
Di malam yang gelap, Rey mengendarai mobilnya menuju ke suatu tempat yang dibicarakan oleh dua orang di warung bakso tadi siang saat ia kepergok orangtuanya kencan dengan Rhea. Alasan kenapa Rey mengacuhkan Rhea tadi sore, karena ia tak ingin istrinya tahu rencananya kali ini.
Saat sampai di depan warung yang dimaksud, Rey teringat ucapan ayahnya sewaktu ia ganti baju di dalam kamar. Tiba-tiba saja Refald datang dan mengatakan sesuatu yang membuat Rey bertekad melakukan hal ini.
“Bagaimana dengan kekuatanmu? Apa sudah sepenuhnya keluar?” tanya Refald.
“Itulah masalahnya, Ayah. Ayah sendiri yang bilang kekuatanku akan keluar bila aku jatuh cinta pada Rhea. Sekarang aku sungguh-sungguh mencintainya, tapi kenapa kekuatanku belum keluar juga? Aku hanya merasa ada yang berbeda dan baru bisa melihat seluruh pasukan dedemit ayah saja. Selain itu, aku juga menjadi lebih peka. Apakah cuma itu saja batasan kekuatanku, Ayah?”
“Harusnya lebih dari itu. Harusnya kau sudah bisa terbang dan berlari cepat sama sepertiku dulu, tapi jika kau belum bisa seperti itu, Berarti cintamu masih belum tulus. Kau sudah terlalu sering bermain-main dan bersikap baik terhadap semua wanita yang harusnya hanya kau berikan untuk Rhea saja. Dan ketika kau bertemu Rhea, kau belum malakukan kebaikan apapun untuknya melebihi apa yang dulu kau lakukan pada wanita-wanita lain yang pernah dekat denganmu. Itulah kenapa aku melarangmu jangan ikuti pamanmu Leo, tapi kau bandel sekali!” geram Refald kesal.
“Maaf Ayah, kalau saja ayah mempertemukanku dengan Rhea lebih awal. Mungkin aku tidak akan berakhir seperti ini.”
“Ada alasan kuat kenapa aku tidak mempertemukanmu dengan Rhea lebih awal Rey. Sejak kau lahir, kekuatanmu terkunci sementara dan banyak iblis jahat menginginkan kekuatan yang terkunci itu. Aku harus membawamu jauh dari tempat ini. Sebagai gantinya, Rhealah yang menjadi sasaran empuk iblis jahat itu, tapi ia punya orang tua yang luar biasa sehingga tak seorangpun bisa menjangkaunya. Kami semua melindunginya, karena Rhea adalah tameng terakhirmu. Aku tidak bisa menjelaskan rinciannya sekarang, paling tidak sampai kekuatanmu kembali.”
“Lalu ... apa yang harus aku lakukan sekarang, Ayah? Untuk membuktikan bahwa cintaku pada Rhea itu benar-benar tulus.” Rey terdengar putus asa.
Bukan masalah kekuatannya yang tak kunjung muncul juga. Tapi, karena kekuatan itulah yang menjadi tolok ukur seberapa besar dan tulus cinta Rey untuk Rhea. Itulah yang menjadi pikiran Rey saat ini. Jika kekuatan Rey tidak muncul, sudah bisa dipastikan cinta Rey masih belum ada apa-apanya.
“Lakukan tugasmu sebagai suami dan juga menantu yang baik. Kau sangat tahu masalah apa yang sedang dihadapi istrimu. Jika kau berhasil membuktikannya, mungkin kekuatanmu itu akan muncul sekaligus menandakan bahwa cintamu pada Rhea memang benar-benar tulus.”
Kata-kata Refald yang terakhir itu langsung membuat Rey memutuskan untuk mengambil tindakan ini. Sepanjang waktu, ia mencari cara agar bisa membuktikan cintanya pada Rhea, tentu saja tanpa sepengetahuan istrinya. Itulah kenapa Rey tidak menghiraukan Rhea sementara dan bersikap acuh padanya. Dan disinilah Rey sekarang. Ia berniat ingin meluruskan rumor tidak benar tentang mertuanya. Ayah dari wanita yang kini ia cintai.
Dengan kekuatan yang Rey punya sekarang, ia bisa melihat makhluk astral tak kasat mata seperti Rhea dan kedua orang tuanya. Rey bermaksud membersihkan nama baik mertuanya dengan menemukan makhluk sebenarnya yang bekerjasama dengan manusia atas nama pak Po. Begitu Rey mendekat ke lokasi warung, rupanya sudah ada puluhan preman menghadang langkah Rey. Sepertinya sang pemilik warung memang sudah tahu kalau bakal ada orang yang mencoba mengusik ketenangannya. Maka dari itu mereka menyewa beberapa preman kampung untuk membasmi siapapun yang mencoba mengobrak abrik warungnya.
“Hei bocah, mau ngapain kau kemari, ha?” bentak salah satu preman berambut gondrong dan dipenuhi dengan banyak tato ditubuhnya.
Menghadapi para preman-preman ini, Rey mencoba bersikap setenang mungkin karena target utamanya sebenarnya bukan perman kampung itu, melainkan makhluk astral yang ada di dalam warung tersebut.
“Aku tidak punya urusan dengan kalian, sebaiknya kalian minggir dan jangan halangi langkahku!” seru Rey sambil menatap tajam wajah preman itu.
Bukannya takut, preman-preman yang ada dihadapan Rey langsung tertawa terbahak-bahak dengan keras dan menganggap enteng Rey.
“Kalian dengar apa yang dikatakan bocah ingusan ini?” teriak pria bertato pada rekan-rekannya sambil tertawa. “Kau bilang apa tadi? Kau menyuruh kami minggir?” tanyanya pada Rey dengan tertawa keras lagi. “Langkahi dulu mayat kami, itupun kalau kau bisa. Aku khawatir, mayatmulah yang bakal kami langkahi!” ujar preman itu dan hendak melayangkan pukulan ke arah Rey. Tapi pukulan tersebut terhenti karena mereka mendengar suara teriakan seseorang.
“Berhenti!” teiak seseorang itu dengan lantang. Seorang agdis cantik berambt panjang yang tidak lain adalah Rhea, berdiri tidak jauh di belakang Rey dengan napas tersengal-sengal. Gadis itu berlari kecil mendekat ke arah Rey. “Apa yang anda lakukan disini, Pangeran?” tanya Rhea dengan penuh kekhawatiran tanpa peduli pada preman berdiri diantara dirinya dan Rey.
“Kau sendiri? Kenapa kau bisa ada disini? Dan bagaimana kau tahu kalau aku datang kemari?” seru Rey terkejut sekaligus heran melihat Rhea, tiba-tiba ada di tempat ini. “Siapa yang memberitahumu?”
__ADS_1
“Tidak penting siapa yang memberi tahu saya. Ayo kita pergi saja dari sini! Untuk apa datang kemari?” Rhea agak sedikit memaksa Rey supaya mau pergi dengannya dari sini.
“Tidak mau! Kalau kau ingin pergi, pergi saja sendiri. Ada yang harus aku lakukan disini,” kukuh Rey.
“Pangeran, aku mohon ....” Rhea memasang wajah sedih.
“Ini sudah keputusanku Rhea, yang kulakukan ini bukan hanya demi dirimu, tapi juga demi diriku sendiri. Pergilah dan jangan halangi aku!” ujar Rey menatap tajam mata Rhea.
Rhea yang bisa melihat betapa seriusnya Rey kali ini tak bisa lagi berkata apa-apa. Keduanya saling pandang dan tenggelam dalam perasaan masing-masing.entah kenapa para prema kampung itupun setia menunggu adegan drama ikan terbang ala Rey dan Rhea.
“Oey-oey kalian berdua! Bisa-bisanya bermesraan dihadapanku! Apa kalian sengaja mau pamer padaku kalau kalian ini saling mencntai ha? Huh dasar bocah jaman sekarang, bikin iri saja!” geram preman bertato itu. “Kenapa aku dulu tidak punya masa-masa indah seperti kalian ini!” preman bertato itu mengepalkan kedua tangannya antara marah tapi juga baper.
Rhea jadi keki kerena baru kali ini ia bertemu dengan preman baperan. Siapa yang suruh kau jadi preman? Dasar! batin Rhea.
Rey menggeser tubuh Rhea supaya bersembunyi di belakang punggungnya. “Kau diam dan tetap berdiri saja di belakangku, biar aku yang bereskan mereka semua,” bisik Rey pelan.
“Anda yakin bisa mengalahkannya?” tanya Rhea. Justru ia sendiri yang tidak yakin kalau pangeran pujaan hatinya yang masih manusia biasa ini bisa mengatasi preman-preman bersenjata tajam hanya dengan tangan kosong.
“Aku laki-laki, masa iya membiarkanmu ikut bertarung degan mereka? Aku akan melindungimu, jadi kau diam saja disini.” Rey mencoba bersikap sok keren di depan Rhea tanpa ia tahu bahwa istrinya itu jauh lebih kuat darinya.
“Tapi mereka bersenjata tajam dan berbahaya, jumlahnya juga sangat banyak, bagaimana kalau kita cari bantuan?” usul Rhea.
Deg!
Rhea langsung tertegun mendengar jawaban Rey, entah suaminya itu sadar atau tidak saat mengatakan kalimat mengejutkan tersebut.
Sedalam itukah Rey mencintaiku sampai ia yang masih manusia biasa, nekat menempuh bahaya seperti ini, jerit Rhea dalam hati.
Jelas-jelas gadis itu tahu kalau seluruh pasukan ayah mertuanya sedang mengelilingi tempat ini, tapi mereka tidak bisa mendekati Rey karena ini adalah keinginan Rey sendiri.
Dalam diam, Rhea menatap punggung suaminya yang sedang bersiap-siap bertarung dengan para preman itu demi dirinya dan juga orang tuanya. Ingin rasanya Rhea menangis dan memeluk erat Rey, tapi ia tidak bisa melakukannya dalam kondisi genting. Semua preman itu bersiap menyerang Rey terlebih dulu.
Serangan pertama berhasil melukai wajah Rey yang mulus dan tampan hingga cowok itu terhuyung ke belakang akibat kalah jumlah. Sebenarnya pertahan diri Rey lumayan juga sebagai manusia biasa. Itu karena Leolah yang mengajarinya bela diri.
“Anda tidak apa-apa, Pangeran?” tanya Rhea dengan sejuta kecemasan dimatanya.
“Ehm, aku tidak apa-apa. Kau tenang saja, ini hanya pukulan kecil.” Rey mulai bersiap-siap berkelahi kembali dengan para preman itu.
__ADS_1
Tentu saja Rey yang tidak punya kekuatan super seperti kedua orangtuanya itu kalah telak dari para preman-preman kampung yang mengepungnya. Berkali-kali Rey jatuh tersungkur karena serangan mereka. Rhea yang rasa khawatirnya sudah diatas puncak, tidak bsia berdiam diri lagi.
Tepat disaat para preman itu hendak memukul Rey yang jatuh terduduk untuk kesekian kalinya, Rhea langsung melompat cepat melindungi suaminya dan menendang seluruh wajah preman itu satu persatu dengan kecepatan yang tak bisa dijelaskan dengan akal sehat.
Semua preman tersebut langsug tumbang bersamaan akibat tendangan maut dari Rhea. Mereka jatuh tersungkur sambil mengerang kesakitan. Bahkan beberapa diantara mereka mengalami gigi rontok dan malah ada yang sudah pingsan. Tentu saja preman itu terkejut satu sama lain.
“Apa yang terjadi?” tanya salah satu preman itu pada rekannya yang masih sadar. Sungguh ia tidak tahu bagaimana kronologi kejadiannya sehingga mereka bisa terkapar bersamaan seperti ini.
“Kami juga tidak tahu, Bos?” ujar preman lain yang pastinya juga ikut bingung.
“Apa kalian lihat kejadian tadi? Siapa yang menendang?” tanya preman bertato yang tak lain adalah bos dari para preman kampung ini.
“Sepertinya ... gadis itu, Bos. Tapi kami tidak melihatnya datang ataupun memukul kami. Kejadiannya begitu cepat sampai kami tidak tahu apa yang terjadi,” terang preman yang lain. Sedangkan yang giginya rontok hanya bisa menangis histeris karena sudah tidak punya gigi lagi.
“Anda tidak apa-apa, Pangeran?” tanya Rhea untuk memastikan bahwa suaminya ini baik-baik saja.
“Apa ... yang terjadi?” tanyanya sambil ngos-ngosan.
“Maafkan saya, Pangeran. Saya tidak bisa tinggal diam melihat anda babak belur begini. Istirahatlah sebentar dan biarkan saya yang mengatasinya. Percayalah pada saya.” Rhea tersenyum manis pada Rey yang tertegun mendengar Rhea berkata seperti itu padanya. Harusnya, kata-kata itulah yang ia ucapkan.
Rhea bangun berdiri dan sedikit merenggangkan otot-otot tangan dan kakinya, bahkan ia juga melakukan sedikit pemanasaan dengan menggelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan layaknya orang bersiap melakukan olah raga.
“Kalian semua, majulah!” Rhea menjulurkan salah satu tangannya dan memberi kode supaya para preman itu menyerangnya bersamaan.
Preman yang sedang kalap akibat serangan Rhea tadi, tanpa ragu langsung maju menyerang Rhea. Dengan gesit dan cepat, gadis itu menendang semua para preman tesebut tepat di ulu hati mereka secara berurutan dari arah kiri ke kanan preman sehingga mereka semua terpental jauh ke belakang. Darah segar mulai keluar dari mulut mereka akibat tendangan keras Rhea.
Sedangkan mata Rey terbelalak tak percaya karena ternyata oh ternyata, Rhea istri tercintanya, adalah seorang wonder women di dunia nyata. Kini, ia baru tahu kenapa istrinya itu lebih suka dipanggil ‘si cantik dari goa hantu, rupanya ... inilah alasannya. Rhea ... sangat jago sekali berkelahi melebihi Rey sendiri. dan bukan hanyaa itu saja, gadis pujaan hatinya ini ternyata juga memiliki kekuatan sama seperti yang dimiliki ibunya. Terungkap sudah maksud dari kata-kata ayahnya yang menyatakan bahwa Rhea, adalah tameng terakhirnya.
“Tidak mungkin,” gumam Rey terlalu shock mengetahui fakta mengejutkan ini.
Namun, yang lebih mengejutkan lagi adalah ... tiba-tiba saja, segerombolan makhluk astral yang berwujud mengerikan datang serentak sambil membawa pedang dan hendak menyerang Rhea dengan kecepatan kilat di luar nalar manusia.
Kecepatan serangan yang melebihi kecepatan cahaya itu, membuat Rhea tak sempat lagi menghindar dan sudah dipastikan ia bakal terkena sabetan pedang iblis tersebut. Gadis itu hanya bisa menelan salivanya menatap pedang yang melayang kerahnya.
Jika memang aku ditakdirkan harus mati di tempat ini setelah tahu kalau orang yang kucintai juga sangat mencintaiku, maka ... aku tidak aka pernah menyesal. Aku ... mencintaimu, Pangeranku. Batin Rhea sambil memejamkan mata.
BERSAMBUNG
__ADS_1
***
Apa yang terjadi selanjutnya? Tunggu keseruan di episode selanjutnya ya ...