Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
episode 240 Lubang Hitam


__ADS_3

Fey membisikkan sesuatu ditelinga Refald tentang bagaimana cara mengalahkan serigala jadi-jadian yang sedang mereka hadapi saat ini. Mata Refald menyipit karena tidak yakin cara yang diberitahukan Fey bakal berhasil. Sebab, Refald tahu Fey menggunakan cara itu berdasarkan film yang pernah ia lihat.


“Honey, ayolah ... ini bukan ceria fiksi. Apa yang kita hadapi ini nyata? Mana bisa kau menyuruhku melakukan seperti apa yang kau lihat dalam film kesukaanmu itu,” protes Refald.


“Tidak ada salahnya mencoba kan, Suamiku. Meski kau menggunakan seluruh kekuatanmu untuk mengalahkan iblis jahat itu, tetap saja dia masih bisa bangkit lagi. Wujudnya kebal, kekuatanmu tak akan bisa menghancurkannya. Coba saja cara yang aku beritahu tadi, jika dengan kekuatan supranatural atau ninjutsu tidak bisa, gunakan saja ... ehm kalau bahasa Naruto namanya apa, ya? Kalau tidak salah namanya Taijutsu. Iya benar, jurus Taijutsu,” ujar Fey senang.


Entah apa yang salah dengan istri Refald itu sampai-sampai nama jurus dalam anime Naruto saja ikutan dibawa-bawa. Refald hanya bisa geleng-geleng kepala.


“Bahasa planet darimana yang kau gunakan itu, Honey. tak hanya menyamakan apa yang kita hadapi ini dengan cerita fantasi yang kau lihat di film kesukaanmu, tetapi kau juga menamainya dengan film anime juga. Sepertinya otakmu sudah terkontaminasi film.”


“Memangnya kenapa? Anime naruto kan bagus, Twilight juga keren. Bahkan sampai detik ini aku masih menganggapmu sebagai Edward Cullen, hanya saja kau bukan vampir. Kembali ke topik awal, kekuatan fisikmu jauh lebih kuat daripada iblis itu. Gunakan taijutsu saja.” Fey berusaha merayu Refald dengan menggamit lengan suaminya dan mengedipkan salah satu matanya agar Refald terpesona padanya lalu menuruti sarannya.


“Tak hanya penggemar Twilight, kau juga suka anime. Daebak!” entah yang dikatakan Refald itu pujian atau bukan, yang jelas Fey tidak peduli.


“Sudah jangan protes. Cuma itu yang ada dalam pikiranku sekarang. Lakukan saja! Atau kau tidak akan pernah dapat nutrisi lagi dariku!” akhirnya Fey mengeluarkan jurus ancamannya.


“Kau berani mengancamku, Honey? Kau lupa siapa suamimu?”


“Aku ingat, makanya lakukan saja.” wajah Fey mulai cemberut karena Refald tidak mau percaya padanya. Padahal, tidak ada salahnya mencoba cara yang ia beritahukan tadi.


Refald menghela napas panjang, ingin sekali ia menggigit bibir manis istrinya itu. Sayang saja ini bukan saatnya bermadu kasih dengan Fey. Refald harus segera melenyapkan iblis jahat yang sedang dihadapinya saat ini.


Begitu iblis itu menyerang, Refald menangkis serangan itu dan mengembalikannya lagi ke pemilik asalnya. Dan benar saja, berapa kalipun iblis itu terkena serangan, dia selalu bisa bangkit lagi dan lagi seolah memiliki nyawa tak terhingga dan tak ada habisnya. Meskipun tumbang dan sekarat, iblis itupun tetap bisa tegak berdiri. Apalagi saat Refald mencoba menghancurkan tubuh iblis jahat itu. Bagian-bagian tubuh yang hancur, tetap bisa kembali utuh lagi. Benar-benar lawan yang tangguh.


Fey yang sejak tadi mengamati pertarungan sengit antara suaminya dan iblis jahat itu hanya bisa berharap Refald mau menggunakan cara yang ia beritahukan meskipun ia sadar bahwa cara tersebut sangatlah tidak masuk akal. Fey sendiri juga tidak yakin Refald bersedia menggunakan cara itu. Sebab, ia tidak tahu apakah cara tersebut berhasil atau tidak.


“Dasar bodoh!” gumam Fey kesal karena suaminya itu hanya buang-buang tenaga saja.


Untuk membuktikan bahwa apa yang dikatakannya benar atau tidak, Fey bertekad ia sendirilah yang akan menggunakan jurus yang ia namai dengan jurus taijutsu ala Naruto atau nama lainnya adalah kekuatan fisik dengan memukul langsung bagian tubuh serigala jadi-jadian itu tanpa seizin Refald. Namun sebelum itu, Fey mengamati pergerakan keduanya ketika bertarung dan saling menyerang satu sama lain. Begitu ada kesempatan, Fey bakal langsung bertindak.


Tepat disaat Refald melancarkan serangannya, iblis itupun hampir tumbang. Kesempatan itu langsung Fey gunakan untuk memukul kepala serigala jadi-jadian itu dari belakang dengan sekuat tenaga. Dan ternyata ...


Berrhasil! Pukulan Fey, langsung membuat pingsan iblis itu hingga sosok aslinya keluar dari tubuh Aditya dengan sendirinya.


“Wuah, daebak! Kau keren Honey,” puji Refald tak percaya istrinya bisa sekuat itu. Dan ternyata, apa yang dikatakan Fey memang benar.


“Aku kan sudah bilang, kau saja yang tidak mau percaya,” jawab Fey jutek.


“Aku mencintaimu, Honey! Maaf sudah meragukanmu.” tiba-tiba saja Refald bergerak cepat mendekat ke arah Fey dan langsung mengecup lembut bibir istrinya yang manyun. “Kita lanjutkan ciuman ini nanti, oke. Aku harus membasmi iblis itu sebelum ia kembali masuk ke tubuh Aditya."


Rupanya, teori yang dianut Fey masuk akal. Iblis itu jadi kebal karena ia masuk ke dalam tubuh seorang manusia hidup. Kekuatan magic yang dilancarkan Refald padanya tak akan mempan karena Aditya memiliki ilmu kebal yang sudah ia pelajari sebelumnya. Namun, sosok itu lemah dengan serangan langsung, itulah sebabnya mengapa Aditya jadi babak belur jika dihajar habis-habisan oleh orang lain walau ia memiliki ilmu kekebalan tubuh.


Akibat pukulan telak dari Fey, iblis itupun keluar dari dalam tubuh Aditya yang terkapar tak berdaya. Refald sama sekali tidak memberi ruang wujud asli iblis yang keluar dari tubuh manusia yang ingin melarikan diri. Suami Fey itu langsung menghujamkan jurus pamungkasnya dilapisi dengan penghalang kuat yang Refald buat untuk menahan iblis jahat tersebut agar tidak bisa kabur dari genggamannya. Serangan Refaldpun berhasil mengunci sosok iblis itu.


“Kena kau!” seru Refald senang karena sang iblis terperangkap dalam gelembung penghalang dari serangannya.


“Apa yang kau lakukan, ha? Lepaskan aku!” teriak iblis itu dari dalam dinding penghalang.

__ADS_1


Semakin sosok jahat itu melawan dan menyentuh dinding penghalang tersebut, kekuatannya akan terserap lalu hilang. Selain itu, iblis itu terlihat sangat kesakitan bila memaksakan diri menyentuh dindingnya.


“Kau sudah kalah, selamanya kau tidak akan pernah keluar dari dinding penghalang itu.”


“Bedebah! Kurang ajar! Akan aku balas kau nanti! Aku tidak akan pernah membiarkanmu begitu saja. Tidak mungkin aku berakhir seperti ini!” teriak iblis itu dengan penuh emosi. Namun, mata merahnya semakin terbelalak tatkala melihat mata Refald mendadak berubah. “Mata itu ... tidak mungkin, kau hanya bocah ingusan biasa. Tidak mungkin kau menjadi raja dari dunia lain yang kutinggali! Aku tidak bisa terima ini!” teriakan iblis itu semakin menggelegar dan menggema dimana-mana. Dia benar-benar tercengang melihat mata Refald yang sangat familiar diingatannya.


Sepasang mata itu mengingatkan iblis jahat itu pada raja dari dunia lain. Jika Refald memiliki mata itu ... artinya, ialah Raja dunia lain berikutnya.


Fey memerhatikan mata suaminya seperti yang dilakukan iblis itu. Ini kedua kalinya mata Refald berubah. Fey pernah melihat perubahan mata Refald seperti itu tepat setelah keduanya selesai melakukan malam pertama. Dan hari ini, Fey bisa melihatnya lagi.


Refald, kau keren sekali, batin Fey jadi terpesona menatap suaminya.


“Tentu saja, Honey. Suamimu ini memang sangat keren.” Refald tersenyum manis pada Fey sambil bersiap-siap melakukan sesuatu.


“Tidak! Kau tidak boleh menjadi raja! Harusnya mata itu adalah milikku! Bagaimana bisa kau memilikinya, ha!” Iblis jahat itu memandang benci pada Refald.


“Heh, makhluk jadi-jadian!" seru Fey membela suaminya. "Sebelumnya, Refald adalah seorang pangeran, wajar kalau sekarang ia naik tahta menjadi raja. Kenapa kau yang sewot? Lagian makhluk jahat sepertimu mana pantas menjadi raja? Kau bahkan tidak pantas menjadi budak Refald. Kau samasekali tak sepadan dengan suamiku.” Fey semakin menambah panas iblis jahat itu.


“Diam kau manusia sialan! Hampir saja aku bisa menjadi raja kegelapan dengan menggunakan tubuh si bodoh tamak itu kalau saja kau tidak menghalangi rencanaku! Akan aku balas kau nanti.” bentak iblis itu geram pada ocehan Fey.


Mendengar istrinya dibentak oleh iblis jahat yang tak tahu diri itu, Refald tidak bisa terima. Tanpa ampun, ia langsung membuka sebuah lubang hitam dengan satu tangan dan menggunakan tangannya yang lain untuk melemparkan iblis tersebut ke dalamnya.


“Apa yang kau lakukan? Hentikan! Jangan masukkan aku ke dalam lubang itu! Lepaskan aku!” teriak iblis itu mulai ketakutan melihat lubang hitam yang berputar-putar semakin lama semakin mendekat ke arahnya.


“Jangan pikir aku hanya diam saja melihat kau membentak istriku. Kau tidak akan bisa membalas apa yang telah kami lakukan padamu. Enyahlah kau dari sini! Begitu kau masuk kedalam lubang hitam itu, kau tidak akan pernah bisa keluar selamanya. Selamat tinggal, wahai iblis jahat!” Refald melambaikan tangannya sebagai lambang perpisahan sambil tersenyum penuh kemenangan.


Lubang hitam itupun kembali menutup otomatis setelah menelan makhluk jahat yang telah berhasil dikalahkan Refald. Feypun berlari dan langsung memeluk tubuh suaminya. Tentu saja, Refaldpun membalas pelukan hangat istrinya.


“Kau tidak apa-apa, Honey.” Refald melepaskan pelukan Fey dan melihat punggung tangan istrinya yang sedikit lecet akibat memukul kepala Aditya dengan sangat kuat tadi. Refald meniup pelan tangan yang terluka itu sehingga secara ajaib lukanya menjadi sembuh kembali bahkan tanpa meninggalkan bekas.


“Wauww! Kau sungguh keren, Suamiku. Dan lihat matamu! Kau jauh lebih tampan dengan mata itu.” bukannya takut, Fey malah mengagumi perubahan mata Refald. “Apa ini permanen?” tanya Fey penasaran sambil memegang kedua pipi Refald.


“Tidak, nanti bakal hilang dengan sendirinya.” Refald langsung menghadiahi ciuman mautnya pada, Fey.


Untuk beberapa saat, keduanya tenggelam dalam lautan cinta yang mengelilingi keduanya. Merekapun juga terlihat sangat bahagia karena telah berhasil mengalahkan iblis jahat bersama-sama.


“Kau sangat keren, Honey. Bahkan jauh lebih keren dariku meski otakmu terkontaminasi banyak genre film. Sepertinya aku harus belajar banyak darimu, Honey.” Refald menempelkan dahinya di dahi Fey.


“Ehm, tapi ... apa benar yang dikatakan iblis jahat tadi? Kau adalah raja dari dunia lain?”


“Menurutmu?” Refald malah balik bertanya. Ia memeluk pinggang Fey dengan kedua tangannya.


“Aku tidak tahu, raja atau bukan, kau tetaplah Refald suamiku.” Lagi-lagi, Fey mendapat hadiah ciuman manis dari suaminya.


“Siapapun aku, aku akan selalu mencintaimu dan hanya kaulah satu-satunya wanita yang ada dihatiku. Kita akan selalu bersama selamanya bahkan mautpun tak akan bisa memisahkan kita.”


“Ya iyalah, kau itu raja dari dunia lain, mati atau hidup sama sekali tidak ada bedanya bagimu.” Fey mulai sewot lagi, tapi ia senang bisa memiliki Refald sebagai pendamping hidupnya.

__ADS_1


Sayangnya, keromantisan antara Refald dan Fey ini harus sedikit tergganggu karena teriakan pak Po dari atas udara. Entah sejak kapan makhluk itu ada disini.


“Oey Pangeran, Putri! Nanti saja bermesra-mesraannya. Bagaimana dengan iblis yang kami hadapi ini?” suara pak Po terdengar lantang.


Fey langsung mengerjap, ia baru sadar kalau ada masalah yang lebih trenyuh lagi dari ini. “Pak Po ....” seru Fey menatap tajam Refald yang juga menatapnya.


“Kau tunggu disini, Honey. Jangan pergi kemana-mana.” Tanpa mendengar persetujuan dari Fey, Refaldpun melesat terbang ke atas. Ia melayang di udara sambil merentangkan kedua tangannya.


Lagi-lagi, Refald membuka sebuah lubang hitam dengan kekuatannya. Kali ini, ukuran lubang hitam tersebut lebih besar dari sebelumnya. Mata Refald yang menyala, menyiratkan bahwa alam semesta ini, sedang dalam kendalinya.


Para iblis yang melihat mata Refald langsung berhenti bergerak karena terpana tak percaya bahwa mata yang sudah sangat familiar di dunia iblis, kini dimiliki oleh Refald. Tidak ada iblis manapun yang berani melawan pemiliki mata itu.


Akhirnya, mereka semua tunduk pada Refald. Secara serentak, semua iblis jahat itu bersimpuh sambil menundukkan kepalanya pada Refald tanda memberi hormat. Mereka semua bahkan masih melayang diudara.


Sayangnya, Refald tidak ingin memiliki pasukan yang sudah membuatnya dan Fey harus mengalami banyak hal gara-gara mereka. Karena itulah Refald bertekad memasukkan semua iblis-iblis jahat yang pernah menyerangnya dan Fey, kedalam lubang hitam yang diciptakannya supaya mereka tidak menyakiti manusia lagi.


“Pangeran Refald, tolong maafkan kami, kami janji ... kami tidak akan mengulangi perbuatan kami. Beri kami kesempatan kali ini saja Pangeran,” ujar salah satu iblis mewakili seluruh komplotannya.


“Tidak ada ampun untuk iblis jahat seperti kalian ini. Tidakkah kalian tahu? Aku dan istriku harus mengalami banyak hal sulit gara-gara ulah kalian. Aku tidak akan pernah melupakan kejadian saat kalian berniat membunuh istriku waktu itu. Bagaimana bisa kalian memintaku memaafkan perbuatan kalian itu, ha? Sekarang, enyahlah kalian semua dari hadapanku!” teriak Refald menggelegar dan lubang hitam itupun mulai menyedot pasukan iblis jahat itu satu persatu.


Anehnya, lubang hitam itu hanya menyedot makhluk yang dikehendaki Refald saja. Sedangkan pak Po dan rekan-rekannya, tetap diam ditempat dan hanya bisa menyaksikan spesiesnya masuk kedalam lubang hitam yang mengerikan.


Fey terpana melihat betapa dahsyatnya kekuatan mata Refald kali ini. Ia tidak pernah menduga, setelah sekian lama fakum dan sama sekali tidak menggunakan kekuatannya, Refald langsung berubah drastis dan menjadi lebih kuat dari sebelumnya begitu kekuatannya kembali pulih.


Namun, pandangan mata Fey berubah sedih kala melihat pak Po berdiri disisi suaminya. Gadis itu sama sekali tidak menginginkan ini terjadi. Pengorbanan pak Po agar demi bisa menyelamatkannya membuat Fey jadi semakin bersalah pada Di. Ia sama sekali tak bisa membayangkan bagaimana perasaan istri pak Po saat ini. Seperti apa hari-hari yang akan ia lalui sendirian tanpa pak Po. Memikirkan hal itu membuat Fey jadi sedih.


Tanpa terasa, air mata Feypun jatuh membasahi pipinya dan itu langsung menarik perhatian Refald. Secepat kilat, ia mendekat kearah istrinya.


“Ada apa Honey, kenapa kau menangis? Aku sudah berhasil mengalahkan semua iblis-iblis jahat itu. Kita bisa pulang sekarang seperti yang kau inginkan.” Refald mencoba memegang dagu istrinya dan mengangkatnya supaya Fey mau menatapnya.


Refald mengusap lembut air mata yang membasahi wajah cantik Fey dengan mesra. Tak kuasa, Feypun semakin menangis dipelukan Refald. Ia menumpahkan semua perasaannya kali ini.


“Pak Po, Refald. Kenapa ia haus menjadi pocong lagi dan meninggalkan Di sendirian? Mereka berdua baru saja hidup bahagia. Pak Po bahkan baru bisa menunaikan kewajibannya sebagai seorang suami, tapi kenapa ia harus mengambil keputusan itu? Tidak bisakah ia kembali menjadi manusia lagi?” tanya Fey masih sesenggukan.


Refald semakin mengeratkan pelukannya agar Fey kembali tenang. Sementara pak Po, hanya diam menunduk dibelakang Refald tanpa berani berkata-kata.


“Tidak bisa, Honey. Jika kau melakukannya lagi, maka pak Po akan lenyap selamanya,” ujar Refald lirih seolah ikut sedih.


“Apa?” mata Fey terbelalak mendengar penjelasan suaminya.


BERSAMBUNG


***



__ADS_1


__ADS_2