
Malam yang dinanti-nanti pak Po pun tiba, ia sudah tidak sabar melakukan instruksi yang diberitahukan Refald padanya tadi siang. Untuk sementara ini, pak Po tidak boleh melakukan apapun sebelum mendapat kode dari Refald. Hal itu bertujuan agar apa yang dilakukan pak Po nantinya tidak mengganggu kenyamanan yang lainnya termasuk tetangga sebelah mengingat malam nanti pasti agak sedikit berisik.
Khusus malam ini, Refald sengaja meminta Riska dan Aditya untuk pindah kamar dilantai atas supaya mereka tidak terganggu dengan berisiknya kentongan yang nanti bakal Refald bunyikan saat mengajari pak Po cara melakukan hubungan suami istri. Meski awalnya mereka berdua tidak mengerti apa alasannya, mereka tetap menuruti apapun yang dikatakan Refald untuk pindah kamar.
Setelah memastikan semua orang tertidur lelap, Refaldpun meminta pak Po bersiap-siap. “Ini sudah hampir tengah malam, sepertinya Riska dan Aditya sudah terlelap dikamar mereka. Kau bisa mulai sekarang. Aku beri kau waktu 5 menit untuk melakukan persiapan, kau harus sudah standby diposisimu. Begitu mendengar ketukan pertama, kau harus langsung memasukkan pedangmu pelan-pelan dan jangan terlalu memaksa. Jika Di mengerang kesakitan, cium saja dia seperti saat aku mencium, Fey. Kau paham?” ujar Refald sambil menatap tajam wajah bloon pak Po. Sedangkan Fey hanya tertawa dibalik punggung suaminya. Refald bahkan sampai ikut bergetar merasakan tubuh Fey yang naik turun karena tertawa tanpa suara.
“Saya mengerti Pangeran, tapi ... apa anda yakin cara ini berhasil?” tanya pak Po sedikit gugup.
“Aku yakin, setelah ini ... kau pasti bakal ketagihan!” kekeh Refald. “Sekarang masuklah ke dalam. Aku akan menunggu lima menit dari sekarang sebelum kubunyikan ketukan pertama.”
“Baik Pangeran, permisi.” Pak Po pun masuk ke kamarnya dan Refald beralih menatap istrinya.
“Berhenti tertawa, Honey. Kau membuatku terangsang juga! Begitu mereka berhasil melakukannya, baru giliran kita!” ujar Refald sambil mencium mesra bibir Fey agar istrinya itu tidak terus-terusan tertawa.
“Sungguh ini adalah hal paling konyol yang pernah kau lakukan sebagai seorang Pangeran Refald. Dan aku baru tahu kalau hantu yang begitu menakutkan saat menjadi makhluk astral tak kasat mata, langsung berubah jadi bego ketika ia menjadi manusia.”
“Itu karena semasa mereka meninggal, ingatan tentang kehidupan sebelumnya telah terhapus, Honey. Begitu mereka menjadi manusia lagi, mereka seolah terlahir kembali seperti bayi yang baru dilahirkan. Apalagi, pak Po sama sekali tidak tahu menahu soal apa itu hubungan suami istri kerena ia meninggal diusia remaja dan belum cukup umur juga. Ditambah lagi, ia meninggal dizaman perang dimana hubungan seperti itu sangat awam diketahui oleh anak-anak seusianya. Jelas sangat berbeda dengan zaman sekarang dimana anak-anak yang masih duduk dibangku dasar saja sudah pintar mencari pacar.” Refald membelai lembut rambut istrinya.
“Kau benar, zaman dahulu sangat berbeda dengan zaman modern seperti sekarang.” Fey tersenyum pada suaminya. “Sudah lima menit, pak Po pasti sedang menunggu tanda darimu, ketuklah!” pinta Fey dan Refald langsung mengetuk kentongan tersebut.
Tok!
Refald mengetuk satu ketukan.
Sementara di dalam kamar, Pak Po melakukan seperti yang diinstruksikan Refald. Saat mendengar ketukan pertama, ia memasukkan etalibunnya ke dalam lubang sumur Di. Wanita cantik itu merintih kesakitan, tapi ia mencoba bertahan. Sebenarnya, pak Po juga tidak tega, tapi ia berusaha terus mendorong etalibunnya masuk ke dalam sambil mencium mesra Di seperti yang dianjurkan Refald.
Tok tok!
Terdengar bunyi ketukan kedua. Pak Po mengeluarkan pedang etalibunnya lagi, dan tak lama kemudian terdengar bunyi ketukan satu kali. Pak Po memasukkan pedangnya kembali. Kejadian itu terus berulang-ulang sampai beberapa kali.
__ADS_1
Namun, sebuah iklan/sponsor menjadi sebuah kejadian tak terduga menghiasi momen bersejarah pak Po dan Divani di malam pertama mereka kali ini. Diluar rumah, terdengar banyak orang sedang berkeliling untuk melakukan ronda malam. Mereka juga membawa kentongan dan mengetuk kentongan tersebut dengan lantang disetiap jalan yang mereka lewati termasuk saat melintasi rumah pak Po. Anehnya, bunyi yang mereka ketuk hampir sama dengan bunyi yang diketuk Refald untuk menginstruksikan pak Po saat ia bercinta dengan Di.
Tok tok ... tok ... tok tok ... tok ... tok tok ... tok!
Bunyi itu terus diketuk berulang-ulang semakin keras dan juga cepat.
“Refald! Gawat, suara itu ... bagaimana dengan pak Po?” Fey menatap Refald yang juga menatapnya. Ia tidak tahu harus bagaimana.
Pasangan suami istri itu tidak mungkin keluar rumah dan melarang orang-orang kampung itu membunyikan kentongan. Refald dan Fey hanya bisa menunggu sampai mereka lewat lalu melanjutkan instruksi mereka.
Bunyi ketukan itu terlalu cepat dan Refald khawatir pak Po mengikuti ketukan orang-orang yang sedang meronda itu, dan bukannya mengikuti ketukan darinya. Tidak mungkin juga Refald masuk kedalam kamar pak Po sementara mantan dedemitnya dan istrinya sedang asyik bersenggama.
Sedangkan situasi di dalam kamar jadi tak terkendali, Pak Po semakin bingung dengan cepatnya bunyi yang diketuk sehingga mau tidak mau, pak Po mengikuti irama ketukan tersebut dan memicu pedangnya maju mundur cantik dengan cepat dan bahkan terlalu cepat.
Tok tok ... tok ... tok tok .... tok ... tok tok ... tok!
“Apa yang terjadi, ini? Kenapa jadi begini? Apa yang dilakukan pangeran? Kenapa bunyi ketukannya cepat sekali? Ahhh ... ohhh ... Pangeran! Tolong hentikan! Aku sudah tidak kuat!” gumam pak Po bingung dan betapa terkejutnya ia saat tiba-tiba ada darah keluar dari dalam lubang sumur istrinya bersamaan dengan kecebong yang keluar juga dari etalibunnya.
Alhasil, pak Po pun melompat mundur karena ketakutan menatap dua hal aneh itu. "Apa ini?”mata pak Po melotot melihat kecebongnya sendiri berceceran diaman-mana.
Pak Po beralih menatap Di yang ternyata reaksinya berbanding terbalik dengannya. Rupanya istrinya itu malah menikmati setiap hentakan yang dilakukan pak Po barusan saat ia memacu pedangnya dengan cepat dan kuat.
“Di? Kau tidak apa-apa?” seru pak Po cemas. “Itu ... ada darah disitu? Apa aku menyakitimu?” tanya pak Po panik sekaligus jadi merasa bersalah.
Di bangun dari tempat tidurnya dan mendekat kearah suaminya. Ia menatap sendu wajah pak Po. Sama sekali tidak ada kemarahan di wajah cantik Di.
“Tidak, Suamiku. Kau tidak menyakitiku, justru rasanya tadi enak sekali, bisa kau lakukan lagi seperti tadi? Entah kenapa aku menikmatinya.” pinta Di dengan mata berbinar-binar senang. Wanita cantik itu merebahkan kepalanya di dada pak Po.
Awalnya pak Po tidak paham dan sedikit terkejut, tapi saat ia memeluk tubuh istrinya, ada sensasi berbeda yang baru bisa ia rasakan sekarang seolah kini pak Po tahu semua hal yang diberitahukan Refald selama ini.
__ADS_1
“Jadi begitu? Kini aku paham, Pangeran! Terima kasih.” Pak Po pun tersenyum dan kembali menatap wajah istrinya.
Tanpa banyak bicara, pak Po membimbing Di kembali ke tempat tidur lalu mencobanya sekali lagi. Dan akhirnya berhasil juga, kini Pak Po tahu cara bercinta dan mengeluarkan kecebongnya ke dalam lubang sumur milik istrinya dengan benar. Keduanya bergumul mesra diatas ranjang menikmati malam yang panjang sebagai pasangan suami istri yang sah.
Sedangkan Refald, langsung tersenyum simpul mendengar gumaman pak Po dari dalam kamarnya. Ia pun bangkit dari kursinya dan langsung menggendong tubuh Fey yang sejak tadi menggigiti jarinya karena mencemaskan pak Po apakah berhasil atau tidak gara-gara ada iklan lewat tadi.
“Ayo, Honey! sekarang giliran kita. Aku mau transfer kecebong sebanyak-banyaknya. Kau harus cepat menumbuhkan Refald kecil untuk kita.” Refald menatap Fey sambil tersenyum senang.
“Hah? Lalu, bagaimana dengan pak Po? Apa dia berhasil? Atau gagal? Beritahu aku apa yang terjadi didalam sana?” pinta Fey yang berada digendongan Refald.
“Tanyakan sendiri pada mereka besok. Sekarang kau dan aku harus melakukan ekstra part malam ini!” Refald tidak peduli dengan ekspresi tercengangnya Fey. Ia terus berjalan masuk kedalam kamarnya dan mengunci kamar itu rapat-rapat. Adegan maju mundur cantikpun menghiasi malam syahdu dan juga indah bagi pasangan sejoli yang dimabuk asmara seperti yang dilakukan Refald dan Fey malam ini.
BERSAMBUNG
***
Akhirnya, setelah sekian purnama, pak Po bisa belah duren juga. Sudah cukup ngakaknya soal kepolosan pak Po. Sekarang kita kembali ke masalah yang akan dihadapi Refald setelah ini. seperti apa kisahnya? Tunggu di episode berikutnya.
Maafkan aku yang sudah membuat gemas dengan tingkah polosnya pak Po, haluku sudah tak bisa dikendalikan, tapi ini hanya sebagai hiburan saja, tidak ada maksud apapun atau tujuan yang lain.
Selamat menunaikan ibadah puasa ya all ... jangan baca adegan ini siang-siang. Takutnya ntar batal. Bacanya malam aja ya, love you all forever.
Terimakasih buat semuanya karena sudah bersedia mendukung karya-karyaku. Semoga kalian semua terhibur dengan kisah halu yang aku tulis ini, baik Leo-Shena, Refald-Fey dan Sanha-Zariya.
pak Po
__ADS_1