Putra Raja (Season 1&2)

Putra Raja (Season 1&2)
episode 238 Kembalinya pak Po


__ADS_3

Mata Fey terbelalak tak percaya melihat siapakah sosok makhluk astral lain yang menghalau serangan iblis jahat saat hendak menyerangnya. Berkali-kali Fey mengusap matanya untuk memastikan bahwa apa yang ia lihat ini bukanlah mimpi atau khayalannya semata. Dan hasilnya, sosok yang ia lihat memang nyata. Makhluk astral itu, tidak lain dan tidak bukan adalah salah satu pasukan dedemit kesayangan suaminya, dia adalah pak Po alias Ezi yang kini, telah berubah wujud kembali menjadi pak Po.


“Ini tidak mungkin, bagaimana bisa kau berubah lagi menjadi pasukan dedemit Refald, pak Po?” pekik Fey dengan nada tinggi.


Rasa terkejut, marah, dan juga tak percaya bercampur aduk jadi satu dalam hati Fey. Mengubah pak Po menjadi manusia tidaklah mudah. Banyak hal sulit yang harus Fey dan Refald lalui bersama hingga terjadi hal seperti ini. Tapi ternyata, apa yang dikorbankannya selama ini jadi sia-sia karena pak Po memutuskan kembali menjadi makhluk astral tak kasat mata dan bukan manusia lagi.


“Bukan saatnya membicarakan masalah ini, Putri. Para iblis-iblis itu sudah mulai berdatangan.” Pak Po pun mulai bersiap menghadapi iblis jahat yang mencoba menyerang istri pangerannnya.


“Bagaimana bisa kau melakukan semua ini, pak Po? Apa kau tidak tahu betapa beratnya pengorbanan kami untukmu agar kau bisa hidup bahagia bersama dengan, Di? Apa yang kau lakukan, ha? Bagaimana dengan istrimu? Kalian baru saja mengarungi bahtera rumah tangga. Kenapa kau meninggalkan Di dan memilih menjadi pasukan Refald lagi?” teriak Fey marah penuh emosi. Ia tidak terima melihat pak Po berubah lagi menjadi dedemit setelah apa yang makhluk astral itu lalui bersama istrinya.


“Justru karena itulah Putri, saya tidak bisa diam dan duduk saja di rumah sementara anda berdua dalam bahaya? Saya rasa, anda sudah menyadari sesuatu, dimana kita berada saat ini. Butuh waktu lama bagi pangeran untuk bisa menemukan tempat ini. Jika saya tidak segera datang tepat waktu, mungkin pangeran akan kehilangan anda selamanya. Dan anda tahu apa yang akan terjadi selanjutnya jika dia ... kehilangan wanita yang paling dia cintai. Saya tidak bisa membiarkan itu terjadi, Putri. Bagi pangeran, anda adalah segalanya. Jangan khawatirkan Di, dia baik-baik saja. Istriku itu jauh lebih kuat dari yang anda duga!” pak Po kembali bersiap-siap sementara Fey hanya tertegun mendengar penjelasan pak Po.


Untuk pertama kalinya, Fey manangis sejadi-jadinya dan sekencang-kencangnya. Gadis itu terduduk lunglai menahan kedua tangannya di dada seolah melepas semua emosinya. Disisi lain, apa yang dikatakan pak Po memang benar, ini bukan dunia dimana Refald bisa langsung datang menyelamatkannya jika dirinya dalam bahaya. Namun, sisi lainnya, ia tetap tidak bisa menerima pengorbanan pak Po yang harus kembali berubah menjadi dedemit demi menyelamatkannnya. Hal itu membuat Fey merasakan kepedihan yang begitu dalam seolah tahu seperti apa perasaan Di saat ini ketika suami yang dicintainya harus pergi meninggalkannya bahkan mereka berdua kini terpisah dari dua dunia yang berbeda.


Bila Fey terus menangis meratapi apa yang sudah terjadi dengan pak Po. Lain halnya dengan Riska, sejak tadi ia sangat bingung karena tak bisa melihat sosok pak Po yang diajak bicara Fey. Ia menduga apakah pak Po yang dimaksud adalah orang yang pernah tinggal bersamanya atau bukan. Atau bisa jadi ada pak Po pak Po yang lainnya. Riska sama sekali tidak mengerti.


Wanita itu sungguh tidak tahu situasi yang terjadi disini. Riska hanyalah manusia biasa dan tidak bisa melihat makhluk astral yang ada disekitarnya. Mulutnya hanya menganga melihat dan mendengar Fey tiba-tiba sehisteris itu ketika berbicara dengan orang yang ia sebut pak Po.


Sebenarnya Riska ingin bertanya banyak hal, tapi ia tidak tahu harus mulai darimana. Saat ini, situasinya sudah sangat genting karena Riska tahu, ini bukanlah dunia nyata. Mereka semua terjebak dalam dunia lain yang sudah Aditya siapkan untuk menjadikannya tumbal.


Tangisan Fey benar-benar terdengar memilukan sehingga membuat pak Po jadi kelabakan dan bingung harus berbuat apa. Disisi lain, iblis-iblis itu sudah mendekat kearahnya.


“Habislah aku, Pangeran pasti bakal mencincangku karena telah membuat istrinya menangis seperti ini.” gumam pak Po panik. Ia pun melesat cepat membasmi iblis jahat yang mencoba menyerangnya. Tak butuh waktu lama bagi pak Po memusnahkan lawan sesama jenisnya itu menjadi abu. “Putri, jangan menangis lagi. Tangisan anda sangat berisik sekali, saya tidak bisa berkosentrasi,” teriak pak Po dari atas udara dan sibuk bertarung dengan makhluk astral lainnya.

__ADS_1


“Diam kau, bodoh! Beraninya kau!” isak Fey jadi geram juga pada pak Po. “Orang lagi sedih bukannya dihibur malah dikatain berisik, dasar dedemit!” umpat Fey kesal. Ia menyeka air matanya karena sudah mulai bisa sedikit merasakan kekuatan Refald.


Sebenarnya, Refald sudah memberitahu Fey mengenai apa yang akan terjadi pada pak Po. Keputusannya kembali menjadi pasukan dedemit suaminya merupakan takdir yang sudah digariskan. Walau rasanya sangat menyakitkan, tapi nyatanya inilah yang harus dihadapi Di dan pak Po. Dari apa yang Fey lihat, sepertinya Di memang mengikhlaskan keputusan suaminya kembali menjadi makhluk astral. Sebab bagi Di, siapapun pak Po sekarang, mereka berdua tetap saling mencintai.


“Kau memang luar biasa Di,” gumam Fey yang sudah bisa menguasai keadaan. Tak ada gunanya menangis ditempat seperti ini. Bagaimanapun juga, ia dan Riska harus segera keluar dari dunia lain ini.


Honey, kau dengar aku? Tiba-tiba terdengar suara panggilan Refald. Suami Fey itu sudah bisa menemukan ada dimana ia sekarang.


Fey memejamkan mata dan berkosentrasi penuh agar bisa menjawab panggilan suaminya. Aku mendengarmu, Suamiku.


Syukurlah kau baik-baik saja. Maaf baru bisa menyelamatkanmu sekarang. Aku akan mengeluarkanmu dari sana. Begitu aku memberi tanda, ajak Riska keluar secepatnya. Kau mengerti, Honey? Suara Refald semakin terdengar jelas di pikiran Fey.


Aku mengerti, tapi ... bagaimana dengan pak Po? Fey mencoba memberitahu Refald kalau pak Po ada disini dan sedang bertarung melawan iblis jahat demi melindunginya.


Dia bisa keluar sendiri, karena dunianya sudah berubah. Pak Po bukan manusia lagi. Jangan khawatirkan dia.


“Pak po!” teriak Fey pada pasukan dedemit Refald yang sedang sibuk bertarung.


“Ada apa, Putri? Kalau berterima kasih nanti saja, saya sedang sibuk,” seru pak Po sambil melancarkan serangan pada iblis jahat sehingga makhluk tersebut berubah menjadi abu.


“Dasar bengek kau, awas saja nanti. Aku akan buat perhitungan denganmu!" umpat Fey kesal. Meski sudah jadi dedemit kembali, pak Po masih berani bersikap menyebalkan. "Refald memanggilku, aku akan membawa Riska keluar dari sini. Bagaimana denganmu?”


“Jangan khawatirkan saya, Putri. Begitu selesai disini saya akan menyusul anda. Bersiap-siaplah Putri, Pangeran Refald akan membukakan pintu untuk anda!” seru pak Po yang sedang sibuk berkelahi dan lagi-lagi, beberapa iblis musnah ditangannya.

__ADS_1


***


Sementara di dunia nyata, Refald terus berkosentrasi sambil memejamkan mata agar bisa bekomunikasi dengan Fey. Kehadiran pak Po mempermudah pencariannya karena kekuatan pak Po terhubung dengan kekuatan Refald. Begitu pak Po memasuki dimensi lain tempat Fey berada, maka Refald langsung bisa merasakannya dan otomatis bisa menemukan keberadan istrinya. Tak heran jika Refald tidak terkejut ketika Fey memberitahu ada pak Po juga ada bersamanya. Sebelumnya, Refald sudah tahu ketika ia mulai memanggil semua pasukan dedemitnya kemari.


Awalnya, Refald memang terkejut karena kekuatan pak Po muncul saat ia memanggil semua pasukannya. Artinya, pak Po sudah kembali menjadi pasukannya dan bukan manusa biasa lagi. Walau begitu, Refald tak bisa mencegah keputusan pak Po, sejak awal pak Po sendiri memang sudah tahu bahwa cepat atau lambat, ia bakal kembali menjadi makhluk astral.


“Apa kau yakin kau bisa membawa istrimu kembali kemari?” ujar Aditya berjalan cepat kearah Refald dan langsung memberinya pukulan telak, tapi Refald langsung bisa menangkisnya.


“Bukan urusanmu! Enyahlah kau dari sini!” teriak Refald dan lagi-lagi, Refald mendorong tubuh Aditya dengan kekuatannya lalu melempar bola api kerahnya. Walau Aditya jatuh tersungkur ia masih bisa menghindari serangan bola api Refald.


“Akan aku beritahu satu hal. Begitu Riska dan istrimu keluar dari dunia lain yang aku ciptakan, mereka bedua pasti akan mati. Hahahahha ....” Adita tertawa terbahak-bahak karena telah merasa menang.


“Huh, kau tidak tahu apa-apa ternyata. Semua iblis yang kau kirim ketempat istriku sudah dimusnahkan, tidak ada lagi yang tersisa. Kini cuma tinggal kau seorang saja yang bakal menunggu giliran. Alasan kenapa sampai detik ini kau masih hidup, karena aku sedang ingin bermain-main denganmu sebelum menghabisimu tanpa ampun.” Refald tertawa sinis melihat Aditya. Sudah bisa dipastikan siapakah yang menang.


“Apa?” wajah Aditya tampak shock.


“Honey! sekarang!” teriak Refald sambil merentangkan salah satu tangannya sehingga terbentuklah sebuah lubang hitam besar. Tak berselang lama, keluarlah Fey dan Riska dari dalam lubang hitam yang dibuka Refald.


Tubuh Fey langsung ditangkap oleh Refald begitu ia keluar dari lubang hitang tersebut, sedangkan tubuh Riska juga langsung ditangkap oleh seseorang tak terduga dimana kehadirannya yang tiba-tiba, sukses membuat semua orang yang ada disitu terpana.


“Refald, dia ...” Fey yang berada dalam gendongan Refald tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena terlalu terkejut. “Bagaimana bisa orang itu ada disini?” gumam Fey pada dirinya sendiri.


BERSAMBUNG

__ADS_1


****


nanti kalau senggang aku lanjutkan lagi .. terimakasih atas dukungan semuanya .. love you all


__ADS_2