Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
Episode 143 Leo Si Tukang Bikin Onar


__ADS_3

Seminggu setelah pertunangan, Fey dan Refald kembali ke Hongkong untuk menghadiri pesta resepsi kakaknya, Sakura. Sementara ayah Refald kembali bertugas sebagai agen rahasia. Kasus flashdisk yang menimpa mereka saat itu juga sedang di proses dan hasilnya, ayah mertua Fey berhasil menangkap seluruh penjahat kelas kakap dan terjaring dalam penyelundupan ilegal penebangan pohon liar yang ternyata, tak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga diseluruh belahan dunia. Berkat flashdisk itulah, semua komplotan dan jaringan rahasia yang selama ini dicari oleh semua pihak kepolisian terungkap, sehingga semua komplotan penjahat itupun bisa dengan cepat di tangkap.


Sedangkan Fey dan Refald kembali ke Indonesia untuk mengikuti ujian ulang kenaikan kelas yang mereka lewatkan karena berada di luar negeri. Setahun kemudian, keduanya lulus dengan nilai terbaik di SMA mereka.


Dengan begitu, sudah saatnya Fey juga harus kembali ke Jepang sesegera mungkin agar bisa menghabiskan sisa waktunya bersama dengan ayahnya. Hadiah pertunangan yang Refald berikan saat itu, memang benar-benar terjadi. Fey bisa menikmati waktu kebersamaannya dengan ayahnya dalam jangka waktu lebih lama dari prediksi semula.


Fey dan Refald memutuskan melanjutkan pendidikannya di Jepang dan menunda lagi pernikahan mereka sampai keduanya lulus kuliah. Sebab, Refald ingin berkosentrasi penuh pada kekuatan barunya sebelum ia benar-benar resmi menikahi Fey. Keduanya akhirnya meraih gelar Sarjana hanya dalam kurun waktu 3 tahun di universitas Tokyo sama seperti kakaknya Sakura dan Sauran waktu itu.


Meski kini disibukkan dengan segudang aktivitas, Fey tetap pulang ke Indonesia setiap kali liburan untuk mengunjungi nenek dan bertemu dengan keempat sahabat terbaiknya. Seperti sekarang ini, gadis itu datang kembali ke Indonesia setelah 3 tahun lamanya tinggal di Jepang. Sesuai kesepakatan, pernikahannya dengan Refaldpun juga sudah ditentukan tepat setelah keduanya menyelesaikan pendidikan mereka.


Fey sendiri memilih lokasi pernikahannya di tempat ibunya dilahirkan. Ia juga memilih tema outdour sebagai tempat sakral yang akan mengikatnya menjadi istri sah Refald ala Bella-Edward. Tentu saja berita persiapan pernikahan ini mengundang semua keluarga Refald untuk segera berkumpul menyiapkan pesta pernikahan putra tunggal dari pasangan Dilagara dan Hellena sebagai kakak tertua dikeluarga Refald.


Sementara itu, di Jerman Leo juga sudah lulus dari Inligua Berlin. Malam itu ia bersiap-siap pulang kembali ke Indonesia setelah mendapat izin dari Byon sekaligus membantu menyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan untuk persiapan pernikahan kakak sepupunya Refald.


“Halo, Roy. Kau sedang apa? Aku ingin pergi kesuatu tempat sebelum meninggalkan negara ini, kau mau ikut denganku?” tanya Leo yang sedang menghubungi sahabatnya Roy.


“Ke mana?” tanya Roy.


“Bikin onar. Aku sudah ada janji dengan mereka.” Leo tersenyum sambil mengamati semua barang yang akan ia bawa ke Indonesia termasuk foto gadis kecil cantik yang selalu ia bawa kemana-mana.


“Ayo, aku menunggumu di bawah!” ucap Roy dari seberang sana.


Leo memeriksa dari atas jendela kamarnya dan mendapati Roy sudah berdiri di bawah rumahnya. “Bagaimana kau bisa secepat itu sampai di sana? Apa kau melompat turun dari atas rumahmu?” Leo memandang rumah Roy yang berhadapan langsung dengan rumah yang ditinggali Leo saat ini.


“Kebetulan aku memang sengaja mau kerumahmu saat kau meneleponku!” Roy menjawab dengan enteng.


“Hah, sial! Tahu gitu kenapa aku repot-repot meneleponmu, Breengsek!” Leo mematikan sambungannya. “Bilang dong kalau mau kesini! Dasar Roy sialan!” Leo menyambar jaket hitamnya dan bergegas keluar kamar sambil membawa kunci mobil.

__ADS_1


Sesampainya di bawah, Roy sudah menunggu Leo. Mereka berdua masuk ke dalam mobil lamborghini Aventador warna hitam milik Leo dan langsung melesat pergi ke pusat kota Munich, Jerman.


“Kau ada janji dengan siapa?” tanya Roy saat mereka berdua sedang dalam perjalanan. Leo mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


“Dengan orang yang waktu itu kita hajar karena ceweknya kau rayu,” jawab Leo sambil konsentrasi menyetir.


“Oh iya? Kau tidak takut kalau ini adalah jebakan?”


“Jebakan atau bukan, aku sedang ingin menghajar orang. Aku bosan bermain-main dengan semua pengawalku. Mereka mudah sekali kukalahkan.”


“Sombong sekali kau! Lalu ... bagaimana denganku? Apa yang harus aku lakukan?”


“Kau diam dan duduk manis saja! Sambil makan juga boleh!”


“Setuju!”


Leo menghentikan mobilnya tepat setelah melihat beberapa orang berdiri tegap dengan senjata tajam ditangan masing-masing sedang menghadang jalannya.


“Nyalimu besar juga rupanya!” teriak seseorang yang berdiri paling tengah. Orang bertubuh besar itulah yang menantang Leo supaya mau datang ke tempat ini.


Leo dan Roy keluar dari mobilnya bersamaan. “Roy, bawa mobilku menjauh dari sini, aku tak ingin ayahku ngamuk lagi karena mobil yang terakhir aku pakai jadi benyok akibat tubuh para preman kampung yang kuhajar mendarat mulus di atas mobilku.


Tanpa suara, Roy pun berjalan memutari mobil Leo dan masuk ke belakang setir lalu membawanya mundur agak jauh dari lokasi Leo berdiri.


Dari belakang Leo, Roy memerhatikan sahabatnya yang sudah mulai mengepalkan kedua tangannya. “Wuah, si gengster Leo sudah mulai kalap.” Roy mengambil minuman yang ada di jok belakang mobil Leo dan meminumnya hanya dalam sekali teguk layaknya orang yang sedang nonton live streaming adegan action seperti yang ada di bioskop.


Tanpa menunggu lama, Leopun beraksi dan mulai bak buk bak buk memukuli semua orang yang ada dihadapannya. Tendangan dan bogem keras, mendarat mulus ditubuh para orang yang menantang Leo. Layaknya orang yang sedang kesurupan, Leo menghajar habis-habisan semua orang yang ada disitu tanpa ampun. Bahkan Leo tidak mengalami luka sedikitpun saat ia berkelahi, padahal Leo dikeroyok banyak orang.

__ADS_1


Leo selalu berhasil menangkis semua serangan musuh-musuhnya, ia sangat gesit dan lincah dengan tubuh tingginya. Walau badannya tak sekekar lawan-lawannya, tapi kelihaian Leo dalam berkelahi mengalahkan semuanya. Alhasil, semua orang yang tadi menantang Leo mengalami patah leher dan tulang dimana-mana.


Hanya dalam kurun waktu 30 menit Leo berhasil mengalahkan semuanya. Ia mengusap rambutnya sambil berkata, “Ini perkelahian terakhirku. Aku sangat puas. Sampai jumpa lagi nanti, bye!” Leo meninggalkan semua orang yang terkapar tak berdaya di lantai.


“Kau sudah selesai?” tanya Roy sambil menggeser tempat duduknya.


“Sudah, mereka lumayan kuat.” Leo masuk dan menutup pintu mobilnya, menyalakan mesin dan melesat pergi kembali pulang ke rumahnya.


***


Keesokan paginya, Leo berada di bandara Humburg bersama dengan Roy menuju Indonesia. Namun, sebelum Leo check in, Byon datang sambil berteriak dengan lantang.


“Oey! Bocah tengik! Apa yang kau lakukan semalam, ha! Dasar berandal!” teriakan Byon yang menggelegar langsung mengundang banyak perhatian semua orang yang ada di bandara. Leo yang tahu seperti apa ayahnya bergegas masuk ke dalam lokasi check in agar ayahnya tidak membunuhnya.


Alasan kenapa Leo marah dan kesal hingga sampai membuat onar, karena Byon tidak mengizinkan putranya pulang ke Indonesa menggunakan pesawat pribadi mereka. Sebab, pesawat yang baru saja di beli Byon sudah rusak parah akibat ulah Leo yang suka memakainya sembarangan.


“Awas kau! Dasar nggak ada akhlak!” Byon mengepalkan kedua tangannya karena putranya itu berhasil melarikan diri darinya.


BERSAMBUNG


***


Selamat datang di season 2 ... bingung nggak? Menurut kalian gimana? Kasih komentar ya .. love you ... jangan lupa like juga.


Ada yang kangen ulah Leo nggak? Ini baru permulaan ya ... yang menunggu kisah Refald saat ia resmi menikah dengan Fey juga ada di sini.


__ADS_1


__ADS_2