Tidur diluar sana. Aku mau menikmati tempat tidur ini sendirian. Sana pergi!” usir Fey. Ia ingin tahu bagaimana reaksi Refald.


“Kau mengusir suamimu?” pekik Refald tak percaya. Bukannya dibujuk agar tidak lagi marah tetapi dirinya malah diusir paksa dari kamar ini.


“Kau sendiri yang bilang kalau kau tidak mau dekat-dekat denganku? Masa kau tega aku yang sedang hamil anakmu ini tidur diluar?” Fey menatap Refald dengan memasang wajah sok polos. Sebenarnya, dalam hati ia tertawa menatap ekspresi Refald yang terlihat kesal dan marah seperti orang bego saja. Wajahnya benar-benar terlihat lucu.


“Tidak mau! Aku mau disini!” Refald langsung membaringkan tubuhnya diatas kasur tepat di samping Fey duduk. Fey pun tersenyum dan ikut berbaring diatas dada Refald saat suaminya itu tidur terlentang.


“Biarkan aku mendengar detak jantungmu sebentar Suamiku,” ujar Fey lirih. Hari ini adalah hari pertama Fey mendengar detak jantung Refald sebagai manusia biasa dan bukan manusia super lagi sekaligus merayu Refald agar tidak marah lagi.


Melihat Fey tidur didadanya seperti itu, kemarahan Refaldpun meleleh dan kesalnyapun hilang. Perlahan, Refald membelai lembut rambut panjang istrinya yang halus dan tertata rapi. Entah kenapa setelah menjadi manusia biasa, Refald malah jadi lebih sensitif.


“Kau luar biasa hari ini. Terimakasih karena sudah menyelamatkan Leo hingga mengorbankan kekuatanmu. Meski kau itu menyebalkan, kau tetap suami terkerenku. Jangan marah lagi, oke.” Fey menatap wajah suaminya yang juga menatapnya. Keduanya saling berciuman mesra dan tanpa terasa adegan maju mundur cantikpun terjadi begitu saja kerena mereka berdua terhanyut oleh suasana.


Meski Refald tak lagi memiliki kekuatan super, tapi keperkasaannya diatas ranjang tetap bisa membuat Fey kualahan. Refald juga pandai sekali membuat Fey terangsang dengan sentuhan-sentuhan lembutnya. Mereka berdua benar-benar menikmati malam syahdu yang indah ini layakanya sepasang pengantin baru.


Refald berbaring di samping istrinya setelah ia selesai mentransfer kecebongnya dan mencium kening Fey dengan penuh cinta. Keduanya berusaha mengatur napas mereka kembali agar normal lagi.


“Istirahatlah, Honey. Besok pagi kita akan berangkat pulang ke Swiss,” bisik Refald di telinga istrinya dan Feypun mengangguk pelan dalam dekapan Refald. Tak butuh waktu lama bagi Fey yang langsung tertidur pulas diikuti dengan Refald. Keduanya tertidur sambil saling berpelukan.


Sementara di kamar lain jangan ditanya lagi. Ada yang sedang menikmati indahnya malam pertama yang sudah mereka nantikan sejak dulu dan baru bisa dilakukan sekarang karena keduanya sudah sah menjadi pasangan suami istri. Siapa lagi kalau bukan Leo dan Shena.


***


Keesokan paginya semua orang berkumpul bersama untuk menikmati sarapan dan membicarakan malam pertama semua anggota keluarga Pyordova. Yang jadi trending topik pagi ini adalah siapa lagi kalau bukan pasangan pengantin baru Leo dan Shena. Dan yang mendapat gelar pencetak rekor terbanyak dalam semalam ketika besyahdu ria adalah Refald dan Fey. Sedangkan pasangan yang sudah tidak sabaran diraih oleh Xiao nai dan Wei wei.


Ketiga pasangan muda generasi penerus keluarga Pyordova ini menjadi hot trending pagi ini dan mereka semua ini sangat bertalenta untuk kemajuan keluarga besar mereka dengan segudang kemampuan yang mereka miliki masing-masing. acara sarapan pagipun berjalan lancar dengan kehangatan keluarga yang terjalin satu sama lain.


Seperti yang sudah Refald bilang semalam, ia dan Fey langsung terbang ke Swiss setelah berpamitan dengan seluruh keluarga besarnya. Refald harus tetap menyelesaikan pekerjaannya meski untuk sementara dia hanyalah manusia biasa.


Sebulan sudah berlalu sejak pernikahan Leo dan Shena berlangsung. Karena suatu hal, Leo dan Shena menemuinya di Swiss. Mereka juga melakukan hal menyenangkan disana karena saat ini, Shena juga tengah hamil muda buah dari pernikahannya dengan Leo.


Setelah Leo dan Shena kembali ke Indonesia, pak Po memberi kabar bahwa istrinya Di juga tengah hamil muda. Tentu saja kabar itu sangat mengejutkan Fey dan juga Refald.


“Apa kau yakin, pak Po? Istrimu hamil?” tanya Fey untuk memastikan bahwa pak Po tidak salah ucap.


“Benar Putri, Di sendiri yang memeriksakan kehamilannya. Lihatlah ini.” Pak Po menyodorkan bukti surat keterangan yang menyatakan bahwa Di istrinya telah berbadan dua.


“Wuah, daebak. Selamat, pak Po.” Fey ikut senang mendengar kabar bahagia dari pak Po, tapi tidak dengan Refald.

__ADS_1


Ada raut kesedihan di wajah suami Fey itu. Tanpa suara, Refaldpun pergi meninggalkan Fey dan pak Po di ruang keluarga menuju kamarnya. Fey dan pak Po hanya menatap bingung Refald yang tiba-tiba saja berubah aneh itu.


“Ada apa dengan pangeran, Putri? Sepertinya, pangeran tidak terlihat senang.”


“Dia senang, hanya saja dia tidak mau menunjukkannya padamu. Kau tahu sendiri seperti apa Refald itu. Ditambah lagi, kekuatannya masih belum kembali. Kali ini lebih lama dari sebelumnya. Dia sangat frustasi karena tidak bisa terbang kesana kemari sepertimu. Kau juga pernah menjadi manusia, pasti rasanya aneh, bukan?”


“Anda benar Putri, saya akui saya lebih suka jadi dedemit daripada menjadi manusia biasa. Saya sangat mengerti seperti apa perasaan Pangeran saat ini.”


“Aku akan menghiburnya, kau jangan khawatirkan pangeranmu, dia bukan anak kecil lagi. Jaga Di baik-baik. Jangan biarkan dia kelelahan. Pergilah dan temani Di, Jangan datang kemari kalau kami tidak memanggilmu. Sekali lagi selamat untukmu pak Po, akhirnya kau akan segera menjadi ayah.” Fey merasa lucu membayangkan status pak Po yang baru. Dedemit itu akan mejadi seorang ayah.


“Baik Putri, permisi.” Pak Po pun langsung menghilang dari pandangan begitu saja. Dan Fey sendiri mengikuti Refald masuk ke dalam kamar.


Fey terkejut saat melihat Refald duduk disebuah kursi panjang sambil menutup mukanya dengan kedua tangannya. Jika Refald seperti itu, pasti ada sesuatu hal yang bakal terjadi. Dan sepertinya, itu bukanlah hal yang baik.


“Apa yang terjadi Refald? Apa ini soal Leo ... atau berita kehamilan Di?” tanya Fey langsung saat ia sudah duduk di samping suaminya.


“Dua-duanya, Honey.” Refald menghela napas panjang. “Leo sedang dalam masalah besar meski akhirnya ia bisa mengatasinya karena Leo punya sahabat sejati yang rela berkorban untuknya. Tapi Di ... jika ia terus mempertahankan bayi itu, maka nyawanya bisa melayang. Itulah takdirnya.”


“Apa?” pekik Fey seketika. “Kau bilang apa tadi? Maksudmu ... Di ... akan mati? Kau jangan bercanda Refald, ini sama sekali tidak lucu.” Ini pertama kalinya Fey tidak ingin memercayai apa yang dikatakan suaminya.


“Apa aku kelihatan sedang mengajakmu bercanda, Honey? Aku serius.” Refald menatap mata indah istrinya. Dan Fey juga tahu kalau Refald memang tidak pernah berbohong. Semua ucapannya itu benar.


Lalu bagaiman dengan bayinya? Ada apa ini Refald?” tanya Fey mulai panik, takut, dan juga masih belum bisa percaya. Ia tidak ingin membayangkan jika hal itu benar-benar terjadi.


“Honey ... dengarkan aku. Inilah garis takdir hidup pak Po. Maksudku, Di akan menjadi seperti pak Po jika ia tetap melahirkan anaknya. Dan masalah anaknya ... aku belum bisa melihat seperti apa gambaran masa depan anak itu, karena kekuatanku belum kembali. Itulah yang membuatku frustasi. Tidak mungkin kita menyuruh pak Po agar ia mau merelakan anak mereka demi keselamatan Di. Aku juga tidak tahu bagaimana caraku memberiahu pak Po dan Di atas apa yang bakal menimpa mereka. Aku harus menunggu kekuatanku kembali agar bisa melihat masa depan anak mereka.” Refald kembali menutup wajahnya dengan kedua tanganya.


Sementara Fey masih berusaha mengatasi rasa shocknya. Jangankan Refald, Fey sendiri tidak bisa menerima takdir ini.


“Kau bilang mereka akan berakhir bahagia. Apa itu benar?” tanya Fey mengingatkan kembali apa yang pernah diucapkan Refald dulu.


“Itu benar, karena Di akan menjadi seperti pak Po. Tidak ada lagi perbedaan dunia diantara mereka.”


“Kau juga bilang bahwa anak pak Po akan menjadi menantu kita. Itu artinya pak Po akan memiliki seorang putri? Apa dia hantu seperti pak Po?” tanya Fey yang mulai berpikiran yang bukan-bukan.


“Tidak Honey, aku masih belum bisa memastikan. Aku harus menunggu kekuatanku kembali.” Refald terlihat sangat kacau. Ia bahkan tidak bisa menatap Fey lagi.


“Takdir macam apalagi ini?” Fey jadi ikut frustasi dan menyandarkan kepalanya dibahu Refald.


“Jangan pikirkan apapun, Honey. Ah ... aku sendiri juga tidak tahu apa yang harus aku lakukan sekarang. Aku ingin menghiburmu, tapi aku sendiri sedang kacau. Ah ... sial!” sepertinya Refald jauh lebih frustasi daripada Fey. Keduanya hanya saling berpegangan tangan untuk menguatkan satu sama lain.


BERSAMBUNG


***


Part tentang seputar pernikahan Leo dan kedatangan Leo di Swiss sudah ada di playboy jatuh cinta. Jadi, tidak aku tulis lagi disini. Dalam kisah Refald ini aku percepat waktunya dan fokus pada kisah pak Po-Divani dan ksiah Fey-Refald yang sebentar lagi istrinya akan melahirkan. Setelah itu aku loncat ke kisah sebagian anak-anak mereka.


Partnya memang panjang banget, semoga tidak bosan ya ... nanti jangan kaget kalau lihat visual anak Refald dan Fey versi dewasa. Yang sudah masuk grub pasti tahu, hehehe ...


Terimaksih atas dukungan dari kalian semua ... love you all ....


Aku lagi badmood banget beberapa hari terakhir ... semangatin aku dong ...


__ADS_1


Refald klo lagi cemberut hehe ..


__ADS_2