Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
episode 272 Reyshinhard Refey Dilagara


__ADS_3

Proses pernikahan Sanha dan Zaya berjalan dengan lancar. Adik sepupu Refald itu langsung pergi berbulan madu ke tempat yang sudah disiapkan Sanha tepat keduanya selesai melangsungkan pernikahan. Sedangkan Leo dan Shena sudah merencanakan sesuatu dimana Shena memilih untuk melahirkan di tempat suaminya dulu dilahirkan.


Tempat itu terletak disebuah desa yang terpencil dimana hanya ada beberapa penduduk yang tinggal disana. Hal itu Shena lakukan karena ia ingin melahirkan dengan tenang tanpa diganggu oleh semua musuh yang mengincar nyawa mereka berdua. Sebab, ketua geng kapak yang dikejar-kejar oleh ayah Refald sekaligus Byon sendiri telah berhasil melarikan diri ke tempat yang tidak bisa dideteksi. Ketua geng kapak itu sangat ahli bersembunyi. Bahkan hacker sekelas Xiaonai tidak bisa melacak keberadaannya. Namun Xionai yang dibantu Refald terus mencari keberadaan geng kapak tersebut.


Refald menyarankan pada Shena supaya pergi ke tempat yang aman, yaitu tempat dimana Biyanca melahirkan Leo di desa yang ditunjukkan Byon. Dulu, ketika Leo hendak lahir, Byon dan Biyanca juga mengalami nasib yang sama seperti yang dialami Leo dan Shena saat ini. Namun, penduduk Desa di tempat Biyanca melahirkan Leo melindungi mereka dari semua para musuh. Mereka semua bukanlah orang sembarangan. Tidak ada penjahat manapun yang berani menyentuh desa tersebut.


Sampai detik ini, Byon juga berhubungan baik dengan mereka semua. Tidak ada salahnya jika Leo dan Shena pergi ke tempat tersebut sementara seluruh keluarga besarnya mencari keberadan ketua geng kapak dan komplotannya.


Refald sendiri juga tidak bisa membantu banyak karena sang ketua geng yang sedang dicari-cari tidak memiliki rencana apapun saat ini sehingga Refald tidak bisa memprediksi apa yang akan terajdi selanjutnya. Namun, jika ketua geng tersebut sudah memutuskan sesuatu hal maka Refald akan langsung tahu. Dan jika memang Leo sedang dalam kesulitan, maka ia akan langsung datang membantunya.


Beberapa minggu kemudian, nenek Fey akhirnya menutup usianya. Pesan terakhir yang ia sampaikan pada cucunya adalah supaya memakamkannya didekat makam suaminya. Hujan deras mengguyur wilayah tempat pemakaman nenek Fey yang dilangsungkan hari ini. Suasana duka masih menyelimuti kawasan ini. Orang-orang terdekat nenek Fey merasa sangat kehilangan sosok sesepuh didesanya yang sangat berkharisma dan juga berpengaruh dalam mensejahterakan desanya.


Sepanjang hidup nenek Fey, ia selalu mengabdikan diri untuk memajukan desa tempat tinggalnya agar tidak ketinggalan zaman. Nenek Fey pun juga meruapakan icon desa dimana ada seribu kenangan yang tersimpan di hati para penduduk desa semasa hidup nenek Fey atas semua hal yang ia lalukan pada desa dan seluruh isinya. Meski kini orang yang menjadi icon di desa tempat tinggal almarhum ibu Fey telah tiada namun, kebaikan dan jasa yang ia berikan tak akan pernah hilang sampai akhir hayat.


“Tabahkan hatimu, Fey. Nenekmu adalah orang terhebat yang pernah ada di muka bumi ini. kami semua berdoa semoga kau dan seluruh keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam mengikhlaskan kepergian nenekmu,” ujar kepala desa mewakili isi hati seluruh penduduk desa yang ikut hadir dalam proses pemakaman nenek Fey.


“Terimakasih, pak kepala desa,” gumam Fey lirih. Tapi pandangan matanya tak bisa berpaling dari tempat peristirahatan terakhir nenek kesayangannya.

__ADS_1


Satu persatu semua orang meninggalkan area pemakaman dan kembali pulang ke rumah mereka masing-masing. Namun, tidak demikian halnya dengan Fey yang masih berdiri tegak di samping makam neneknya yang baru saja dimakamkan.


Rasanya baru kemarin Fey masih berbincang-bincang dengan neneknya mengenai cicitnya yang baru saja lahir ke dunia. Namun, takdir sudah menggariskan bahwa sudah saatnya nenek Fey meninggalkan dunia yang fana ini dan hidup tenang di alam sana. Fey tidak menangis, tapi ekspresinya terlihat sangat sedih.


“Jika suatu hari aku pergi, jangan pernah kau menangisi kepergianku Cucuku, sebab itu akan menghalangi jalanku menuju kedamaian di alam sana. Sebaliknya, jika kau mengikhlaskan kepergianku, maka aku bisa tenang meninggalkanmu bersama dengan cicitku yang baru saja lahir ke dunia. Jaga dan lindungi cicitku, didik dia agar menjadi hebat seperti kalian berdua. Semoga kau selalu bahagia, Cucu kesayanganku.”


Itulah kata terakhir yang dikatakan nenek Fey sebelum ia menutup mata untuk selamanya. Fey memang harus siap menerima kenyataan menyakitkan ini. Satu persatu orang yang ia cintai sudah berpulang meninggalkan dunia fana ini, dan suatu saat nanti, ia dan Refald juga akan mengalami hal yang sama.


“Ayo, Honey. Kita harus kembali. Rey pasti sudah menunggu kita,” ajak Refald yang sejak tadi setia menunggui istrinya sambil berbagi payung agar Fey tidak basah kuyub.


Tidak ada kata yang bisa Fey ucapkan saat ini. ia hanya diam menyimpan semua kenangan indah yang pernah ia lalui bersama dengan neneknya. Kali ini, Fey jauh lebih tegar dan kuat dari sebelumnya. Karena itulah, sebisa mungkin ia tidak menangis agar orang yang meninggalkannya merasa lega di alam sana.


***


Buru-buru Fey berlari ke arah putranya dan mengambil alih tugas mbok Min. Iapun memberikan ASI berharap sang putra kembali merasa tenang, tapi ternyata ASI saja tidak cukup membuat Rey berhenti menangis sampai akhirnya Refaldlah yang mencoba menenangkan putranya yang tiba-tiba saja rewel tanpa sebab itu.


"Ada apa dengan Rey, Refald? kenapa dia menangis seperti itu?" tanya Fey bingung.

__ADS_1


"Kekuatan Rey memudar Honey. Ia akan segera menjadi manusia biasa layaknya anak normal pada umumnya.


"Kenapa bisa begitu?" Fey malah semakin tidak mengerti.


"Aku sudah pernah menjelaskan semua ini padamu, Honey." Refald menatap wajah istrinya. "Kekuatan Rey akan kembali muncul jika ia ... jatuh cinta pada wanita yang ditakdirkan untuknya. Kau jangan khawatir. Anak kita akan mengalami kehidupan normal seperti anak-anak lainnya sampai waktunya tiba.


"Apa kau yakin dia akan baik-baik saja?" tanya Fey sambil memerhatikan Rey yang tertidur lelap digendongan Refald.


"Tentu saja Honey. Karena dia adalah putra kita, Reyshinhard Refey Dilagara."


BERSAMBUNG


***


PENGUMUMAN:


Episode selanjutnya langsung aku loncat di usia Rey yang sudah berumur 17 tahun ya ... jadi nanti langsung kisah anaknya Refald.

__ADS_1



Refald dan Rey


__ADS_2