Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
episode 298


__ADS_3

Refald yang namanya terpanggil langsung datang menyelamatkan putra dan juga menantunya. Namun Sayangnya, kedatangan Refald sudah terlambat. Ia tak bisa melawan dahsyatnya kecepatan gravitasi bumi yang menarik tubuh Rhea jatuh ke dasar air terjun tepat disaat Refald datang. Alhasil, suami Fey itu hanya bisa menyelamatkan Rey yang masih terjun bebas ke bawah saat berusaha menyelamatkan istrinya. Refald menangkap tubuh putranya dan mendaratkannya di pinggiran sungai. Lalu sang raja dedemit itu masuk ke dalam air untuk menyelamatkan menantunya.


Fey sendiri langsung datang dibawa oleh mbak Kun. Ia melihat Irene sedang merintih kesakitan kerena kepalanya terbentur batu dengan keras akibat dorongan Rey barusan. Seolah tahu apa yang sudah terjadi, Fey langsung mencengkeram kuat kerah Irene hingga gadis itu kesulitan bernapas.


“Apa yang kau lakukan pada putra dan menantuku, ha?” bentak Fey dengan kemarahan yang amat sangat, bahkan saking marahnya, air mata Fey sampai keluar.


“Aku tidak melakukan apa-apa. Aku hanya mencium pipi Rey saja,” terang Irene tanpa merasa berdosa sedikitpun.


Plak!


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Irene hingga sudut bibirnya berdarah. “Dasar wanita tidak tahu diri! Beraninya kau melakukan itu pada putraku! Kau benar-benar wanita murahaan, kau sudah menggali kuburanmu sendiri! Tunggu saja, kutukan paling mengerikan, bakal menimpamu seumur hidupmu! Dasar jalanng!” Fey mendorong kasar tubuh Irene hingga jatuh ke tanah. Seumur-umur, baru kali ini Fey merasakan api kemarahan yang begitu besar terhadap seseorang.


Fey tak bisa tinggal diam lagi kali ini. Ingin sekali ia menghabisi wanita tak tahu malu yang ada dihadapannya. Namun, mbak Kun menghentikan aksinya karena ada hal jauh lebih penting yang harus dilakukan Fey daripada menghadapi wanita tidak tahu diri ini.


“Ratu, tuan muda Rey, membutuhkan anda, mari kita temui dia dan biarkan para dedemit lain yang mengurus wanita menyebalkan ini.” Mbak Kun mencoba menenangkan Fey agar tidak terlalu larut dalam emosi.


Feypun menyetujui usulan mbak Kun dan bergegas pergi ke tempat suami dan putranya berada. Seolah tahu siapa Fey dan keluarganya, Irene sama sekali tidak terkejut dengan aksi yang Fey lakukan tadi. Wanita bermuka gedeg itu mengusap buliran darah dari sudut bibirnya sambil tersenyum licik. Ia ingin bangun berdiri tapi tubuhnya benar-benar lemah. Tiba-tiba saja sejumlah makhluk mengerikan datang dan mengelilinginya sehingga gadis itu bergidik ngeri ketakutan.


“Siapa kalian? Jangan mendekat?” teriak Irene.


Para makhluk astral yang merupakan pasukan dedemit Refald tak gentar dan terus menakut-nakuti Irene dengan wajah super duper seram.


“Kau adalah manusia terkutuk yang akan mendapat hukuman setimpal atas apa yang sudah kau lakukan. Kau akan menanggung seumur hidup kutukan itu bahkan seluruh keturunanmupun akan terkena imbasnya. Beraninya kau mengganggu keluarga kerajaan dedemit, ha?” ujar semua para pasukan dedemit Refald secara bersamaan. Mereka terus menakut-makuti Irene sehingga jantung gadis itu serasa mau copot.


Ada yang melepas kepala mereka dan mendekatkannya ke arah Irene, ada juga yang menyobek dada dan mengeluarkan seluruh isi organ intim lalu melemparkan organ intim tersebut ke wajah Irene. Ada lagi yang berubah wujud menjadi tulang belulang dan beterbangan mengelilingi tubuh Irene. Yang lebih parah lagi adalah hantu Kuyang yang tak berhenti menatap tajam wajah Irene tepat di depan wajahnya sambil tertawa terbahak-bahak. Tak ada yang bisa dilakukan Irene selain menjerit histeris karena ketakutan.


Irene benar-benar tidak sanggup melihat semua pasukan dedemit Refald. Mereka semua begitu menyeramkan. Wanita itu hanya bisa menelungkupkan kepalanya diantara kedua tangannya. Ia tidak ingin melihat semua makhluk mengerikan yang sedang mengelilinya. Entah perkataan mereka itu benar atau tidak, Irene sama sekali tidak mengerti. Wajah mereka semua benar-benar membuat seluruh bulu kuduk Irene merinding. Ditambah lagi, langit-langit yang tadinya cerah tiba-tiba saja berubah menjadi gelap dan tertutup awan hitam. Suasana mencekam ini, menandakan sebagai pertanda buruk.


Sementara itu, Refald berhasil meraih tubuh Rhea yang sempat terbawa arus sungai. Refald menarik tubuh menantunya kembali kepermukaan air dan membawanya ketepian sungai. Rey yang melihat istrinya sedang terkapar tak berdaya langsung maju dan memberikan bantuan pernapasan.


“Rhea! Tidak! Bangun, Sayang ... jangan tinggalkan aku, kau harus bangun! Buka matamu!” Rey menggoyang-goyangkan tubuh Rhea dan kembali memberikan bantuan pernapasan sambil menekan kuat dada Rhea, tapi sang istri tetap tidak mau bangun juga. “Ayah, lakukan sesuatu! Jangan biarkan Rhea meninggalkanku. Tolong selamatkan istriku, Ayah. Aku mohon! Apa yang terjadi padanya? Kenapa Rheaku tidak bangun juga?” teriak Rey dengan kencang sambil berurai air mata. Ia tidak ingin percaya kalau Rhea sudah pergi meninggalkannya, Rey sangat yakin Rhea masih ada untuknya.

__ADS_1


Refald yang sudah tahu pasti apa yang terjadi, hanya bisa diam terpaku. Suami Fey itu tak bersuara dan tidak bergeming dari posisinya. Ia membiarkan Rey mengekspresikan rasa dukanya. Sebab, Refald sangat tahu, kalau putranya tidak akan terima jika ia berkata bahwa Rhea ... sudah tiada. Yah, inilah kenyataanya ... menantunya Rhea, putri dari salah satu pasukan dedemitnya, sudah pergi. Itulah takdir menyakitkan yang terjadi, baik Refald ataupun Fey juga sudah mengetahui kalau hal inilah yang menimpa keluarganya. Sebuah takdir yang benar-benar menyakitkan tapi juga tidak bisa dilawan.


“Ayah! Kenapa kau diam saja! Lakukan sesuatu!” teriak Rey lagi. Air matanya tak bisa berhenti mengalir.


Sementara Fey yang baru saja tiba, langsung menangis melihat apa yang ada dihadapannya. Inilah gambaran masa depan yang sempat dilihat Fey beberapa waktu yang lalu, Fey pun tak sanggup membendung air matanya di samping jasad Rhea, ibu Rey itu langsung menangis sejadi-jadinya.


“Apa yang Ibu lakukan? Kenapa Ibu menangis? Rheaku tidak apa-apa. Dia masih hidup. Ibu tidak perlu menangis seolah ia sudah mati!” Rey benar-benar terlihat syock. Ia tidak bisa percaya Rhea bakal meninggalkannya secepat ini bahkan saat kehidupan barunya bersama wanita pujaan hatinya baru saja dimulai.


Sungguh, Rey tidak akan pernah mau memercayai semua ini. Rhea tidak mungkin pergi meninggalkannya sendirian. Baru beberapa detik lalu ia memadu kasih dengan istrinya dan kini ... Rhea harus pergi? Ini tidak mungkin terjadi. Pasti ada kesalahan. Rey mencoba menggunakan kekuatannya untuk menyembuhkan Rhea, tapi ia tidak bisa kerena baik Rey ataupun Rhea, telah menjadi manusia biasa. Siapapun pasti tidak akan selamat jika jatuh dari tebing setinggi ini, terlebih lagi Rhea telah berubah menjadi manusia biasa saat ia terjatuh.


Menyadari semua itu, Rey memeluk tubuh Rhea dengan erat dan menangis kencang, tangisan Rey benar-benar menggelegar dan memilukan siapapun yang mendengarnya.


“Rheaaaa!” teriak Rey di sela-sela tangisannya sambil terus memeluk jasad istrinya. “Tidak Rhea, jangan pergi! Kembalilah, jika kau mendengar suaraku. Kembalilah padaku, aku ... akan melakukan apapun untukmu. Bahkan jika aku harus mati, aku akan melakukannya ... kembalilah padaku Sayang, kembalilah Rheaaa!” Rey terus menangis sambil memeluk erat tubuh kaku Rhea.


Fey sendiri hanya bisa menangis melihat keadaan putranya, ia benar-benar tidak berdaya, begitu pula dengan suaminya. Sejak tadi, Refald hanya bisa memejamkan mata dan sudah memantapkan hati dengan keputusan yang akan ia ambil. Fey mengetahui apa yang kini ada dalam pikiran suaminya dan mulai berhenti menangis. Ia menyeka air matanya dan bangun berdiri mendekat ke arah Refald.


Seperti halnya Refald, Fey pun juga harus memantapkan hati menerima keputusan suaminya walau konsekuensi dari keputusan itu adalah perpisahannya dengan pria yang selama ini mendampinginya dan amat sangat dicintainya hingga sudah menjadi jantung hatinya. Perlahan, Fey mendekati suaminya dan menyentuh kedua pipi mulus Refald. Ibu satuanak itu menatap lekat-lekat eajah tampan Refald.


“Aku tidak akan menghalangimu mengambil keputusan ini, Suamiku. Jika memang ini yang terbaik untuk kita semua ... maka aku ... akan setia menunggumu sampai kau kembali padaku.” Air mata Fey mengalir membasahi pipinya. Fey membelai lembut wajah suaminya dan Refald langsung mencium lembut tangan Fey yang menempel dipipinya. Air mata Refald membasahi tangan mungil Fey.


“Dinas ke luar kota,” sambung Fey sambil memaksakan diri tersenyum. “Aku mengerti, ini ... bukan apa-apa bila dibandingkan saat aku melarikan diri meninggalkanmu dulu.” Fey masih menangis, tapi ia mencoba tersenyum sambil terus membelai lembut pipi suaminya yang juga basah penuh air mata.


“Aku mencintaimu, Honey. Jaga putra kita ... pastikan dia tidak bermain wanita setelah aku menghapus ingatannya. Pertemukan dia dengan Rhea tepat di tahun ketiga ketika Rhea akan menjalankan ritual ketiganya. Jika ritual ketiga Rhea berhasil, ingatan Rey akan kembali dan disitulah kisah cinta mereka berdua kembali dimulai. Begitu mereka berdua sudah saling mencintai, suruh Rhea melakukan ritual seperti yang kau lakukan padaku sebelum hari pernikahan kita. Bila lilin yang dibawa Rhea tetap menyala, itu akan membuat cinta Rey dan Rhea abadi selamanya. Selain itu, aku ... akan langsung datang kembali padamu. Apa kau mengerti, Honey?”


“Ehm, aku mengerti Suamiku, selama kau tidak ada ... akulah yang akan menggantikanmu menjadi ayah sekaligus ibu untuk putra kita.” Fey memaksakan diri tersenyum, padahal air matanya terus saja mengalir deras. Dalam hatinya, ia sangat merasa berat menghadapi kenyataan bahwa dirinya harus berpisah dengan Refald untuk kedua kalinya.


Namun, perpisahan kali ini tidak berlaku selamanya. Refald pergi hanya untuk kembali demi mengembalikan semua yang telah terjadi di hari ini. Suaminya ini, rela mengorbankan banyak hal demi kebahagiaanya dan juga seluruh keluarganya. Fey benar-benar bangga pada Refald. Jika ia berada di posisi Refald, maka iapun akan melakukan hal sama seperti yang dilakukan suaminya.


“Tidak, Raja! Apa yang anda lakukan?” seru pak Po yang baru saja tiba. Ia tahu apa yang akan Refald lakukan. Sedangkan Divani langsung lemah lunglai terduduk dihadapan jasad Rhea yang dipeluk erat oleh Rey.


“Putriku ...” tangis Divani langsung pecah dan Fey semakin tak bisa membendung lagi air matanya. Ia memeluk Divani untuk menenangkannya sambil terus berurai air mata.

__ADS_1


“Tenanglah, Di ... Rhea akan kembali. Kau jangan khawatir,” ujar Fey menguatkan istri pak Po.


“Tidak, Ratu!” sela pak Po. “Saya tidak akan membiarkan Raja menghilang hanya demi menghidupkan Rhea kembali!” pekik pak Po tidak setuju. Tentu saja pernyataan pak Po langsung mengejutkan Rey dan juga Divani.


“Apa?” Divani menghentikan tangisnya dan menatap tajam ke arah pak Po dan Refald secara bergantian. “Ka-kau bilang apa?” tanya Divani memastikan.


“Ayah ... benarkah itu?” tanya Rey langsung pada ayahnya. “Benarkah ayah akan menghilang jika Rhea hidup kembali? Kenapa bisa begitu? Ayah adalah raja. Kenapa ayah harus menghilang?” tanya Rey tidak terima.


“Aku bukan Dewa Rey, kekuatanku ada batasnya juga. Menghidupkan orang yang sudah tiada, merupakan pelanggaran takdir dari kekuatan yang kupunya. Maka dari itu, aku harus membayar mahal atas pelanggaran yang kulakukan,” terang Refald dengan tenang.


“Tidak, Ayah! Pasti ada cara lain, ayah pasti bisa mengembalikan Rhea padaku tanpa harus menghilang. Ayah tidak mungkin meninggalkanku dan meninggalkan ibu begitu saja. Katakan ini tidak benar, Ayah?” Rey menyipitkan matanya. Ia jauh lebih shock dari saat mengetahui fakta kematian Rhea.


“Ayahmu pergi untuk kembali pada kita, Rey. Begitu Rhea menyelesaikan semua ritualnya dengan baik, maka ayahmu akan kembali bersama kita untuk selamanya. Kami tidak punya pilihan lain. Percayalah pada ayahmu. Apa yang dia lakukan semuanya demi kebaikan kita bersama.” Fey mencoba meyakinkan putranya dan juga yang lainnya walau dalam hatinya, ia sendiri tak sanggup bila harus terpisah dari suami tercintanya.


“Saya tetap tidak setuju Ratu,” kukuh pak Po. “Tidakkah anda tahu? Kalau Raja menghilang, maka kami semua para pasukan dedemitnya juga akan menghilang. Jika sudah begitu, siapa yang akan menjaga anda dan juga pangeran? Terlebih lagi sekarang pangeran telah kehilangan kekuatannya. Banyak sekali iblis jahat diluar sana. Kami tidak bisa membiarkan mereka mengambil kesempatan ini untuk menyerang anda dan pengeran,” terang pak Po sedikit emosi. Ini pertama kalinya Fey terdiam mendengar ucapan pak Po .


“Itulah kenapa aku menghapus ingatan Rey dan Rhea, pak Po. Aku sengaja memisahkan mereka berdua dan menempatkan mereka di tempat yang berbeda. Rhea akan tinggal dengan seorang nenek di sebuah kota kecil. Sementara Rey akan tinggal bersama istriku di kota besar. Aku harus mengecoh para iblis jahat itu agar tidak mengincar putrimu dan keluargaku. Aku sudah menyiapkan semuanya termasuk takdir pertemuan keduanya.


"Begitu Rhea hidup kembali, ia akan terlahir sebagai manusia biasa dan melupakan siapa jati dirinya yang sesungguhnya. Rhea akan tinggal di tempat kelahiranmu, dibawah perlindungan Riska dan Noval. Sebentar lagi mereka berdua akan sampai untuk menjempt Rhea. Tepat ditahun ketiga, Rey akan datang menemui Rhea dan disitulah ingatan keduanya mulai kembali. Begitu cinta keduanya bersemi, Rhea harus menyelesaikan ritualnya. Dengan begitu, kita semua akan kembali bersama lagi seperti sedia kala. Bahkan aku ....”


“Jangan diteruskan!” sergah Fey karena dia malu dan juga tahu, kata apa yang akan dikatakan suaminya. Fey dan Refald langsung saling pandang.


“Bagaimana kalau putriku gagal, Raja. Anda dan kami semua akan menghilang selamanya.” Pak Po mencoba memberikan gambaran yang terburuk.


“Putrimu tidak akan gagal, karena aku dan Fey ....”


“Sudah, jangan diteruskan! Bukan saatnya kau menjelaskan masa depan ketika kau harus pergi meninggalkanku sekarang!” sela Fey. Ia tidak ingin semua orang tahu apa yang terjadi padanya dan Refald nanti.


“Kau benar, Honey.” Refald ingin sekali tertawa tapi lirikan tajam Rey membuat Refald berdeham kuat.


BERSAMBUNG

__ADS_1


***


Jangan sedih kalau novel ini tamat ... 2 episode lagi, kisah putra raja akan tamat.Tapi bakal diganti dengan novel selanjutnya yang bakal aku rilis setelah episode 300 inj di up ... tentu saja tetap di Noveltoon. Judulnya apa ... tunggu kekutan selanjutnya. Mengisahkan tentang Rey dan Rhea yang berjuang demi bisa mengembalikan Refald dan seluruh pasukannya .... terus dukung semua karyaku ya ..love you all


__ADS_2