Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
episode 260 Fitnah


__ADS_3

Melihat mbak Kun yang hanya diam menunduk, membuat Fey mencoba mengontrol emosinya. Pasti ada alasan kenapa Refald tidak memberitahunya soal apa yang terjadi pada pria-pria hidung belang itu. Berita tadi, benar-benar mengejutkannya. Jelas-jelas pria yang ada dalam berita tersebut adalah orang-orang jahat yang hendak menyakiti Divani. Saat ini, ia juga tidak mungkin menemui Refald yang sedang bertapa di goa untuk meminta kepastian apakah berita itu benar atau tidak. Karena itu ia memanggil mbak Kun datang kemari agar dia menjelaskan semuanya.


“Katakan padaku mbak Kun, apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana bisa semua pria-pria jahat itu hamil secara bersamaan? Apa ini ulah Refald” tanya Fey penasaran. Ia duduk rileks di kursi panjang dekat dengan tempat tidurnya.


“Bukan Putri, pangeran Refald tidak melakukan apa-apa. Semua itu adalah kutukan dari Arka.” Mbak Kun berkata jujur.


Melihat emosi istri pangerannya sudah stabil, mbak Kun menceritakan kronologi kejadian selama para pria-pria itu dihutan bersama dengan suaminya yang menyamar sebagai istri pak Po saat itu. Mereka mendapatkan karma dan kutukan dari Arka atas apa yang sudah mereka perbuat.


Mulut Fey tak bisa berhenti menganga saat mbak Kun menceritakan tindakan tak pantas yang dilakukan semua penjahat kelamin itu pada suaminya yang notabennya adalah seorang iblis yang sedang menyamar. Salah satu kemampuan Arka sebagai iblis adalah mengutuk semua orang yang telah berani mengganggunya apalagi sampai melecehkannya seperti yang dilakukan pria-pria hidung belang itu mentang-mentang dia menyamar sebagai wanita. Kutukan Arka, tak bisa dihilangkan kecuali orang yang dikutuk itu meninggal dunia.


“Apa ... kalian semua juga mempunyai kemampuan mengutuk manusia?” tanya Fey dengan nada gemetar saking syoknya. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana pria-pria beejat itu menggilir wanita-wanita yang sebelumnya telah menjadi korban mereka.


Fey juga baru tahu, kalau dedemit juga punya kemampuan mengutuk manusia. Selama ini, Refald tidak pernah mengatakan hal itu padanya.


“Refald tidak pernah bilang kalau kalian bisa mengutuk orang?”


“Itu adalah hal yang dilarang oleh pangeran, Putri. Jika kami melakukannya, kami akan mendapat hukuman dari pangeran. Tidak menuntut kemungkinan kamipun juga bakal dimusnahkan oleh nya jika sampai kami menggunakan kekuatan itu,” terang mbak Kun. “Tapi Arka berbeda,” lajut mbak Kun. “Dia bukan pasukan pangeran Refald, karena itulah pangeran tidak bisa menghentikan atau melarang Arka mengutuk para pria-pria breeengsek itu.”


Dari apa yang dijelaskan mbak Kun, Fey mulai paham kenapa Refald tidak memberitahunya soal hal sepenting itu. “Mungkin saja, Refald tahu aku tidak akan tahan melihat adegan tak senonoh itu. Karena itukah dia tidak membahas masalah itu, kemarin?” gumam Fey pada dirinya sendiri tapi mbak Kun masih bisa mendengarnya.


“Benar, Putri. Tidak akan ada wanita manapun yang tahan melihat betapa kejinya mereka saat melancarkan aksinya pada korban-korban yang mereka tangkap. Mereka bahkan tidak pantas disebut manusia. Pangeran sendiri juga geram, beliau hampir saja lepas kendali kalau tidak mengingat keadaan Putri yang mau melahirkan. Sekuat tenaga pangeran Refald bertahan disana untuk memantau situasi agar Arka juga tidak sampai kehilangan kendali. Begitu mereka selesai melancarkan aksi keji mereka. Arka langsung memberikan kutukannya. Kini pria-pria brengseek itu telah menuai apa yang mereka tanam.


“Banyak sekali wanita yang sudah mereka korbankan tanpa peduli bagaimana nasib dan perasaannya akibat perbuatan yang mereka lakukan. Kesucian seorang wanita direnggut paksa dan kehormatannya dilecehkan tanpa bisa melawan. Para korban-korban pelecehan seksual itu tidak diterima lagi oleh masyarakat karena dianggap kotor. Belum lagi mereka harus menanggung malu dan tak sedikit pula yang terpaksa memilih jalan bunuh diri.


“Beberapa diantaranya juga ada yang gila sampai harus berakhir di rumah sakit jiwa. Ada juga yang menerjunkan diri dalam dunia gelap dengan menjadi wanita malam akibat hal buruk yang pernah mereka alami gara-gara bajiingan itu. Mereka, si predator wanita tidak akan pernah peduli apa akibat dari tindakan keji mereka. Hukuman matipun masih belum cukup menebus apa yang sudah mereka lakukan. Karena itulah Arka mengutuk pria-pria itu agar mereka tahu bagaimana rasanya menjadi wanita korban pelecahan.” Mbak Kun menatap wajah Fey yangsejak tadi serius mendenrkan penjelasan panjang, lebardan tingginya. “Maaf kalau penjelasan saya terlalu panjang, Putri.”


“Tidak apa-apa mbak Kun, justru aku senang. Dengan begini aku bisa tahu semuanya. Sejujurnya, suamimu keren juga, ya? Meski aku tak bisa membayangkan bagaimana adegan jeruk makan jeruk itu berlangsung.” Fey tertawa mencoba mencairkan suasana agar mbak Kun terlihat rileks.


“Saya sendiri juga tidak bisa membayangkannya Putri, hanya pangeran dan Arka sendirilah yang tahu bagaimana adegan itu bisa terjadi. Pasti mengerikan sekali.” mbak Kun ikut tertawa bersama Fey.


“Baiklah. Terimakasih atas semua penjelasanmu, sekarang kembalilah. Arka pasti akan mencarimu jika kau lama-lama berada disini.”


“Tidak masalah Putri, pangeran Refald meminta saya untuk menenami anda dan Di selama mereka tidak ada. Sayalah yang menggantikan pak Po menjadi petunjuk arah istrinya selama dia bertapa dengan Pangeran Refald.”


“Oh iya? Sepertinya kalian benar-benar sudah baikan kembali. Senang mengetahuinya mbak Kun.”


“Saya sendiri juga senang, Putri. Saya bisa menyimpan rasa cinta saya hanya untuk Arka saja sekarang. Hubungan saya dengan pak Po hanyalah rekan sesama dedemit pasukan pangeran Refald.”


Yang dikatakan mbak Kun benar. Semuanya sudah kembali baik seperti semula. Fey lega mendengar berita bahagia ini. Sudah tidak ada masalah lagi antar pasukan dedemit suaminya.


Sedangkan mengenai pemberitaan tadi, semua masyarakat jadi heboh. Mereka tidak bisa memercayai fakta tentang pria yang bisa hamil disaat yang bersamaan dan dalam jangka waktu yang sama pula, usia kandungan mereka semua juga sama. Namun, seberapa kuat semua orang menyangkal kebenaran ini, semua data dari catatan medis membuktikan bahwa hal itu benar-benar terjadi. Ketujuh pria itu dinyatakan positif hamil dan semua bayinya sehat. Anehnya, semuanya berjenis kelamin pria.


Apa yang dialami para predator wanita itu benar-benar mengejutkan semua pihak termasuk mereka sendiri. Para laki-laki itu harus menanggung beban sebagai orang yang di cap tidak normal. Perlahan tapi pasti, mereka semua sudah mulai merasakan mendapat hukuman sosial yang jauh lebih mengerikan daripada berda dibalik jeruji besi. Caci maki dan cemoohan akan mereka dapat disetiap hembusan napas mereka. Karena yang mereka peroleh ini, lebih kejam dari apa yang sudah mereka lakukan.


Penderitaan mereka tak hanya berhenti sampai disitu. Kerena kutukannya bersifat permanen. Para pria-pria jahat itu tidak hanya mengalami kehamilan 1 kali. Begitu mereka melahirkan, janin diperut mereka akan tumbuh lagi dan lagi walau mereka tidak lagi berhubungan badan dengan siapaun. Kejadian itu akan terus dan terus berlangsung sampai ajal menjemputnya lllllllut para penjahat kelamin itu. Sungguh sebuah kutukan yang sangat mengerikan.


****


Hari berikutnya, Fey dikejutkan dengan kedatangan teman-teman sekolahnya, yaitu Yua dan Mia. Nura tidak ikut datang karena ia masih berada di Swiss bersama Eric. Kedua sahabat dekat Fey ini langsung melabrak istri Refald itu dan meminta penjelasan tentang apa yang terjadi sebenarnya.


“Jelaskan pada kami. Apa yang terjadi, ha?” tanya Mia dan Nura bersamaan.


“Apanya yang dijelaskan? Sudah jelas kalau pria hidung belang itu kena karma. Apalagi?” Fey duduk di ruang tamu diikuti kedua teman-temannya.


“Pria hidung belang? Kau ini bicara apa? Siapa yang kau maksud dengan pria hidung belang?” tanya Yua tidak mengerti, ia dan Mia hanya saling pandang karena bingung.

__ADS_1


“Kalian meminta penjelasan soal pemberitaan yang lagi trending topik di televisi, kan?” Fey malah balik bertanya.


“Apa?” teriak Yua.


“Siapa yang peduli dengan pemberitaan di televisi itu? Salah sendiri siapa suruh mereka berbuat cabul, kena karma kan akhirnya,” ujar Mia. “Eh tunggu, tapi bukan itu yang kami maksud, bodoh! Kau ini!” geram Mia pada Fey.


“Lalu apa? Kenapa pagi-pagi sudah bikin heboh di rumah orang?”


Mia dan Yua terlihat kesal. Mereka berdua kompak mengotak atik isi tas mereka sendiri dan mengeluarkan beberapa lembar foto yang mengejutkan. Mereka memberikan foto tersebut pada Fey yang otomatis langsung terkejut setelah melihat foto-foto itu. Awalnya, Mia dan Yua khawatir Fey bakal berteriak histeris lalu pingsan, tapi ternyata sahabatnya itu malah bersikap santai saja seperti tidak terjadi apa-apa.


“Wah, kalian dapat foto ini darimana?” Fey melihat satu persatu foto dimana ada suaminya sedang bersama Di didalamnya.


Di foto itu, Refald tampak berjalan beriringan berdua saja dengan Di. Padahal aslinya, mereka tidak berjalan bersama melainkan bertiga yang kebetulan, saat itu pak Po selaku suami Di, ada di samping kanan Di dan Refald di samping kirinya. Sayangnya, yang terlihat di foto itu hanya Refald dan Di saja. Wajar kalau dua sahabatnya ini jadi salah paham.


“Kenapa aku tidak ada, ya? Aku pergi kemana? Persaan aku tak pernah lepas dari Refald waktu itu.” Fey malah asyik bergumam sendiri sambil memerhatikan foto-foto tersebut tanpa tahu kalau kedua sahabatnya daritadi bengong melihat reaski Fey yang tidak terlihat marah samasekali.


“Hei, Fey. Kau tidak marah?” tanya Yua.


“Heeemmm? Aku? Marah kenapa?” tanya Fey bingung.


“Hey!” teriak Mia mengagetkan semua orang yang ada di rumah ini. “Kau ini bodoh atau apa sih? Jelas-jelas itu suamimu sedang jalan dengan wanita lain. Dan kau tidak menunjukan reaksi apapun? Ada apa denganmu?” Mia terlihat emosi seolah dialah yang diselingkuhi.


Fey tersentak mendengar teriakan Mia yang mengejutkan itu, tapi Fey segera sadar dan ia langsung tertawa terbahak-bahak sampai keluar air mata saking tak kuasa menahan tingkah konyol kedua temanya yang salah paham dengan foto-foto Refald dan Divani.


Tentu saja Yua dan Mia semakin tercengang melihat Fey bukanya marah atau menangis, malah tertawa seperti orang yang sedang kesurupan. Kedua sahabatnya itu sempat berpikir Fey jadi tidak normal setelah ditinggal selingkuh suaminya.


“Tunggu! Jadi kalian kira... Refald selingkuh dariku?” tanya Fey mati-matian menahan tawanya agar tidak muncrat lagi.


“Sudah jelas, kan? Itu foto Refald dengan selingkhannya! Dimana cecunguk itu sekarang? Akan kuhabsi dia! Beraninya dia menduakanmu seperti itu? Dia pikir dia itu siapa?” teriak Mia yang langsung ditenangkan Yua.


Melihat reaksi berlebihan Mia. Fey jadi berubah serius. “Darimana kalian mendapatkan foto tidak lengkap ini?” tanya Fey yang seketika membuat Yua dan Mia berhenti bergerak.


Fey mengambil gawainya dan membuka folder galery lalu menyerahkan sebuah foto yang tersimpan digalerynya itu pada kedua sahabatnya. Jika foto yang diberikan Mia pada Fey hanya berisi gambar Refald yang berjalan beriringan dengan Di, lain halnya dengan foto yang ditunjukan Fey pada kedua sahabatnya.


Disisi kiri Refald ada Fey yang digandeng mesra oleh Refald, dan Di tampak berjalan sendirian yang aslinya juga digandeng erat oleh pak Po. Hanya saja, kalau difoto, pak Po tidak bisa terlihat.


“Wanita yang difoto itu, adalah istri dari anak buah Refald yang sedang hamil juga. Dia ada disini,” jelas Fey dan lagi-lagi, kedua temannya itu jadi tertegun setelah tahu yang sebenarnya meski mereka belum bisa percaya sepenuhnya. “Ikuti, aku.” Fey yang tahu kalau temannya masih ragu atas apa yang ia katakan, bangun berdiri dan berjalan masuk ke ruang keluarga dimana sudah ada Divani yang duduk santai sambil merajut syalnya.


“Dia kan ....” Mia dan Yua terkejut melihat Divani ada di rumah ini.


“Dia adalah wanita yang di foto itu, istri Ezi. Anak buah Refald.” Fey tidak berbohong saat ia mengatakan suami Di adalah anak buah suaminya.


“Hallo,” sapa Di dengan ramah. Wajah cantik khas bulenya membuat Yua dan Mia terpana.


“Ha-hai ....” balas Mia dan Yua agak gugup.


“Senang bertemu dengan kalian, aku Rosalinda Divani.” Di hendak berdiri, tapi Fey melarangnya.


“Tidak usah berdiri! Biarkan mereka saja yang menghampirimu.” Fey menatap kedua sahabtnya. “Dia lebih tua dari kalian, cepat kesana!” pinta Fey sambil melotot.


Yua dan Mia datang ke tempat Di duduk lalu ketiganya saling bersalaman satu sama lain. Di melempar senyuman manis pada keduanya sesaui petunjuk arah yang dikomandokan mbak Kun padanya.


“Lalu, ada dimana suami kalian berdua, sekarang?” tanya Mia penuh selidik.


Di lebih memilih diam dan membiarkan Fey saja yang mejawab pertanyaan teman-temannya. Istri pak po itu labih asyik terus lanjut membuat syal agar selesai tepat waktu.

__ADS_1


“Mereka sedang melakukan perjalanan bisnis. Dua hari lagi baru kembali.” Fey jadi merasa lucu saat ia harus mengatakan pada sahabatnya kalau Refald dan pak Po melakuakn perjalanan bisnis. Padahal, kenyataannya mereka berdua sedang bertapa di goa.


“Cepat hubungi suaminu. Aku ingin bicara padanya,” pinta Mia.


“Kau tidak percaya padaku?” tanya Fey. Tentu saja bukan itu alasannya. Tidak mungkin Fey menelepon Refald selama ia bertapa.


“Aku hanya ingin memastikan bahwa gosip perselingkuhan Refald tidak benar. Cepat hubungi dia.” Mia sedikit memaksa.


“Tidak bisa,” jawab Fey cepat.


“Kenapa tidak bisa?”


“Ponselnya tidak bisa dihubungi. Dia berpesan selama 3 hari ke depan tidak ada yang boleh menghubunginya atau mengganggunya.”


Jawaban Fey malah semakin menyebabkan kecurigaan dihati Mia dan Yua. Mereka mencium ada yang tidak beres disini. Sementara Fey sendiri juga bingung bagaiamana menjelaskannya pada dua sahabat konyolnya ini.


Tidak mungkin Fey mengatakan pada mereka berdua kalau Refald sedang bertapa. Sahabatnya itu bisa pingsan karena tertawa. Di zaman modern seperti sekarang ini mana ada manusia mau repot-repot bertapa? Tarzan saja tidak pernah melakukan hal itu. hanay orang-orang tertentu saja yang mau melakukannya. Itupun dengan tujuan yang berbeda-beda.


“Kau tidak curiga apapun? Bagaimana mungkin saat suami sedang melakukan perjalanan bisnis ia malah berpesan tidak ingin diganggu. Pasti dia sedang bersama gegundiknya! Karena itulah Refald berpesanseeprti itu padamu!” pekik Mia semakin emosi. Ia tidak terima kalau sahabatnya Fey, dilukai hatinya. Sumpah serapah sudah Mia siapkan jika sampai bertemu dengan Refald.


Fey sendiri hanya memijat-mijat kepalanya sambil memutar otak untuk mencari cara agar kedua sahabatnya ini tidak salah paham lagi pada suaminya.


“Oey, kalian berdua. Kalian belum jawab pertanyaanku tadi, siapa yang memberi foto itu pada kalian? Tidak mungkin jika kalian sendiri yang memotretnya?” Fey mulai memasang wajah serius.


“Martha!” jawab Yua tegas.


Fey langsung menghela napas panjang karena ia sudah menduganya. “Kenapa kalian percaya begitu saja. Kalian berdua tahu sendiri, sejak dulu Martha tergila-gila pada Refald, tapi suamiku itu tidak pernah memedulikannya bahkan menganggap dia tidak ada. Mungkin sampai detik ini, ia masih dendam padaku karena akulah satu-satunya wanita yang dicintai Refald.


“Alasan kenapa Refald tidak bisa dihubungi, karena ia sedang berada di tempat yang tidak bisa dijangkau sinyal. Ia membawa ponsel, tapi percuma saja karena sinyalnya tidak ada. Ada hal yang harus ia lakukan disana bersama dengan suami Divani, yaitu Ezi. Kalian juga jangan salah paham soal kehadiran Di disini. Dia tidak punya siapa-siapa di Norwegia, jadi aku memintanya tinggal disini sementara sampai suaminya kembali agar dia tidak sedirian.” Fey memerhatikan kedua sahabatnya yang terdiam. Ia sangat mengerti kenapa kedua sahabatnya itu betingkah seperti ini. Mereka berdua menyayangi Fey sama seperti Fey juga menyayangi mereka.


“Aku tidak meminta kalian percaya padaku, tapi itulah faktanya. Aku tidak berbohong.” Apa yang dikatakan Fey memang benar, Refald berada di dalam goa dan ia tidak bisa dihubungi karena tidakada sinyal disana.


“Kami percaya padamu, Fey. Maafkan kami karena telah menuduh suamimu yang bukan-bukan,” ujar Yua sambil memeluk Fey dengan erat.


“Kurang ajar si Martha. Nenek lampir itu masih saja suka mengusik kehidupanmu dan juga Refald. Bahkan dia memfitnah sumimu selingkuh dengan foto nggak jelas ini. Aku tidak bisa memaafkannya. Dia harus diberi pelajaran supaya tidak lagi ikut campur urusan orang lain.” Mia sangat emosi kali ini, seluruh tanduk dikepalanya keluar semua.


“Ah, aku punya ide. Kapan suamimu pulang?” tanya Yua pada Fey.


“Kalau tidak ada halangan, harusnya lusa Refald sudah kembali.” Fey tersenyum melihat antusias Yua dan Mia untuk membalas dendam pada Martha karena telah berani memfitnah suaminya selingkuh.


“Momen yang pas banget. Lusa ada reuni acara sekolah kita. Datanglah bersam Refald dan bawa juga Di serta suaminya. Kita buat Martha tidak punya muka lagi dihadapan teman-teman kita. Gosip perselingkuhan Refald sudah menyebar luas di grub alumni SMA kita. Aku tidak bisa membiarkan ini terus saja terjadi.” Kali ini giliran Yua yang mengeluarkan tanduk kemarahannya.


“Biarkan saja gosip itu. Aku tidak peduli, asalkan kalian percaya padaku, itu saja sudah lebih dari cukup.” Fey terlihat sangat santai.


“Tapi Martha tidak bisa dibiarkan begitu saja Fey. Tahun kemarin dia sukses membuat salah satu teman kita bercerai akibat mulut lamisnya itu. Dia benar-benar telah berubah menjadi nenek sihir!” seru Yua yang masih saja geram bercampur kesal.


“Baiklah, aku dan Di akan datang ke acara reuni sekolah kita itu. Aku harap Refald dan Ezi sudah pulang juga nanti. Kita buat kejutan untuk Martha.” Fey mencoba menenangkan amarah kedua sahabatnya itu.


“Oke!” jawab Yua dan Mia kompak


Mereka bertiga langsung berembug bersama di samping Di yang lebih fokus merajut daripada ikut campur urusan ketiga sahabat karib itu. Sesekali, Di hanya memerhatikan betapa lucunya tingkah mereka bertiga kalau sedang merencanakan sesuatu. Meski Da tidak bisa melihat, ia bisa merasakan kehangatan persahabatan mereka. Ditambah lagi, ada mbak Kun yang sejak tadi bersedia membantu memberikan petunjuk tentang seperti apa teman-teman Fey supaya Di tidak ketahuan kalau ia tidak bisa melihat.


Dalam sekejap, Di dan mbak Kun jadi akur. Sepertinya, kelak mereka akan menjadi teman baik sama seperti Fey dan sahabat-sahabatnya.


Ketika sedang asyik membuat Rencana, tiba-tiba saja ada notif pesan masuk ke dalam grub alumni SMA di ponsel Fey, Yua dan juga Mia. Betapa terkejutnya mereka bertiga setelah melihat isi pesan itu. Dalam hitungan detik, obrolan grub chat itu langsung ramai dan juga heboh. Yang membuat mata ketiga wanita cantik itu tak berkedip adalah suami-suami ketiganya sedang menjadi trending topik dalam obrolan grub tersebut. Siapa lagi kalau bukan Refald, Rio dan juga Epank. Judul dari berita menggemparkan itu adalah ‘Perselingkuhan Suami Tiga Sekawan’ tercantum beserta bukti fotonya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


***


__ADS_2