Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
episode 284 Rumor


__ADS_3

PERINGATAN!


Cerita ini hanya kisah fiksi fantasi, jika ada kesamaan cerita, nama, dan tokoh, di dunia nyata, berarti hanyalah unsur ketidaksengajaan yang dibuat penulis dalam menciptakan part ini. Walau di dunia nyata mungkin pernah mendengar adegan ini. Cerita ini tidak bertujuan menyingung siapapun. Ini asli murni halu. Sekali lagi, ini hanya imajinasi dari penulis. Harap di maklumi.


Happy reading.


***


Sementara itu, disebuah pojokan kampung desa, semua orang berlari dan bergidik ngeri tak berani keluar rumah karena mendengar suara tangisan misterius. Beberapa orang mencoba mencari tahu asal muasal suara tangisan tersebut, tapi mereka semua tak bisa menemukan siapakah yang menangis di tengah malam hingga membangunkan beberapa warga yang bisa mendengar suara tangisan aneh itu. Meski sudah dicari-cari di setiap sudut, tetap saja tidak ada seorangpun sanggup menemukan dimana letak sumber suara tangisan yang semakin lama, terdengar mengharukan dan pilu.


“Ada apa, Bapak-bapak? Apa yang terjadi?” tanya Refald yang tiba-tiba saja datang entah darimana.


Fey juga ikut hadir bersama Refald. Refald melihat para penduduk desa setempat sedang berkeliaran kesana kemari mencari sesuatu yang sudah pasti diketahui oleh pasangan raja dan ratu dedemit itu.


Fey sendiri langsung melongokkan kepalanya keatas karena ia tahu, suara tangisan yang mengganggu ketenangan warga desa adalah suara pak Po. Ia bertengger diatas pohon mauni, yang merupakan tempat favorit pak Po dari dulu.


Dasar dedemit, bikin masalah saja! batin Fey kesal. Ingin sekali ia melompat keatas pohon dan menjitak kepala pasukan dedemit suaminya itu agar berhenti menangis dan tidak mengganggu orang lain. Tapi tentu saja Fey tidak melakukan hal itu di depan orang banyak.


“Kami mendengar suara tangisan yang misterius tuan Refald, tapi setelah kami cari-cari, tidak ada siapapun disekitar sini,” terang salah satu penduduk desa yang berdiri di dekat Refald.


“Kalian semua kembalilah kerumah kalian masing-masing, tempat ini sangat berbahaya. Ada banyak binatang buas berkeliaran di dalam hutan sana. Tidak baik juga bagi kalian berlama-lama ditempat ini. Biar saya saja yang mengurus semua masalah ini. Saya akan memanggil beberapa petugas yang terlatih untuk mencari tahu sumber suara itu.” Refald meyakinkan semua penduduk yang ada disini agar tidak lagi mengkhawatirkan suara misterius itu dan segera meninggalkan tempat ini.


“Tapi Tuan, apa anda yakin bisa mengatasinya? Sepertinya itu adalah suara tangisan makhluk astral tak kasat mata.” salah satu bapak-bapak itu malah mengkhawatirkan Refald.


Bapak-bapak itu tidak tahu, Refald adalah raja dari makhluk astral itu, batin Fey lagi dan kali ini, ia langsung disambut lirikan tajam dari Refald karena mendengar apa yang ada dibenak istrinya. Fey langsung memalingkan muka dan lebih memilih memerhatikan gerak gerik pak Po.


“Saya juga akan segera kembali bersama kalian. Tidak baik jika terus berada di tempat seperti ini. Bahaya bisa mengancam siapapun yang ada disini.”


Apa yang dikatakan Refald ada benarnya. Semua penduduk desa yang terdiri dari kaum adam mulai dari yang muda hingga yang tua menuruti apa yang diusulkan Refald. Mereka menuruni bukit dan kembali kerumah mereka masing-masing lalu mengunci pintu rapat-rapat.


Sementara Fey sendiri langsung melompat keatas pohon begitu semua penduduk desa meninggalkan tempat ini dan berdiri disamping pak Po bertengger. Pocong itu benar-benar terlihat berantakan. Fey jadi teringat masa-masa salah satu pasukan dedemit Refald ini merengek minta dinikahkan dengan Divani kala itu. Kondisinya 11 12 dengan keadaan pak Po saat ini.


“Hentikan tangisanmu pak Po, atau kusuruh Refald melenyapkanmu saat ini juga! Apa yang kau lakukan ini, ha? Lihat dirimu? Kau terlihat mirip pocong sungguhan! Ubah wujudmu! Cepat!”


“Anda sudah tidak takut lagi dengan wujud ini, Ratu?” isak pak Po. Kini pak Po berubah wujud menjadi guling putih yang ditakuti semua orang.


“Meski wujudmu adalah pocong, tapi wajahmu sama saja, tidak ada serem-seremnya. Kalau ada indigo yang melihatmu, pasti kau bakal dijuluki sebagai pocong tampan,” sengal Fey agak kesal.


“Benarkah saya setampan itu, Ratu?”


“Hoo, kau mau kubuat hancur lebur, ha? Beraninya kau merayu istriku!” ujar Refald yang tiba-tiba saja muncul diantara pak Po dan Fey.


“Saya tidak berani, Raja.” Pak Po pun langsung menundukkan kepala dan kembali menangis lagi.


Refald dan Fey hanya saling pandang melihat tingkah pak Po yang tidak biasa itu. “Honey, kau apakan dia?” tanya Refald pada Fey.


“Kenapa kau tanya aku? Bukankah kau yang mengancamnya barusan?” Fey menyalahkan suaminya karena pak Po masih terus menangis seperti anak kecil.


“Pak Po. Berhentilah menangis, kau mengganggu ketenangan semua warga yang ada disini, dan lihat makhluk astral disekelilingmu, mereka semua memelototimu karena terganggu dengan suara tangisanmu yang berisik itu,” ujar Refald. Ia sama sekali tidak menyangka pak Po bakal selebay ini.


“Maafkan saya Raja, saya tidak bisa lagi membendung perasaan saya sendiri. Saya sungguh ....” pak Po menangis lagi, tapi ia berusaha menghentikan tangisannya.

__ADS_1


“Di hari bahagia putrimu harusnya kau bahagia. Bagaimana bisa kau menghilang begitu saja saat putrimu melangsungkan pernikahan, dan malah menangis di pojok hutan belantara begini? Ayah macam apa kau ini, ha?”


“Saya tidak ingin menangis di depan semua rekan-rekan sejawat saya, Raja. Apa kata mereka jika pocong tampan seperti saya bisa baper juga?”


“Siapa suruh kau lebay begitu, makanya jangan terlalu sering nonton drama! Kau ini bikin malu saja. Menangis dihari bahagia putrinya. Kami saja tidak menangis sepertimu saat Rey menikahi Rhea. Dasar kau ini!” Fey benar-benar ingin menjitak kepala pak Po, tapi tubuhnya di tahan oleh Refald.


“Sebenarnya, yang membuat saya seperti ini bukan hanya masalah pernikahan putri saya dengan sang pangeran Rey saja, Ratu. Sejujurnya, saya memang tidak mengerti kenapa anda berdua tidak memberitahu saya bahwa calon suami Rhea adalah pangeran Rey?”


“Bukankah teman-temanmu sudah mengatakannya padamu? Kalau Rhea akan menikah dengan Rey. Kau sendiri awalnya juga senang, kan? Kau dan putrimu saja yang salah paham mengenai sosok pria asing yang dibicarakan putrimu padamu, karena dia tidak mengenali Rey sebelumnya. Kami tidak menyembunyikan apapun darimu,” sanggah Fey.


“Ah, benar. Kamilah yang sudah salah paham.” Untuk kesekian kalinya, pak Po menangis lagi.


“Ada apa, pak Po? Kau sangat aneh hari ini,” Kini giliran Refald yang bertanya.


“Raja ....” pak Po mulai terisak. Ia berusaha keras agar tidak menangis lagi. “Di kampung sebelah, ada desas-desus tidak baik tentang saya, Raja.”


“Apa maksudmu? Desas-desus apa?” tanya Fey.


“Ah itu. Hal itulah yang sedang ingin aku bicarakan padamu tepat setelah pernikahan ghaib putra putri kita selesai digelar. Aku juga mengalami banyak kesulitan atas rumor yang menimpamu.” Sebagai raja dedemit, tidak ada hal yang tidak diketahui oleh Refald.


“Rumor apa? Apa yang kalian bicarakan? Kenapa hanya aku yang tidak tahu apapun disini?” Fey semakin bingung dengan pembicaraan suaminya dan pak Po. “Jelaskan padaku! Jika tidak, aku akan ngambek!” ancam Fey.


“Itu rumor tentang pak Po yang bekerja sama dengan manusia dalam sebuah perjanjian untuk menghasilkan penglaris, Honey. Biasanya para manusia itu adalah seorang pedagang khususnya yang bergerak di bidang kuliner. Aku tidak bisa menyebutkan siapa tapi rumor yang beredar itu tidak benar. Sayangnya, rumor tidak benar itu sudah menyebar dimana-mana. Para leluhur kita murka pada pak Po dan mengira itu benar terjadi.”


“Saya tidak pernah melakukan perjanjian semacam itu, Ratu. Satu-satunya manusia yang berhubungan dengan saya hanyalah Divani. Tidak ada yang lain selain anda berdua juga tentunya. Ah satu lagi, tuan muda Leo juga bisa melihat saya sekarang.”


“Kau tenang saja, masalah itu biar aku saja yang mengurusnya,” ujar Fey sambil tersenyum licik.


“Tentu saja hal pertama yang harus dilakukan adalah menemukan pocong asli yang bekerjasama dengan manusia itu, beraninya dia merusak nama baik salah satu pasukan dedemitmu dengan menumpang tenar nama pocong. Aku tidak akan memaafkan iblis itu!” Fey memukul-mukul kepalan tangannya sendiri sambil menatap lurus ke tempat kampung sebelah yang kebetulan bisa dilihat dari atas sini.


“Raja, kenapa Ratu terlihat lebih menyeramkan dari saya?” bisik pak Po pada Refald.


“Karena dia ... adalah ratumu dan juga permaisuriku,” jawab Refald enteng. Ia merasa bangga pada Fey yang semakin lama semakin bertambah kuat saja.


***


Keesokan paginya, Rhea terbangun dan sangat terkejut karena ada tangan melingkar erat diperutnya. Sampai detik ini, Rhea mengira bahw apa yang terjadi padanya semalam hanyalah mimpi belaka. Namun, saat ia menatap wajah Rey yang ada disampingnya, kini Rhea sangat yakin bahwa ini bukanlah mimpi. Sang pangeran yang ternyata adalah Rey, benar-benar sudah menjadi suami ghaibnya. Gadis itu terus menatap lekat-lekat wajah tampan suaminya yang masih tertidur lelap sambul tersenyum.


“Aku kira, pangeranku sama seperti raja, ternyata ... ia hanya manusia biasa yang menyebalkan, tapi sangat tampan,” gumam Rhea lirih, dan tiba-tiba saja ... mata Rey terbuka dan langsung mencium mesra bibirnya. Sontak saja mata Rhea terbalalak saking terkejutnya mendapat serangan dadakan seperti itu.”Apa yang kau lakukan?” Rhea mendorong paksa suaminya.


Rey menatap tajam wajah Rhea. “Kau?” Rey memicingkan matanya.


Rhea langsung tersadar kalau ia sudah bersikap kurang sopan. Segera saja ia meralat ucapannya. “Maaf Pangeran, maksud saya ... apa yang anda lakukan?” tanyanya tak berani menatap wajah Rey lagi.


Sambil tersenyum, Rey mencium kening Rhea dengan sangat sangat mesra. “Aku mendengar kau mengatakan kalau aku tampan. Itu membuatku terbangun dan langsung ingin mencium istriku. Kau tahu Rhea? Aku tak pernah merasakan perasaan bahagia seperti ini sebelumnya. Apakah ini yang dinamakan indahnya jatuh cinta? Sungguh aku baru tahu kalau rasanya benar-benar membuatku seolah melayang-layang.” Rey mengusap lembut pipi Rhea dan tak pernah berhenti menatap wajah cantik Rhea.


Rona merah, menghiasi kedua wajah dua insan yang sedang jatuh cinta. Mereka berdua saling melempar senyum satu sama lain layaknya orang yang benar-benar sedang kasmaran.


“Pangeran, mau ikut dengan saya?” tanya Rhea pada Rey.


“Kemana? Aku harus sekolah. Dan membuat laporan hasil survey kemarin.”

__ADS_1


Rhea kembali tersenyum. “Benar juga. Bagaimana kalau setelah pulang sekolah nanti. Pangeran ikut bersama saya. Ada tempat yang sangat ingin saya tunjukkan pada anda.”


“Baiklah, tunggu aku pulang, nanti kita jalan-jalan ke tempat yang kau inginkan. Ehm, apa yang akan kau lakukan selama aku tidak ada?”


“Melakukan apa yang harus saya lakukan. Kita akan bertemu lagi nanti.” Rhea tersenyum manis pada Rey.


Melihat senyuman Rhea yang sangat manis itu membuat Rey enggan bangun dari tidurnya. Ia ingin terus bersama istrinya hari ini. “Apa aku bolos saja, ya? Aku ingin menghabiskan watu denganmu sehari saja.”


“Tidak bisa! Raja dan Ratu akan marah. Anda harus pergi ke sekolah. Kita berdua punya akhir pekan lagi nanti. Kita juga masih punya hari esok, lusa dan seterusnya. Jadi, sekarang pergi bersiap-siaplah, suapaya anda tidak terlambat ke sekolah.” Rasanya lucu mendengar Rhea menyuruh suaminya bersiap-siap untuk ke sekolah, dan bukannya bekerja mencari nafkah.


Gadis itu bangun dari tempatnya dan menarik tangan Rey supaya ikut bangun juga. Namun, Rey memanfaatkan kesempatan itu untuk mendorong tubuh Fey kesamping hingga terjatuh diatas bantal dan keduanya mengulang kembali adegan semalam. Rey mengunci tubuh Rhea dengan tubuhnya.


“Bagaimana kalau kita mandi sama-sama?” tawaran yang tidak mungkin bakal disetujui Rhea.


“Itulah yang ingin saya lakukan, tadi. Tapi ... nanti saja kalau sudah pulang sekolah.” Tak disangka, Rhea malah merencanakan mandi bersama juga. Ia memamerkan senyuman manisnya lagi.


Rey mengerutkan dahinya, sepertinya kata ‘mandi bersama’ versi Rhea dan kata ‘mandi bersama’ versi Rey berbeda makna. Tapi Rey menuruti saja apa mau istrinya itu meski ia sangat penasaran.


“Jangan kemana-mana sampai aku pulang nanti,” ujar Rey sebelum menutup pintu kamar mandi.


30 menit sudah berlalu, Rey selesai membersihkan diri dan mulai bersiap-siap pergi kesekolah. Saat membuka pintu lokasi kamar yang tadinya ia huni bersama dengan Rhea, tiba-tiba saja tempatnya sudah berubah menjadi kamar yang ia tinggali sebelumnya. Yaitu kamar rumah almarhum nenek buyut Rey.


Tentu saja hal itu membuat Rey terkejut karena secara otomatis, Rhea juga tidak ada lagi di tempat ini. Rey bergegas memakai seragamnya lalu beralari turun kebawah sambil memakai tas yang berisi buku-buku sekolahnya dan merapikan rambutnya.


“Sarapan dulu, Rey!” panggil Fey yang sedang menikmati sarapannya bersama dengan Refald.


Sejak pindah kemari, Refald diminta membantu pemeritahan desa dan menjabat jabatan penting di desa ini dengan syarat Refald tidak ingin benar-benar terikat. Ia hanya akan berperan dibalik layar dan selebihnya, para petinggi desalah yang memerankan perannya masing-masing terutama untuk kemajuan desa ini. Dengan begitu, Refald masih bisa mengerjakan pekerjaannya sebagai arsitek kelas kakap dunia yang banyak dicari oleh pengusaha-pengusaha properti ternama.


Rey yang tadinya hendak pergi keluar mencari Rhea, langsung mengurungkan niatnya dan berbalik mundur menemui ayah dan ibunya.


“Dimana istriku, Ayah?” tanya Rey tanpa basa basi. Sedangkan yang ditanya malah sibuk mengunyah makanannya sambil membaca koran harian.


“Omo, istri?” Fey terlihat bahagia. Ia bahkan sampai tertawa meledek putranya.


“Aku sedang tidak ingin bercanda, Ibu. Kalianlah yang menikahkanku. Walau cuma pernikahan ghaib.”


“Duduklah dulu, kau harus mengisi tenaga menghadapi hari bersama dengan istrimu. Dia sedang bersiap-siap.”


Rey tertegun, ia duduk dan menggeser tempat duduknya supaya lebih dekat dengan Fey.


“Siap-siap untuk apa?”


“Kau akan tahu nanti.” Fey tersenyum penuh makna dan menyendokkan makanan untuk putranya.


BERSAMBUNG


***


Kejutan apalagi yang bakal diberika Rhea dan Fey untuk Rey, ya? Gimana cara Fey mematahkan rumor yang mencemarkan nama baik pak Po? Tunggu di episode selanjutnya ... mulai seru lagi.


Terus dukung semua karyaku. Love you all ....

__ADS_1


__ADS_2