Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
episode 147 Pertemuan Pertama


__ADS_3

Semua orang di sini menjadi tegang melihat suasana yang sebentar lagi akan terjadi. Bahkan sebagian besar dari mereka ada yang menutup wajahnya karena tak tega jika sampai pria setampan Leo menjadi kelinci percobaan kekejaman para geng motor yang terkenal sadis di kampus ini.


Mereka tidak tahu siapa Leo sebenarnya, jangankan hanya geng motor kecil yang ada hadapannya ini. Seluruh penjahat di Jerman pernah dikalahkan Leo hanya dalam sekejap mata. Bagi Leo, kumpulan berandal itu hanyalah kuman kotor yang perlu dibasmi agar tidak lagi bertindak seenaknya di kampus tempat Leo menimba ilmu.


“Majulah, kebetulan aku sedang ingin olahraga!” Leo mulai melakukan pemanasan otot-otot tangannya. Kata-kata Leo tadi juga semakin memancing kemarahan komplotan geng motor itu.


Salah satu orang maju ke depan sambil melayangkan tinjunya ke arah wajah tampan Leo. Namun, sebelum tangan kekar itu sampai di wajahnya, Leo menangkis tangan tersebut lalu mencekalnya dengan kuat. Tanpa menunggu lama, tangan Leo yang lain meninju kuat ulu hati pria yang menyerangnya hingga tubuhnya terpental ke atas kemudian jatuh tersungkur tepat di bawah kaki Leo.


Pria itu mengerang kesakitan sampai terbatuk-batuk karena darah segar juga langsung keluar dari mulut pria itu. Sementara Leo masih tetap enjoy di atas motor RSVnya sambil membenahi rambut kinclongnya.


“Ayo! Siapa lagi?” tanya Leo dengan santai.


Melihat temannya jatuh tersungkur tak berdaya, rekan-rekannya yang lain jadi tak terima dan berniat menyerang Leo bersamaan. Leo yang tahu dirinya bakal dikeroyok banyak orang langsung berdiri di atas motornya dan melakukan teknik jungkir balik putar untuk menendang seluruh wajah musuh-musuhnya secara bersamaan dan teknik Leo itu pun berhasil ia lakukan.


Tendangan kaki Leo yang sudah terlatih, membuat semua para anggota geng motor itu terpental jauh ke belakang, bahkan ada salah satu tubuh preman yang terpental hendak mengenai Laura yang berdiri tak jauh dari aksi Leo dikeroyok. Namun, sebelum tubuh preman kampus itu mengenai Laura yang shock, tiba-tiba saja ada seseorang berdiri di depan Laura dan menghalau tubuh kekar preman tersebut. Laura selamat berkat halauan seorang pria yang tidak Laura kenal.


“Kau tidak apa-apa, Nona?” tanya seseorang yang tidak lain adalah Roy, sahabat dekat Leo.


Laura tidak bisa berkata-kata, ia hanya bisa menganggukkan kepalanya. Shena yang tadinya juga shock berat langsung membawa Laura menjauh dari keributan.

__ADS_1


“Laura, kamu nggak apa-apa? Maaf aku juga terkejut melihat apa yang terjadi. Aku bahkan sampai tidak bisa bergerak tadi. Ini pertama kalinya aku melihat keributan seperti ini.” Shena mengamati teman baru yang juga baru saja ia kenal. Laura tidak bersuara dan hanya menatap Roy dengan tatapan yang tak dapat dimengerti Shena.


Sedangkan Roy sendiri langsung menghajar habis-habisan orang yang tadi dihalaunya agar tidak menimpa Laura. “Hei Leo! Kenapa kau bersenang-senang sendirian! Kau lupa kalau aku juga ada di sini?” teriak Roy sambil memberikan bogem mentah pada preman yang berusaha menyerang Leo.


“Aku kira kau sedang sibuk merayu wanita! Aku berencana membasmi para kecoak ini lebih cepat sebelum kau datang!” gumam Leo sambil meninju muka salah satu berandal yang menyerangnya. Leo melakukannya sambil tetap duduk di atas motornya.


Dalam hitungan detik, semua anak buah geng motor terkapar tak berdaya dengan darah segar keluar dari mulut mereka semua. Tidak ada yang bisa dikatakan semua orang yang menyaksikan adegan action ala bioskop trans tv pagi-pagi yang ada di depan mata mereka. Aksi keren Leo dan Roy yang memukau mampu menghipnotis semua orang termasuk juga Laura sendiri.


Sejak tadi, Laura tak bisa berkedip memandang Roy. Tatapan mata Roy saat melindunginya tadi membuat Laura jadi bucin akut dengan sahabat Leo itu. Dan Leo sendiri, langsung mendapat gelar ‘Idola Kampus’ di universitas ini karena sudah berhasil mengalahkan semua anggota geng motor hanya dalam waktu sekejap tanpa perlu bersusah payah, bahkan dengan kerennya aksi itu ia lakukan di atas motor kecenya.


“Sekarang cuma tinggal satu orang! Kita apakan dia!” ujar Leo pada Roy saat keduanya selesai membuat pindang para preman dan anggota geng motor itu.


“Ah kau benar, aku serahkan dia padamu!” Leo merapikan lagi rambutnya sehingga membuat semua kaum hawa yang ada disekitarnya berteriak histeris padanya. Namun, Leo tidak menggubris semua teriakan wanita-wanita itu. Ia hanya melakukan kiss bye dimana-mana sambil tebar pesona. Maklumlah, jiwa playboy Leo di sini mulai keluar.


Leo mengamati barisan wanita yang ada didekatnya, berharap salah satu dari mereka adalah gadis kecil yang ia cari-cari selama ini. Sebab, informasi yang Refald berikan, Leo akan bertemu dengan gadis pujaannya di kampus ini, tapi Refald tidak mau memberitahu siapa gadis yang ia maksud.


Tanpa sengaja, matanya beradu pandang dengan tatapan mata Shena yang sejak tadi mengamatinya. Shena langsung terkejut saat Leo tiba-tiba saja menatapnya. Karena gugup, gadis itupun langsung pergi begitu saja. Tentu saja, aksi Shena yang terkesan melarikan diri itu membuat Leo jadi heran, ia pun menyalakan mesin motornya lalu pergi menyusul Shena dan meninggalkan Roy yang sibuk bak buk bak buk sendirian menghajar ketua geng motor.


“Oey! Leo! dasar bengek! Ditolong malah ditinggalin!” satu pukulan terakhir ia layangkan pada preman tak berdaya itu sehingga preman tesebut langsung pingsan setelah terpental di atas atap papan pengumuman kampus yang ada didepannya.

__ADS_1


Roy hendak pergi menyusul kepergian Leo, tapi langkahnya itu dihadang oleh Laura. Gadis yang baru saja ia selamatkan.


“Maaf, boleh minta nomer ponselmu?” tanya Laura secara terang-terangan dengan penuh percaya diri.


“Apa?” Roy balik bertanya, ia sama sekali tidak terkejut jika ada wanita yang meminta nomer ponselnya. Sebab Roy sudah biasa dimintai nomer ponsel, apalagi yang memintanya adalah wanita.


Dengan tatapan mata yang menggoda, Roy memegang tangan Laura dan mengambil bulpen yang terselip disaku kemejanya. Ia pun mulai menuliskan nomer ponselnya di lengan Laura sambil berkata, “Jangan hapus nomer ini dari tanganmu, kalau bisa ... simpan nomer ini di hatimu!” setelah bicara seperti itu, Roy pun pergi meninggalkan Laura yang tertegun saking terpesonanya dengan gaya memukau Roy saat bicara padanya. “Aku tunggu telepon darimu. Bye!” teriak Roy dari kejauhan lalu ia melanjutkan berlari mengejar Leo.


BERSAMBUNG


***


Komentar dong ... kisah mereka bagus nggak? Hehehe ....


jangan lupa baca Sanha dan Zariya juga ya...😂😂



__ADS_1


__ADS_2