Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
episode 293 Perasaan Rey


__ADS_3

"Apa yang baru saja kau katakan? Lelucon macam apa ini?" Pekik wanita yang bernama Irene itu. Ia benar-benar tidak percaya kalau orang yang ia cintai kini sudah berpindah hati.


Padahal di Swiss dulu, Irene sangat yakin kalau Rey juga mencintainya. Namun, siapa sangka, setelah pindah kemari, Rey sudah berubah haluan.


"Itu benar, nona Irene. Aku sangat mencintai calon istriku ini. Jangan sekalipun kau berani mendekatiku. Atau aku akan bersikap kasar padamu. Ini adalah peringatan pertama dan juga yang terakhir. Aku harap kau mengerti." Tatapan mata Rey beralih menatap Rhea yang sejak tadi diam 1000 bahasa.


Entah Rey tahu atau tidak, kalau daritadi Rhea dan Irene sama-sama saling menatap tajam penuh waspada. Satunya adalah tatapan kebencian, satunya lagi tatapan penasaran dan kekhawatiran.


"Tapi Rey, lupakah kau akan kenangan kita? Kau memberikan harapan palsu padaku, apa kau tahu itu?"


"Sejak awal aku sudah bilang, aku tidak bisa mencintai wanita lain selain wanita yang dipilihkan ibuku. Jelas-jelas orangtuaku tidak menyukaimu. Kenapa kau masih mengejarku?"


"Karena aku mencintaimu," aku Irene dengan lantang dan pengakuannya itu langsung sukses membuat semua orang yang menyaksikan drama ikan terbang cinta segitiga ini terkejut.


"Huh, sayangnya aku sudah jatuh cinta pada wanita yang kini ada disebelahku." Rey merangkul bahu Rhea. "Ayo kita pergi, Sayang. Jangan hiraukan dia," ajak Rey pergi meninggalkan Irene dan puluhan pasang mata yang memandang aneh ke arah mereka.


"Tidak, aku tidak bisa terima ini. Jauh-jauh aku meninggalkan semuanya dan datang kemari hanya untuk mendapatkan ini? Aku tidak bisa menerimanya. Jika aku tidak bisa memilikimu, Rey. Maka tak seorangpun bisa memilikimu juga," gumam Irene penuh dendam sambil menatap kepergian Rey dan Rhea.

__ADS_1


"Wuah, aku mencium bau-bau pelakor, nih." Salah satu teman Rhea mulai bergunjing.


"Kau benar, lihat wajah dan gelagatnya, ulat bulu sungguhan aja kalah telak. Ini tidak bisa didiemin gitu aja. Basmi pelakor di sekolah kita." Entah apa yang merasuki teman Rhea sehingga mereka semua memiliki semangat api empat lima dan berencana bahu membahu membantu pasangan fenomenal Rey dan Rhea untuk menyingkirkan ulat bulu yang mencoba mengganggu hubungan asmara keduanya.


Teman-teman Rey dan Rhea. sungguh tidak menyukai wanita bule itu. Meski wajahnya cantik, tapi kalau tujuannya datang kemari hanya untuk jadi pelakor, itu tidak bisa dibenarkan. Walau awalnya mereka semua patah hati dengan hubungan Rey dan Rhea, tak dapat dipungkiri bahwa mereka berdua adalah pasangan paling serasi disekolah ini. Tak ada satupun yang tega melihat bila dua sejoli harus terpisah hanya karena orang ketiga.


Mereka semua juga tidak rela kalau ada orang yang hendak merusak hubungan antara Rey dan Rhea. Chemistry antara Rey dan Rhea mampu menyihir semua orang menjadi kagum pada keduanya.


Sementara Rhea sendiri, hanya menatap Rey dalam diam. Sekali lihat saja, Rhea mengerti siapa wanita tadi. Entah kenapa ia memiliki firasat buruk. Bukan karena ia tidak percaya akan cinta Rey padanya, tapi gadis itu sepertinya tak hanya ingin mendapatkan Rey saja. Rhea yakin wanita bule tadi pasti menginginkan sesuatu.


"Kenapa diam saja, kau tidak ingin tahu siapa wanita tadi?" tanya Rey saat keduanya berada di depan kelas Rhea.


"Senyummu jelek sekali. Jangan dipaksa kalau tidak ingin tersenyum." Rey mendengus kesal.


"Sebagai pria, kau kejam sekali pada wanita. Harusnya kau bersikap baik padanya karena bagaimanapun juga, dia pernh menjadi bagian dari hidupmu."


"Jangan salah paham, aku tidak pernah menganggap dia sebagai bagian dari hidupku. Kaulah hidup dan matiku sekarang. Sudahlah, jangan bahas dia lagi. Aku tidak mau berdebat denganmu hanya karena wanita itu. Aku mencintaimu, Rhea. dan tidak ada wanita lain lagi selain dirimu. Percayalah padaku." Rey menatap tajam manik mata Rhea. Ia sama sekali tidak peduli dengan banyaknya pasang mata yang memerhatikan keduanya karena pemandangan seperti ini sudah biasa.

__ADS_1


Rhea tidak bisa berkata apa-apa lagi kalau Rey sudah bilang seperti itu. Bukannya senang, Rhea malah merasa sebaliknya. Hatinya sangat tidak tenang dengan hadirnya wanita itu diantara dirinya dan Rey. Walau Rey mati-matian mengatakan bahwa hanya dirinyalah yang ada dihati Rey saat ini, Rhea tidak yakin masalahnya bakal selesai sampai disini.


Seolah tahu apa yang ada dipikirqn Rhea, Rey membelai lembut wajah sang kekasih sambil berkata, "Jangan cemaskan apapun Rheaku, Sayang. Aku tak akan melakukan pelanggaran-pelanggaran yang bisa menghilangkan kekuatanku. Susah payah aku mendapatkan kekuatan ini berkat dirimu. Dan aku tidak akan menyia-nyiakan itu. Dimataku ini, hanya ada dirimu seorang. Aku bersumpah atas nama cinta, aku ... Reyshinhard Refey Dilagara hanya mencintai Rhea Sasikirana Fahrezi untuk selamanya dan tidak akan pernah berpaling darinya." Rey menggenggam erat tangan Rhea yang wajahnya sudah merah padam karena malu. "Aku masuk ke kelas dulu. Nanti jam istirahat aku akan datang lagi kemari. Kita harus membahas banyak hal seputar masa depan kita berdua, bye ... I love you, muah" Rey tersenyum dengan gaya ciri khasnya dan menggoda Rhea sambil melambaikan tangan pada Rhea. Gadis itu balas tersenyum lalu masuk ke dalam kelas.


"Dasar ganjen!" gumam Rhea tersenyum malu.


Beberapa teman-teman sekelas Rhea datang menghampiri si cantik dari goa hantu itu untuk mengatakan sesuatu yang membuat Rhea terkejut.


"Kau jangan khawatir soal pelakor itu, Ran. Serahkan dia pada kami. Kami akan memberinya pelajaran paling berharga supaya si pelakor itu lekas pergi dari sini." salah satu teman sekelas Rhea mengutarakan pendapatnya.


"Apa maksud kalian? Jangan lakukan hal yang bisa merugikan diri kalian sendiri. Biarkan Rey saja yang mengatasinya." Rhea tidak setuju dengan rencana teman-temannya meski tujuannya adalah demi kebaikan hubungannya dengan Rey. Namun, bukan ini yang Rhea inginkan.


"Kau percaya pada laki-laki? Kami semua tahu seperti apa kalian berdua, tapi Rey hanya manusia biasa. Kalau kau cuma diam saja, jangan salahkan pelakor itu jika dia berhasil merebut Rey darimu."


"Itu tidak akan pernah terjadi. Karena Rey berbeda. Dia ... bukanlah laki-laki yang mudah goyah hanya karena wanita. Sebaliknya, kalian jangan ikut campur." Kali ini suasana hati Rhea benar-benar buruk. Ia pun pergi keluar kelas begitu saja dan masuk ke ruang perpustakaan lalu menyendiri disana.


BERSAMBUNG

__ADS_1


***


__ADS_2