Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
episode 92 Pesta yang Aneh


__ADS_3

Aku melihat betapa luasnya hamparan safana yang indah dan mempesona. Tempat ini biasanya hanya ada di pedalaman hutan yang tersembunyi dan tak banyak orang bisa datang ke tempat ini.


“Pemandangan ini benar-benar menakjubkan, aku baru tahu ada tempat seindah ini, tapi ... di mana pestanya? Kenapa hanya ada kita berdua?” aku berlari kecil mengelilingi Refald yang juga sedang berdiri menikmati panorama alam.


Warna hijau daun semakin menambah kesan eksotis yang luar biasa. Aku langsung mengabadikan tempat ini melalui kamera ponselku dan berniat kukirimkan pada Yua. Namun, Refald merebut ponselku dan mematikannya.


“Ada apa? Kenapa kau mematikan ponselku?” tanyaku heran.


“Jika kau memposting tempat ini, cepat atau lambat keindahan alam yang eksotis ini akan rusak oleh banyaknya tangan jahil manusia yang datang kemari akibat dari postingan yang kau up load, Honey. Apa kau mau merusak keindahan alam ini?” tatapan mata Refald menusuk tajam hatiku.



Yang dikatakan Refald benar, tempat ini terlalu indah dan sama sekali belum terjamah oleh tangan manusia. Sayang sekali kalau harus rusak oleh ulah manusia yang suka usil dengan alam seindah ini.


“Aku mengerti, maafkan aku. Aku hanya ingin berbagi kebahagiaan dengan Yua. Aku tidak bermaksud menyebarkan keindahan alam ini agar orang lain merusaknya. Mungkin yang kau katakan itu memang ada benarnya. Aku juga sering mendengar berita kalau banyak sekali tangan jahil manusia yang sudah banyak merusak hutan kita.” Aku menunduk dan Refald mendekatiku lalu menggandeng tanganku. Sepertinya, ia sudah memaafkanku.


“Ayo, mereka sudah menunggu kita.” Refald menuntunku ke sebuah tempat di tengah-tengah hamparan padang safana.


Seketika kami seolah memasuki dimensi lain yang berbeda dari yang aku lihat sebelumnya. Padang safana yang tadinya indah nan luas mendadak hilang berganti dengan suasana pesta layaknya dalam sebuah gedung mewah ala hotel bintang lima lengkap dengan dekorasi yang tidak pernah aku lihat sebelumnya. Selain itu, ada banyak sekali makanan, buah-buahan dan berbagai jenis minuman yang disajikan di meja khusus prasmanan seperti yang ada di pesta pernikahan pada umumnya.


“Tempat apa ini? Mereka semua memakai pakaian adat jawa? Ini pesta pernikahan ala orang jawa? Siapa yang menikah?” tanyaku bingung sekaligus heran karena aku tiba-tiba saja berada di tempat aneh seperti ini.


“Yang mana yang harus aku jawab? Kau bertanya sampai ke akar-akarnya.”


“Pokoknya jelaskan padaku arti semua ini?” jawabku sedikit memaksa. Aku sudah tidak sabar lagi ingin tahu apa yang terjadi dan bagaimana kami bisa tiba-tiba saja berada di tempat ini.


“Ini pesta pernikahan salah satu pasukanku. Dengan kata lain, kita ada di dunia lain yang tidak bisa dilihat oleh manusia biasa kecuali mereka punya indera keenam ala Roy Kiyoshi.”


“Hah? Dunia lain?” tiba-tiba saja bulu kudukku berdiri mendengar Refald menyebut kata ‘dunia lain’.

__ADS_1


Ini gila! Benar-benar nggak masuk akal? Aku ada di dunia lain? Inikah kejutan yang di maksud Refald? Dan semua orang-orang ini pasti ... adalah dedemit? Aku bergidik ngeri memikirkan bahwa aku sedang dikelilingi pasukan Refald yang terdiri dari para makhluk astral tak kasat mata.


Sejujurnya aku masih belum bisa percaya, tapi ini benar-benar nyata. Pesta pernikahan ini adalah pesta para hantu. Seperti inilah pesta mereka. Mirip seperti yang aku lihat dalam film Susana, bedanya tempatnya jauh lebih indah dan berkelas lebih dari yang aku bayangkan. Kemungkinan karena ini adalah alam ghaib, jadi jenis pestanya mengikuti apa yang diinginkan pengantin.


“Ini benar-benar gila, dan inilah dunia Refald yang sebenarnya.” Aku meyakinkan diriku sendiri untuk bisa menerima sisi lain kehidupan seorang Refald yang tampan. Aku menatap tunanganku yang menatap senang para pasukannya dan sedang menikmati pesta.


Meski semuanya tampak seperti manusia, tapi aura mereka jelas berbeda. Anehnya, mereka semua berlalu lalang kesana kemari dan menganggap seolah kami tidak ada. Benar-benar menakutkan.


“Mereka semua yang ada di sini pasti bukan berwujud asli, mana ada hantu kece badai dan rapi begitu? Bahkan banyak diantara mereka yang stylish habis. Apalagi pengantinnya, wauw banget dah pokoknya.” gumamku sambil bergidik ngeri karena aku sedang dikelilingi para dedemitnya Refald. Meski mereka semua terlihat cantik dan tampan, bagiku mereka tetap makhluk astral yang menakutkan.


“Kau ingin mereka berubah wujud kewujud mereka yang asli? Kau akan terkesima pada mereka jika mereka berubah wujud. Mereka tidak seburuk yang kau bayangkan.” Refald tersenyum menatapku. Sepertinya ia sangat menikmati ekspresiku yang ketakutan karena berada di dunia dedemitnya Refald.


“Inikah kejutan yang ingin kau tunjukkan padaku?” tanyaku masih bergidik ngeri.


Refald menggenggam erat tanganku. “Ini masih belum seberapa, kau akan menyaksikan lebih dari ini nanti.” Refald memegang kedua bahuku dan menghadapkan tubuhku dihadapannya. “Jangan takut, selama ada aku di1sampingmu, tidak akan ada bahaya yang mendekatimu. Percayalah padaku. Cepat atau lambat, kau harus terbiasa dengan situasi seperti saat ini, karena kau akan segera menjadi nyonya Refald bila waktunya sudah tiba.”


Tubuhku langsung lemas mendengar kalimat Refald yang terakhir. Ia mengatakan seolah kami akan segera menikah sebentar lagi.



"Itu karena mereka tidak ingin membuatmu takut. Kau belum terbiasa dengan mereka. Tadi mereka sudah menyapaku dengan cara mereka sendiri tanpa sepengetahuanmu supaya kau tidak semakin shock. Melihat mereka saja kau sudah takut apalagi sampai bicara? Kau pasti bisa pingsan," jelas Refald sambil tersenyum mengejek.


Apa yang dikatakan Refald benar, ia bisa berkomunikasi dengan mereka meski tanpa harus saling bicara satu sama lain. Saat aku masih sibuk menata hati dan membiasakan diri dengan melihat para pasukan Refald ini, tiba-tiba saja tubuh Refald menegang seketika.


“Ayo kita pergi dari sini!” ajak Refald buru-buru. Ia menyeret tanganku menjauh dari ruang pesta dan seketika kami pun kembali ke padang safana yang luas dan indah tadi.


“Ada apa?” tanyaku penasaran dengan sikap Refald yang tiba-tiba ini.


Tanpa aku duga, sekelebat bayangan hitam kembali muncul melintasiku sehingga membuatku terkejut seketika, “Itu ...” teriakku mengagetkan Refald sehingga ia berhenti berlari dan menatapku.

__ADS_1


“Ada apa?” tanya Refald dengan ekspresi wajah yang amat cemas.


“I-itu tadi, apa? Aku melihat bayangan hitam itu lagi, tadi di sekolah aku melihatnya dan barusan, juga! Bayangan hitam itu melintasiku!” aku sangat gugup dan gemetar. Sungguh bayangan hitam itu benar-benar menakutkan.


Refald memelukku sambil memejamkan matanya agar aku kembali tenang. “Berhentilah menampakkan wujudmu pada pengantinku! Jika kau muncul lagi, akan aku pastikan jiwamu akan musnah saat ini juga! Pergi dari sini!” teriak Refald. Aku kira dia berteriak padaku tetapi ternyata ia berteriak pada bayangan hitam tadi. Entah kenapa, tiba-tiba saja aku bisa merasakan amarah dalam diri Refald.


Rupanya Refald tidak tahu menahu soal bayangan hitam tadi, aku pikir dia tahu karena pasti ia bisa mendengar pikiranku. Apa aku yang salah duga? Gumamku dalam hati.


Setelah Refald berkata begitu, tiba-tiba saja awan putih yang menandakan hari cerah, seketika berubah menjadi gelap disertai hembusan angin yang amat sangat kencang menerjang kami. Angin ini layaknya tornado yang berusaha mengepungku dan juga Refald. Tubuh kami berdua tidak bisa bergerak kemana-mana.


Aku benar-benar ketakutan meski Refald sedang memelukku dengan erat. “Bertahanlah Honey, ini tidak akan lama. Tutup saja matamu agar kau tidak ketakutan, kau aman bersamaku,” bisik Refald disela-sela badai angin yang menerjang kami.


Aku pun mengikuti apa yang disarankan Refald. Kupejamkan mataku dan bersembunyi didekapan Refald yang memberiku perlindungan dari badai angin ini.


“Selesaikan dengan cepat, aku harus pergi dari tempat ini secepatnya.” Refald seolah sedang berbicara pada seseorang. Pasti yang diajak bicara oleh Refald adalah pasukannya.


Benar saja, dalam sekejap, awan hitam tadi langsung menghilang dan cuaca kembali menjadi cerah. Angin topan yang menyerang kami tadi juga tiba-tiba saja tidak ada. Untuk kesekian kalinya, lagi-lagi aku dihadapkan hal-hal ajaib ala film twilight. Bedanya, yang menyerang kami bukanlah pasukan vampir, melainkan makhluk astral tak kasat mata yang menurutku bisa jadi lebih berbahaya dari vampir.


“Ini bukan film twilight, Honey. Ini nyata dan memang ada, hanya saja manusia tidak pernah menyadari bahwa kita selalu hidup berdampingan dengan dunia lain yang ada disekitar kita. Mereka bahkan tidak tahu kalau ada makhluk halus yang melintas di depan mereka. Sebentar lagi kau akan melihat apa yang aku lihat tepat disaat kau menikah denganku. Firasatku mengatakan, itu tidak akan lama lagi. Kau harus siap Honey.”


Refald melepaskan pelukannya dan menatapku dengan lembut, “Apa itu tadi?” tanyaku dengan ekspresi shock berat.


*****


mulai masuk dunia fantasi ... dari sini sisi lain dari kehidupan seorang Refald mulai terkuak satu persatu .. semoga suka dengan alur fantasiku.


oh iya mungkin diawal cerita ini memang tidak menarik dan membosankan karena ini adalah karya pertamaku yang belum sempat aku revisi ... jadi yang baca dari awal tolong dimaklumi. Kalau ada waktu, pasti aku akan revisi jadi lebih baik lagi.


kisah Refald dan Fey masih berlanjut sampai nanti mereka menikah. Tentu saja pernikahan mereka berbeda dengan pernikahan Leo dan Shena, tapi tetap luar biasa. Jangan bosan menunggu kelanjutan kisah fantasi ini ya .. yang namanya Dunia fantasi memang banyak hal yang tidak masuk akal diceritakan dalam kisah ini..

__ADS_1


terimakasih bagi yang sudah mau membaca kisah si kuat Refald dan Fey. love you all


__ADS_2