Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
episode 257 Kutukan


__ADS_3

Sementara jauh di dalam hutan, Divani palsu masih disekap dan tubuhnya diikat disebuah batang pohon besar. Ia dikelilingi sekitar 7 orang pria hidung belang yang sedang mabuk berat akibat meminum-minuman keras. Mereka semua bahkan memegang satu botol minuman haram tersebut sambil tertawa terbahak-bahak untuk merayakan keberhasilan mereka mendapatkan mangsa aduhai malam ini. Sebab, dari sekian wanita yang jadi korban kebiadaban mereka, hanya Di lah satu-satunya wanita tercantik yang pernah mereka tangkap.


“Dia cantik sekali, kan? Lihat teman-teman, tubuhnya seksi sekali. Hahahahaha ....” salah satu penjahat itu tertawa lepas karena pengaruh minuman keras yang ia pegang dalam sebuah botol minuman. Bau alkohol menyengat dimana-mana.


“Dia juga berani berkeliaran sendirian di tempat ini, hahaha ....” tambah penjahat yang lainnya. Ia mulai berlagak dan mencoba menyentuh wajah Divani.


“Aku sudah tidak tahan, bagaimana kalau aku yang pertama?” usul penjahat yang lain lagi. Bahkan ia sudah mulai membuka resleting celananya tapi dicegah oleh rekan-rekannya yang lain.


“Eits, tunggu dulu! seperti biasa, kita main hompimpa dulu, siapa yang menang, dialah yang dapat giliran pertama.” Suara gelak tawa terdengar diantara mereka tanda setuju.


Mereka pun bermain hompimpa dan pemenangnya jatuh pada orang yang tadi hendak melepas celananya. “Kalian lihat, kan? Aku yang menang, jadi aku yang duluan ... hahahaha ....” pria beejat itupun kembali tertawa dan melepas semua pakaiannya tanpa rasa malu sedikitpun. Aksi yang ia lakukan itu langsung mendapat hadiah tepuk tangan meriah dari semua rekan-rekan bejatnya.


“Dasar breengsek mereka semua!” umpat Refald dari balik pohon yang ada diatas. Ia berusaha mengontrol emosinya. Refald terus menatap wanita yang tidak lain adalah Arka dan memercayakan semuanya pada iblis itu meski ia heran kenapa iblis itu masih belum bertindak.


“Hey cantik, apa kau masih perawan? Rasanya nanti pasti sakit, tapi kalau kau sudah pernah melakukannya rasanya jadi nikmat,” ujar pria bejat itu dengan ekspresi yang menjijikkan tanpa dosa, dan dengan kelakuan keji melebihi binatang, ia menempelkan tubuhnya di tubuh Divani palsu dan mulai melancarkan aksi beejatnya itu.


Mereka semua tertawa-tawa melihat temannya sudah beraksi, dan mencoba ikut meraba-raba tubuh iblis gumiho yang menyamar sebagai istri pak Po itu tanpa melakukan perlawanan sedikitpun. Wanita yang tidak lain adalah Arka, daritadi memang sengaja diam dan membiarkan mereka melakukan apapun yang mereka suka. Sebab, Arka sudah menyiapkan kejutan untuk para penjahat kelamin itu agar mereka tak berani lagi melecehkan wanita manapun di dunia ini.


Refald langsung mual dan muntah seketika melihat adegan tak senonoh yang tak seharusnya mereka lakukan di dalam hutan indah ini. Tindakan mereka, benar-benar tidak bisa dimaafkan, orang-orang itu, sudah kelewat batas. Dan yang lebih membuat Refald semakin dongkol adalah bagaimana bisa Arka membiarkan tubuh palsunya dinikmati oleh pria-pria tak berakal seperti orang-orang beejat itu?


Sampai detik ini Refald belum tahu apa rencana Arka karena ia tidak menggambarkan rencana itu di hati ataupun pikirannya sehingga Refald tidak bisa membacanya.


“Apa yang sedang Arka rencanakan? Kenapa dia mau saja melayani para pria hidung belang itu? Dasar iblis bodoh! Hueeeek ....” untuk kesekian kalinya, Refald muntah setiap kali melihat adegan tak pantas yang sebenarnya dilakukan oleh dua orang berjenis kelamin sama itu.


Refald tidak kuat lagi melihatnya, pemandangan itu sungguh merusak mata. Ingin rasanya Refald menghabisi semua orang itu hanya dalam satu kibasan tangan, tapi ia berusaha kuat mengontrol kesabarannya agar tidak kehilangan kekuatan lagi mengingat Fey akan melahirkan dan ia juga harus bertapa setelah pulang dari tempat ini. Jadi, Refald hanya menunggu diatas pohon sambil membelakangi mereka semua sampai Arka melancarkan aksinya.


Namun sejauh ini, suami mbak Kun itu masih belum melakukan apa-apa dan cenderung membiarkan orang-orang tak bermoral itu melampiaskan hasrat birahi mereka sebanyak yang mereka suka tanpa mereka tahu bahwa wanita yang sedang mereka lecehkan sebenarnya bukanlah manusia, melainkan iblis. Mereka benar-benar gila.


Tidak bisa dibayangkan bila wanita itu adalah orang lain, dan hanya wanita lemah biasa tak berdaya yang diperlakukan bagai binatang tanpa rasa belas kasih oleh orang-orang tak berperikemanusiaan seperti mereka itu. Bagaimana perasaannya? pasti menyakitkan sekali. Hukuman mati pun tidak akan cukup membayar perbuatan laknat yang pernah dilakukan.


Refald mengepalkan kepalan tangannya menahan amarah dan membuang bayang-bayang wanita yang sudah menjadi korban kebejatan mereka. Dalam hati, Refald bersumpah akan membuat orang-orang berhati iblis itu mendapat ganjaran setimpal atas perbuatan keji yang sudah mereka lakukan.


“Syukurlah aku tidak mengajak Fey kemari, ia pasti akan kalap jika sampai melihat adegan gila itu.” Refald memejamkan mata untuk mencari tahu apa yang sedang Fey dan pak Po bicarakan di dalam hutan. Pandangan mata Refald teralihkan ketika ia mendengar pria-pria hidung belang itu berteriak kencang.


Satu persatu penjahat kelamin itu melecehkan wanita yang mereka ikat disebuah batang pohon besar tanpa ampun. Mereka tak hanya melakukannya sekali, tetapi berkali-kali sambil tertawa riang dan berpesta foya tanpa peduli bahwa apa yang sudah mereka lakukan itu benar-benar keji.


Setelah mereka puas, barulah wanita yang tidak lain adalah Arka, mulai berubah wujud menjadi wujud aslinya, yaitu wujud iblis yang amat sangat menakutkan. Seluruh tubuhnya berubah hitam dan matanya merah menyala terang. Wujudnya semakin lama, semakin membesar dan tentu saja hal itu membuat semua orang yang ada disitu langsung berteriak histeris ketakutan.


Aaarrrrhhhhhh!

__ADS_1


Semua orang berteriak bersamaan. Mereka hendak melarikan diri, tapi tubuh mereka terkunci dan tidak bisa bergerak dari tempat mereka berdiri.


“A-apa itu?” tanya salah satu penjahat itu dengan gemetar dan juga gugup, baru kali ini ia melihat makhluk paling menyeramkan dibumi ini dengan wujud mengerikan seperti itu.


“Ke-kemana wanita yang tadi? A-ada apa ini?” tanya yang lainnya tak kalah shock.


Sedangkan rekan-rekannya yang lain, tidak bisa bersuara saking takutnya melihat sosok iblis Arka yang sesungguhnya. Bahkan beberapa diantaranya mulai terkencing-kencing dicelana saking takutnya.


Sebisa mungkin, mereka ingin melangkahkan kaki agar bisa melarikan diri dari tempat ini, sayangnya usaha mereka sia-sia karena Arka sengaja mengikat kaki mereka di tanah.


“Hahahaha ....” Suara tawa iblis Arka menggelegar diseluruh hutan hingga burung-burung beterbangan di udara. Semakin paniklah semua orang yang ada disitu kecuali Refald. Ia hanya diam sambil mengamati apa yang terjadi. “Kalian, tidak akan pernah bisa pergi dari tempat ini kecuali kalian memotong kaki kalian itu! Hahaha ...” lagi-lagi terdengar gelak tawa dari sang iblis gumiho itu karena puas melihat raut wajah pucat seperti mayat para pria-pria bejaat itu.


“Wah, daebak. Suami mbak Kun ternyata bisa keren juga.” Refald tersenyum melihat apa yang dilakukan Arka pada orang yang tidak pantas disebut manusia terlepas dari apa yang mereka lakukan. Setelah ini pasti mereka semua minta ampun pada Arka.


“Kenapa kalian takut?” lanjut iblis itu. “Bukankah tadi kalian menikmati tubuhku ini? Aku juga menikmatinya loh, karena itulah aku sudah menyiapkan hadiah terindah untuk kalian semua sebagai kenangan kita.” Senyum licik dan menakutkan Arka perlihatkan pada para lelaki bejaat ini. Mereka terlihat sangat ketakutan tapi juga tidak bisa berbuat apa-apa.


“A-ampun Tuan, maafkan kami, Tuan... tolong lepaskan kami. Kami janji ... kami tidak akan mengulangi perbuatan kami lagi. Tolong jangan bunuh kami, biarkan kami hidup!” Saalah satu penjahat kelamin itu memohon ampun pada Arka.


Semua orang yang ada disini benar-benar shock dan ketakutan. Yang lebih membuat mereka terkejut lagi adalah fakta bahwa mereka baru saja bercinta dengan sosok iblis yang menyamar sebagai wanita cantik. Mereka tidak menyangka, kenikmatan tadi berasal dari iblis menyeramkan ini. Mereka semua hampir tidak memercayai kejadian tadi.


Sampai akhirnya, mereka mulai menyadari sesuatu. Pantas saja sejak tadi wanita cantik itu hanya diam seolah pasrah saat para lelaki itu memaksanya bersenggama. Ia bahkan tidak berontak ataupun melawan. Mengeluarkan sedikit suarapun tidak.


“Dengarkan aku baik-baik, aku akan mengampuni nyawa kalian semua dengan catatan ... kalian harus merasakan apa yang dirasakan oleh sorang wanita. Hahaha ....” iblis Arka itu terbang melayang di udara kesana kemari mengitari para lelaki hidung belang itu berkali-kali.


Refald yang memantau sejak tadi langsung tertegun dengan kutukan yang diberiikan oleh sorang iblis Arka pada setiap lelaki yang sudah bersenggama dengannya. “Oh ... tidak, Arka ... kau memberikan kutukan itu pada mereka. Gila ... benar-benar gila!”


Mulut Refald menganga lebar karena ia sangat tahu, kutukan itu adalah kutukan terlarang bagi kaum iblis dan Refald tidak pernah mengizinkan pasukannya menggunakan kutukan tersebut apalagi untuk mengutuk manusia. Untungnya, Arka bukanlah pasukannya, jadi Refald tidak bisa mencegah ataupun melarang Arka menggunakan kutukan itu. Jika saja manusia itu tidak berbuat keji pada wanita, maka Refald akan menentang kutukan itu agar tidak digunakan, tapi berhubung apa yang dilakukan orang-orang itu sangat biadaab dan tidak berperikemanusiaan, maka Refald membiarkan Arka mengutuk manusia-manusia bejat itu agar mereka tak bisa lagi menyakiti wanita.


Kutukan itu tidak akan membuat mereka semua mati. Sebaliknya, kutukan tersebut merupakan suatu bentuk hukuman permanen yang bakal ditanggung oleh mereka sampai hari dimana malaikat maut sendirilah yang datang mencabut nyawa mereka semua.


“Mulai sekarang, kalian akan merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang wanita ... yang sedang hamil.” Iblis itu mulai memberi penjelasan pada semua lelaki yang tadi melecehkannya.


“A-apa? Maksudmu ... kami semua ... hamil? Itu tidak mungkin, kami laki-laki ... mana mungkin kami bisa hamil.


“Aku juga laki-laki, tapi kita bisa bersenggama tadi? Kalian bahkan tidak hanya menggauliku sekali, tapi berkali-kali. Untuk itu ... kehamilan kalian ini pun juga tidak akan terjadi sekali, begitu bayi kalian lahir, maka secara otomatis kalian akan hamil lagi. Ah ... satu hal yang harus kalian persiapkan mulai dari sekarang, hidup kalian akan mulai berat. Masyarakat diluar sana tidak akan menerima pria yang sedang hamil. Mereka semua juga akan memperlakukan kalian seperti sampah, sama seperti kalian memperlakukan wanita dan melecehkannya.


“Jika tidak ingin terkena hukum sosial atas kehamilan kalian ini, aku sarankan lebih baik kalian tinggal saja di hutan ini. Anak-anak kalian nanti akan menjadi budak-budakku yang melindungi hutan ini agar tidak disalahgunakan oleh bajiingan tengik seperti kalian ini! itulah hadiah kenang-kenangan dariku. Selamat tinggal, papay ....” iblis Arka itupun menghilang begitu saja meninggalkan penjahat-penjahat kelamin yang masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan iblis tadi. Di dunia ini, mana ada laki-laki hamil? Hal itu hanya ada dalam cerita atau di film saja.


Akhirnya, mereka semua sepakat bahwa apa yang dikatakan Arka tidaklah benar dan beranggapan bahwa iblis itu hanya menggertak mereka saja. Ditambah lagi, kaki mereka kini sudah bisa bergerak dan berjalan kembali.

__ADS_1


Semakin senanglah mereka semua karena tidak jadi mati sia-sia di tempat ini. Mereka bahkan tidak merasa menyesal sama sekali dan menganggap semua ini hanya mimpi belaka. Tanpa mereka sadari bahwa kutukan itu benar-benar terjadi dan saat inipun mereka semua sudah hamil muda. Hari-hari berat mereka sebagai pria hamil, baru saja dimulai.


***


Di tempat lain, Fey menatap tajam pak Po dan menunggu jawaban atas pertanyaan yang baru saja ia ajukan pada salah satu pasukan dedemit Refald. Sampai detik ini, pak Po masih belum mau melihat wajahnya. Fey yang bisa membaca pikiran pak Po hanya menghela napas panjang agar pak Po mau bicara lagi padanya.


“Baiklah, aku tahu kau marah pada kami karena kami tidak memberitahumu tentang apa yang terjadi, baik soal Di ataupun soal pernikahan mbak Kun. Aku dan Refald punya alasan kenapa kami tidak mengatakannya padamu.” Fey masih menatap pak Po dan menunggu reaksinya.


“Mana mungkin saya berani marah pada anda berdua, Putri. Saya tidak marah.”


“Lalu, kenapa wajahmu manyun begitu?”


“Perasaan saya hanya sedang kacau saja Putri,” jawab pak Po lirih tanpa semangat.


“Kau cemburu?” tanya Fey langsung.


Tidak seperti saat menjawab peranyaan Di ketika istrinya bertanya pertanyaan sama seperti yang diajukan Fey padanya saat ini. Pak Po tidak bisa berbohong dihadapan istri pangerannya bahwa pak Po memang masih memiliki perasaan terhadap mbak Kun.


“Aku tahu ini berat bagimu, pak Po. Akan aku beritahu alasan kenapa kami tidak memberitahumu soal Di atau mbak Kun. Dua wanita yang mengisi relung hatimu saat ini. Pertama, Di sedang dalam incaran pira-pria hidung belang ditempat ini. Jika yang mereka lakukan hanya sekedar tertarik dengan kecantikan dan kemolekan Di, maka Refald akan membiarkanmu menyelesaikan masalah itu sendiri dan membuat mereka menjauh dari istrimu.


“Tapi kenyataannya, mereka tidak hanya tertarik dengan wajah cantik istrimu. Mereka berniat melenyapkan Divani dari muka bumi ini setelah hasrat mereka terpenuhi. Bahkan mereka juga akan mencari wanita-wanita lain seperti istrimu dan melakukan hal serupa. Kalau seperti ini, bukan urusanmu lagi namanya, tapi urusan semua orang termasuk aku dan Refald. Tindakan mereka sudah melewati batas sifat manusia. Tugasmu adalah melindungi Divani sampai kami menyingkirkan para predator wanita tersebut agar tidak ada korban lain lagi. Itulah alasan kenapa aku dan Refald tidak memberitahumu.” Fey berhenti sejenak menatap wajah pak Po yang masih menunduk. Sepertinya, dia menunggu penjelasan Fey soal pernikahan mbak Kun.


“Pak Po ... maafkan aku yang tidak peka dengan perasaan kalian berdua.,” lanjut Fey lagi. “Aku pikir, kalian tidak saling mencintai. Seandainya aku tahu, aku tidak akan mengizinkanmu menikahi Divani dan membantu mbak Kun mengutarakan perasaannya padamu. Ini semua kesalahanku. Sehingga cinta kalian tidak bisa bersatu,” ujar Fey lirih.


“Tidak Putri, tolong jangan bicara seperti itu. Hati dan cinta saya saat ini hanya untuk Divani. Satu penyesalan saya yang membuat saya merasa sedih adalah tidak bisa mengatakan kata ‘maaf’ pada mbak Kun yang tidak bisa mengerti perasaannya kala itu. Dalam hal ini, sayalah yang bersalah karena saya tidak pernah tahu apa itu arti cinta. Namun, ketika saya bersama Divani, saya mulai tahu dan mengerti rasa cinta itu seperti apa.


“Sayangnya, ketika saya mulai mengerti, cinta saya terhadap mbak Kun sudah terlambat untuk diwujudkan karena kami berdua sudah memiliki tambatan hati masing-masing. Saya tidak bisa meninggalkan wanita yang selalu ada untuk saya. Dan kini telah mengandung buah cinta kami berdua. Meski saat ini perasaan saya sedang kacau, cinta saya terhadap Divani tidak pernah berubah, Putri. Saya hanya butuh waktu untuk bisa berhadapan dengan mbak Kun dan meminta maaf padanya.”


Fey tertegun mendengar penjelasan panjang, lebar, dan tinggi tentang perasaan pak Po yang sesungguhnya. Tadinya, Fey kira pak Po bakal meninggalkan Di dan kembali pada mbak Kun. Ternyata, dugaannya salah besar. Syukurlah kalau pasangan beda dunia ini bisa saling mempertahankan perasaan cinta keduanya. Sekarang hanya tinggal menunggu reaksi mbak Kun dan Arka saja. Semoga saja mereka berdua juga merasakan hal sama seperti pak Po dan Di. Untuk mengetahui semua itu, maka Fey harus melakukan sesuatu.


“Baiklah, kita adakan sidang cinta saja kalau begitu,” ujar Fey tiba-tiba.


“Baik ... apa? Si ... si-sidang apa?” pak Po langsung terkejut mendengar apa yang baru saja dikatakan Fey.


“Sidang cinta.” Fey mengulang lagi kata-katanya agar lebih jelas lagi tepat disaat Refald muncul di sampingnya sambil tersenyum menatap pak Po.


BERSAMBUNG


****

__ADS_1


__ADS_2