Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
episode 196 Ritual Sebelum Pernikahan


__ADS_3

Karena ini adalah tengah malam, maka suasana di dasar danau menjadi gelap. Awalnya, Fey sangat khawatir dengan padamnya lilin yang ia bawa saat menyentuh air danau. Bahkan Fey hampir saja menjerit sejadi-jadinya. Hatinya terasa sakit saat ia membuka mata dan tidak bisa melihat apa-apa. Itu artinya, perjalanan cintanya dengan Refald akan berakhir cepat atau lambat. Tentu saja, Fey tidak bisa menerima situasi ini. Gadis itu sempat berpikir untuk tidak lagi muncul ke permukaan dan berniat mengakhiri hidupnya di danau ini.


Namun ternyata, kejadian itu tidak berlangsung lama. Disaat Fey putus asa dengan takdir cintanya bersama Refald, lilin ditangannya yang tadinya padam, tiba-tiba secara ajaib kembali menyala seolah tidak terkena air danau. Mata Fey langsung terbelalak tak percaya melihat apa yang ada di depan matanya.


Cahaya lilin itu bersinar terang seolah menunjukkan jalan kemana Fey harus melangkah agar sampai ditepian danau. Gadis itu pun mengikuti arah cahaya yang menuntunnya dengan penuh semangat. Menyalanya kembali lilin ini, menandakan bahwa cinta Fey dan Refald terbukti sangat kuat.


Selama berjalan di dasar air, Fey tak henti-hentinya menyunggingkan senyumnya sambil terus berkosentrasi pada cahaya lilin tersebut. Ia juga tidak bisa berjalan dengan cepat dan harus ekstra sabar, kalau tidak pasti ia bisa kehilangan keseimbangan sehingga tubuhnya bergerak tak beraturan. Untunglah latihan pernapasan yang sering ia lakukan bersama Refald membuahkan hasil. Sejauh ini, Fey masih bisa bertahan ditambah lagi air danau yang begitu tenang sehingga tidak ada halangan apapun yang merintangi jalan agar Fey bisa sampai ketepian.


Namun, apa yang diharapkan Fey dan semua orang yang setia menunggunya, tidak berjalan sesuai ekspektasi. Di detik-detik terakhir sebelum Fey mencapai tepian, tiba-tiba arus deras dari dasar danau muncul entah darimana arahnya. Feypun terkejut mendapat serangan dadakan seperti itu disaat ia sudah hampir kehabisan napas. Namun ia tetap mencoba bertahan meski sempat beberapa saat ia terseret arus deras itu.


Refald yang mengetahui situasi di dalam hendak pergi menyelamatkan calon istrinya, tapi ia langsung dicegah oleh pak Po. “Jangan, Pangeran. Kalau anda masuk ke dalam sebelum Putri muncul kepermukaan, maka ritualnya akan gugur dan nyawanya bisa dalam bahaya besar, anda tidak akan bisa menyelamatkannya. Selain itu, pengorbanan yang putri lakukan akan menjadi sia-sia.”


Refald terpaku dan berhenti bergerak mendengar kata-kata salah satu pasukan dedemit kepercayaannya. Yang pak Po ucapkan memang benar. Saat ini tidak ada yang bisa Refald lakukan untuk membantu istrinya, karena Fey harus bisa melalui semua ini sendirian.


Satu-satunya hal yang harus Refald yakini adalah kekuatan cintanya untuk wanita yang dicintainya saat ini. Cinta Refald untuk Fey, tak bisa diukur dengan berbagai macam jenis alat ukur apapun dan tak bisa diungkapkan dengan kata-kata saking terlalu besar dan luasnya, karena itulah Refald percaya, istrinya itu pasti bisa melalui ini semua.


“Pak Po,” ujar Refald tanpa ekspresi.


“Iya, Pangeran.”


“Aku sangat mencintai Lefeysionara alias Shiyuri Kinomoto selamanya, sampai akhir hayatku. Tidak akan ada wanita lain selain dirinya, cuma dialah satu-satunya wanita yang aku cintai di dunia ini. Seluruh hati dan jiwaku hanya miliknya, seutuhnya. Katakan itu pada istriku! Aku tidak bisa menggunakan kekuatanku untuk menyampaikan kata ini padanya. Bisakah kau menyampaikannya? Kau tidak terikat dalam aturan ritual ini. Aku hanya ingin Fey semakin kuat jika mendengar suara hatiku untuknya.” Refald tidak bergeming dari tempatnya dan menatap tajam danau yang ada didepannya.


“Segera saya laksanakan, Pangeran.” Pak Po menundukkan kepalanya dibelakang Refald dan langsung menghilang tanpa jejak.


Sementara di dalam air, Fey sempat berguling-guling terbawa arus deras yang tiba-tiba saja menyerangnya. Sekuat tenaga ia melawan arus itu tapi tetap saja tidak bisa, arusnya terlalu kuat. Untungnya, lilin ditangannya tetap menyala terang walau ia sudah keluar jalur ritual. Sebenarnya, Fey tidak ingin menyerah, ia harus tetap berjuang, tapi Fey sudah terlalu lama berada di dalam air tanpa bernapas. Gadis itu tidak yakin apakah ia bisa menyelesaikan ritual ini dengan baik atau tidak.


Disela-sela Fey hampir kehabisan napas, tiba-tiba saja pak Po muncul dari dasar air dan menyampaikan pesan yang dititipkan Refald untuknya. Seketika tubuh Fey menegang dan bergerak tegak lurus dengan sendirinya. Gadis itu berusaha memusatkan hati dan pikirannya pada cahaya lilin yang tetap bersinar terang menerangi jiwanya. Secara ajaib, Fey bisa berjalan cepat keluar dari arus deras yang menyeretnya, ia pun mulai bisa kembali ke jalur ritual dan berjalan cepat ke permukaan.


Semua orang langsung bernapas lega begitu melihat Fey muncul kembali dalam keadaan selamat. Dan yang membuat mereka semua lebih takjub lagi adalah lilin yang ada di tangan Fey masih tetap menyala terang seolah tak ingin padam. Sungguh aneh bin ajaib memang, tapi itulah kenyataannya.


Dengan kata lain, Fey berhasil memperlihatkan pada semua orang bahwa cintanya, dan juga cinta Refald adalah cinta yang sejati. Cinta keduanya tulus dan abadi selamanya. Tidak ada yang bisa mengalahkan kekuatan cinta mereka berdua.

__ADS_1


Tepuk tangan dari seluruh keluarga besar Fey terdengar menggema disekitar danau. Itu karena, Fey adalah orang pertama dari keturunan kerajaan yang bisa menyelesaikan ritual ini dengan baik dan sempurna. Sebelumnya, belum pernah ada yang bisa menyelesaikan ritual tersebut.


Bahkan nenek Fey sendiri juga tidak sanggup melanjutkannya kala itu. Sebab itulah ada banyak sekali hal menyedihkan yang terjadi pada neneknya. Termasuk kehilangan suami dan putri kesayangannya, yaitu almarhum dari ibu Fey sendiri meski itu semua adalah takdir yang sudah digariskan. Kini, kesedihan itu telah terganti dengan selesainya ritual yang berhasil dilakukan cucunya sendiri, ada rasa bangga yang muncul dari dalam lubuk hati terdalam nenek Fey. Air mata mulai menetes melihat cucu kesayangannya berhasil melaksanakan ritual terakhir dalam sejarah silsilah keluarganya.


“Cucuku, aku bangga padamu,” gumam Nenek Fey sambil menyeka air matanya dan berlalu pergi meninggalkan danau untuk kembali ke kediamannya.


Ritual tersebut menandakan bahwa kehidupan Fey dan Refald selanjutnya sudah bisa dipastikan bahagia selamanya tak peduli banyaknya rintangan yang akan menerjang rumah tangga keduanya. Mereka berdua pasti bisa bertahan dan menyelesaikannya dengan baik.


Dari kejauhan, Refald siap menyambut kedatangan istrinya dengan senyum mengembang dan rasa bahagia tak terkira. Ia bahkan sampai tidak tahu harus berkata apa pada istrinya yang sudah berhasil melalui ritual ini dengan baik. Ingin sekali Refald berlari memeluk gadis itu tapi ia tidak boleh melakukannya sampai Fey meletakkan lilin itu pada tempatnya.


“Pangeran,” ujar pak Po yang tiba-tiba saja muncul entah darimana.


“Apa?” tanya Refald tanpa mengalihkan pandangannya dari Fey yang perlahan mulai berjalan keluar dari air.


“Anda bisa menggendong putri untuk membantunya meletakkan lilin itu jika anda mau,” terang pak Po.


“Kenapa kau tidak memberitahuku dari tadi, ha? Sejak tadi kakiku sudah ingin sekali berlari menyongsongnya, dasar kau ini!” Refald berdecak kesal tapi ia langsung berlari menggendong tubuh Fey yang mulai lemas.


Refald tak pernah berhenti menatap wajah istrinya. Begitu juga dengan Fey yang tetap tersenyum manis sambil membawa lilin di tangannya. Gadis itu sangat senang Refald mau menyambutnya dengan gendongannya. Hal inilah yang memang sangat Fey inginkan begitu ia muncul dipermukaan. Refald terus menggendong Fey ke tempat dimana lilin itu harus diletakkan meskipun Refald dan Fey bingung harus meletakkannya dimana.


Perlahan Refald menurunkan Fey dengan hati-hati tepat saat keduanya berada di depan kotak. Gadis itu meletakkan lilin tersebut dan menutup pintu kotaknya. Setelah itu, Fey mengatupkan kedua tangannya sambil menunduk dan memanjatkan doa sebagai tanda berakhirnya ritual yang sudah ia jalankan.


Para leluhur Fey dan Refald datang bermunculan untuk memberikan selamat pada keduanya karena telah berhasil melakukan ritual tradisi yang sudah turun temurun wajib dilaksanakan khususnya bagi keturunan raja yang berjenis kelamin wanita. Fey berhasil membuktikan bahwa ia memang keturunan raja yang sesungguhnya. Tak banyak keturunan raja lainnya yang bisa menyelesaikan ritual ini. Bahkan mungkin Fey adalah keturunan pertama yang berhasil setelah puluhan abad terakhir.


Semua leluhur Fey terlihat bangga pada Fey. Mereka semua memberikan berkat dan doa untuk kelangsungan bahtera rumah tangga Refald dan juga Fey yang sebentar lagi akan mereka arungi bersama.


“Selamat atas keberhasilanmu cucuku, kami semua bangga atas semua usaha dan kegigihanmu selama melewati berbagai rintangan saat kau menjalankan tradisi ritual ini. Kekuatan cinta kalian memang sudah tidak bisa diragukan lagi. Kalian berdua, benar-benar luar biasa.”


“Terima kasih yang mulia.” Fey dan Refald bersimpuh dan mengucapkan kalimat yang hampir sama.


“Pergilah sekarang, seluruh keluarga sudah menunggu kedatangan kalian. Kami semua yang ada disini merestui kalian berdua. Pernikahan ini, akan menjadi pernikahan terindah yang pernah ada dalam hidup kalian. Doaku, akan selalu menyertaimu.” Setelah berucap demikian, para leluhur Fey dan Refald langsung menghilang bersamaan dengan hilangnya goa yang barusan mereka datangi. Refald dan Fey juga sudah tidak terkejut lagi dengan keajaiban yang terjadi.

__ADS_1


“Kau berhasil Honey,” bisik Refald pada Fey saat mereka berdua mendadak berada di tempat terbuka yang lokasinya masih tetap berada dipinggiran danau.


Seluruh anggota keluarga yang tadinya menunggu di seberang danau juga sudah tak terlihat lagi. Sepertinya mereka semua telah kembali ke rumah masing-masing untuk bersiap-siap di hari bahagia Refald dan Fey.


Fey tersenyum manis dan bersandar di bahu Refald. “Aku berhasil karena ada seseorang yang menyuruh pasukan dedemitnya mengirimi sebuah kata-kata yang membuatku bersemangat untuk bisa mewujudkan impian kami berdua. Apa kau tidak ingin tahu siapa orang itu?” Fey mencoba menggoda Refald.


“Siapa?” Refald bersikap pura-pura tidak tahu. Padahal jelas-jelas orang itu adalah dirinya sendiri.


“Orang itu adalah orang teraneh yang pernah aku temui di dunia ini. Dia bule blasteran Korea Jerman yang bod0h karena terlalu mencintaiku sedalam ini. Akupun juga sama bod0hnya seperti dia, karena jatuh cinta pada manusia super sepertinya. Dan aku benar-benar tidak bisa hidup tanpanya.”Fey tersenyum sambil menatap Refald. Ia juga ingin tahu seperti apa reaksi suaminya itu.


Refald berhenti berjalan dan bergeser menatap wajah Fey yang tersipu malu karena ditatap Refald seperti itu. Kedua tangan Fey digenggam erat olehnya.


“Berarti, kita berdua sama-sama bodoh kalau begitu, karena kau dan aku ... memiliki kekuatan cinta yang tidak bisa dikalahkan oleh apapun.” Refald menempelkan dahinya di dahi Fey. Keduanya saling merasakan perasaan bahagia yang menyelimuti dua pasang sejoli yang sebentar lagi akan sah menjadi suami istri.


Mereka berdua saling berciuman mesra tepat setelah matahari terbit diufuk timur, seakan ikut menandakan bahwa hari pernikahan keduanya, sudah semakin dekat.


“Kau bersedia menjadi istriku, Honey?” tanya Refald dengan mesra.


“Iya, aku bersedia.” Fey menjawab pertanyaan Refald dengan tandas tanpa ada keraguan sedikitpun dalam ucapannya.


Mereka berdua akhirnya menghilang dari danau untuk kembali ke tempat dimana pernikahan Fey dan Refald akan dilangsungkan di tempat yang sudah di siapkan oleh Leo, yaitu di Tokyo Jepang.


BERSAMBUNG


****


Bagi netizen yang setia, kalian semua diundang dalam acara resepsi pernikahan Refald yang bertempat tinggal di istana Leo Besok malam. Lokasinya ada di dunia halu author. Silahkan yang mau berkenan hadir, pintu istana Leo terbuka untuk kalian semua. Yang mau ke Tokyo Jepang juga boleh, nanti tinggal hubungi authornya saja. Terimakasih untuk semuanya,


salam cinta dari pengantin Refald dan Fey.


yang mau datang wajib bawa hadiah hati. hehehe (bercanda) efek pusing kepala.

__ADS_1




__ADS_2