Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
episode 132 Dunia Fey dan Refald


__ADS_3

Aku tidak tahu bagaimana bisa aku tertidur begitu lelap tanpa mimpi. Saat mataku terjaga aku merasa seluruh tubuhku jadi hangat seolah sedang berada dipelukan seseorang.


Mungkin aku sedang bermimpi sekarang, batinku.


Tunggu! Aku memerhatikan apa yang ada di depan mataku dan betapa terkejutnya aku saat tahu kalau tubuhku saat ini memang berada dipelukan seseorang, dan orang itu adalah Refald suami sekaligus tunanganku sendiri.


Seketika aku bangun dari tidurku dan hampir saja jatuh kalau saja Refald tidak segera menangkap tubuhku. “Hati-hati, Honey,” ujarnya sambil menatapku.


Aku pun terkejut dan balas menatap Refald. “Refald! Kau sudah sadar?” seruku merasa lega karena akhirnya Refald sadar juga. Aku tersenyum melihat wajah Refald yang kembali tampan dan tidak terlihat pucat lagi.


Namun, ada sesuatu yang aneh di sini. Aku melihat langit-langit yang ada di atas kepala Refald sangat berbeda dengan langit-langit yang ada di kamarku. Pikiranku sudah melayang kemana-mana dan aku mencoba mengamati sekelilingku. Aku hanya bisa menebak-nebak tempat ini, yang jelas-jelas sangat tidak mungkin ada di dunia nyata. Sebab, di sini penuh dengan pohon bunga sakura yang sedang mekar disepanjang tempat layaknya musim semi. Padahal faktanya, Jepang sedang musim panas yang artinya, tidak mungkin bunga sakura bermekaran di negara Jepang.


Jika ini tidak di Jepang, lalu ada di mana aku sekarang? tanyaku dalam hati.


Aku sangat terkejut dengan apa yang aku lihat. Setelah memerhatikan keseluruhan tempat ini, aku benar-benar takjub, tempatnya dipenuhi dengan bunga sakura yang bermekaran dimana-mana, dan yang lebih mengejutkanku lagi adalah, posisi kami berdua saat ini ada di atas salah satu pohon Sakura. Dan Refald sendiri sedang menahan tubuhku agar tidak jatuh ke tanah, sementara tangan satunya bergelantungan di salah satu dahan pohon Sakura.


“A-ada di mana kita?” tanyaku yang langsung shock, apalagi tubuhku serasa ingin jatuh.


“Di dunia kita,” jawab Refald singkat, pandangan matanya tak pernah lepas dariku. “Ini adalah dunia yang aku ciptakan hanya untuk kita berdua. Tidak akan ada yang bisa datang kemari kecuali kau dan aku saja.” Refald tersenyum manis padaku dan tiba-tiba saja ia melepaskan pegangannya dari tubuhku sehingga membuatku tersentak karena akan jatuh ke tanah.


Aku benar-benar terkejut karena tiba-tiba saja, tubuhku terhempas di udara dan menjauh dari Refald. Sekilas aku kira aku akan terluka seandainya tubuhku menyentuh tanah yang ada di bawahku, tetapi Refald mulai menggunakan kekuatannya seolah-olah waktu berhenti.

__ADS_1


Semua benda-benda disekelilingku juga berhenti bergerak, bahkan angin yang menerbangkan kelopak-kelopak bunga sakura juga berhenti seketika. Kejadian ini sama seperti Refald menghentikan waktu saat ibuku datang.


Bedanya di sini, tidak ada siapa-siapa. Hanya ada bunga sakura dan beberapa binatang kecil yang tinggal dipohonnya. Tubuhku pun melayang dan juga tidak bisa digerakkan. Satu-satunya yang mengesankan adalah aku seolah berada di tengah-tengah hujan kelopak bunga sakura yang indah. Sangat mempesona dan menyenangkan sekali.


Dengan gaya yang menawan, Refald melayang turun ke arahku dan menyentuh tanganku sehingga tubuhku kembali bergerak lagi. Refald menarik tanganku agar bisa berdiri sejajar dengannya, ia juga meraih pinggangku dan mengeratkannya pada tubuhnya sampai tidak ada sekat lagi diantara kita berdua. Tanpa suara, Refald langsung menciumku dengan mesra di tengah-tengah angin yang meniup kelopak bunga sakura yang berterbangan disekitar kami.


“Inilah kekuatan baruku, Honey. Maaf baru bisa menunjukkan padamu sekarang. Kita bisa berada di dunia yang aku ciptakan sendiri sesuai dengan apa yang kau inginkan. Aku memberi nama dunia kita ini “Dunia Cinta Fey dan Refald”. Kisah kita berdua akan di mulai dari sini sampai kita benar-benar resmi menikah. Di dunia ini, kau bisa pergi ke tempat manapun yang kau suka. Kau hanya tinggal bilang saja padaku.”


Sejujurnya aku masih belum bisa membedakan mana dunia nyata dan mana dunia tidak nyata. Bagiku, dimanapun aku berada, Refald adalah duniaku.


“Tempat ini seperti hutan pohon Sakura. Dan semuanya bermekaran dimana-mana? padahal di Jepang, harusnya bunga ini belum mekar,”ujarku.


“Iya, aku sangat suka, aku sangat menyukai tempat ini?” aku memeluk Refald dengan erat sampai aku lupa kalau Refald baru saja sadar dari pingsannya. “Tapi ... bagaimana denganmu? Apa kau baik-baik saja?” tanyaku yang mulai mencemaskannya.


“Aku baik-baik saja, berkat kau Honey. Apa aku membuatmu khawatir?” tanya Refald sambil mengusap lembut rambutku.


“Kau berkeringat dan pingsan untuk pertama kalinya, bagaimana aku tidak khawatir padamu? Kau rela melakukan apapun untukku tapi aku tidak bisa melakukan apapun untukmu? Kau membuatku merasa sangat buruk. Aku bahkan merasa kalau aku tidak pantas untukmu. Kau terlalu sempurna untukku Refald, aku hanya bisa menyusahkanmu saja.” mataku kembali berkaca-kaca mengingat betapa banyaknya pengorbanan Refald yang sudah ia lakukan untukku.


Refald kembali memelukku. “Honey, kalau kau berkata seperti itu lagi ... aku akan menikahimu sekarang juga.” Refald kembali menatapku dan memberikan kecupan lembutnya di bibirku. “Apa yang aku lakukan untukmu, masih belum sebanding dengan apa yang sudah kau alami selama hampir satu dekade tanpa ada aku disisimu. Tak bisa terbayangkan dibenakku bagaimana bisa kau menjalani hari-hari dan bertahan sendirian tanpa kehadiranku. Anggap saja, semua yang kulakukan untukmu sebagai ganti hari-hari yang hilang selama aku tidak ada."


Lagi-lagi, kata-kata Refald membuatku terharu sampai-sampai aku menangis saking bahagianya. Aku bahkan tidak sanggup berkata-kata, dalam diam Refald memelukku dengan erat sembari menikmati indahnya bunga sakura yang berterbangan karena tertiup oleh angin.

__ADS_1


"Honey, ada yang ingin aku tunjukkan padamu sebelum kita berangkat ke Jerman besok bersama dengan keluarga besar kita. Tapi sebelum itu, kau harus berjanji padaku untuk bisa menerima semua takdir yang sudah Tuhan tentukan untuk kita semua. Katakan padaku jika kau siap menerima semua kemungkinan terburuk dalam hidup kita, tapi jika kau tidak siap ... maka aku tidak akan mengatakannya.” Refald menatapku dan menunggu jawaban dariku.


Aku tidak tahu apa arti dari kata-kata Refald, tapi aku yakin disetiap kebahagiaan yang Refald tunjukkan, pasti ada kesedihan, begitu juga sebaliknya. Mungkin Refald ingin aku bisa menghadapi semua hal yang terjadi di dunia ini baik itu rasa bahagia atau rasa sedih. Dan sebagai istrinya, maka aku harus tegar menghadapi segala hal yang terburuk selama kami berdua hidup di dunia yang fana ini.


“Aku siap!” ucapku pada Refald walau dalam hati, aku sedikit was-was.


Refald hanya diam dan mulai meletakkan telapak tangan kanannya di mataku yang terpejam. Samar-samar aku melihat gambaran sepasang sejoli beda dunia sedang membicarakan masalah serius sebelum salah satu dari mereka menghilang. Aku sangat terkejut mendengar isi percakapan mereka yang langsung membuatku menangis.


“Tidak mungkin, ini sungguh tidak mungkin ... Ayah, Ibu ...,” Aku tak bisa melanjutkan kata-kataku.



bayangan yang diperlihatkan Refald untuk Fey.


BERSAMBUNG


***


dukung like, vote dan komentarnya ya. .. terimakasih


__ADS_1


__ADS_2