Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
episode 124 Bandara


__ADS_3

Aku terpana ibu mertuaku mengetahui nama Jepangku. Dan pelukannya ... sama seperti pelukan ibuku. Hangat, dan menenangkan. Aku menutup mataku untuk merasakan lebih dalam pelukan dari ibu mertuaku meski kami baru saja bertemu setelah sekian lama. Aku bahkan tidak ingat seperti apa ibu mertuaku di masa lalu. Aku benar-benar menantu yang bodoh.


“Apa yang ibu lakukan di sini? Kenapa aku tidak merasakan kehadiran ibu padahal aku terjaga daritadi?” Refald mulai berbicara setelah ibunya merasa tenang.


Kata-kata Refald langsung mendapat lirikan tajam dari ibunya. “Kau terlalu sibuk dengan otak mesummu itu! Sampai kedatangan ibumu sendiri saja kau tidak tahu! Dasar bocah tengik!” Ibu mertuaku hendak menjitak kepala putranya tapi tubuhnya terhalang olehku. Kalau saja aku tidak memeluk ibu mertuaku seperti ini, mungkin ia sudah menghajar Refald lagi. “Sekarang kembalilah ke tempatmu dan lakukan saja aktingmu! Nenek Shiyuri dan teman-temannya akan datang kemari!”


“Baik, Ibu.” Refald pun bergegas melakukan apa yang diminta ibunya tanpa protes.


Aku saja tidak percaya, ternyata dibalik kemisteriusan Refald, rupanya ia anak mami juga yang tidak bisa membantah apa yang diperintahkan ibunya. Satu hal lagi, sepertinya ibu Refald juga tahu seistimewa apa putranya itu, tetapi malah tetap bersikap tegas pada Refald. Mendadak, aku jadi mengagumi ibu mertuaku yang sejujurnya aku lupa siapa namanya. Aku harap, Refald bisa mendengar pikiranku dan segera memberitahuku siapa nama ibunya ini.


Apa yang dikhawatirkan ibu mertuaku ternyata benar, nenek dan teman-temanku datang bersamaan. Mereka juga sangat senang melihatku dan Refald baik-baik saja. Apalagi, Yua sedikit mengingat awal mula kejadian sebenarnya. Hanya saja, aku memberikan kode agar ia bersikap biasa supaya rahasia Refald tetap terjaga.


Yua memberiku sebuah surat edaran dari sekolah yang isinya memberikan izin padaku dan Refald untuk mengambil cuti selama seminggu karena urusan keluarga di Jepang. Sekolah juga mengizinkan kami mengikuti ujian semester ulang begitu kami kembali dari Jepang nanti. Surat izin itu di tandatangani oleh kedua orang tua Refald atas namaku dan juga nama Refald.


Aku sangat senang sekali, bahkan saking senangnya, aku sampai memeluk ketiga sahabat karibku. Aku mengajak mereka ke kantin rumah sakit dan mulai menceritakan semua tentang siapa aku sebenarnya pada Nura dan juga Mia. Awalnya mereka berdua terkejut dan marah padaku karena selama ini, aku telah membohongi mereka soal identitasku yang sebenarnya. Namun, Yua yang mengetahui rahasiaku sejak awal, membantuku menjelaskan pada dua sahabatku ini bahwa yang aku lakukan semua juga demi kebaikanku dan semuanya.


“Aku sudah menyadari kesalahan yang kulakukan selama ini, karena itulah aku memberitahu kalian mengenai rahasiaku yang sudah kututupi rapat-rapat selama bertahun-tahun. Maafkan aku Mia, Nura. Aku harap kalian berdua masih mau berteman denganku. Dan tidak akan meninggalkanku. Sebab, aku sangat menyayangi kalian.” Aku menatap satu persatu semua sahabat karibku.


“Kau ini bicara apa? Kamilah yang jadi minder padamu? Kau itu ternyata bule Jepang? Mana pantas kau berteman dengan kami yang asli tulen orang jawa. Kami bahkan tidak sepadan denganmu, pantas saja kau sangat berbeda dangan gadis SMA pada umumnya, kau juga cerdas meski tak perlu bersusah payah belajar. Bahkan sekarang kau punya tunangan yang luar biasa tampan seperti Refald. Sekarang kami tahu semua alasan dibalik keberuntunganmu?” Cerocos Mia tanpa henti, dan aku pun langsung memeluknya.

__ADS_1


“Jangan pernah kau bicara seperti itu lagi atau aku benar-benar tidak mau berteman denganmu. Bagiku, kalian adalah teman berhargaku. Kau mengerti?”ancamku. Mia pun berkaca-kaca dan memelukku kembali.


“Bagaimana denganmu, Nura?” tanya Yua pada Nura yang duduk disampingnya.


Nura hanya diam membisu menatapku, gadis itu berdiri dari kursinya dan langsung memelukku. “Kau itu jahat, Fey. Kau memikul bebanmu seorang diri dan tidak mau berbagi dengan kami. Kau anggap apa kami selama ini, ha? Bagaimana bisa kau melalui semua ini sendirian dan kami malah terus-terusan berprasangka buruk padamu? Kau benar-benar membuat suasana hatiku menjadi buruk. Aku sangat membencimu!” Nura terlihat kesal dan marah, tapi ia masih tetap memelukku dengan erat. Aku hanya tersenyum simpul karena ucapan dan perbuatan Nura sama sekali tidak sinkron.


“Bersama kalian, aku bisa mengatasi semua masalahku, itulah kenapa aku bisa bertahan sampai sejauh ini. Sedangkan kedatangan Refald dalam hidupku membantuku menyadarkan diriku bahwa yang kulakukan selama ini ternyata salah. Berkat dia aku bangkit kembali dan menjadi diriku yang dulu. Dan tentu saja menjadi bagian dalam hidup kalian juga.”


“Tapi tetap saja aku membencimu! Aku bahkan menganggapmu rival saat kau bilang kau dan Refald hanya pura-pura pacaran. Dan kini aku sadar, aku tidak akan bisa dibandingkan denganmu. Terlebih lagi kalian berdua memang pasangan yang serasi.”


“Baiklah, kita lupakan saja masalah itu, dan mulai membuka lembaran baru. Kalian minta oleh-oleh apa? Aku akan membawakannya dari jepang,” tawarku untuk menyenangkan mereka. Akupun antusias mencatat daftar pesanan mereka yang nantinya bakal aku belikan dari Jepang.


****


Selama di bandara, aku benar-benar gugup karena untuk pertama kalinya sepanjang diriku tinggal di sini, tak pernah sekalipun menginjakkan kakiku di tanah kelahiranku sendiri. Aku bahkan melupakan negara itu dan jauh cinta pada negara kelahiran ibuku.


Refald mengerti kekhawatiran yang kurasakan saat ini. Ia terus menggenggam tanganku, dan pandangannya tak pernah lepas dariku. Refald selalu mengamati semua gerak gerikku. Aku merasa saat ini Refald jauh lebih over protektif sejak kami menikah di dunia lain. Bahkan Refald langsung menyembunyikan tubuhku di balik tubuhnya jika akan berpapasan dengan beberapa pria yang berlalu lalang melewati kami. Tak hanya itu, Refald selalu menutupi mataku jika aku sedang mengamati beberapa orang yang memang banyak sekali para artis-artis tampan yang datang dan pergi dari bandara ini.


Lama-lama, aku risih juga dengan perlakuan Refald yang terlalu berlebihan. Aku memutuskan memakai headset saja untuk menghilangkan rasa gugup dan kekesalanku pada Refald sembari menunggu jadwal penerbangan kami.

__ADS_1


Aku duduk di kursi penunggu bandara, ayah dan ibu Refald sedang mengecek beberapa hal yang tidak bisa kupahami urusan orang dewasa. Sedangkan Refald memutuskan untuk membeli sesuatu yang bisa kumakan.


“Kau tunggu di sini, aku akan membelikan sesuatu untukmu.” Refald melepaskan genggaman tangannya dariku dan berjalan menuju ke minimart seven eleven yang lokasinya agak jauh dari tempatku duduk.


Aku kembali menikmati lagu Exo yang berjudul ‘Ko ko bop’. Entah kenapa saat mendengarkan lagu itu, perasaanku jadi lebih sedikit rileks dan tidak gugup lagi. Tiba-tiba saja, ada seseorang yang duduk disebelahku dan mengajakku berkenalan.


“Hai, kenalan yuk?” terangnya langsung tanpa basa-basi.


Aku menatapnya sekilas dan menggeser tempat dudukku menjauh dari pria asing itu. Aku memutuskan mengacuhkannya dan terus menikmati lagu favoritku. Namun sepertinya pria itu tidak mau menyerah, ia terus berusaha mendekatiku sampai akhirnya, pria itu tiba-tiba saja terpental jauh melayang ke belakang hingga membentur kaca jendela bandara dengan keras hingga menimbulkan bunyi ‘brak’ akibat hentakan yang sangat kuat. Pria itu pun langsung jatuh terkulai dilantai dan tak sadarkan diri.


Aku sangat terkejut melihat peristiwa aneh itu, tubuhku terpaku karena aku mengetahui siapa yang melakukan semua ini. Aku langsung menatap Refald yang berdiri jauh didepanku dengan ekspresi tenang setenang permukaan air kolam dan tanpa merasa bersalah sedikitpun. Kedua tangannya terlipat didadanya.


Perlahan, Refald menghampiriku dan menatap pria malang yang sedang dikerubungi banyak orang. “Ayo pergi, pesawat kita sebentar lagi akan berangkat, ayah dan ibu sudah menunggu kita di dalam.” Refald langsung merangkul pundakku dan mengajakku pergi begitu saja meninggalkan orang yang terkapar akibat ulah Refald.


BERSAMBUNG


****


Maaf up nya telat ....

__ADS_1




__ADS_2