Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
episode 217 Tinggal


__ADS_3

Refald membeli mobil seadanya sebagai alat transportasinya jika ingin pergi kemana-mana bersama Fey. Di perkampungan ini, alat transportasinya tidak seperti yang ada di kota, agak susah didapat mengingat mata pencaharian penduduknya rata-rata bercocok tanam dan berdagang. Mereka semua lebih suka berjalan kaki atau naik sepeda motor biasa. Jarang sekali ada orang yang punya mobil di tempat ini.


Setelah mengelilingi mobil-mobil yang dijual di shorum satu-sunya di wilayah ini, akhirnya Refald memilih mobil jeep canvas series FJ20 yang lumayan klasik juga. Mobil tersebut sangat cocok digunakan di tempat yang dikelilingi pegunungan dan perbukitan disekitar perkampungan ini. Alasan Refald memilih mobil tersebut karena benda keras itu bisa melibas di segala medan, baik diperkotaan maupun di daerah pegunungan seperti tempat tinggal pak Po sekarang.


“Kau memilih mobil yang sangat keren,” komentar Fey saat mereka melintasi jalanan sekitar perkampungan yang ada di tempat ini.


“Tentu saja, Honey. Mobil ini dirancang khusus agar bisa dibawa menyusuri segala medan, mulai dari jalanan yang normal-normal saja, berlumpur, berpasir hingga berkelok dengan penuh tanjakan terjal. Mesinnya juga berkapasitas besar antara 3000-4000 cc, ada dua mesin ....”


“Iya, iya ....” Fey memotong penjelasan Refald. “Kau tidak perlu menjelaskan sedetail itu, aku sama sekali tidak mengerti apa-apa, percuma juga kau menjelaskannya padaku. Kalian para anak sultan memang suka sekali mengoleksi berbagai jenis macam mobil.”


“Kalian? Siapa yang kau maksud dengan kata ‘kalian’, Honey?” tanya Refald sambil fokus menyetir.


“Siapa lagi? Kau dan si bocah nggak ada akhlak Leo itulah,” jawab Fey.


Dikeluarga besar Refald, cuma duo somplak itu yang gila hobi mengoleksi mobil, apalagi mobil-mobil mewah mereka harganya fantastis semua. Mentang-mentang mereka adalah anak sultan. Harga satu unit mobil bagi mereka sama seperti membeli sebuah butir permen.


“Honey, mobil-mobil itu memang tercipta untuk kami. Buat apa punya uang banyak kalau tidak dipakai?” sifat narsis Refald mulai keluar.


“Kau bisa memberikan semua uang yang kau punya padaku!”


“Semua milikku adalah milikmu, kau tidak perlu memintanya.”


“Kalau begitu berikan aku uang sebanyak yang kau punya sekarang.”


“Untuk apa?” dahi Refald sedikit berkerut karena ini pertama kalinya Fey meminta uang secara langsung darinya.


Biasanya, istrinya itu tidak pernah matre. Kalau bukan Refald sendiri yang memaksa, Fey tidak bakal mau menggunakan uang Refald. Namun, kali ini Fey berbeda dan Refald penasaran, apa alasannya. Untuk apa istrinya itu membutuhkan banyak uang.


“Aku akan membagikan semua uangmu kepada semua penduduk desa yang ada disini supaya mereka tidak sengsara lagi.”


“Apa?” teriak Refald seketika dan spontan ia langsung menghentikan laju mobilnya dengan menginjak rem tiba-tiba. Hampir saja keduanya terbentur dasbor mobil.


“Apa yang kau lakukan? Kau ingin kita kecelakaan?” Teriak Fey. Ia benar-benar terkejut.


“Kau ingin membuat suamimu bangkrut, Honey? Kenapa kau ingin membagikan uangku kesemua penduduk yang ada di kampung ini? Mereka bahkan tidak mengenalmu? Apa kau tidak takut dimanfaatkan oleh mereka?” nada suara Refald mulai meninggi. Ini pertama kalinya Fey dan Refald saling berteriak setelah sekian lama keduanya menjalin kasih.


“Kau tidak lihat orang-orang itu?” Fey menunjuk beberapa orang yang sedang sibuk menanam padi di ladang dekat tempat Refald menghentikan mobilnya. “Mereka semua terlihat sengsara, nenek-nenek itu, ibu-ibu itu, dan bapak-bapak itu. Seumur hidupnya hanya tempat inilah yang mereka datangi, bekerja keras untuk orang-orang borjuis di kota sana, termasuk untuk kita juga.


“Apa salahnya jika kita membantu mereka walau diluar sana masih ada banyak sekali orang-orang seperti mereka. Tapi masalahnya ... desa ini, adalah kampung halaman pak Po, salah satu mantan pasukan dedemitmu yang selalu setia bersamamu selama puluhan tahun. Pak Po sendiri sudah banyak sekali membantumu.


“Daripada uangmu kau buang untuk hal-hal yang tidak berguna, akan lebih baik jika kau sumbangkan pada orang-orang yang berhubungan dengan salah satu pasukan dedemitmu itu. Sebab, pak Po dan Di akan membangun mahligai rumah tangganya di tempat ini. Mereka juga harus bisa bersosialisasi disini. Mereka tidak mungkin hidup sendiri. Walau bagaimanapun juga, pak Po dan Di pasti butuh orang-orang ini.”


Kata-kata Fey seolah menjadi tamparan keras bagi Refald. Selama hidupnya, ia tidak pernah memikirkan semua hal yang berbau sosial sampai sejauh ini. Refald hanya merasa, bahwa dirinya terlalu istimewa. Ia hanya fokus bertahan hidup demi seseorang yang dicintainya dan sempat hilang darinya.


Sekian lama Refald mencari seseorang itu dan akhirnya mereka bertemu lalu bersatu kembali. Seseorang itu, kini sudah jadi miliknya selamanya. Seseorang itu, tidak lain dan tidak bukan adalah Fey yang kini ada disampingnya.

__ADS_1


Kini, hidup Refald sudah sempurna karena telah menjadikan Fey sebagai istrinya, calon ibu dari anak-anaknya. Dengan kata lain, tujuan hidup Refald sudah tercapai. Mungkin yang dikatakan Fey ini benar. Sudah saatnya Refald juga harus peduli pada orang-orang yang selalu setia bersama Refald meski mereka semua bukanlah manusia.


“Kau benar, Honey. Akan aku pikirkan lagi nanti. Mudah saja memberikan mereka semua uang seperti yang kau katakan. Tapi seiring berjalannya waktu, uang yang kita berikan itu akan cepat habis tak berbekas dan mereka semua akan kembali ke kehidupan seperti yang kita lihat sekarang ini. Kita harus memikirkan cara, agar uang yang kita berikan pada mereka, bisa mereka kelola dengan baik sehingga kehidupan mereka jadi lebih baik dari sekarang. Bagaimana menurutmu?”


“Aku sunguh bangga punya suami secerdas dirimu, Pangeranku.” Fey langsung mengecup lembut pipi Refald sambil tersenyum senang. “Haisssh ... kenapa suamiku ini keren sekali hari ini.” Fey mencoba merayu Refald.


“Aku memang sangat keren, tampan, dan juga anak sultan, Honey.” Refald menempelkan dahinya di dahi Fey sambil menatapnya mesra. “Kau tahu, Honey ... aku juga bangga punya istri yang luar biasa sepertimu. Kau mungkin akan menghabiskan uangku dengan kebaikan hatimu. Tapi itu tidak masalah, karena aku masih bisa mencari lagi.” Giliran Refald yang langsung menyapu bersih bibir ranum Fey.


Keduanya saling memadu kasih tepat di tengah jalan disaksikan oleh angin dan burung-burung yang beterbangan kesana kemari. Untung jalanan di desa ini sangat sepi dan tak banyak orang yang berlalu lalang di daerah ini. Jika mereka seperti ini diperkotaan, pasti sudah bikin heboh dunia perlalulintasan.


Setelah puas bercumbu mesra dihamparan hijaunya sawah hasil dari tanaman penduduk desa, Refaldpun menyalakan kembali mesin mobilnya dan melaju ketempat yang akan mereka tuju untuk berbelanja dan mengurus segala sesuatu yang akan mereka butuhkan disini. Fey tersenyum senang menatap suaminya yang semakin hari semakin cool saja. Tak lupa Fey juga mengamati semua panorama indah yang ada diperkampungan tempat tinggal pak Po. Pemandangannya sangat menakjubkan dan hijau alami. Fey sampai terkagum-kagum melihatnya.


“Tempat ini indah sekali,” gumamnya.


Refald hanya tersenyum melihat istrinya menyukai tempat ini. Setelah perdebatan kecil tadi, suami Fey itu jadi teringat kalau ada sesuatu yang harus ia sampaikan pada istri tercintanya. “Honey, ada dua hal penting yang ingin aku beritahukan padamu. Kau mau dengar?” tanya Refald sambil melirik Fey yang masih asyik menikmati pemandangan disekitarnya.


“Soal pembagian uang tadi?” tebak Fey.


“Bukan, itu diluar rencana.”


“Katakan, ada apa? Jangan membuatku takut.” Kali ini, Fey menatap wajah suaminya.


“Petama, untuk beberapa bulan kedepan, aku tidak bisa menggunakan kekuatanku. Jika aku memaksakan diri menggunakannya, maka aku bisa kehilangan kekuatanku selamanya dan menjadi manusia normal biasa. Hal itu terjadi karena semua makhluk astral yang kuhadapi kemarin menyerap banyak energiku sehingga aku terlalu memforsir kekuatanku secara berlebihan.


“Anggap saja aku sedang sekarat dan masih dalam proses pemulihan. Kerena itu, kita akan tetap berada disini sampai kekuatanku pulih kembali, tentunya dengan bantuanmu juga. Semakin sering kita melakukan ritual maju mundur cantik, semakin cepat pula masa pemulihanku.


Fey tertegun mendengar pernyataan suaminya. Tapi ia segera mengerti karena Fey sudah menduga sebelumnya. Pingsannya Refald kali ini, sangat berbeda dengan pingsannya saat diacara pernikahan kakaknya beberapa tahun silam.


Para makhluk tak kasat mata itu memang sangatlah kuat. Bisa menghadapinya seorang diri, itu adalah hal paling luar biasa yang pernah dilakukan oleh seorang Refald, apalagi tanpa mengalamai cedera sedikitpun. Wajar jika tubuh Refald sekarang tidak bisa lagi memforsir kekuatannya. Pada dasarnya, suaminya hanyalah manusia biasa. Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, dan Refald juga tidak mungkin bisa disamakan dengan para makhluk astral yang mengerikan itu. Kekuatan Refald, juga memiliki batasan.


“Aku mengerti suamiku, selama kau dalam masa pemulihan, akulah yang akan melindungimu.” Refald menghentikan kembali laju mobilnya. Kali ini, ia mengerem pelan dan lagi-lagi tanpa peringatan, ia langsung mencium mesra bibir istrinya.


“Setiap kata-kata yang keluar dari bibir indahmu ini selalu membuatku ingin memakanmu. Aku terlalu terbuai dengan setiap ucapanmu Honey,” ujar Refald setelah selesai mencium Fey.


“Kau mulai ngegombal, apa Leo yang mengajarimu?”


“Aku lebih tua dari cecunguk itu, harusnya dia yang belajar dariku.”


“Dasar mesum!” Fey memukul pelan dada suaminya tapi kedua tangan mungil itu langsung ditarik oleh Refald sehingga keduanya terlihat seolah sedang berpelukan.


“Tetap seperti ini, Honey. Aku sangat bahagia sekarang.” Refald semakin mengeratkan pelukannya pada Fey.


“Tapi disini sudah sedikit ramai, malu dilihat orang. Apa sebaiknya kita kembali pulang dan melanjutkannya di dalam kamar?”


Refald langsung tertawa mendengar usulan istrinya. “Sekarang siapa yang mesum.”

__ADS_1


“Kau!” jawab Fey dengan cepat. “Aku ketularan mesummu.” Fey jadi tersenyum sendiri mendengar ucapannya. Refaldpun juga melepas pelukannya dan kembali menyalakan mesin. “Lalu ... apa kabar yang kedua?” tanya Fey lagi saat mereka sudah melaju kembali.


“Eric menunda pernikahannya dan menunggu kita kembali. Ada beberapa hal yang harus ia urus diluar negeri, ia juga membawa Nura bersamanya. Jadi kau tidak perlu khawatirkan mereka berdua. Eric tidak akan menikah dengan Nura kalau kita tidak bisa datang ke acara pernikahannya. Itulah yang dikatakan Eric padaku.”


“Apa? Kenapa mendadak sekali? Harusnya hari ini mereka menikah dan sudah sah menjadi suami istri. Apa yang si kampret itu pikirkan? Meski kita tidak bisa datang ke pernikahan mereka, setidaknya kita masih bisa datang diacara resepsi mereka. Tidak perlu sampai membatalkan pernikahan segala. Dan kenapa Nura mau saja?” perasaan Fey langsung kalut dan bercampur aduk antara kesal dan juga rasa bersalah.


Situasinya saat ini benar-benar menyudutkannya. Namun tidak ada yang bisa Fey lakukan, sebab Refald baru saja mengatakan kalau mereka berdua tidak bisa meninggalkan desa ini sementara waktu.


“Tak seorangpun tahu apa yang akan terjadi nanti, Honey. Itu adalah keputusan yang Eric dan Nura ambil bersama. Apa kau tidak ingat? Kita juga berkali-kali gagal menikah. Anggap saja itu adalah ujian untuk cinta mereka.”


Fey hanya menghembuskan napas. “Kau benar, nanti aku akan menelepon Nura dan menjelaskan kenapa kita masih belum bisa kembali.”


“Sebaiknya jangan menghubungi siapapun selama kita ada disini, jika sampai kau menelepon seseorang. Maka para makhluk jahat itu juga akan mengganggu orang yang kau hubungi untuk bisa menemukanmu. Lebih parahnya lagi, semua orang yang ada di desa ini ... akan kena imbasnya juga.”


Semakin tercenganglah Fey saat ini. Ia tidak menyangka ritual perubahan pak Po menjadi manusia bakal menimbulkan efek menakutkan seperti ini. “Tapi ... bagaimana bisa kau tahu kalau Eric menunda pernikaahnya. Kau bilang, kita tiak bisa menghubungi siapapun disini?”


“Aku bisa mendengar pikirannya, Honey. Eric sengaja memberitahuku melalui pikirannya. Ia tahu kekuatan yang kumiliki dan jika aku tidak muncul dihadapannya, artinya ia tahu kalau aku sedang dalam masalah. Meski ia tidak bisa membantu apa-apa untukku, tapi Eric selalu ada dan selalu mendukungku.”


“Ada apa dengan para makhluk yang bukan berasal dari pasukanmu itu? Kenapa mereka mengincar kita?”


“Mereka tidak terima dengan apa yang sudah kau lakukan pada pak Po. Para pasukanku sudah menghilangkan hawa keberadaan pak Po sehingga tidak ada yang tahu siapa pak Po sebenarnya. Semua penduduk desa ini hanya mengira, kita berempat adalah pendatang baru yang tinggal di rumah almarhum keluarga pak Po. Mereka bahkan mengira pak Po adalah cicit dari pemilik rumah itu. Padahal kenyataannya, pak Po merupakan putra tunggal dari pemilik rumah yang sudah tiada, setengah abad yang lalu.”


Fey menggigit kecil bibirnya sendiri mendengar sejumlah fakta mengejutkan yang rumit ini dari Refald. Secara tidak langsung dapat diartikan bahwa nyawanya kini, sedang dalam bahaya besar, sementara Refald sendiri masih belum bisa menggunakan kekuatannya.


“Kau jangan khawatir, Honey. Meski aku belum bisa menggunakan kekuatanku dalam skala besar, aku masih bisa melindungimu dengan caraku sendiri. Tidak akan aku biarkan siapapun menyakitimu. Bahkan lalat sekalipun.”


“Aku tahu, aku pun juga akan melakukan hal yang sama untukmu ....”


“Jangan diteruskan, Honey.” Refald memotong kata-kata istrinya. “Jangan buat aku menciummu lagi. Kita sudah ada di tengah pasar sekarang, sayangnya ini bukan mall.” Refald memarkir mobilnya di tempat parkir pasar yang sudah disediakan.


Keduanyapun turun dari mobil dan mulai berburu barang-barang yang akan mereka pakai selama tinggal dikediaman pak Po sekaligus membelikan apa yang dibutuhkan pak Po dan istrinya mengingat mereka berdua baru saja terlahir kedunia fana ini dengan kehidupan yang baru.


BERSAMBUNG


****


Selama bulan suci Ramadhan, aku up tiap habis magrib ya ... supaya ibadah puasa kita lancar dan mata kalian tidak ternodai oleh tulisanku ...


Selamat menunaikan ibadah puasa dan selamat berbuka puasa ...


Love you all forever



pemandangan ini asli loh .. hehehe ..lokasinya lupa ..nanti aku tanyakan orang yang memotretnya ...

__ADS_1



.


__ADS_2