
Akhirnya, hari yang dinantikanpun tiba, yaitu upacara pernikahan Sakura dan Sauran yang dilakukan sesuai dengan kepercayaan mereka masing-masing di tempat yang sudah ditentukan oleh keluarga Sauran. Acaranya berlangsung lancar dan meriah. Banyak sekali tamu undangan ayah dan juga teman-teman Sauran serta Sakura datang untuk ikut menyaksikan hari bahagia mereka.
Sakura terlihat sangat cantik dan anggun dengan memakai gaun pengantin bertema bidadari surga. Sakura terlihat begitu mengagumkan seperti bidadari sungguhan. Begitu juga dengan Sauran yang terlihat begitu tampan dan menawan dengan setelan jaz hitamnya. Saat melihat mereka berdua berjalan beriringan, tak terasa air mataku mengalir karena terlalu bahagia. Refald dengan mesra mengusap air mataku dan memelukku.
“Jangan ada air mata, Honey. Lihatlah, kakakmu sudah bahagia bersama dengan pasangan hidupnya.” Refald mencium keningku dengan lembut.
“Ini adalah air mata bahagiaku Refald, kini mimpi Sakura bersama Sauran sudah terwujud.” Aku tersenyum bahagia melihat betapa serasinya mereka berdua.
“Kau benar. Sekarang hanya tinggal mimpi kita.” Aku langsung melirik Refald karena aku tahu kemana arah pembicaraannya. “Apa? Kenapa kau menatapku begitu?”
“Tidak apa-apa.” Aku mengalihkan perhatianku dan menatap sekelilingku. Ada pemandangan berbeda di sekitar ruangan ini, “Refald, kenapa aku merasa merinding di sini? Apa ada sesuatu yang aku lewatkan?” aku menatap ke segala arah karena aku sama sekali tidak mengenali siapapun disekelilingku. Hanya ada beberapa orang yang aku kenal dan mereka semua adalah teman-teman sekelas Sauran dan Sakura waktu di sekolah dulu.
“Kau belum sadar, Honey? Sebagian besar tamu undangan yang duduk di sini, bukanlah manusia.”
“Apa?” aku membungkam mulutku sendiri agar tidak berteriak. “Jadi selain Tomoyo dan ibunya, Zamazaki, Misuzu, Rika dan Keyko. Mereka semua yang ada di sini adalah hantu?” tanyaku tidak percaya.
“Ehm, Sakura dan Sauran hanya mengundang orang-orang terdekatnya saja untuk menghadiri momen sakral mereka,” terang Refald sambil menggenggam erat tanganku. “Jangan khawatir, lihat di sudut ruangan itu juga ada yang berbahagia. Mbak Kun sedang berkencan dengan salah satu hantu Jepang.” Refald tertawa melihat tingkah laku salah satu pasukannya.
Aku sendiri hanya terpana melihat mbak Kun sedang bermesraan di sana. “Aku baru tahu, kalau hantu bisa juga berkencan. Jangan bilang kalau pak Po ada di toilet karena patah hati.”
Melihat reaksi Refald yang hanya tersenyum, aku yakin tebakanku benar. Awalnya, aku kira semua orang yang berpakaian rapi itu adalah rekan kerja ayah dan keluarga besar Sauran, tapi ternyata bukan. “Apa mereka berbahaya?”
“Tidak, mereka memang selalu datang setiap kali ada pernikahan. Bersiaplah untuk malam nanti, Honey. Setelah penyerahan hadiah pernikahanmu yang aku janjikan, kau harus ikut aku ke Jerman bertemu dengan paman Byon dan juga seluruh keluargaku yang lainnya. Para orangtua kita juga akan berangkat bersama dengan kita besok.
“Apa? Tunggu! Ada apa? Kenapa mendadak begitu? Aku bahkan belum jalan-jalan di Jepang?”
“Kita bisa jalan-jalan nanti, Honey. Kita berdua punya banyak sekali waktu setelah kita menikah dan liburan bersama. Aku janji akan membawamu keliling dunia nanti.”
“Tapi, kenapa tiba-tiba sekali?” tanyaku bingung sekaligus heran mendengar kabar ini.
__ADS_1
“Ayah mertuaku yang bilang padaku untuk segera mengumumkan pertunangan kita di Jerman sembari memberikan kesempatan Sauran dan Sakura bulan madu tanpa ada yang mengganggu.” Aku tahu Refald sedang menyindirku.
“Kenapa kau baru bilang padaku sekarang?” aku hampir saja menjerit mendengar kabar dadakan dari Refald soal pengumuman pertunangan kami.
“Karena aku juga baru tahu tadi.” Refald mengamati ekspresiku. “Kenapa dengan wajah manyunmu itu? Kau tidak suka?”
“Bukannya tidak suka, tapi ini mendadak sekali?”
“Jangan buat aku menciummu di sini, Honey. Kau tahu cepat atau lambat semua ini pasti bakal terjadi.”
Yang dikatakan Refald memang benar, habislah aku sekarang. Itu artinya, pernikahanku dengan Refald juga pasti bakal segera terjadi di dunia nyata ini.
***
Setelah Sauran dan Sakura sah dinyatakan sebagai suami istri, kami semua pun mengadakan pesta resepsi di sebuah vila besar yang sudah dibeli ayah sebelumnya sebagai hadiah pernikahan Sakura dan Sauran. Semua orang dan tamu undangan menikmati pesta pernikahan ini. Seluruh keluarga Sauran, Refald dan keluargaku berkumpul jadi satu. Mereka semua terlihat bahagia, pestanya benar-benar meriah. Banyak sekali tamu undangan yang hadir dan sebagian dari mereka adalah orang-orang penting.
“Di sini kau rupanya?” ucap Refald, ia mendekatiku yang sejak tadi mengamati semua orang dari lantai dua. “Sakura mencarimu kemana-mana, kenapa kau malah ada di sini?”
Refald memelukku dari belakang dan memeriksa arlojinya. “Satu jam lagi dari sekarang, bersiap-siaplah menerima hadiah pernikhanmu.” Refald menempelkan kepalanya di bahuku. “Kapan kita akan seperti mereka?” tanya Refald sambil mengamati Sakura dan Sauran yang sedang berdansa bersama. Mereka berdua terlihat sweet dan romantis.
“Nanti, kalau saatnya tiba.” Aku tersenyum melirik Refald.
“Malam ini kau sangat cantik, Honey. Gaun yang kau pakai juga sangat indah dan serasi untukmu. Kau mau berdansa denganku?” ajak Refald sambil membalikkan tubuhku menghadapnya. Refald menciumku dengan sangat mesra dan akupun membalas ciumannya.
“Tidak, aku tidak bisa berdansa dan juga terimakasih atas pujianmu malam ini. Namun, aku harus pergi, ada yang ingin aku lakukan sekarang. Tunggulah di sini dan lihat saja.” aku melepaskan pelukan Refald dan berjalan pelan menuruni anak tangga satu persatu.
Aku mengambil biolaku yang dulu sempat aku tinggalkan. Sudah hampir satu dekade aku tidak pernah memainkan alat musik apapun, padahal aku sangat jago bermain piano dan biola. Alasan itulah yang membuat orang tua Refald memilihku sebagai menantunya.
Aku mulai memainkan biolaku dengan penuh penghayatan. Kupejamkan mataku untuk merasakan setiap gesekan-gesekan lembut dari lantunan irama yang aku mainkan. Aku tidak menyangka, permainan biolaku seketika menyihir semua orang yang mendengar setiap nada yang kumainkan di atas panggung.
__ADS_1
Banyak yang terpukau melihat performaku malam ini, termasuk juga Refald. Meski aku tidak bisa mendengar pikirannya, tapi aku sangat yakin, Refald teringat akan kenangan kami saat pertama kali bertemu waktu kecil dulu. Sebab, nada ini, adalah nada sama, yang aku mainkan saat pesta ulang tahun pernikahan ayah dan ibu Refald.
Dalam pengasinganku, aku melupakan jati diriku yang sebenarnya. Siapa aku dan darimana asalku, aku melupakan semua itu. Kini, di depan semua orang yang hadir dalam pesta pernikahan kakakku, aku ingin menunjukkan bahwa aku sudah kembali.
Biola yang kumainkan ini, menandakan bahwa aku kembali menjadi Shiyuri yang dulu. Putri kedua dari pasangan Kinomoto dan almarhum Nadeshiko, adik dari Sakura Kinomoto serta tunangan dari Refald Mirza Banta. Lagu yang kumainkan, sengaja aku persembahkan untuk menyambut seseorang yang sebentar lagi akan datang sebagai hadiah pernikahan yang aku minta dari Refald.
Tiba-tiba sebuah angin kencang datang, suasana mendadak menjadi sangat dingin akibat terpaan angin kencang ini. Semua orang terlihat panik dan hanya aku saja yang masih tetap terus memainkan irama biolaku tanpa peduli dengan apa yang terjadi disekitarku.
Pintu vila mendadak terbuka dan muncullah sesosok wanita cantik nan elegan sedang berjalan pelan menuju ke arahku.
Menyadari kemunculan sosok tersebut, aku berhenti bermain biola dan angin yang tadinya menyerang kami, tiba-tiba saja hilang tak berbekas. Perlahan, aku membuka mataku yang tadinya terpejam sambil tersenyum setelah melihat siapa yang datang menghampiriku.
“Selamat datang kembali, Ibu!” ucapku seraya tersenyum menyambut kedatangannya.
BERSAMBUNG
****
maaf baru bisa up ..
Sakura
__ADS_1
Sauran