
Tak pernah terpikirkan dibenakku bahwa hidupku hanya tinggal menunggu hitungan detik. Sebuah parang tajam mengarah tepat didepanku, dan dapat dipastikan nyawaku bakal melayang jika parang itu benar-benar mengenaiku.
Namun, takdir berkata lain karena aku memiliki Refald yang tentunya akan melindungiku dan menghalau setiap bahaya apapun yang datang menghampiriku. Dan benar saja, belum sempat benda tajam itu mengenai wajahku, tiba-tiba parang itu berhenti tepat di depan mataku tanpa sebab. Jarak parang itu dengan hidungku hanya 10 cm saja, benda itu kini melayang tepat di atas wajahku.
Tidak ada yang tahu kenapa parang itu mendadak berhenti bergerak, dan hanya diam melayang-layang saja. Tentu saja itu karena ulah Refald atau pasukan dedemitnya yang menghentikan laju parang itu. Padahal, Refald sendiri masih sibuk membantai para preman yang berusaha menyerangnya.
Mataku melotot melihat betapa tajamnya parang mengerikan ini, tak bisa digambarkan bagaimana rasanya jika parang itu benar-benar mengenaiku. Dan yang lebih mengejutkanku lagi adalah, tidak ada yang memegang parang itu. Benda tajam itu berhenti bergerak tepat diatasku dan membuat semua orang yang melihatnya jadi bingung dan terkejut sekaligus tidak percaya pada hal ajaib yang sedang mereka lihat saat ini.
Beberapa saat kemudian, parang itu bergetar sendiri seolah memberontak agar jatuh mengenaiku. Aku bergidik ngeri sambil menelan salivaku. Yua langsung menarik tubuhku ke belakang agar menjauh dari parang yang menakutkan itu.
Kami berdua berlari menjauh dari benda tajam yang mulai berputar-putar seolah sedang mencari mangsa. Tidak lama kemudian, parang itu berhenti berputar dan langsung melesat cepat ke arahku dan Yua sehingga refleks aku memejamkan mata karena tidak sanggup melihat parang itu melesat tepat ke arahku lagi.
Untuk kedua kalinya, aku mengira bahwa aku akan mati akibat parang yang tak terkendali itu. Namun lagi-lagi dugaanku ternyata salah, parang itu memang melesat cepat ke arah kami yang sedang berlari menjauhinya, tapi ternyata sasaran parang itu bukanlah aku ataupun Yua, melainkan seseorang yang ada di belakang kami.
Cleb!
“Aghhhh!” erang seseorang itu sambil menjatuhkan kapaknya tepat sebelum ia menyerangku dan Yua.
Tentu saja orang itu langsung tumbang dengan bermandikan darah akibat sebuah parang yang menancap tepat mengenai perutnya dan langsung merobek isi perut itu. Sungguh pemandangan yang mengerikan dan menakutkan. Ini pertama kali bagi kami melihat adegan menakutkan layaknya film trailer secara langsung.
__ADS_1
Spontan aku dan Yua langsung menjerit sekencang-kencangnya menyaksikan kejadian naas yang menimpa salah satu komplotan penjahat itu. Rasa shock, takut, panik juga tak percaya dengan apa yang aku lihat campur aduk jadi satu. Sebisa mungkin aku mengajak Yua untuk segera berlari menjauh agar tidak terus-terusan mencium bau anyir darah yang sudah mulai mengalir dimana-mana.
Yua sendiri juga tidak bisa berkata apa-apa saking shocknya. Saat kami terus berlari dan berlari, tiba-tiba saja ada yang menangkap tubuhku dari samping tembok sehingga genggaman tanganku dan tangan Yua terlepas.
Laki-laki itu langsung membopongku dan membawaku pergi keluar dari gudang itu. Yua sendiri langsung di bius dari belakang oleh 2 orang yang tak dikenal hingga dia pingsan. Yua pun juga ikut dibopong bersamaku dan dimasukkan ke dalam mobil yang ada di luar gudang. Sedangkan aku sendiri cuma bisa berteriak minta tolong pada Refald yang mungkin sekarang masih sibuk mengalahkan para penjahat yang jumlahnya bejibun di dalam.
“Refald!” teriakku dengan lantang sampai akhirnya aku merasa ada yang memukul tengkukku hingga aku tak sadarkan diri.
***
Aku terjaga dan mendapati diriku sudah ada di sebuah ruang yang sangat gelap. Aku baru sadar kalau tangan dan kakiku sedang diikat, sedangkan mulutku juga disumpal dengan kain yang terikat kuat dikepalaku sehingga aku tidak bisa bicara ataupun berteriak. Aku juga merasakan sakit yang luar biasa di kepalaku akibat pukulan tadi. Aku melihat Yua masih terbaring lemah di depanku dengan kondisi yang sama sepertiku.
Tiba-tiba saja, sekelebat bayangan putih melintas didepanku dan membuatku terkejut setengah mati. “Apa itu tadi?” gumamku. “Tadi bayangan hitam, sekarang bayangan putih. Ada apa lagi ini? Hal buruk apalagi yang bakal terjadi? Aku bisa gila kalau terus-terusan seperti ini? Refald di mana kau? Kau bilang akan melindungiku dari segala macam bahaya, kenapa kau belum juga datang?” aku menangis karena terlalu takut berada di tempat gelap gulita di sini. Tidak ada cahaya apapun kecuali cahaya bulan.
“Pasti terjadi sesuatu dengan Refald, karena itu dia belum bisa datang kemari. Sebaiknya aku tenang dan terus memikirkannya agar ia bisa mendengar pikiranku.” Aku berusaha menenangkan diriku sendiri dan berusaha untuk tidak takut pada apapun, karena aku adalah tunangan Refald dan dia tidak suka jika aku bersikap lemah. “Dia pasti akan segera datang,” gumamku.
Di saat aku sudah menguasai hati untuk bisa tenang dan menunggu kedatangan Refald, aku merasa bulu kudukku berdiri seolah ada yang sedang mengawasiku dari belakang. Aku mencoba membangunkan Yua yang masih pingsan tapi usahaku sia-sia. Yua belum terjaga juga.
Seketika tubuhku menegang dan terpaku saat tali ikatan yang menyumpal mulutku tiba-tiba saja terlepas begitu saja. Padahal, tidak ada yang melepasnya dan mustahil kain itu lepas sendiri sebab ikatannya sangatlah kuat. Aku tahu ada sesuatu yang sedang memerhatikanku disampingku. Dan aku yakin sesuatu itu pasti salah satu pasukan Refald yang datang untuk mengawasiku.
Ingin rasanya menoleh ke arah sosok makhluk tak kasat mata itu, tapi aku terlalu takut melihatnya. Namun, aku juga sangat penasaran dengan sosok yang ada disamping kananku ini. Aku ragu antara ingin melihatnya tapi rasa takutku menyerangku begitu kuat.
__ADS_1
Lama aku bergelut dengan hati dan pikiranku sendiri sampai akhirnya, rasa penasaranlah yang mengalahkan rasa takutku pada sosok salah satu pasukan tunanganku. Aku memberanikan diri untuk melihat seperti apa makhluk yang kini ada di sampingku dan ... betapa terkejutnya aku setelah melihat salah satu pasukan Refald sedang tersenyum manis padaku.
Alih-alih berwujud menyeramkan seperti yang digambarkan dalam cerita ataupun film horor lainnya, sosok makhluk halus itu tenyata benar-benar menakjubkan. “Wuahhh, cantik sekali.” Itulah kata-kata yang keluar dari mulutku saat pertama kali menatap sosok makhluk berbaju putih dan berambut panjang bergelombang.
Jika wajahnya tidak secantik ini, pasti aku sudah mengira bahwa sosok makhluk itu adalah hantu paling fenomenal di negara ini, yaitu kuntilanak ataupun sudelbolong.
Oke fix! Ini adalah twilight dunia nyata. Hanya saja, di twilight para vampirnya digambarkan berwajah rupawan dengan segudang kekuatan masing-masing. Sedangkan di duniaku, para hantu ini ternyata memiliki paras ayu yang tak bisa dibayangkan. Entah itu wujud aslinya atau bukan, yang jelas mereka sosok yang luar biasa.
Apalagi sosok yang aku lihat di depan mataku saat ini, benar-benar cantik. Ini sih bukan hantu namanya, tapi bidadari, gila! Dia cantik sekali, pantas saja Refald bilang aku bakal terkesima jika melihat wujudnya, jadi ini maksudnya?
“Tenanglah tuan putri, pangeran Refald akan segera datang kemari. Sambil menunggu kedatangannya, akulah yang akan menemanimu dan juga melindungimu dari para penjahat itu,” ujar makhluk astral yang cantik nan jelita itu. Suaranya juga terdengar merdu. Aku masih terpukau melihat betapa sempurnanya makhluk cantik ini sampai-sampai tak bisa berkata apa-apa lagi.
“Si-siapa kau?” tanyaku dengan bibir gemetar antara takut dan juga takjub.
****
Mulai seru ya, hehehe .... mulai masuk dunia horor fantasi. Dunia haluku. Maaf karena baru bisa up satu episode karena kesibukan di dunia nyata yang harus aku selesaikan.
Terimakasih yang sudah mau membaca dunia haluku yang jauh dari kata sempurna, love you all.
__ADS_1