
Malam pun tiba, semua binatang malam mulai beraksi mencari mangsa. Sedangkan binatang siang kembali kerumahnya untuk beristirahat dengan tenang hingga menunggu fajar tiba. Begitu halnya dengan Fey dan mbak Kun. Keduanya kembali ke dunia mereka masing-masing.
Seharian ini, Fey benar-benar lelah karena banyaknya kegiatan yang ia lakukan. Ditambah lagi, ia sudah hamil besar, rasanya sangat begah sekali setelah beraktivitas seharian. Tiba-tiba saja, Fey kembali merindukan suaminya yang selalu memanjakannya. Biasanya disaat seperti ini, Refald pasti memintanya duduk berselonjor di kursi lalu ia mengambil air hangat ke dalam baki.
Dengan penuh cinta, Refald merendamkan kaki Fey ke dalam air hangat itu dan memijatnya pelan sambil mengajak Fey ngobrol, tertawa bersama, bercanda ria dan tak ketinggalan juga Refald sering menggombalinya dengan kata-katanya yang sweet dan romantis. Namun, untuk malam ini, Refald tidak bisa melakukan hal itu pada Fey karena ia harus bertapa di dalam goa selama 3 hari lamanya, dan ini adalah malam pertama Fey tidur tanpa ditemani Refald.
Biasanya, meski Refald pergi keluar kota, suaminya itu akan selalu datang tiba-tiba dan menemani Fey tidur hingga terlelap baru ia pergi lagi dengan menggunakan jurus teleportasinya. Sayangnya kali ini berbeda, Refald tidak akan muncul dihadapan Fey selama 3 hari penuh.
Sebagai gantinya, Refald menyuruh beberapa pasukannya untuk menjaga dan melindungi Fey selama ia tidak ada. Dan sekarang, semua anak buah Refald sedang berjaga diluar kediaman Fey tinggal saat ini.
“Aku sangat merindukanmu, Refald. Aku tidak tahu apakah malam ini aku bisa tidur atau tidak tanpa dirimu disisiku,” gumam Fey lirih.
Fey memandangi foto pernikahannya dengan Refald, terpajang rapi di pigora kecil yang ia letakkan di atas meja kamarnya dulu. Sekilas kenangan masa indah pernikahan mereka terlintas dibenak Fey. Ia benar-benar tidak akan pernah bisa melupakan hari spesailnya bersama dengan Refald. Fey pun memutuskan untuk rebahan diatas tempat tidur sambil memeluk foto pernikahannya. Fey berusaha keras memejamkan mata berharap ia bisa tertidur pulas.
Berbeda dengan mbak Kun yang sejak tadi mengamati kediaman dua wanita sombong dari atas pohon dekat rumah wanita-wanita itu secara bergantian. Mbak Kun menunggu waktu yang tepat untuk melancarkan aksinya menakut-nakuti dua wanita angkuh yang telah berani menuduh dan meremehkan putri dan pangerannya. Mbak Kun tidak bisa membiarkan dua wanita itu berbuat seenaknya lagi pada orang lain. Malam ini, salah satu pasukan dedemit Refald itu akan memberi sedikit pengajaran berharga untuk mereka.
“Apa yang sedang kau lakukan disini? Aku mencarimu kemana-mana.” tiba-tiba saja iblis Arka yang tidak lain adalah suami mbak Kun muncul dan ikut bertengger bersama mbak Kun diatas pohon.
“Aku sedang ingin buat perhitungan dengan manusia-manusia bodoh itu karena telah berani menyebarkan gosip tidak benar seputar pangeran Refald dan putri Fey. Ingin rasanya aku *******-***** wajah mereka supaya tidak bersikap angkuh pada orang lain. Aku benar-benar kesal dengan mereka. Mereka menyebalkan sekali?” seru mbak Kun tanpa menoleh pada suaminya. Matanya terus terpaku menatap pergerakan Vike, wanita pertama yang akan ditakut-takuti mbak Kun.
“Kau mau bersenang-senang sendirian tanpa mengajakku?” tanya Arka.
“Aku kira kau sedang sibuk.”
“Kesibukan utamaku adalah menakut-nakuti orang yang tidak jelas hidupnya. Aku sama sekali tidak keberatan jika harus menakuti orang yang sudah berani membuat istriku kesal.” Arka menawarkan bantuan pada istrinya.
“Wuah, kau sweet sekali. Baiklah, kita buat wanita-wanita itu tidak lagi berani menatap cermin lagi.” Mbak Kun mulai mengeluarkan lengkingan tawanya yang menakutkan sehingga suasana malam disekitar rumah Vike berubah jadi mencekam. Begitu pula dirumah Evi, hanya saja ia menunggu giliran setelah Vike.
Beberapa jam telah berlalu sejak terbenamnya matahari. Saat-saat yang dinantikan mbak Kun dan suaminya akhirnya tiba. Malam sudah menunjukkan pukul 00.00 tengah malam dimana semua orang sudah tertidur lelap. Begitu juga dengan Vike yang tidur sendirian dikamarnya karena suaminya sedang pergi keluar kota.
Malam ini Vike tidur dengan gelisah, berkali-kali dia mengubah posisinya dan tidak bisa tenang. Sampai akhirnya ia terjaga dan betapa terkejutnya ia setelah melihat ada sosok makhluk putih ikut berbaring didepannya dan juga sedang menatapnya.
__ADS_1
“Aaaaaaaaahhhhh.” Spontan Vike berteriak ketakutan dan melompat turun dari atas tempat tidur.
Buru-buru ia menyalakan lampu kamarnya dan menoleh kearah kasurnya lagi. Sayangnya, makhluk putih yang tidak lain adalah mbak Kun sudah tak terlihat lagi. Vike pun panik dan berkali-kali mengusap wajahnya dengan tangan.
“Apa itu tadi? Apa aku bermimpi?” gumamnya. Ia berjalan mondar-mandir kesana-kemari dan tiba-tiba saja, lampu mendadak mati.
Kepanikan mulai menyerang Vike lagi. Ia gemetar ketakutan mengamati setiap ruangan. Tidak ada siapa-siapa lagi di rumah. Berteriak pun juga percuma, karena ini komplek perumahan yang belum banyak dihuni orang. Mendadak, semua barang-barang dikamarnya berjatuhan tanpa sebab. tentu saja Vike jadisemakinbergidik ngeri. Ia semakin panik dan ketaktan setengah mati.
Buru-buru ia mencari ponselnya dan menghubungi seseorang tapi orang yang ia hubungi tidak menyahut panggilannya. Napas Vike ngos-ngosan merasakan susana semakin mecekam dan juga menakutkan. Suara-suara burung hantu yang tiba-tiba saja bertengger disebuah pohon mauni dekat rumahnya membuat heran Vike.
Sejak kapan burung hantu itu ada disitu? Padahal sebelumnya tidak ada burung hantu di sekitar sini. Konon katanya, ada yang bilang kalau burung hantu sepaket dengan makhluk astral paling fenomenal di negara ini, yaitu kuntilanak. Jika ada burung hantu, pasti tak jauh dari situ ada sosok makhluk astral menakutkan itu. Entah kabar tu benar apa tidak yang jelas, mbak Kun emmang sudah berada didekat Vike.
Bulu kusuk Vike mulai berdiri karena merasakan ada hawa keberadaan makhluk astral disekitarnya. Ia yakin, makhluk itu ada dibelakangnya saat ini. Vike tak berani menoleh ke belakang, ia langsung berlari menuju pintu keluar kamarnya dan ketika ia membuka pintu, mbak Kun dengan wajah seramnya sudah berdiri melayang didepannya sambil mengeluarkan suara lengkingan khas tawa ala kuntilanak pada umumnya
“Hiiiihiiihiiiiii ....” lengking mbak Kun denganwajah seramnya yang menakutkan.
“Aaaaaaaaaahhhhhh! Setaaaaaaannnn!” teriak Vike dengan sekuat tenaga.
Jangan ganggu kehidupan Raja dedemit Refald dan juga Ratu Fey.
Tulisan itu mbak Kun tulis dengan menggunakan darah yang entah ia dapat darimana. Mbak Kun berharap, pesan yang ditulis itu membuat Vike tak lagi mengganggu kehidupan Refald dan Fey.
Sementara di tempat lain, hal serupa juga terjadi pada Evi. Wanita yang suka fashion itupun sedang berendam di dalam bak mandi bertabur bunga mawar. Mandi tengah malam adalah kebiasaan Evi yang selalu rutin melakukan perawatan kecantikan tubuhnya. Sudah hampir satu jam lebih Evi berendam air hangat di bak mandinya sambil menikmati lagu kesukaannya.
Sebuah panggilan telepon terdengar di ruang kamarnya, tapi Evi tak bisa mendengarnya karena ia sibuk bermain-main dengan air, ditambah musik yang ia putar semakin lama, semakin kencang saja. Telepon itu berasal dari Vike yang ketakutan karena sedang diganggu setan. Sayangnya, Evi tidak tahu dan malah sibuk dengan ritual mandi kembangnya ditengah malam. Wanita itu percaya bahwa mandi kembang tengah malam bisa membuat wajah awet muda. Padahal itu hanya mitos aja. Entah benar atau tidak, tidak ada yang tahu.
Setelah selesai menyelesaikan ritual mandinya, Evi berganti pakaian sambil bernnyanyi riang. Ia pun duduk di meja riasnya untuk melakuka perawatan wajah sebelum pergi tidur. Namun tiba-tiba saja, saat Evi menatap cermin didepannya, muncul makhluk mengerikan ala dengan postur tubuh tinggi besar dan berkulit hitam legam berdiri tegap dibelakangnya. Tentu saja Evi langsung ketakutan dan meneleh ke arah belakang. Tapi saat ia menoleh, makhluk menyeramkan tadi sudah tidak ada lagi.
Evipun kembali duduk di meja riasnya dan beranggapan bahwa apa yang ia lihat tadi itu hanyalah halusinasinya belaka.
“Sepertinya, aku terlalu lelah hari ini, aku harus pergi tidur supaya pikiranku kembali fresh.” Evi berkata pada dirinya sendiri. Ia mempercepat ritual perawatan wajahnya dan langsung naik keatas tempat tidurnya. Ia menarik sebuah selimut putih dan menutupi tubuhnya dengan selimut tersebut.
__ADS_1
Namun ternyata, di dalam selimut itu sudah ada Arka yang berubah wujud menjadi makhluk mengerikan. Masyarakat jawa biasanya menyebut sosok Arka ini sengan sebutan genderuwo. Makhluk yang tidak lain adalah suami mbak Kun itu memelototi mataEvi. Bahkan dia tak segan-segan membuat mata yang melotot itu jatuh berserakan diatas tempat tidur.
Siap yang tidak takut terkencing-kencing melihat adegan horor seperti itu di depan mata kepalanya sendiri.
“Aaaaaaaaahhhhh,” Evipun melompat turun sampai ia terjungkal ditanah saking takutnya.
Wanita itu berusaha bangun lagi dan berlari menuju pintu keluar, dan ketika Evi membuka pintu, lagi-lagi ia dikejutkan oleh Arka yang pura-pura melepaskan kepalanya dengan memegang kepala itu ditangannya layaknya hantu jeruk purut yang tak kalah fenomenal dari hantu-hantu lainnya karena tidak punya kepala.
Seperti halnya Vike, Evipun langsung pingsan melihat sosok paling menakutkan yang ternyata tidak hanya ada didalam film ataupun cerita horor saja, tapi kini, ia lihat sendiri dengan mata kepalanya betapa menyeramkannya makhluk astral tak kasat mata yang satu ini. Akhirnya, Evipun pingsan tak sadarkan diri sama seperti sahabatnya.
Setelah melihat Evi terkapar dilantai, Arka juga menuliskan pesan sama seperti yang ditinggalkan mbak Kun pada Vike di cermin meja rias mereka masing-masing dengan kata-kata yang sama pula.
Barulah dua dedemit pasangan suami istri itu pergi bersama-sama meninggalkan kediaman para wanita angkuh itu setalah berhasil emnakut-nakuti mereka. Makhluk tak kasat mata itu pun datang ke kamar Fey yang memang sejak tadi menunggu kedatangannya.
“Kalian telah membuat mereka pingsan, ha?” komentar Fey begitu mbak Kun dan Arka muncul dihadapannya.
“Tapi itu masih belum seberapa Putri, kalau mereka masih saja mengganggu anda, maka saya akan datang lagi menemui mereka dan membuat mereka berakhir di rumah sakit jiwa,” ucap mbak Kun.
“Jangan mbak Kun. Bagaiamapun juga, mereka adalah teman-teman sekelasku. Mereka hanyalah manusia biasa yang banyak sekali memiliki kekurangan. Kau tidak bisa menghakimi mereka seperti itu. Biarkan karma yang membalas perbuatan mereka. Sekarang kalian berdua pergilah, terimakasih sudah membuatku terhibur malam ini. Aku juga ingin istirahat supaya Refald tidak mencemaskanku.”
“Baik Putri, kami permisi.” Mbak Kun dan Arka pamit undur diri dan pergi dari kamar Fey.
***
Keesokan harinya, kabar tentang Vike dan Evi yang diteror hantu langsung heboh dimana-mana termasuk di grub chat SMA mereka. Sebagian bersar dari mereka tidak percaya dengan apa yang diberitakan meski bukti foto tentang pesan yang ditulis hantu itu jelas adanya. Mereka berasumsi, bisa saja Evi dan Vikelah yang menulisnya sendiri mengigat pesan yang ditulis itu sama persis. Namun, tak sedikit pula yang percaya bahwa makhluk astral itu memang ada.
Pernyatan Vike dan Evi yang menuduh Fey dan Refald yang bukan-bukan malah semakin membuat temannya mengira kalau kedua wanita itu punya dendam kesumat sehingga mereka menciptakan gosip tidak benar antara Refald dan Fey.
Setalah mengalami perdebatan sengit dari kedua kubu, yaitu kubu Refald dan kubu Vike, Akhirnya mereka sepakat ingin mengkonfirmasi sendiri saat acara pertemuan Reuni yang akan berlangsung besok malam di vila yang sudah panitia reuni siapkan yang kebetulan bertepatan dengan hari sabtu malam minggu. Malam itu juga, bertepatan dengan berakhirnya pertapaan Refald yang artinya, Refald bisa menghadiri acara reuni itu bersama dengan Fey.
BERSAMBUNG
__ADS_1
***