
Mata Martha melotot menatap wajah menjengkelkan Fey yang seolah sedang mengejeknya. Sekali lagi, ia mencoba menyerang Fey dan lagi-lagi, tubuhnya tak bisa digerakkan. Kali ini Fey sendiri yang menghalau serangan Martha dengan menggunakan kekuatannya. Mata istri Refald itu menatap tajam tubuh Martha, dan pelan-pelan, secara aneh bin ajaib, tubuh wanita menor itu melayang-layang di udara.
Tentu saja Martha langsung panik dan ketakutan, tanpa sebab ia melayang-layang sendiri sampai kepalanya membentur plafon kamaranya. Hal aneh ini membuat Martha bingung sekaligus ngeri. Ia tidak tahu bagaimana bisa hal mistis ini terjadi padanya.
“A-apa yang terjadi ini?” tanya Martha mulai panik, sewaktu-waktu ia bisa saja terjatuh.
Pandangan mata Martha tertuju pada Fey yang tetap tenang diatas tempat tidur miliknya. Ia sama sekali tidak mengerti, bagaimana bisa Fey bersikap seolah tidak terjadi apa-apa melihat dirinya melayang-layang di udara tanpa sebab. Hal itu membuat Martha jadi curiga, jangan-jangan Feylah yang membuat Martha seperti ini. Tapi itu sangatlah mustahil, bagaimana mungkin seorang Fey bisa melakukan hal ini padanya kecuali kalau Fey bukan manusia biasa.
“Fey, kaukah yang melakukan semua ini?” tanya Martha untuk memastikan pakah dugaannya ini benar atau salah.
“Ehm, jawab nggak ya? Menurutmu?” Fey masih bertingkah menjengkelkan dengan balik bertanya pada Martha.
“Kau monster? Jangan-jangan kau itu siluman? Aku benar, kan? Kau bukan manusia biasa. Kau itu adalah orang teraneh yang pernah aku kenal. Sekarang aku tahu kenapa Refald bisa sangat tergila-gila padamu! Kau pasti sudah melakukan sesuatu padanya, iya kan?” bentak Martha marah.
“Huuuu, mana ada monster atau siluman secantik diriku, Martha. Apa jadinya Refald kalau sampai dia tahu kau mengatai istrinya seperti itu. Dia pasti akan sangat membencimu. Asal kau tahu, aku tidak melakukan apapun padanya. Daridulu, dia memang tidak bisa melihat wanita lain selain aku, karena cuma akulah satu-satunya wanita yang dia cinta.”
Martha langsung tertawa karena tidak percaya dengan apa yang diakatakan Fey padanya. Seorang Refald, tidak mungkin tergila-gila pada Fey tanpa sebab. “Entah kau tidak tahu atau pura-pura tidak tahu, di grub chat alummni kita, Refald bersama dengan wanita bule cantik saat pergi ke pasar malam kemarin. Apa sihir guna-gunamu sudah hilang sehingga Refald berpaling darimu? Dan kau bilang apa tadi? Dia hanya mencintaimu? Itu karena kau mengguna-gunai dia!” bentak Martha.
Mbak Kun ingin menyerang Martha karena sudah berani berbicara lancang pada istri pangerannya apalagi sampai menuduhnya yang bukan-bukan. Mbak Kun tidak terima dan membuat semua benda-benda yang ada di dalam kamar Martha beterbangan dimana-mana sehingga kamarnya menjadi berantakan.
“Jangan mbak Kun, belum saatnya. Aku masih ingin bermain-main dengannya. Biarkan dia berbicara apapun yang dia suka, aku sama sekali tidak keberatan. Yang aku khawatirkan adalah Refald. Semoga saja ia tidak mendengar percakapan ini.”
“Tapi Putri ....”
Fey mengangkat salah satu tangannya sebagai tanda agar mbak kun tidak ikut campur dulu urusannya dengan Martha.
“Apa yang kau maksud foto ini?” Fey memperlihatkan foto yang pernah ia perlihatkan pada Mia dan Yua juga.
Martha mengamati foto itu dengan seksama dan wajahnya jadi merah padam setelah mengetahui keseluruhan foto sebenarnya. Ternyata yang digandeng mesra oleh Refald bukanlah wanita bule yang tidak lain adalah Di istri pak Po, melainkan Fey sendiri yang berada disisi lain Refald.
__ADS_1
“Kami berdua pergi ke pasar malam kemarin, dan Refald tak pernah sekalipun melepaskan genggaman tangannya padaku. Wanita yang kau lihat itu ... ehm, kau akan bertemu dengannya di acara reuni kita lusa nanti.” Fey menatap tajam mata Martha.
Apa yang sudah dilakukan Martha and the gengnya, sama sekali tidak bisa dimaafkan. Karena itu, Fey akan memberikan pelajaran berharga pada orang yang sudah berani mengganggu ketenangannya dan juga sahabat-sahabatnya. Fey bangun dari tempat tidur lalu menggunakan kekutan matanya untuk menjatuhkan Marta ke lantai.
Tentu saja, wanita menor mirip tante tante itu langsung berteriak histeris karena takut bakal terluka kalau sampai tubuhnya menyentuh lantai. Namun, kekhawatirannya itu tidak terjadi lantaran Fey menghentikan tubuh Martha sebelum ia benar-benar jatuh ke lantai. Kini, jarak wajah Martha dengan lantai dibawahnya hanya 10 cm saja. Melihat teman sekelasnya itu ketakutan setengah mati, Fey menaikkan lagi tubuh Marta melayang-layang di udara sampai kapalanya membentur plafon lagi.
“Sudah cukup bersenang-senangnya. Aku tidak peduli dengan semua tuduhan yang kau tuduhkan padaku dan suamiku. Yang jelas semua tuduhanmu itu tidak benar. Kedatanganku kemari hanya ingin memastikan sesuatu. Darimana kau mendapatkan foto-foto suami Yua dan Mia? Siapa yang mengeditnya? Aku tahu semua foto-foto itu palsu.” Wajah Fey berubah jadi serius melihat Mrta yang masih gemetar ketakutan akibat insiden tadi. Untuk sesaat, Martha sempat berpikir bahwa dirinya akan berakhir sekarang.
Namun, kesombongan Martha membuat ia melilih untuk tidak buka suara karena ia yakin yang tadi itu hanyalah gertakan semata. Keputusan Martha, terpaksa membuat Fey betindak lebih keras lagi. Ia menjatuhkan kembali tubuh Martha ke lantai. Seperti sebelumnya, Fey menghentikan tubuh wanita itu agar tidak benar-benar membentur lantai. Hanya saja, jarak wajahnya dengan lantai adalah 5 cm. Lebih dekat dari yang pertama.
“Kalau kau tidak juga menjawab dan berkata jujur padaku, maka aku pastikan kepalamulah yang akan membentur lantai itu. Kau tahu apa yang akan aku lakukan setelah kau jatuh? Aku akan mengeluarkan isi kepalamu. Dengan begitu, aku bisa mendeteksi apa yang ada dalam ingatanmu sehingga aku tahu kebenaran dari semua kisah yang kau tuduhkan pada suami-suami sahabatku.” Ancaman Fey, benar-benar membuat Martha menelan salivanya karena terlalu gemetar antara shock dan juga takut.
Perlahan, Fey kembali mengangkat tubuh Martha dengan kekuatannya sampai tubuh tersebut kembali melayang layaknya balon udara.
“Aku tidak menyangka kau berubah jadi psikopat!” seru Martha setelah ia berusaha menguasai diri.
“Benarkah? Aku tidak melakukan apa-apa padamu. Seperti yang kau lihat, aku tetap stay di bawah sini.” Fey tersenyum menyebalkan pada Martha. “Cepat jawab pertanyaanku tadi, atau kau akan kehilangan otakmu.”
“Ehm, foto Rio ... akulah yang mengeditnya, sedangkan foto Via dan Epank, mereka ... memang sengaja bertemu,” jawab Martha terbata-bata.
“Siapa yang mengatur pertemuan itu?” tanya Fey lagi. Tidak mungkin, Epank mau menemui Via tanpa sebab.
“Evi, dan Vike. Aku hanya bertugas memotret saja, sedangkan yang bagian editing adalah Vike,” jawab Marta lagi.
“Oh, jadi Evi bilang pada Epank kalau ada yang ingin dikatakan Via untuk terakhir kalinya?” tebak Fey. Informasi itu ia dapat dari hasil membaca pikiran Martha. Tapi Fey masih butuh bukti fisik yang bisa membuktikan kalau suami sahabat-sahabatnya itu dijebak.
“Darimana kau bisa tahu?” tanya Martha, sebab ia sengaja tidak memberitahu Fey bagaimana cara mereka memancing Epank agar mau bertemu dengan Via.
Fey tesenyum sinis melihat Marha. “Huh, ternyata ... menarik sekali. Aku menemukan fakta mengejutkan yang terjadi diantara kalian bertiga. Apa jadinya jika aku .. mengekspose rahasia kalian semua dalam grub chat alumni SMA kita, sama seperti yang kau dan gengmu lakukan pada sahabat-sahabatku untuk mengacaukan kehidupannya. Pasti kalian bertiga akan jadi artis dadakan yang terkenal bahkan bisa jadi fenomenal. Bagaimana menurutmu?” lagi-lagi Fey memasang wajah menyebalkan.
__ADS_1
Martha menatap wajah mengesalkan itu dengan api kemarahan yang sangat besar. Ia jadi sedikit gemetar mendengar Fey berkata seperti itu padanya. “Apa maksudmu? Kami tidak punya rahasia apapun!” sanggah Martha. Tapi ekspersinya sangat terlihat cemas dan juga panik
“Oh iya? Bagaimana kalau untuk permulaan, aku ekspose foto ruamahmu ini di grub chat supaya mereka tahu siapa kau sebenarnya.” Fey menahan tawa agar tidak muncrat keluar melihat Martha benar-benar panik dan ketakutan.
“Ini bukan rumahku! Aku hanya menjaga rumah ini sungguh!”
“Hemm ... berapa lama kau menjaga rumah ini, ha? Setahun? 2 tahun? 3 tahun? Atau ... sejak kau dilahirkan ke dunia ini?” lagi-lagi Fey mengeluarkan senyum fisiknya.
“Apa yang kau bicarakan? Aku sama sekali tidak mengerti.” Martha masih saja mengelak. Sekarang, ia tidak berani memandang mata Fey lagi.
“Kalau begitu, bagaiamana dengan foto album ini?” Fey menunjukkan album foto yang berisi kenangan semua masa kecil Martha hingga ia remaja.
“Tidak mungkin, bagaimana kau bisa mendapatkan album itu? Aku sudah membuangnya?” teriak Martha antara shock dan juga panik.
Fey tak ingin menjawab pertanyaan Martha. Istri Refald itu melirik mbak Kun sebab dialah yang membantu menemukan album milik Martha yang sudah ia buang beberapa tahun yang lalu.
“Apa yang akan kita lakukan pada wanita ini Putri, sebentar lagi temannya akan datang kemari,” tanay mbak Kun.
“Rasuki dia! Kita akan bermain drama ikan terbang sebentar disni. Curi semua memori ingatanya supaya teman-teman gengnya tidak curiga kalau orang yang mereka temui bukanlah Martha yang senungguhnya.” Fey menatap tajam mata Martha yang terbelalak tak percaya dengan rencana aneh Fey.
Sejak tadi, Fey bicara sendiri seperti orang gila. Hal itu karena Martha tidak bisa melihat sosok mbak Kun didekatnya. Kalaupun Martha bisa melihat, pastilah wujud mbak Kun sangat menyeramkan, tapi untuk Fey. Di depan istri pangerannya, mbak Kun selalu terlihat cantik dan menarik.
“Fey! Kau benar-benar berubah menjadi mosnter? Jangan bilang, kau berteman dengan setan? Atau jangan-jangan, kau juga sudah menjadi setan? Kau datang menghantuiku?” pekik Martha antar percaya dan tidak percaya mengingat keanehan yang terjadi sejak Fey datang kemari. Sangat masuk akal kalau Martha berpikiran bahwa Fey adalah setan.
Fey langsung tertawa mendengar tuduhan teman sekelasnya yang sombong itu. “Lebih dari itu Martha, aku bukan hanya berteman dengan setan, aku ... adalah ratuya setan, kau pasti kaget kalau aku beritahu siapa raja setannya, hehe ...” seringai menyebalkan terpancar di wajah Fey sehingga membuat Martha tertegun saking terkejutnya.
“Apa? Itu ... tidak mungkin.” Martha benar-benar shock berat membayangkankan siapa orang yang dimaksud Fey menjadi raja setan atau lebih tepatnya, raja dedemit.
BERSAMBUNG
__ADS_1
***