
Peringatan!
Ini hanya kisah fiksi fantasi romantis. Jika ada kesamaan nama, tempat dan tokoh, itu hanya kebetulan dan tidak disengaja. Part ini mengandung unsur fantasi yang murni dari kehaluan authornya. Harap maklum ya ...
Happy reading.
***
Setelah melakukan ritual maju mundur cantik ala Refald dan Fey, keduanya langsung berpindah tempat secara ajaib masuk ke dalam goa dimana seluruh dinding goanya berlapis intan bercampur dengan berlian. Ini pertama kalinya Fey diajak Refald ke tempat seperti ini dan baru kali ini juga ia melihat ada dinding goa yang bekilau indah disetiap dindingnya. Mata istri Refald itu tak bisa berkedip kala melihat kilauan dinding goa yang entah ada dimana lokasi goa ini.
“Tempat apa ini?” tanya Fey penasaran. Dindingnya benar-benar menakjubkan. Kilauan berlian memenuhi setiap lorong yang ia lewati bersama dengan Refald. “Apa goa ini berada di tempat tinggal kita sekarang?” tanya Fey lagi. “Jika benar, maka goa ini akan jadi bencana besar kalau sampai ada orang tak bertanggungjawab menemukan tempat ini.”
Orang yang dimaksud Fey adalah orang-orang yang gila harta dan buta akan kehidupan duniawi. Orang-orang seperti itu pasti akan melakukan segala macam cara untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan asal kepentingan duniawi mereka terpenuhi. Itulah salah satu sifat manusia meskipun tidak semuanya. Ada juga beberapa orang lebih memilih hidup tenteram, damai, dan nyaman ketimbang harus mengurusi segala hal yang berbau duniawi.
“Kau tenang saja, Honey. Tak ada seorangpun yang bisa datang ke goa ini kecuali dia sudah mati,” jawab Refald santai. Ia masih menatap lurus ke depan. Karena kilauan dinding goanya menyinari seluruh tempat ini, Refald dan Fey tak perlu pencahayaan ketika melewati lorong goa.
“Apa?” Fey agak terkejut mendengar jawaban suaminya. Ia bahkan sampai berhenti berjalan untuk memastikan bahwa ia tidak salah dengar. “Maksudmu ... kita berdua sekarang sudah mati?” tanya Fey agak bingung juga.
“Kau lupa dengan siapa kau menikah, Honey. Kita pengecualian, karena kau dan aku adalah raja dan ratu alam ghaib. Aku bisa menembus dua dunia berbeda ini sesuka hatiku tanpa harus mangalami kematian terlebih dulu.”
“Ah, iya ... kau benar. Kau sempurna dan sangat luar biasa, dan kau adalah satu-satunya manusia langka yang ada di muka bumi ini. Lalu ... untuk apa kita datang ke tempat ini? pernikahan Rey dan Rhea akan digelar sebentar lagi. Bukankah kau sendiri yang akan menikahkan mereka berdua?”
“Sebelum putra kita menikah, kita berdua harus berendam air yang dipenuhi bunga tujuh rupa dalam dasar goa ini, Honey. Itulah yang dilakukan orangtuaku saat menikahkanku denganmu dulu. Bedanya, orangtuaku melakukannya saat mereka tertidur dan jiwanya terpisah dari raga mereka. Begitu ritual mandi kembang itu selesai, jiwa mereka kembali ke raganya dan kita menikah secara ghaib. Itu adalah bentuk restu mereka pada kita. Dan sekarang, kita pun juga harus melakukan hal sama. Hanya saja, kita tidak perlu memiisahkan jiwa dari raga kita.” Refald berhenti berjalan dan menatap wajah Fey.
“Dasar goa? Apa maksudmu kita sedang berada di bawah tanah? Tapi kenapa kau dan aku masih bisa bernapas?” lagi-lagi Fey memerhatikan sekeliling, tapi ia tak menemukan apapun kecuali kilauan intan dan berlian yang ada di seluruh dinding ini.
Refald tak ingin menjawab pertanyaan istrinya. Sebaliknya, ia malah tersenyum nakal. “Kita sudah sampai, lepaskan pakaianmu! Atau ... mau kubantu melepaskannya?” nada suara Refald memang terdengar santai tapi juga mesum.
Fey memerhatikan sekeliling goa, tapi ia tak menemukan kolam tempat ia akan berendam bersama dengan Refald. “Dimana kolamnya?” tanya Fey tak menggubris godaan suaminya. Sepertinya Fey sudah terbiasa dengan sifat Refald yang tak jauh beda dengan adiknya, Leo.
__ADS_1
“Akan muncul begitu kita berdua siap.” Sambil tersenyum, satu persatu Refald membantu melepas pakaian yang dikenakan istrinya.
“Apa yang sedang kau lakukan?” tanya Fey keki melihat tangan suaminya menggerayangi seluruh tubuhnya. Ia tahu suami mesumnya ini sedang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.
“Membantu melepas pakaianmu, Honey.”
“Lalu, kenapa tanganmu merambat kemana-mana?” Fey semakin keki melihat Refald tersenyum manis padanya. Senyuman Refald adalah senyuman para buaya darat saat sedang merayu wanita yang menjadi targetnya.
“Aku hanya memastikan tidak boleh ada sehelai benangpun yang melekat ditubuhmu!” tangan Refald masih meraba-raba bagian tubuh Fey yang lain.
“Bilang saja kalau kau sedang mencari-cari kesempatan! Dasar raja dedemit mesum!” ujar Fey semakin jutek pada Refald.
Refald langsung menarik tubuh istrinya mendekat kearahnya dan memeluknya dengan erat. “Sebenarnya, kaupun juga bisa melakukan hal yang sama padaku seperti yang kulakukan padamu. Kenapa kau tidak melakukannya?” mata Refald menatap tepat manik mata Fey.
“Karena aku tidak mesum sepertimu!” jawab Fey sambil membalas tatapan Refald.
Tanpa diduga, lantai dasar goa yangmenajdi pijakan antar Fey dan Refald terbuka dan keduanya langsung melesat turun ke bawah dengan kecepatan kilat. Untung saja Refald dalam posisi memeluk Fey sehingga istrinya itu merasa sedikit tenang menyaksikan kejadian tak terduga ini. Dengan kata lain, keduanya sedang dalam kondisi jatuh entah berapa jauh kedalamannya. Saking cepatnya mereka melesat, tubuhFeys ampai gemetar dalam pelukan Refald. Pakaian yang dikenakan Refaldpun menghilang dengan sendirinya. Refald dan Fey, sama-sama bertelanjaang bulat.
“Tahan napasmu, Honey. Sebentar lagi kita akan masuk ke dalam air,” teriak Refald dan semakin memper erat pelukan mereka.
Byurrrr!
Dan benar saja, hanya dalam hitungan detik keduanya terjauh tepat ke dalam air berwarna kehijauan. Airnya hangat dan penuh berisi dengan bunga-bunga indah. Refald emmbantu Fey menggapai permukan untuk mengambil napas.
“Kau tidak apa-apa, Honey?” Refald memerhatikan istrinya untuk memastikan apakah Fey baik-baik saja.
“Ehm, aku baik-baik saja walau rasanya aneh.” Fey mengamati sekeliling air yang sudah penuh dengan bunga tujuh rupa yang bertaburan dimana-mana.
Saat mereka masuk ke dalam air, airnya seolah-olah sangat dalam sekali bak sedalam samudera dan tak memiliki dasar, tapi saat mereka menggapai permukaan, tiba-tiba saja airnya berubah menjadi kolam yang yang dangkal dan memiliki dasar sehinga kaki Fey bisa menginjak dasar lantai kolamnya.
__ADS_1
“Refald, sepertinay tadi kolam ini dalam seali, kenapa ....”
“Jadi dangkal.” Refald melanjtkan kata-kata Fey.
“Benar.”
“Kolam ini tahu siapakah yang masuk kedalamnya Honey, dan air disini menyesuaikan kondisi kita. Kebanyakan yang datang dan berendam dalam kolam ini adalah jiwa yang terpisah dari raga atau lebih tepatnya adalah makhluk astral tak kasat mata. Makanya tak ada batas ruang dalam air ini. Sedangkan kita, masih hidup dan masuk ke dalam air ini beserta raga kita, karena itulah kolam ini berubah sesuai dengan kondisi tubuh kita. Kau tak perlu khawatir tenggelam disini.”
Mendengar penjelasan suaminya Fey jadi semakin takjub. “Wuah, daebak.” Fey jadi terkagum-kagum. Tempat ini adalah tempat paling ajaib dari semua tempat yang pernah ia jelajahi bersama Refald.
“Pegang tanganku Honey.” Refald mengulurkan kedua tangannya dan Feya langsung menyambut uluran tangan suaminya. Keduanya berhadap-hadapan sambil saling menggenggam tangan.
Tiba-tiba saja Refald tertawa dan itu membuat Fey jadi penasaran. “Apa yang sedang kau tertawakan?”
“Tidak ada.” Raut wajah Refald berubah drastis menjadi sendu seolah ia edang melihat hal yang menyedihkan.
“Sebenarnya, apa yang kau lihat? Sedetik lalu kau tetawatanpa sebab, sekarang mukamu menyedihkan begitu? Kau melihat seseuatu, kan?”
“Setiap kebahagiaan, pasti ada kesedihan Honey. Begitu juga sebaliknya. Itlah yang terjadi pada setiap insan yang hidup di dunia.”
“Kalau itu aku sudah tahu, yang kutanyakan adalah apa yang kau lihat?”
“Maaf, Honey. Kali ini ... aku tidak bisa memberitahumu. Sekarang pejamkan matamu supaya ritual mandi kembang kita ini selesai. Rey sudah menunggu kita.”
Tanpa banyak bicara lagi, Feypun menuruti apa yang dikatakan Refald meskipun ia masih sangat penasaran tentang apa yang dilihat suaminya. Dalam hati, Fey hanya bisa berdoa semoga apapun yang menimpa keluarganya, bisa diselesaikan dengan baik. Bukan hanya suaminya saja yang bertugas melindungi keluarganya, Fey juga berjanji bakal melindungi semua orang yang ia sayangi tanpa terkecuali.
***
Nanti aku sambung lagi ... ditunggu ya ....
__ADS_1
part selanjutnya adalah proses pernikahan Rey dan Rhea. Seperti apa reaksi pak Po kalau dia tahu ternyata calon menantunya adalah pangerannya sendiri.