Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
episode 204


__ADS_3

“Suamiku, jelaskan padaku? Apa yang terjadi? Kau curang, kau mengajakku bercinta terus tapi kau belum juga mau mejelaskan apa-apa tentang pak Po dan kekasihnya,” gerutu Fey dalam dekapan Refald saat keduanya selesai melakukan ritual maju mundur cantik untuk kesekian kalinya.


Refald tersenyum simpul sambil mengecup lembut kening Fey. “Aku terlalu bahagia, Honey. Kau tahu sudah berapa lama aku menunggu saat seperti ini. Tidak bisakah kau membiarkan aku menikmati malam-malam syahdu kita berdua? tanpa harus diganggu dengan hal lainnya?”


Pertanyaan Refald membuat Fey terdiam. Apa yang dikatakan suaminya itu memang benar. Saat ini adalah hari bahagia yang sudah sekian lama dinantikan oleh Refald dan dirinya. Begitu banyak hal yang harus mereka lalui bersama sampai hari ini tiba, yaitu hari dimana Fey dan Refald bersatu dalam ikatan cinta yang suci dan murni. Sebuah ikatan pernikahan sebagai janji sehidup semati selamanya. Fey berusaha memahami perasaan pria yang sedang memeluknya dengan erat.


“Kau benar,” lirih Fey. “Ini adalah hari bahagia kita dan semua orang juga ikut bahagia melihat kita bersatu selamanya. Tapi, Pangeranku ....” Fey membenahi posisinya agar bisa melihat wajah suaminya. "Bagaimanapun juga, kau adalah seorang pangeran yang punya tanggung jawab besar terhadap pasukan dedemitmu. Meski ini kedengarannya tidak masuk akal, menurutku mereka semua juga berhak bahagia. Apalagi mereka begitu setia padamu. Kau adalah alasan mereka ada disini.


“Aku bisa mengerti perasaan mereka saat ini. Para dedemit itu, berbeda dengan makhluk astral lainnya. Mereka semua adalah pasukan terbaikmu. Tidak ada salahnya membuat mereka bahagia dan mengesampingkan sementara kebahagiaan kita. Seorang raja yang baik, adalah raja yang peduli pada pasukannya. Karena mereka, adalah tangan dan kaki dari seorang raja.”


Refald tertegun mendengar kalimat yang diucapkan Fey padanya. Ia tidak menyangka istrinya bisa berpikiran seperti itu. Selama ini, Refald hanya menganggap pasukannya sebagai teman berkelana, mereka selalu siap siaga kapanpun Refald membutuhkannya.


Sejujurnya, Refald tidak pernah memikirkan apa yang diinginkan pasukannya karena mereka adalah makhluk astral yang berbeda dengan manusia. Namun, pandangannya kini berbeda berkat Fey. Istrinya itu bisa merasakan apa yang dirasakan pasukannya melebihi dirinya sendiri meskipun Refald tahu, Fey sangat penakut bila bertemu dengan pasukannya.


Kini, Refald menyadari sesuatu dari dalam istrinya yang tidak mungkin bisa dimiliki orang lain. Itulah kenapa Fey terpilih menjadi pengantinnya. Dari lubuk hatinya yang terdalam, Refald benar-benar bangga memiliki istri yang bijaksana dan juga bertalenta seperti Fey.


“Kau benar, Honey. Aku memang tidak pernah memikirkan bagaimana perasaan pasukan dedemitku. Selama ini, merekalah yang selalu setia disisiku. Terimakasih, Honey." Refald mengecup lembut bibir istrinya.


"Kenapa kau berterima kasih padaku?"


"Karen kau adalah ratuku. Sekarang aku tahu apa fungsinya ratu bagi raja. Bukan hanya sebagai pajangan atau sebagai penyalur hasrat agar bisa melahirkan putra putri raja, tetapi juga sebagai penunjuk arah jika sang raja tersesat ke jalan yang salah. Ratu akan selalu berada disisi raja dan selalu mendukungnya walau apapun yang terjadi. Itulah yang selama ini kau lakukan padaku, Honey. Dan tugasku, adalah melindungimu, menjagamu dan mencintaimu selamanya.” Sekali lagi, Refald mencium kening istrinya dengan penuh cinta yang ia punya.


Kata-kata Refald membuat Fey merasa terharu. Gadis itu juga bisa merasakan betapa besarnya rasa cinta Refald untuknya. Sambil menutup mata dan tersenyum bahagia, Fey membenamkan kepalanya di dada Refald.


“Aku akan membantumu memilihkan pasangan yang cocok untuk semua pasukanmu. Pangerannya sudah tidak lajang dan sudah tidak perjaka lagi, maka pasukannya pun juga harus demikian. Kau tahu? Aku baru saja sadar kalau semua pasukanmu menjadi makhluk astral saat usia mereka masih muda, dan rata-rata belum berkeluarga. Itulah kenapa mereka terpilih menjadi pasukanmu untuk melindumgimu dan juga diriku. Apa tebakanku salah?” Fey menatap mata suaminya yang juga manatapnya.


Mata Refald yang berubah warna setelah mereka bercinta benar-benar membuat gadis itu semakin terpesona dengan ketampanan orang yang kini telah sah menjadi suaminya.


“Yang kau katakan memang benar, Honey. Para pasukanku memang rata-rata meninggal diusia muda. Dan mereka sudah bersamaku sejak aku masih kecil hingga sekarang. Perjanjiannya adalah, jika aku sudah menikah denganmu, maka mereka pun juga boleh mencari pasangan mereka masing-masing yang berasal dari dunia mereka. Tapi aku tidak akan mengizinkanmu mencarikan pasangan untuk semua pasukanku.”

__ADS_1


“Kenapa?” tanya Fey penasaran.


“Honey, kau tidak mungkin menjelajahi seluruh dunia lain untuk menemukan pasangan pasukan dedemitku. Biarkan mereka mencari belahan jiwanya sendiri dan aku akan langsung menikahkan mereka sesuai dengan peraturan yang ada diduniaku,” terang Refald.


“Oh, apa peraturannya? Apakah pernikahan mereka sama seperti pernikahan manusia pada umumnya?”


“Aku tidak begitu paham, karena sampai detik ini aku belum pernah menikahkan setan. Tapi aku pernah melihat almarhum kakekku melakukannya, itu terjadi saat aku masih kecil sebelum aku dijodohkan denganmu. Ehm, nanti akan aku tanyakan pada kakek buyutku, mungkin beliau mau menjelaskannya padaku jika memang pasukanku sudah menemukan pasangannya dan siap dinikahkan.” Refald memainkan rambut Fey dengan tangannya.


“Bagaimana dengan pak, Po?”


“Kasus pak Po, berbeda. Wanita yang dicintai pak Po dan sangat ingin dinikahinya itu adalah manusia biasa yang masih hidup. Dan gadis itu tinggal di Norwegia, tepatnya di kepulauan Lofoten.” Refald bangun dari tidurnya dan memakai kemeja orange tanpa mengancingkannya sehingga dada Refald terlihat. Ia berjalan ke dekat tirai lalu membuka tirai tersebut.


Begitu tirai sepanjang lebih dari 3 meter dengan ketinggian kurang lebih 2 meter terbuka lebar, pemandangan menakjubkan langsung disuguhkan di depan mata Refald dan Fey yang ternyata keduanya sedang berada disebuah hotel, tepatnya di Thol hotel Lofoten. Tentu saja Fey sangat terkejut dan berusaha memakai kembali pakaiannya lalu berdiri disamping suaminya sambil menikmati pemandangan alam yang begitu indah dihadapannya.



“Daebak! Kita ada dimana?” tanya Fey masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini. Ia tidak menyangka bakal berada ditempat seindah ini hanya dalam sekejap mata. Memiliki suami seperti Refald adalah anugrah terindah yang diberikan Sang Pencipta untuknya.


“Bukankah kau bilang kita harus ke Swiss?”


“Ehm, tapi seseorang baru saja bilang padaku untuk mendahulukan kebahagiaan pasukanku terlebih dulu dan mengesampingkan kebahagiaanku sendiri. Kerena itulah aku mengajaknya datang kemari.” Refald membalikkan tubuh Fey yang sedang menggigit bibirnya karena tahu siapa orang yang dimaksud Refald. “Di kota itulah wanita yang disukai pak Po tinggal, Honey. Ayok kita mandi bersama dan bersiap-siap bertemu dengannya. Aku ingin tahu apa pendapat ratuku soal kekasih pak Po dan bagaimana memecahkan solusi pasangan beda dunia itu.” tanpa menunggu persetujuan dari Fey, Refald langsung menggendong istrinya masuk ke dalam kamar mandi.


Sambil membersihkan diri, tentu saja Refald tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk melakukan adegan maju mundur cantik di dalam kamar mandi bersama dengan istrinya. Meski awalnya, tujuan Refald datang kemari adalah untuk memecahakan permasalahan pak Po, tetap saja Refald masih bisa melaksanakan bulan madu mereka dimanapun mereka berada. Sebab, aura pengantin baru, masih menyelimuti keduanya.


Setelah dua jam berkutit di dalam kamar, Refald menggandeng tangan Fey yang sudah terlihat cantik dan rapi. Mereka berdua menghilang lalu muncul kembali di kota yang dekat dengan pelabuhan. Refald melakukan itu untuk mempersingkat waktu, sebab mereka berdua tidak bisa lama-lama berada di negara ini. Secepatnya, Refald dan Fey harus segera menemukan solusi yang tepat untuk pak Po.


“Suamiku Refald,” ujar Fey sambil mengamati keadaan sekeliling kota ini. "Ini kan ...."


“Ayo!” Refald menggandeng tangan istrinya menuju kesebuah toko bunga.

__ADS_1


Dari kejauhan, Refald memerhatikan wanita cantik berambut ikal hitam legam dan dihias seadanya sedang sibuk melayani pembeli bunga sambil tersenyum bahagia. Seragam toko yang didominasi dengan warna hitam putih menambah imut wajah wanita cantik itu.


Melihat ekspresi suaminya yang terdiam, Fey pun mengerti pasti gadis itulah yang bernama Rosalinda Divani. Ia ikut memerhatikan gerak gerik wanita yang katanya Refald biasa dipanggil dengan sebutan ‘Di’.


Perlahan, Fey berjalan pelan mendekati wanita cantik berkulit putih dan berwajah oval itu. Lama juga Fey berdiri di depan wanita tersebut tanpa suara dan terus saja menatapnya. Wanita penjual bunga, terus saja tersenyum pada pelanggan yang membeli bunganya dan bersikap acuh pada Fey. Ia bahkan menganggap Fey tidak ada. Meski begitu, Fey tetap bertahan dan tidak beranjak dari posisinya menatap wajah serta apa saja yang sedang dilakukan kekasih pak Po.


Hampir setengah jam Fey berdiri diam tanpa melakukan apa-apa di depan wanita penjual bunga yang bernama ‘Di’. Setelah memastikan sesuatu, Fey akhirnya balik badan dan kembali ke tempat dimana suaminya berdiri dan menunggunya.


Sejak tadi, Refald memang terus mengamati istrinya. Ia ingin tahu apa yang dilakukan Fey saat bertemu dengan kekasih pak Po. Karena sejauh ini, Fey tidak memikirkan apapun yang bisa dibaca oleh Refald sehingga ia jadi penasaran.


“Ada apa, Honey? Aku kira kau akan bicara padanya? Kenapa kau kembali lagi? Kau tidak suka padanya?” tanya Refald sambil menatap wajah Fey.


“Aku ingin bertemu dengan pak Po, Pangeranku. Sekarang juga!” bukannya menjawab semua pertanyaan Refald, Fey malah mengajukan permintaan yang membuat Refald mengerutkan alisnya.


Sejak keduanya resmi menikah, Refald belum bisa membaca pikiran istrinya. Fey jadi semakin pandai menyembunyikan apa yang ia pikirkan agar tidak bisa dibaca lagi oleh Refald.


“Jawab dulu pertanyanku, Honey. Kenapa kau tidak bicara pada wanita itu? Kau malah berdiri lama disana dan diam saja menatapnya tanpa berkata apa-apa. Apa yang terjadi?” untuk pertama kalinya, Refald penasaran dengan apa yang dipikirkan istrinya saat ini.


“Pangeranku, kenapa kau tidak memberitahuku satu hal yang penting dari kisah cinta beda dunia ini.” lagi-lagi Fey tidak mau menjawab pertanyaan suaminya dan malah balik bertanya.


“Apa maksudmu, Honey?”


“Wanita cantik yang disukai pak Po, dia ... tidak bisa melihatku.” Mata Fey menatap tajam mata Refald. Sedangkan Refald sendiri, langsung menyunggingkan senyumnya begitu Fey mengetahui fakta sebenarnya.


BERSAMBUNG


***


__ADS_1



__ADS_2